1,721,926 research outputs found
Sri handayani mahasiswa kklp yapti
Kuliah kerja lapang plus( KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yg bersifat intrakurikurel dalam bentuk pengapdian pada masyarakat yg dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu oleh karna itu, sifatnya inrakurikurel sehingga setiap mahasiswa menyelesaikan studi perguruan tinggi pada suatu program strata satu(S1) harus mengikuti KKLP
PERKEMBANGAN MUSEUM SUAKA BUDAYA KERATON KASUNANAN SURAKARTA
Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta adalah kawasan objek wisata yang berada di kompleks Keraton Kasunanan
Surakarta Hadiningrat letaknya di Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasar Klewer Kota Surakarta. Museum Suaka Budaya Keraton
Kasunanan Surakarta merupakan objek wisata sejarah dan budaya yang berdiri atas prakarsa Kanjeng Gusti Pangeran Haryo
Jatikusuma sebagai upaya untuk menjaga benda peninggalan sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Museum berisi
benda-benda koleksi berupa keris, tombak, kereta kencana, arca-arca yang memiliki nilai informasi, estetika, dan simbolik dari
perkembangan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Bangunan museum merupakan peninggalan Sunan Paku Buwana XII
tahun 1963. Potensi museum sangat besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata sejarah dan budaya serta telah memenuhi
beberapa komponen wisata, seperti: aksesibilitas, akomodasi, dan atraksi wisata. Potensi Museum Suaka Budaya Keraton
Kasunanan Surakarta sangat besar, sebagai objek pariwisata sejarah wisatawan yang berkunjung tempat-tempat bersejarah seperti
Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta dapat mempelajari sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
melalui berbagai peninggalan yang terdapat di dalam museum. Sedangkan sebagai pariwisata budaya wisatawan dapat
mempelajari seni budaya, adat istiadat, cara hidup dan kebudayaan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Museum
Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta menyimpan berbagai benda-benda koleksi yang memiliki keunikan dan ciri khas dari
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sehingga cukup berpotensi sebagai tempat rekreasi, hiburan, dan edukasi. Dalam
perkembangannya museum selalu mengalami perubahan-perubahan baik dalam jumlah koleksi museum dan sarana prasarana
museum. Perkembangan Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta sejak tahun 1963 selalu mengalami perubahan,
perubahan dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman serta memperbaiki museum agar berkembang secara luas. Pada tahun
2003 dilakukan penambahan ruangan menjadi 12 ruangan agar mampu menampung koleksi museum yang jumlahnya semakin
bertambah. Dalam proses perkembangannya museum ini selalu mengalami berbagai hambatan-hambatan, namun museum tetap
mempertahankan eksistensinya sebagai museum yang memiliki unsur-unsur sejarah dan budaya Keraton Kasunanan Surakarta
Hadiningrat
PENERAPAN DEEP DIALOGUE/ CRITICAL THINKING (DD/CT) DENGAN
Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah pendidik masih menggunakan ceramah sebagai satu-satunya metode yang mendominasi dalam pembelajaran sejarah. Peserta didik dalam pembelajaran sejarah hanya pasif menerima materi tentang masa lampau yang sulit untuk dicerna dan memerlukan hafalan untuk mempelajarinya. Akibatnya peserta didik kurang kritis dan hasil belajar belum mencapai ketuntasan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar sejarah menggunakan Deep Dialogue/ Critical Thinking (DD/CT) dengan pendekatan Scientific pada peserta didik kelas X IS-2 SMAN Arjasa. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan April-Mei 2014. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IS-2 dengan jumlah sebanyak 36 peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Indikator yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik. Kemampuan berpikir kritis peserta didik secara klasikal pada siklus 1 63,25%, siklus 2 meningkat 11,58% menjadi 70,58%, siklus 3 meningkat 12,50% menjadi 79,41% . Hasil belajar kognitif siklus 1 66,67%, siklus 2 meningkat 8,33% menjadi 72,22% siklus 3 meningkat 7,69% menjadi 77,78%. Hasil belajar psikomotorik siklus 1 54,51%, siklus 2 meningkat 23,57% menjadi 67,36% dan siklus 3 meningkat 15,46% menjadi 77,78%. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan Deep Dialogue/ Critical Thinking (DD/CT) dengan pendekatan Scientific dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar sejarah peserta didik kelas X IS-2 SMAN Arjasa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION (ARIAS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITASDAN DAN HASIL BELAJAR SEJARAH PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 4 MAN 1 JEMBER TAHUN AJARAN 2015/2016
Pembelajaran sejarah dapat dikatakan baik apabila memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi. Pembelajaran sejarah di MAN 1 Jember telah menerapkan metode yang cukup inovatif, 40% metode ceramah, 20% diskusi, dan 40% penugasan, akan tetapi peserta didik sering menganggap pembelajaran sejarah membosankan. Permasalahan itu diatasi dengan diterapkannya model pembelajaran ARIAS. Model pembelajaran ARIAS memiliki lima komponen dan merupakan satu kesatuan yang sangat penting selama pembelajaran. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu apakah penerapan model pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar peserta didik kelas XI IPS 4 MAN 1 Jember tahun ajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis peningkaatan aktivitas dan hasil belajar sejarah dengan menerapkan model pembelajaran ARIAS. Subyek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 4 MAN 1 Jember dengan jumlah 29 peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dan terdapat 5 indikator aktivitas belajar peserta didik yang diamati. Dapat disimpulkan, aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan disetiap siklus. Pra siklus dengan persentase 13,79% ke siklus 1 meningkat sebesar 12,06% menjadi 57,70%, siklus 1 ke siklus 2 meningkat 25,09% menjadi 72,18%, siklus 2 ke siklus 3 meningkat 14,96% menjadi 82,98%. Hasil belajar pada ranah kognitif juga mengalami peningkatan, Pra siklus memperoleh persentase sebesar 13,79%, meningkat 250,0% menjadi 48,27%. Sikus 1 ke siklus 2 meningkat 71,43%, menjadi 82,75%, dan siklus 3 meningkat 8,33% menjadi 89,65%. Dapat disimpulkan, dengan menerapkan model ARIAS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah peserta didik kelas XI IPS 4 MAN 1 Jember
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO
Permasalahan yang terjadi adalah pada proses pembelajaran pendidik masih menggunakan metode konvensional
yaitu ceramah dan tanya jawab mengakibatkan peserta didik kurang maksimal dalam melatih kemampuan
kreativitasnya. Selain itu penilaian dalam pembelajaran sejarah masih mengacu pada penilaian yang hanya
mengukur ranah kognitif sehingga peserta didik cenderung pasif dan kurang merangsang kreativitas peserta didik,
sehingga hasil pembelajaran tidak maksimal, untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan perubahan
model pembelajaran dengan berbasis portofolio. Portofolio sebagai alat penilaian merupakan sarana untuk
mendokumentasikan dan meningkatkan pembelajaran peserta didik. Hasil dari produk portofolio kemudian dapat
mengukur prestasi peserta didik, tekanannya pada analisis, sinstesis, dan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar sejarah dengan model pembelajaran berbasis portofolio pada mata
pelajaran sejarah peserta didik kelas X 7 SMA Negeri Kalisat. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Maret
sampai bulan Mei 2015. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X 7 SMA Negeri Kalisat dengan jumlah 38
orang. Indikator yang akan diteliti adalah kreativitas belajar dan hasil belajar sejarah peserta didik. Kreativitas
belajar peserta didik pada siklus 1, 2, dan 3 menunjukkan peningkatan. Hasil belajar kognitif pada siklus 1
memperoleh persentase sebesar 71,05%, pada siklus 2 memperoleh 78,94% dengan peningkatan 11,11%, pada
siklus 3 meningkat 3,33% menjadi 86,84%. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
berbasis portofolio pada mata pelajaran sejarah dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar sejarah peserta
didik kelas X 7 SMA Negeri Kalisat
PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN NURUL ISLAM DIBAWAH KEPEMIMPINAN KH. MUHYIDIN ABDUSSOMAD TAHUN 1981-2014
Pondok pesantren Nurul Islam didirikan oleh KH. Muhyididn Abdussomad di Desa Antirogo pada tahun 1981. KH. Muhyidin Abdussomad mendirikan pondok pesantren Nurul Islam untuk menyiarkan agama islam, selain itu beliau juga membangun masjid di dekat kediamannya agar masyarakat bisa menggunakannya sebagai tempat beribadah. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yakni (1) bagaimana sejarah berdirinya pondok pesantren Nurul Islam Jember; (2) bagaimana perkembangan pondok pesantren Nurul Islam tahun 1981-2014; (3) bagaimana kepemimpinan KH. Muhyidin Abdussomad di pondok pesantren Nurul Islam Jember. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya pondok pesantren Nurul Islam Jember; (2) menganalisis berbagai perkembangan yang terdapat pada pondok pesantren Nurul Islam; (3) untuk menganalisis kepemimpinan KH. Muhyidin Abdussomad di pondok pesantren Nurul Islam Jember. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode sejarah mempunyai empat langkah, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan pondok pesantren Nurul Islam dapat dilihat dari sistem pengajaran yang pada awalnya tradisional dengan metode sorogan dan wetonan. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan KH. Muhyidin Abdussomad ahirnya pondok pesantren Nurul Islam menjadi pondok pesantren modern
Tindak Pidana Penipuan Yang Dimulai Dengan Adanya Wanprestasi Yang Dibayar Oleh Cek Yang Tidak Ada Dana Dalam Perjanjian Jual Beli (Studi kasus Sri Handayani Dan Prapto Hadi) / oleh Lenny Diana
Fokus dari Penulisan skripsi ini berawal dari suatu peristiwa tentang tindak pidana penipuan yang dimulai dengan adanya wanprestasi yang dibayar oleh cek yang tidak ada dana dalam perjanjian jual beli mobil. Perbuatan wanprestasi yang dibayar oleh cek yang tidak ada dana yang dilakukan oleh Sri Handayani dikategorikan sebagai tindak pidana penipuan. Mengenai BPKB mobil yang dijaminkan kepada PT. SMAC (pihak ketiga), Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 2292/Pid.B/2009/JKT.PST Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 61/PID/2010/PT. DKI Jo. Putusan Mahkamah Agung No. 1881 K/PID/2010 dapat dijadikan dasar bagi Prapto Hadi, SH., MH untuk menuntut Pihak Ketiga menyerahkan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil tersebut. Metode yang digunakan penulis dalam penulisan ini adalah metode deskriptif dan normatif. Dari analisis penulisan ini diketahui bahwa perbuatan Sri Handayani tidak dapat dikategorikan sebagai suatu wanprestasi. Hal ini dikarenakan Sri Handayani selaku debitur telah melakukan perbuatan secara melawan hukum dalam lingkup hukum perdata, yang kemudian dikarenakan adanya kebohongan-kebohongan, pemberian sebuah cek kosong, dan adanya penyerahan kendaraan yang tanpa BPKB-nya, sehingga menimbulkan kerugian pada Prapto Hadi, sehingga perbuatan melawan hukum yang semula dalam lingkup hukum perdata menjadi lingkup hukum pidana yaitu tindak pidana penipuan. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 2292/Pid.B/2009/JKT.PST Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 61/PID/2010/PT. DKI Jo. Putusan Mahkamah Agung No. 1881 K/PID/2010 menyatakan bahwa mobil Toyota Avanza dengan Nomor Polisi B 2410 DN milik Sri Handayani diserahkan kepada Prapto Hadi. Putusan Hakim ini dapat menjadi dasar bagi Prapto Hadi untuk menggugat Sri Handayani dan PT. SMAC (pihak ketiga) secara bersamaan dalam satu gugatan untuk menghukum Sri Handayani dan PT. SMAC untuk menyerahkan BPKB mobil Toyota Avanza dengan Nomor Polisi B 2410 DN, dan apabila Sri Handayani dan PT. SMAC tidak bisa menyerahkan BPKB tersebut maka Sri Handayani dihukum untuk membayar ganti rugi kepada Prapto Hadi
EFEK KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA FISIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kemandirian belajar terhadap keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tadris fisika UIN Syahada Padangsidimpuan. Pemilihan sampel dilakukan secara non random sampling yaitu mahasiswa semester VI Tadris Fisika T.P. 2022/2023 sebagai kelas sampel yang diterapkan pembelajaran dengan kemandirian belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen keterampilan berpikir kreatif dalam bentuk essai sebanyak 5 soal dan instrumen kemandirian belajar bentuk angket sebanyak 10 butir yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Data yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,05 maka Ha diterima, disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kreatif dengan pembelajaran kemandirian belajar siswa lebih baik daripada keterampilan berpikir kreatif dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci: Kemandirian belajar, keterampilan berpikir kreati
ANALISIS NILAI SOSIAL DALAM NOVEL “TUHAN JANGAN PISAHKAN KAMI” KARYA DAMIEN DEMATRA SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMKN 3 KOTA DUMAI
SRI HANDAYANI (2023) : ANALISIS NILAI SOSIAL DALAM NOVEL “TUHAN JANGAN PISAHKAN KAMI” KARYA DAMIEN DEMATRA SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN
SASTRA DI SMKN 3 KOTA DUMAI
Masalah dalam penelitian ini adalah fenomena sosial. Pada zaman sekarang
kalangan remaja menjadi salah satu bagian dari perubahan sosial yang terjadi di
masyarakat. Melalui pembelajaran sastra diharapkan dapat ditanamkan nilai-nilai
sosial dari sebuah karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilainilai sosial yang terkandung dalam novel Tuhan Jangan Pisahkan Kami karya
Damien Dematra serta implementasinya dalam pembelajaran sastra di SMKN 3
Kota Dumai. Jenis penelitian studi kepustakaan (library research) dengan
pendekatan deskritif kualitatif dan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data
yaitu analisis isi (content analysis). Berdasarkan hasil temuan penelitian yang
dilakukan terdapat 3 wujud nilai sosial 1) nilai kasih sayang berjumlah 32 data, 2)
nilai tanggungjawab berjumlah 9 data, dan 3) nilai keserasian hidup berjumlah 8
data. Total keseluruhan data dalam penelitian ini adalah 49 data. Hasil dari
analisis nilai sosial dalam novel Tuhan Jangan Pisahkan Kami karya Damien
Dematra dapat digunakan dengan standar kompetensi dasar 3.8 menafsirkan
pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca seperti nilai
agama, sosial, budaya, moral, dan lainnya sebagai materi pembelajaran sastra di
kelas XII semester 1 sesuai kurikulum 2013. Dengan demikian, novel tersebut
dapat digunakan karena banyak mengandung nilai-nilai sosial yang ada di
masyarakat.
Kata kunci: Nilai sosial, Novel, Pembelajaran Sastr
MINAT SISWA PROGRAM STUDI JASA BOGA SETELAH LULUS DARI SMK DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL
MINAT SISWA PROGRAM STUDI JASA BOGA
SETELAH LULUS DARI SMK DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL
Oleh :
Sri Handayani
NIM 11511247008
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Minat siswa setelah lulus
ditinjau dari minat memasuki dunia kerja (menjadi tenaga kerja atau
berwirausaha). 2) Minat siswa setelah lulus ditinjau dari minat melanjutkan
perguruan tinggi. 3) Adanya hubungan minat siswa Jasa Boga setelah lulus dari
SMK di Kab. Gunung Kidul dengan prestasi belajar.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah
semua siswa kelas X Jasa Boga di Kab. Gunung Kidul sebanyak 96 siswa. Ukuran
sampel penelitian sebanyak 64 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan
Propotional Random Sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan
angket. Uji coba instrumen sebanyak 32 siswa. Analisis data dilakukan dengan
analisis deskriptif menggunakan bantuan program statistik SPSS versi 13.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Minat siswa Jasa Boga setelah lulus
untuk memasuki dunia kerja termasuk kategori sedang sebanyak 34 orang
(53,1%); Minat siswa untuk menjadi tenaga kerja termasuk kategori tinggi
sebanyak 34 siswa (58,71%); Minat siswa untuk membuat usaha sendiri
termasuk kategori sedang sebanyak 38 siswa (59,4%). 2) Minat Siswa Jasa Boga
Setelah Lulus untuk melanjutkan ke perguruan tinggi termasuk kategori tinggi
sebanyak 38 siswa (59,4%). 3) Variabel yang dinyatakan memiliki hubungan
dengan prestasi belajar hanya pada sub variabel melanjutkan ke Perguruan
Tinggi, hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi 0,034 memiliki nilai signifikansi
lebih kecil dari 0,05.
Kata kunci : Minat Siswa Setelah Lulus Dari SMK, Tenaga Kerja,
Wirausaha, Perguruan Tinggi
- …
