1,163 research outputs found

    Eksistensi Tokoh Sri dalam Naskah Drama Sri karya Gunawan Maryanto: Analisis Eksistensialisme

    Get PDF
    Naskah drama SRI, karya Gunawan Maryanto yang pemah dipentaskan pada acara Festival Kesenian Yogyakarta XI, menggambarkan permasalahan eksistensi yang dihadapi oleh tokoh Sri sebagai tokoh utama. Permasalahan tersebut berawal dari keinginannya untuk mendapatkan momongan (anak). Sri harus berhadapan dengan sistem tradisi yang sudah berlangsung turun temurun dalam mencari identitas dirinya. Peneliti dalam meneliti naskah drama SRI memanfaatkan teori Humanisme Eksistensial Jean Paul sartre melalui pembacaan sastra. Dalam melakukan pembacaan, peneliti memanfatkan teori yang dikemukakan oleh Riffaterre. Riffaterre membedakan pembacaan karya sastra menjadi dua bagian, yaitu pertama, pembacaan heuristik dan kedua, pembacaan hermeneutik

    EKSISTENS( TOKOH SRI DALAM NASKAH DRAMA SRI KARYA GUNAWAN MARYANTO: ANALlSIS EKSISTENSIALISME

    Get PDF
    Naskah drama SRI, karya Gunawan Maryanto yang pemah dipentaskan parla acara Festival Kesenian Y ogyakarta XI, menggambarkan permasalahan eksistensi yang dihadapi oleh tokoh Sn sebagai tokoh utama. Pennasalahan tersebut berawal dari keinginannya untuk mendapatkan . momongan (anak). Sri harus berhadapan dengan Slstem tradisi yang sudah berlangsung turun temurun dalam mencari identitas dirinya. Peneliti dalam meneliti naskah drama SRI memanfuatkan leori Humanisme Ebistensial Jean Paul Sartre melalui pembacaan sastra. Dalam me1akukan pembacaan, penebti memanfatkan teori yang dikemukakan oleh Riffaterre. Riffaterre membedakan pembacaan karya sastra menjadi dua bagian, yaitu pertama, pembacaan heuristik dan kedua, pembacaan henneneutik. Naskah drama SRI menampilkan sebuah proses dialektika mengenai tradisi Jawa yang mcnjadi identitas kultur anggota masyarakatnya. Hal tersebut tetjadi akibat proses difusi antar kultur. Dinamika karakter tokoh yang menjadi simbol tradisi Jawa merupaklln bentuk respon dan stimulus berupa pergerakan jaman. Masing-masing tokoh yang hadir dengan karakter yang dimiliki menciptakan sebuah per1anmgan wacana seputar tradisi Ja\\a. Sri sebagai percmpuan Jawa, menempatkannya pada posisi yang tidak menguntungkan daJam menjalani kehidupannya. Dia berada dibawah bayang-bayang suaminya dengan budaya patriarki yang tumbuh subur dalam tradisi Jawa. Sri hams tunduk dan patuh terhadap nonna-nonna yang sudah menjadi kesepakatan. Falaisitas (kefak1aan) merupakan faktor penghambat bagi Sri untuk menemukan eksistensinya sebagai individu yang bebas. Menurut Sartre lalaisitas terdiri dari Place (tempat). past (masa Ialu), environmeni (lingkungan sekitar),feilowman (adanya sesama manusia). Bagi Sri keempat F aktisitas hams dapat diolah dari keadaan yang statis menjadi dinamis, sehingga dia dapat menemukan kebebasannya sebagai individu. Dengan kesadarannya, Sri dapat mengatasi lalaisitas tersebut menjadi jalan untuk menemukan cksistensinya yang bebas sebagai individu

    Gunawan Tjahjono & Josef Prijotomo: Postcolonial Traditionality

    No full text
    This small booklet contains the inaugural speeches of Gunawan Tjahjono and Josef Prijotomo on their appointments as professors at the University of Indonesiaand Surabaya Institute of Technology, 10 November. The texts provide novel insights into their respective approaches to Indonesian architecture, and appear here for the first time in English. An analytical reflection on their work by the architectural historian Abidin Kusno introduces them.History, Form & Aesthetic

    Ilmu obat alam (farmakognosi) jil. 1/ Gunawan

    No full text
    iv, 410 hal.: ill.; 26 cm

    Ilmu obat alam (farmakognosi) jil. 1/ Gunawan

    No full text
    iv, 410 hal.: ill.; 26 cm

    Ilmu obat alam (farmakognosi) jil. 1/ Gunawan

    No full text
    iv, 410 hal.: ill.; 26 cm

    Ilmu obat alam (farmakognosi) jil. 1/ Gunawan

    No full text
    iv, 410 hal.: ill.; 26 cm

    Ilmu obat alam (farmakognosi) jil. 1/ Gunawan

    No full text
    iv, 410 hal.: ill.; 26 cm

    PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, PELATIHAN KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. GUNAWAN FAJAR

    Get PDF
    The purpose of this study was to explain the significant influence of career development, job training and organizational culture on the performance of PT. Gunawan Fajar partially and simultaneously. The type of research used is quantitative research with a causality approach with a population of 85 employees of PT Gunawan Fajar. Data obtained from the results of questionnaires and research object surveys. Based on research showing that there is a significant influence partially and simultaneously between career development, training and organizational culture on the performance of employees of PT. Gunawan Dawn. Suggestions for future researchers should expand the research variables so that they can produce better research. This is proposed because it has been proven that career development, training and organizational culture variables have an effect of only 44.1% on employee performance. And there are still other variables that have not been studied in this study, namely 55.9% such as recruitment, selection, motivation and other

    "Why aren't you a Muslim?"Pride and prejudice through Gunawan Mahmood's teen fiction

    No full text
    This essay examines the role of the dominant Malay intelligentsia in imagining Malaysia, using as platform for discussion two contemporary teen novels by Gunawan Mahmood: This Land (originally published in Malay as Tanah Ini in 1996; out in English translation in 2002) and Namaku Ayoko (My Name is Ayoko; 1994). The chosen author and texts are little known outside of the Malay literary world, which alters not the fact that Gunawan is a multiple award-winning, state-affiliated writer who, like many of his Malay-Muslim contemporaries and predecessors, believes that “those with knowledge ought to write” and “literature should educate, awaken and inspire society” (in Mahmood, 1993:x). Gunawan is an ‘intellectual’ insofar as he participates in the production and distribution of knowledge, as someone who professes a vocation for the art of “representing, embodying, articulating a message, a view, an attitude, philosophy or opinion to, as well as for, a public” (Said, 1996:11). (Text by author
    corecore