47 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Discovery dalam Pendidikan Agama Islam

    Full text link
    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) meruapakan upaya membekali peserta didik dengan pengetahuan, pemahaaman, dan nilai-nilai yang bersumber dari ajaran Islam. Untuk mencapai hasil yang optimal, guru diharapkan dapat mengembangkan model pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Diantara model pembelajaran tersebut adalah model inquiry discovery, yang denganya memberikan kesempatan kepada siswa untuk merumuskan masalah, dan menemukan jawaban dari masalah yang dirumuskan. Tulisan ini bermaksud menelaan penerapan model pembelajaran inquiry discovery dalam pendidikan agama Islam (PAI), langkah-langkah yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan daya pikir peserta didik. Kata Kunci: Model pembelajaran, inquiry discovery, pendidikan agama Isla

    PENGEMBANGAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS RANAH AFEKTIF

    Full text link
    Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah proses pengalihan (transfer) pengetahuan, pemahaman, nilai-nilai dan pengamalan ajaran Islam secara terencana, sistemik, dan berkelanjutan. Dengan kata lain, PAI adalah upaya menumbuhkembangkan fitrah anak didik yang dibawa sejak lahir menjadi sebuah kemampuan dan kekuatan yang dapat melahirkan kompetensi yang profesional. Fitrah di satu sisi dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan (potensi) untuk mengetahui, memahami dan mengamalkan ajaran Islam baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah Allah di muka bumi. Untuk menumbuhkembangkan fitrah ini, maka PAI harus dapat mengarahkan dan membimbing anak didik sesuai dengan ajaran Islam. Satu hal yang sangat urgen dalam pelaksanaan PAI adalah harus berdasarkan kepada penanaman moral Islam dengan menitikberatkan kepada penanaman dan pembiasaan moral action dalam kehidupan anak didik. Ini didasarkan pada asumsi bahwa intisari ajaran Islam adalah pengamalan dan praktek akhlaq al-karîmah

    ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    No full text
    Islamisasi ilmu pengetahuan sejak kelahirannya mengundang para ahli untuk memperbincangkannya. Kalangan cendekiawan Muslim yang berpendapat pentingnya ilmu pengtahuan meyakini bahwa ilmu pengetahuan sangat urgen untuk diislamkan, mengingat ilmu pengetahuan—dalam pandangan mereka—telah teracuni nilai-nilai ideologi dan filosofi Barat yang banyak bertentangan dengan ajaran Islam. Adalah al-Faruqi dan al-Attas—dua tokoh sentral—ide islamisasi ilmu pengetahuan yang secara getol mempropagandakan ide itu dengan tujuan mengembalikan ilmu pengetahuan yang dinilai telah keluar dari kerangka aksiologisnya. Dalam pikiran mereka, ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini bukan lagi untuk kemanfaatan manusia tapi telah mengarah kepada kerusakan dan kehancuran umat manusia

    BELAJAR DAN MENGAJAR DALAM PANDANGAN AL-GHAZÂLÎ

    Full text link
    Al-Ghazâlî merupakan tokoh pemikir Islam yang banyak memberikan karya monumental dalam berbagai kajian keislaman. Beliau dikenal luas sebagai seornag tokoh sufi, oleh karenanya tidak heran jika pemikirannya banyak diilhami oleh nilai-nilai tasawwuf, termasuk hasil pemikirannya dalam bidang pendidikan. Dalam hal belajar dan mengajar misalnya, al- Ghazâlî terinspirasi dengan pola kehidupan sufi, yaitu bagaimana seorang anak didik dan pendidik melaksanakan aktivitas belajar mengajarnya berdasarkan perspektif ajaran Islam. Sebagai titik tolak dari kedua aktivitas itu al-Ghazâlî menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar itu harus diniatkan sebagai aktivitas ibadah kepada Allah dan mencari keridhaan- Nya

    PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESETARAAN GENDER

    Full text link
    Dalam realitas aktual kehidupan masyarakat Muslim telah terjadi proses ketimpangan dalam relasi gender yang betul-betul berlawanan dengan semangat fitri Islam yang sangat menjunjung tinggi dan mendambakan kesetaraan gender, kesetaraan laki-laki dan perempuan. Ketimpangan dimaksud seringkali dijustifikasi oleh tafsir ajaran agama, sehingga untuk mengubahnya, sangat diperlukan kemauan secara kultural dan struktural dalam mengubah paradigma pendidikan agama Islam menuju equalitas gender. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan pendidikan agama berbasis kesetaraan gender dengan mengemukakan beberapa model strategi dalam aplikasinya

    PENDIDIKAN ISLAM KLASIK (Telaah Sosio-Historis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Masa Awal Sampai Masa Pertengahan)

    Full text link
    Pendidikan Islam secara historis dimulai pada zaman Rasulullah SAW. dalam bentuk membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran Islam yang merupakan penjelasan dari ayat-ayat al-Qur’an yang beliau terima dari Allah melalui Jibril. Pada masa itu, pendidikan Islam berkisar aktivitas baca tulis al-Qur’an beserta makna yang dikandungnya. Pasca wafatnya, pendidikan dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’în, dengan pengembangan yang cukup signifikan, dengan ditambahnya materi pendidikan Islam—sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat muslim saat itu. Pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat baik materi, metode, dan tempat-tempat pendidikan sebagai imbas semakin berkembangnya komunitas muslim menjadi komunitas kosmopolit yang ditandai dengan maju pesatnya berbagai cabang ilmu pengetahuan

    TAZKIYAH AL-NAFS SEBAGAI RUH REKONSTRUKSI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    Islamic education ia a mean of value transmission and islamic doctrines to the students in order to understand, internalize, and practice the islamic doctrines precisely. Meanwhile, the core of islamic doctrines is to implant good morals. And this the prophetic mission of Muhammad SAW, prefecting morals of humans. Inserting good morals as the soul of developing the planning, actuating, and evaluating islamic education. These efforts are very crucial to avoid misleading orientation of islamic education as mastering knowledge only (Islamology) without understanding, penetrating, and actuating in daily life. The efforts to reconstruct islamic educaton as exsplain above can be carried out by formulating instructional goals, designing curriculum, and implementing Islam by referring to pervading good morals (akhlak) through tazkiyah al-nafs

    MUTU KELAS UNGGULAN MADRASAH ALIYAH DARUL ULUM BANYUANYAR PELENGAAN PAMEKASAN

    Full text link
    Tulisan ini bermaksud untuk mendeskripsikan tentangmutu kelas unggulan di Madrasah Aliyah Darul Ulum Banyuanyar.Madrasah ini merupakan satu satu madrasah di pesantren yangmelakukan pelbagai langkah inovatif dalam penyelenggaraan kelasunggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penyelenggaraankelas unggulan dilatarbelakangi oleh pertimbangan ideologis-religius. 2) Mutu lulusan kelas unggulan dapat dilihat dari prestasi kejuaraan,kemampuan siswa dalam berbahasa asing, prestasi dalam Ujian Akhirdan diterimanya siswa pada beberapa perguruan tinggi ternama. 3)Faktor pendukung kelas unggulan adalah kemampuan guru dalampembelajaran dan semangat pengasuh untuk menghasilkan lulusanyang bermutu

    PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BEWAWASAN SPIRITUALITAS EKOLOGI: Telaah Materi dan Model Pembelajaran

    Full text link
    Abstract: Ecological Spirituality is an awareness for connecting the environment through education. Education is a means of shaping the character of the environmental awareness. The knowledge and awareness of the importance of the environment can be fostered through the process of learning in school/madarasah. Ecological Spirituality can be implemented in the Learning of Islamic Education (PAI) by integrating the concept of Islam which is related to the environment into the teaching. This paper focus on 1) What are the learning materials of Islamic Religious Education (PAI) associated with ecological spirituality?, 2) How is the implement of the learning model of Islamic Religious Education (PAI) with associated with ecological spirituality. The findings revealed that the PAI learning materials which is related to the ecological spirituality comprising the learning of  environment in the perspective of Alquran, Hadith, Fiqh, Aqidah, Moral and History of Islamic Culture. Meanwhile, the learning models encompassing a contextual learning, thematic learning and, inquiry learning models. الملخص: إن الروحانية الإيكولوجية هو الوعي للقدرة على التعامل مع البيئة، وأن ينمّى هذا الوعي – بقدر المستطاع – عن طريق التربية. والتربية هي الوسيلة لتكوين طبيعة الاهتمام والوعي بالبيئة. ويكون الفهم عن الوعي بالبيئة يمكن تنميته عن طريق عملية التعليم في المدارس. والروحانية الإيكولوجية يمكن تكوينها عن طريق عملية التربية الإسلامية ببيان التعاليم الإسلامية المتعلقة بالبيئة والعالم. وتركيز هذا المقال هو: 1) ما هي المواد في التربية الإسلامية في ضوء الروحانية الإيكولوجية: 2) كيف تطبيق نماذج التعليم في مادة التربية الإسلامية في ضوء الروحانية الإيكولوجية. ومن البيانات المجموعة يمكن الاستنتاج منها : أن مواد تعليم مادة التربية الإسلامية في ضوء الروحانية الإيكولوجية تحتوى على تعليم موضوع البيئة في ضوء القرآن والسنة والفقه والعقيدة والأخلاق وتاريخ الثقافة الإسلامية. وأما نماذج تعليم مادة التربية الإسلامية على ضوء الروحانية الإيكولوجية فهي : نموذج التعليم السياقي، ونموذج التعليم الموضوعي، ونوذج التعليم على أساس التحقيق.  Abstrak: Spiritualistas Ekologi merupakan suatu kesadaran untuk mampu berhubungan dengan lingkungan yang ditanamkan melalui jalur pendidikan. Pendidikan merupakan wahana pembentukan karakter peduli terhadap lingkungan. Pemahaman, kesadaran akan pentingnya lingkungan alam dapat ditumbuhkembangkan melalui proses pembelajaran di sekolah/madarasah. Spiritualitas Ekologi dapat dilakukan melalui pembelajaran Pendidkan Agama Islam (PAI) dengan menjelaskan ajaran Islam berkaitan dengan lingkungan, alam. Fokus tulisan ini adalah 1) Apa saja materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan spiritualitas ekologi, 2) Bagiamana pelaksanaan model-model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan spiritualitas ekologi. Dari penelusuran data, terungkap bahwa materi pembelajaran PAI berwawasan spiritualitas ekologi meliputi pembelajaran lingkungan hidup dalam perspektif Alquran, Hadis, Fiqh, Aqidah, Akhlak dan Sejarah Kebudayaan Islam. dan Akhlak. Sementara itu model-model pembelajaran (PAI) berwawasan spiritualitas ekologi, adalah model pembelajaran kontekstual, model pembelajaran tematik, dan model pembelajaran, inquiry

    FITRAH; KONSEP DAN PENGEMBANGANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia paripurna melalui pembiasaan, penanaman, pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment). Tujuan pendidikan Islam sebagaimana diatas dapat diwujudkan dengan upaya mengarahkan, membimbing anak didik dan--yang lebih penting dari itu--menumbuhkembangkan potensi-potensi alamiah yang diterima anak sejak ia dilahirkan. Potensi-potensi itulah yang dikenal--dalam pendidikan Islam--sebagai fitrah. Fitrah dengan berbagai derivasinya dikembangakan melalui proses pembelajaran dalam pendidikan Islam dengan menekankan keseimbangan antara fitrah lahiriyah dan fitrah bâthiniyah
    corecore