1,050 research outputs found

    Strategi komunikasi Public Relations Hotel Sofyan Betawi (Syariah) dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap tamu

    No full text
    Perkembangan bisnis perhotelan sekarang ini sangat pesat di Indonesia. Bidang promosi menjadi bagian yang penting dalam perusahaan perhotelan sebagai sarana komunikasi bagi perusahaan dengan pasar sasarannya yaitu tamu, dimana tugas ini diemban oleh seorang Public Realtions. Berjalannya zaman, prinsip syariah sudah memasuki bisnis perhotelan. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk menganalisa, strategi komunikasi Public Relations seperti apa yang digunakan Hotel Sofyan Betawi yang menggunakan prinsip syariah dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap tamu. Untuk mengetahui strategi komunikasi Public Relations Hotel Sofyan Betawi (Syariah) dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap tamu, peneliti merumuskan masalah penelitian ini yaitu bagaimana strategi yang digunakan hotel Sofyan Betawi dalam meningkatkan mutu pelayanan terhadap tamu dan bagaimana bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan Public Relations Hotel Sofyan Betawi terhadap para tamunya. Strategi komunikasi merupakan keseluruhan perencanaan, taktik, cara yang akan dipergunakan guna melancarkan komunikasi dengan memperhatikan keseluruhan aspek yang ada pada proses komunikasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan Public Relations sebagai disiplin dan serangkaian usaha untuk menjaga reputasi dengan tujuan memperoleh pengertian atau pemahaman dan dukungan. Hotel syariah merupakan �Hotel yang menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya bagi umum, dikelola secara komersial, serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan pemerintah, industri, dan Syariah�. Dan mutu atau kualitas pelayanan adalah perbedaan antara harapan pelanggan akan suatu pelayanan dengan persepsi mereka akan pelayanan yang mereka terima. Dalam skripsi ini peneliti menggunakan jenis penelitian berdasarkan pendekatan deskriptif analisis. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Public Relations Hotel Sofyan Betawi dan objeknya yaitu strategi Public Relations Hotel Sofyan Betawi dalam membangun citra. Penelitian dilakukan di bulan Mei 2012 sampai dengan selesai dilaksanakan bertempat di Jl. Cut Meutiah 2, Cikini, Jakarta. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu teknik pengolahan data dengan cara mengambil kesimpulan guna mencari jawaban dari pertanyaan yang terdapat dalam rumusan masalah. Adapun metode yang digunakan dalam menganalisa data yaitu menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis peneliti dengan Public Relations Hotel Sofyan Betawi, strategi komunikasi yang pertama yaitu strategi promosi, hotel Sofyan Betawi menggunakan media cetak dan sales call sebagai bentuk promosi. Strategi kedua, yaitu Pelayanan Syariah misal menerima pasangan yang bukan muhrim, hanya menyediakan makanan dan minuman halal, tiap kamar terdapat Al-Quran, buku doa, sajadah, dan arah kiblat. Bentuk komunikasi Public Relation hotel Sofyan Betawi yaitu komunikasi massa dan antar pribadi. Komunikasi massa Public Relation Hotel Sofyan Betawi adalah sales call. Komunikasi antar pribadi berkaitan dengan fasilitas yang nyaman dan syariah tentuny

    PENGENALAN KEBUDAYAAN DAERAH PROPINSI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID

    Full text link
    Abstract— Augmented Reality (often shortened to AR) is a relatively new technology and continuously developed to date. This technology was first developed in countries Polish. With the concept of combining the two worlds between virtual world and real world or virtual world that is mediated. To create the effects or impression that our world has been enriched with three dimensional objects. Design augmented reality program using Lucas-Kanade method to solve equations of Optical Flow in object recognition process. The program design is done by applying the method to predict the change of marker positions. This predictions will be used to accelerate the process of introduction of the marker, the marker moves so that even though to object will automatically recognize the movement and show their effect quickly and accurately. The mothd used is the method of analysis and design. After implementation, it can me concluded that the application of the methods of Lucas-Kanade Optical Flow is the equation of the marker object detection accuracy.Intisari— Augmented Reality (sering disingkat menjadi AR) adalah sebuah teknologi yang masih relatif baru dan terus dikembangkan hingga saat ini. Teknologi ini pertama kali dikembangkan di negara Polandia, Dengan konsep menggabungkan dua dunia antara dunia maya dengan dunia nyata yang termediasi atau dunia virtual, untuk menciptakan efek atau kesan bahwa dunia kita telah diperkaya dengan objek-objek tiga dimensi. Perancangan program augmented reality menggunakan metode Lucas-Kanade untuk menyelesaikan persamaan Optical Flow pada proses pengenalan objek. Perancangan program ini dilakukan dengan menerapkan metode tersebut untuk memprediksi perubahan dari posisi objek yang digunakan sebagai marker. Prediksi ini akan digunakan untuk mempercepat proses pengenalan marker, sehingga walaupun marker bergerak objek akan secara otomatis mengenali pergerakan dan menampilkan efeknya secara cepat dan akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis dan perancangan. Setelah implementasi, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Lucas-Kanade adalah persamaan Optical Flow untuk mendeteksi marker pada augmented reality untuk mempercepat akurasi objek marker dan meningkatkan akurasi pendeteksian.Kata kunci: Kebudayaan daerah, Augmented Reality, Android, Unit

    The role of power and magnetic connection to the active antenna in the suppression of intermittent structures by ion cyclotron resonance heating

    No full text
    The effect of the ion cyclotron resonance heating (ICRH) on the scrape-off layer (SOL) is still an open issue, where, lately it was shown on the ASDEX-Upgrade tokamak that turbulence large-scale structures, known as blobs or avaloids, are suppressed by ICRH (Antar et al 2010 Phys. Rev. Lett. 105 165001). Furthermore, it was shown that the edge localized mode-induced turbulent transport is also reduced significantly. However, the reasons behind this interaction remain unknown. On the Tore Supra tokamak, we confirm that the ICRH suppresses large-scale structures while small-scale structures are enhanced; overall, the turbulence level of fluctuations is reported to drop from about 40percent to 25percent. This confirms that the effects on turbulence are independent of the type of plasma confinement, L-mode on Tore Supra versus H-mode on ASDEX-Upgrade. The dependence on the ICRH power showed that if a threshold existed it would be below 500kW and that above this power, no additional effects on the SOL turbulence are reported. The other study reported in this paper deals with the importance of the magnetic field line connections or, in other words, whether the interaction between ICRH and turbulence is global, affecting the whole plasma, or local, affecting regions that are magnetically connected to the active antenna. We found that the toroidal connection to the active antenna is not critical in the sense that turbulence in regions close to the antenna but not necessarily connected are affected. For regions that are not connected and far from the active antenna, turbulence does not change much when applying ICRH. © 2012 IAEA, Vienna.Wakatani M, 1999, NUCL FUSION, V39, P2175, DOI 10.1088-0029-5515-39-12-302; Antar G, 2000, PHYS PLASMAS, V7, P5269, DOI 10.1063-1.1319337; Antar G, 2010, PHYS REV LETT, V105, DOI 10.1103-PhysRevLett.105.165001; Antar G, 2001, PHYS PLASMAS, V8, P186, DOI 10.1063-1.1330202; Antar GY, 2007, PHYS PLASMAS, V14, DOI 10.1063-1.2424886; Antar GY, 2003, PHYS PLASMAS, V10, P419, DOI 10.1063-1.1536166; Antar GY, 2001, PHYS PLASMAS, V8, P1612, DOI 10.1063-1.1363663; Antar GY, 2001, PHYS REV LETT, V87, DOI 10.1103-PhysRevLett.87.065001; Antar GY, 2008, PLASMA PHYS CONTR F, V50, DOI 10.1088-0741-3335-50-9-095012; Bobkov VV, 2010, NUCL FUSION, V50, DOI 10.1088-0029-5515-50-3-035004; BURES M, 1988, PLASMA PHYS CONTR F, V30, P149, DOI 10.1088-0741-3335-30-2-004; Carter TA, 2006, PHYS PLASMAS, V13, DOI 10.1063-1.2158929; Colas L, 2007, J NUCL MATER, V363, P555, DOI 10.1016-j.jnucmat.2006.12.052; Colas L, 2007, PLASMA PHYS CONTR F, V49, pB35, DOI 10.1088-0741-3335-49-12B-S02; DIPPOLITO DA, 1993, PHYS FLUIDS B-PLASMA, V5, P3603, DOI 10.1063-1.860832; Fenzi C, 2011, NUCL FUSION, V51, DOI 10.1088-0029-5515-51-10-103038; HOFMANN JV, 1990, FUSION ENG DES, V12, P185, DOI 10.1016-0920-3796(90)90078-K; Krasheninnikov SI, 2001, PHYS LETT A, V283, P368, DOI 10.1016-S0375-9601(01)00252-3; LEHRMAN IS, 1990, PLASMA PHYS CONTR F, V32, P51, DOI 10.1088-0741-3335-32-1-005; MORISAKI T, 1995, PLASMA PHYS CONTR F, V37, P787, DOI 10.1088-0741-3335-37-7-008; Myra JR, 2006, NUCL FUSION, V46, pS455, DOI 10.1088-0029-5515-46-7-S08; Nielsen AH, 1996, PHYS PLASMAS, V3, P1530, DOI 10.1063-1.872008; NOTERDAEME JM, 1993, PLASMA PHYS CONTR F, V35, P1481, DOI 10.1088-0741-3335-35-11-001; Pericoli-Ridolfini V., 2011, NUCL FUSION, V51; SAMM U, 1987, PLASMA PHYS CONTR F, V29, P1321, DOI 10.1088-0741-3335-29-10A-313; Stix T. H., 1992, WAVES PLASMAS; TAMAI H, 1990, FUSION ENG DES, V12, P25, DOI 10.1016-0920-3796(90)90060-J; Tanaka T, 1996, NUCL FUSION, V36, P1609, DOI 10.1088-0029-5515-36-12-I02; TFR Group, 1984, PLASMA PHYS CONTROL, V26, P1141; van Milligen BP, 2005, PHYS PLASMAS, V12, DOI 10.1063-1.1884615; VANOOST G, 1990, FUSION ENG DES, V12, P149, DOI 10.1016-0920-3796(90)90075-H; VANNIEUWENHOVE R, 1989, J NUCL MATER, V162, P288, DOI 10.1016-0022-3115(89)90284-5; WAGNER F, 1982, PHYS REV LETT, V49, P1408, DOI 10.1103-PhysRevLett.49.1408; Wesson J., 2011, INT SERIES MONOGRAPH, V14922

    ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA SOFYAN INN GRAND KALIMAS HOTEL SYARIAH SURABAYA

    Full text link
    Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana budaya organisasi pada Sofyan Inn Grand Kalimas Hotel Syari’ah Surabaya? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana budaya organisasi di Sofyan Inn Grand Kalimas Hotel Syari’ah Surabaya. Perolehan data kualitatif diperoleh dari wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan setelah pengumpulan data. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif grounded theory, analisa data dilakukan dengan transkrip hasil wawancara, coding, kategorisasi, dan analisa data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah, bahwa sebuah organisasi terdapat banyak macam pelaku organisasi dari berbagai karakter. Melihat visi dan misi organisasi perbedaan tersebut bias dilebur menjadi satu dengan adanya budaya organisasi dalam perputarannya. Sofyan Inn Grand Kalimas Hotel Syari’ah Surabaya merupakan hotel yang mempunyai visi dan konsep syari’ah pertama kali di Surabaya. Pengembangan budaya organisasi diterapkan dari berbagai tipe budaya organisasi, tipe budaya organisasi menjadi suatu landasan untuk menjalankan perputaran organisasi. Penerapan lainnya bias dilihat dari setiap kegiatan dan aktivitas karyawan yang ditambahkan dengan nilai spiritual dalam prakteknya. Konsep syari’ah yang di terapkan hotel dibuktikan dengan interior pendukung konsep syari’ah yaitu terdapat kaligrafi-kaligrafi yang terpampang rapi di lobby hotel dan setiap sudut ruangan, fasilitas lain bias dilihat dari setiap kamar minimal disediakan mukenah, Al-Qur’an, arah kiblat, dan kran untuk wudhu. Keramahan karyawan dengan selalu menerapkan 3S (Salam, Senyum dan Sapa) dalam penyambutan tamu. Pengembangan lain terletak pada penerapan tipe-tipe budaya organisasi menjadi media informasi atau landasan karyawan untuk melaksanakan tugasnya. Membangun system koordinasi dengan saling bekerjasama antar pegawai dengan memberikan produk knowlage multitask job disk setiap department

    On the interaction between the ion cyclotron resonance heating and scrape-off layer turbulence via coherent waves

    No full text
    It was reported on the ASDEX-Upgrade tokamak and recently confirmed on the Tore Supra tokamak (Antar 2010 et al Phys. Rev. Lett. 105 165001, Antar 2012 Nucl. Fusion 52 103005) that ion cyclotron resonance heating (ICRH) reduces turbulence in the scrape-off layer (SOL) by strongly affecting the large intermittent structures. In this paper, and for the first time, we show that ICRH, with a frequency at 57MHz, excites waves at frequencies about 1.7MHz as a consequence of parametric decay instability. This is reflected in the power spectra of the ion saturation signals, measured by fixed Langmuir probes acquired at 200MHz, as well as in the cross-correlation between two toroidally distanced probes and in the bicoherence spectra. The velocity and the wavenumber of this perturbation is determined indicating that they may be ion sound waves. Furthermore, it is shown that they are nonlinearly coupled to the turbulent fluctuations leading to the strong modification of the power spectrum and could provide explanations about the decrease in the level of turbulence in the SOL during ICRH. This aspect is reflected in the enhanced three-wave coupling between these waves and turbulence studied by applying the bispectral analysis. Turbulence appears thus to be affected when ICRH is applied by the intermediate of ion sound waves. © 2014 EURATOM.Antar G, 2010, PHYS REV LETT, V105, DOI 10.1103-PhysRevLett.105.165001; Antar GY, 2007, PHYS PLASMAS, V14, DOI 10.1063-1.2424886; Antar GY, 2003, PHYS PLASMAS, V10, P419, DOI 10.1063-1.1536166; Antar GY, 2001, PHYS PLASMAS, V8, P1612, DOI 10.1063-1.1363663; Antar GY, 2001, PHYS REV LETT, V87, DOI 10.1103-PhysRevLett.87.065001; Antar GY, 2012, NUCL FUSION, V52, DOI 10.1088-0029-5515-52-10-103005; Bobkov VV, 2010, NUCL FUSION, V50, DOI 10.1088-0029-5515-50-3-035004; BORA D, 1991, NUCL FUSION, V31, P2383, DOI 10.1088-0029-5515-31-12-010; BURES M, 1988, PLASMA PHYS CONTR F, V30, P149, DOI 10.1088-0741-3335-30-2-004; Colas L, 2007, J NUCL MATER, V363, P555, DOI 10.1016-j.jnucmat.2006.12.052; Colas L, 2007, PLASMA PHYS CONTR F, V49, pB35, DOI 10.1088-0741-3335-49-12B-S02; Cziegler I, 2012, PLASMA PHYS CONTR F, V54, DOI 10.1088-0741-3335-54-10-105019; Fenzi C, 2011, NUCL FUSION, V51, DOI 10.1088-0029-5515-51-10-103038; GALVAO RMO, 1994, PLASMA PHYS CONTR F, V36, P1679, DOI 10.1088-0741-3335-36-10-007; HASEGAWA A, 1977, PHYS REV LETT, V39, P205, DOI 10.1103-PhysRevLett.39.205; HEIKKINEN JA, 1989, NUCL FUSION, V29, P1307, DOI 10.1088-0029-5515-29-8-007; HOFMANN JV, 1990, FUSION ENG DES, V12, P185, DOI 10.1016-0920-3796(90)90078-K; Milligen B.P.V., 1995, PHYS REV LETT, V74, P395; MORISAKI T, 1995, PLASMA PHYS CONTR F, V37, P787, DOI 10.1088-0741-3335-37-7-008; Nieuwenhove R.V., 1989, J NUCL MATER, V162-164, P288; NOTERDAEME JM, 1993, PLASMA PHYS CONTR F, V35, P1481, DOI 10.1088-0741-3335-35-11-001; Oost G.V., 1990, FUSION ENG DES, V12, P149; PINSKER RI, 1992, AIP CONF PROC, V244, P105; RITZ CP, 1989, PHYS FLUIDS B-PLASMA, V1, P153, DOI 10.1063-1.859082; RITZ CP, 1986, PHYSICA D, V20, P320, DOI 10.1016-0167-2789(86)90036-9; SAMM U, 1987, PLASMA PHYS CONTR F, V29, P1321, DOI 10.1088-0741-3335-29-10A-313; STENZEL RL, 1988, PHYS REV LETT, V60, P704, DOI 10.1103-PhysRevLett.60.704; Stix T. H., 1992, WAVES PLASMAS; Tanaka T, 1996, NUCL FUSION, V36, P1609, DOI 10.1088-0029-5515-36-12-I02; VANNIEUWENHOVE R, 1988, NUCL FUSION, V28, P1603, DOI 10.1088-0029-5515-28-9-0090

    Turbulence during H- and L-mode plasmas in the scrape-off layer of the ASDEX Upgrade tokamak

    No full text
    We present evidence showing that the statistical properties of turbulence in the scrape-off layer (SOL) are not modified in a high-confinement mode (H-mode) inbetween edge-localized modes (ELMs) with respect to a low confinement mode (L-mode). The plasma being in the upper-single null magnetic configuration, the reciprocating probe around the bottom X-point is used to characterize in the same discharge the low and the high-field SOL. In H-mode inbetween ELMs, the average value and the standard deviation of the ion saturation current are found very close to values in L-mode. The normalized standard deviation is found to have the same values as in L-mode independently of the probe position. The probability distribution function is found similar in the two regimes reflecting the fact that the two transport processes, diffusion and convection, are not modified with respect to each other. The power spectra were also found similar, indicating the same distribution of the turbulence intensity among the scales in L- and H-modes. The plasma profiles in the SOL, determined using the lithium beam diagnostic, were found to have the same shape as a function of the radial position also reflecting the non-modification of the transport properties in L- and H-modes. © 2008 IOP Publishing Ltd.Antar GY, 2007, PHYS PLASMAS, V14, DOI 10.1063-1.2424886; Antar GY, 2003, PHYS PLASMAS, V10, P419, DOI 10.1063-1.1536166; Antar GY, 2001, PHYS REV LETT, V87, DOI 10.1103-PhysRevLett.87.065001; Antar GY, 2005, PHYS PLASMAS, V12, DOI 10.1063-1.1953592; Antar GY, 2003, PHYS PLASMAS, V10, P3629, DOI 10.1063-1.1599855; BIGLARI H, 1989, PHYS FLUIDS B-PLASMA, V1, P109, DOI 10.1063-1.859206; Carter TA, 2006, PHYS PLASMAS, V13, DOI 10.1063-1.2158929; Garcia OE, 2005, PHYS PLASMAS, V12, DOI 10.1063-1.2044487; Gruber O, 2001, NUCL FUSION, V41, P1369, DOI 10.1088-0029-5515-41-10-306; Kirk A, 2005, PLASMA PHYS CONTR F, V47, P995, DOI 10.1088-0741-3335-47-7-003; Krasheninnikov SI, 2001, PHYS LETT A, V283, P368, DOI 10.1016-S0375-9601(01)00252-3; Krasheninnikov SI, 2005, PHYS PLASMAS, V12, DOI 10.1063-1.1940061; Kurzan B, 2005, PHYS REV LETT, V95, DOI 10.1103-PhysRevLett.95.145001; Kurzan B, 2007, PLASMA PHYS CONTR F, V49, P825, DOI 10.1088-0741-3335-49-6-010; Moyer RA, 1999, PLASMA PHYS CONTR F, V41, P243, DOI 10.1088-0741-3335-41-2-007; Pigarov AY, 2002, PHYS PLASMAS, V9, P1287, DOI 10.1063-1.1459059; Rudakov DL, 2002, PLASMA PHYS CONTR F, V44, P717, DOI 10.1088-0741-3335-44-6-308; Rudakov DL, 2005, NUCL FUSION, V45, P1589, DOI 10.1088-0029-5515-45-12-014; Tsalas M, 2005, J NUCL MATER, V337, P751, DOI 10.1016-j.jnucmat.2004.09.027; van Milligen BP, 2005, PHYS PLASMAS, V12, DOI 10.1063-1.1884615; WAGNER F, 1982, PHYS REV LETT, V49, P1408, DOI 10.1103-PhysRevLett.49.1408; Xu YH, 2005, PLASMA PHYS CONTR F, V47, P1841, DOI 10.1088-0741-3335-47-10-01438

    Implementasi Sistem Informasi Rekam Medis pada Klinik Jejaring Padjadjaran Basmallah Garut

    Full text link
    Abstract— Jejaring Padjadjaran Clinic is one of private health service providers located in Garut region of West Java. The author conducted a study about medical record information system that runs today. The system used is still a manual record. Thus, inhibiting the search process of patient medical data and very vulnerable for data security, data in the form of files may be brokers or damaged. So, the author intends to planning a medical record information system that is able to make the search and storage process is safe and make the process more effective medical record effectively. The author uses a system development methodology Warterfal system design using DAD, ERD, Normalization and LRS. Meanwhile, the programming language used is Visual Basic 6.0 with Microsoft Acess database.   Intisari — Perkembangan Teknologi informasi berperan penting dalam berjalannya kegiatan operasional. Hal ini menuntut para pengembang aplikasi untuk menciptakan suatu perangkat lunak di dalam komputer agar mempermudah pekerjaan manusia. Dibidang pendidikan semakin banyak yang menggunakan teknologi untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar, mengelola keuangan, serta data peserta didik. Sistem komputerisasi merupakan salah satu cara dalam pengembangan teknologi yang memungkinkan pengguna dapat bekerja dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Dengan terkomputerisasinya sistem yang ada di sekolah, diharapkan dapat memberikan banyak manfaat, diantaranya data lebih sedikit dan aman, karena data dapat tersimpan dalam media penyimpanan, proses pencatatan data langsung bisa di masukkan ke dalam komputer, dan pembuatan laporan akan lebih cepat.   Kata Kunci — Rekam Medis, Sistem Informas

    The role of power and magnetic connection to the active antenna in the suppression of intermittent structures by ion cyclotron resonance heating

    No full text
    The effect of the ion cyclotron resonance heating (ICRH) on the scrape-off layer (SOL) is still an open issue, where, lately it was shown on the ASDEX-Upgrade tokamak that turbulence large-scale structures, known as blobs or avaloids, are suppressed by ICRH [G. Antar et al. Phys. Rev. Lett. 2010]. On the Tore Supra tokamak, we confirm that the ICRH suppresses large-scale structures while small-scale structures are enhanced; Overall, the turbulence level of fluctuations is reported to drop from about 40percent to 25percent. The dependence on the ICRH power showed that if a threshold existed it would be below 500 kW and that above this power, no additional effects on the SOL turbulence are reported. The other study reported in this article deals with the importance of the magnetic field line connections or, in other words, whether the interaction between ICRH and turbulence is global, affecting the whole plasma, or local affecting regions that are magnetically connected to the active antenna. We found that the toroidal connection to the active antenna is not critical in the sense that turbulence in regions close to the antenna but not necessarily connected are still affected. For regions that are not connected and far from the active antenna, turbulence does not change much when applying ICRH. © 2014 AIP Publishing LLC.Antar G, 2010, PHYS REV LETT, V105, DOI 10.1103-PhysRevLett.105.165001; Antar GY, 2003, PHYS PLASMAS, V10, P419, DOI 10.1063-1.1536166; Antar GY, 2001, PHYS REV LETT, V87, DOI 10.1103-PhysRevLett.87.065001; Antar GY, 2008, PLASMA PHYS CONTR F, V50, DOI 10.1088-0741-3335-50-9-095012; Bobkov VV, 2010, NUCL FUSION, V50, DOI 10.1088-0029-5515-50-3-035004; Colas L, 2007, PLASMA PHYS CONTR F, V49, pB35, DOI 10.1088-0741-3335-49-12B-S02; HOFMANN JV, 1990, FUSION ENG DES, V12, P185, DOI 10.1016-0920-3796(90)90078-K; LEHRMAN IS, 1990, PLASMA PHYS CONTR F, V32, P51, DOI 10.1088-0741-3335-32-1-005; MORISAKI T, 1995, PLASMA PHYS CONTR F, V37, P787, DOI 10.1088-0741-3335-37-7-008; Myra JR, 2006, NUCL FUSION, V46, pS455, DOI 10.1088-0029-5515-46-7-S08; NOTERDAEME JM, 1993, PLASMA PHYS CONTR F, V35, P1481, DOI 10.1088-0741-3335-35-11-001; Pericoli-Ridolfini V., 2011, NUCL FUSION, V51; TFR Group, 1984, PLASMA PHYS CONTROL, V26, P1141; van Milligen BP, 2005, PHYS PLASMAS, V12, DOI 10.1063-1.1884615; VANOOST G, 1990, FUSION ENG DES, V12, P149, DOI 10.1016-0920-3796(90)90075-H0

    PENDIDIKAN KARAKTER DALAM UPAYA PENANGGULANGAN TAWURAN ANTAR PELAJAR DI SMK SWASTA

    No full text
    Penelitian ini mengkaji dan menganalisis fenomena tawuran antarpelajar SMK swasta di Kabupaten Purwakarta yang meliputi empat aspek, yakni faktor penyebab terjadinya tawuran antarpelajar SMK, program yang dilakukan dalam upaya mengatasi tawuran antarpelajar SMK, nilai-nilai yang dikembangkan dalam membentuk karakter siswa SMK, serta hambatan yang muncul dan upaya yang dilakukan dalam proses pembentukan karakter sebagai upaya mengatasi tawuran antarpelajar SMK di Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan angket kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif serta analisis kuanitatif. Hasil penelitian menunjukkan; Pertama, tawuran antarpelajar SMK di disebabkan adanya saling ejek antar siswa, kuatnya rasa solidaritas antar kawan, adanya dendam turunan, kondisi remaja yang mudah terprovokasi, kuatnya kecintaan terhadap almamater, saling ejek antar sekolah yang membudaya, pemalakan serta dominasi pengaruh teman sebaya terhadap perilaku negatif siswa. Kedua, program dalam mengatasi tawuran antarpelajar SMK di Kabupaten Purwakarta dilakukan melalui program kurikuler, program ekstrakurikuler dan program sekolah. Ketiga, nilai yang dikembangkan dalam meminimalisir terjadinya tawuran antar pelajar, meliputi; nilai keagamaan (religiusitas), nilai kemanusiaan, ketekunan, kerja keras, disiplin, nilai gotong-royong dan tanggungjawab. Keempat, hambatan yang ditemui terbagi menjadi hambatan internal (emosi siswa masih labil, masih terpeliharanya kebiasaan saling ejek antar siswa, dan rendahnya minat belajar siswa) dan hambatan eksternal (sulitnya memutus mata rantai alumni dan senior yang secara massif menularkan informasi-informasi negatif, sulitnya mengajak seluruh elemen pendidik untuk melaksanakan pendidikan karakter serta sulitnya membangun komunikasi dengan orang tua dan aparat kepolisian. Upaya dilakukan adalah dengan membentuk mindset siswa terhadap realitas nilai, kemudian dilakukan tindakan (action) sehingga menjadi sebuah kebiasaan (habit) dan kemudian menjadi karakter yang semua itu dilaksanakan secara terus-menerus serta dengan memperkuat fungsi PKn dalam mengembangkan kompetensi warganegara. Rekomendasi yang ditawarkan meliputi; perlunya meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas keseharian siswa ketika berada di sekolah, perlu dirancang program sekolah yang secara spesifik bertujuan mencegah tawuran antarpelajar SMK (pembaretan pada awal siswa masuk sekolah, dll), meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, perlu pengembangan pembelajaran yang terintegrasi dengan muatan pendidikan anti tawuran, perlunya orang tua meningkatkan jalinan komunikasi dengan sekolah dalam penumbuhkembangan karakter baik (good character), peningkatan kuantitas razia bagi siswa oleh kepolisian

    PENYELESAIAN SENGKETA ANTAR NELAYAN BERDASARKAN HUKUM ADAT LAOT DI KECAMATAN SEUNEUDDON KABUPATEN ACEH UTARA

    Full text link
    Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Lembaga Adat. Panglima Laut memiliki kewenangan yaitu bidang pengembangan dan penegakan adat laut, peraturan-peraturan di laut, dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan peradilan adat laut. Panglima Laot adalah suatu lembaga yang memimpin adat istiadat, kebisaaan-kebisaaan yang berlaku dibidang penangkapan ikan, dan penyelesaian sengketa antar nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penyelesaian sengketa antara nelayan berdasarkan hukum adat laut melalui peradilan adat laut dilaksanakan secara tertutup di balai nelayan setempat dengan musyawarah dan semangat kekeluargaan masih relevan dilaksanakan demi menjaga kearifan lokal, namun belum terdokumentasi dengan bai
    corecore