4 research outputs found
Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Tunggal Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Berdasar Profil Scanning Elektron Mikroskop
ABSTRAK Poejiani, Soeyati. 2017. Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Tunggal terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Berdasar Scanning Elektron Mikroskop. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Infeksi Nosokomial, Pseudomonas aeruginosa , ekstrak minyak atsiri bawang tunggal, zona hambat, Scanning Elektron Mikroskop (SEM) Penyakit Infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh agen biologi seperti virus , jamur, bakteri atau parasit. Salah satu penyebab infeksi adalah infeksi nosokomial. Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa menjadi sulit dalam terapi pengobatan, hal ini disebabkan karena penularan infeksi yang begitu cepat dan sifat resistensinya terhadap antibiotik. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pengembangan pengobatan alternatif yang berkhasiat sebagai antibakteri yang berasal dari bahan alamiah yaitu tumbuh-tumbuhan. Salah satu bahan alam yang memiliki senyawa antibakteri adalah bawang tunggal yang memiliki kandungan dua organosulfur yaitu asam amino non volatile Ɣ-glutamil-S-alk(en)i-L-sistein dan minyak atsiri sulfoksida S-alk(en)il-sistein yang mengandung allicin, aliin dan ajoene. Ekstrak minyak atsiri diketahui memiliki efektifitas penghambatan terhadap bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak minyak atsiri bawang tunggal terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dan kerusakan bakteri berdasar profil scanning electron mikroskop. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang serta Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada bulan Juli – September 2017. Uji efektifitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 25mg/ml, 50mg/ml, 75mg/ml,100mg/ml dan kontrol negatif yang berisi pelarut DMSO 1% serta kontrol positif yang berisi antibiotik Ceftazidime dengan konsentrasi 30µg/ml. Hasil pengujian zona hambat dianalisis menggunakanOne Way ANOVA, serta kerusakan morfologi sel bakteri diamati dan dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak minyak atsiri bawang tunggal memiliki efek antibakteri dalam menghambat petumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dengan zona hambat 11,1 mm pada konsentrasi 100mg/ml. Senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak minyak atsiri bawang tunggal menyebabkan lipopolisakarida (LPS) bakteri Pseudomonas aeruginosa mengalami pengerutan, membrane sel menipis dan lisis
Efektivitas Ekstrak Minyak Atsiri Bawang Tunggal terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa berdasarkan Profil Scanning Elektron Mikroskop
Infeksi nosokomial yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa menjadi sulit dalam terapi pengobatan, hal ini disebabkan karena penularan infeksi yang begitu cepat dan sifat resistensinya terhadap antibiotik, sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pengembangan pengobatan alternatif yang berkhasiat sebagai antibakteri yang berasal dari bahan alami yaitu tumbuh-tumbuhan salah satunya adalah bawang tunggal. Bawang tunggal mengandung senyawa organosulfur salah satunya adalah minyak atsiri yang di dalamnya terdapat allisin, alliin dan ajoene (Lestari dan Rifai., 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya hambat ekstrak minyak atsiri bawang tunggal terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dengan metode difusi cakaram dan kerusakan bakteri diamati berdasar profil scanning elektron mikroskop. Konsentrasi ekstrak minyak atsiri yang digunakan yaitu 100mg/ml, 75mg/ml, 50mg/ml, 25mg/ml, Ceftazidime 30µg/ml. Hasil uji ANAVA tunggal diketahui (p < 0,05) yang menunjukkan adanya nilai yang signifikan pada masing-masing perlakuan ekstrak minyak atsiri bawang tunggal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Kerusakan bakteri diamati dengan Scanning Elektron Mikroskop menunjukkan bakteri mengalami pengerutan, sel menipis dan lisis. Simpulan penelitian yaitu ekstrak minyak atsiri bawang tunggal dapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan kriteria kuat yaitu pada konsentrasi 100mg/ml
The Potential of Single Garlic Oil in Inhibiting The Growth and Damaging The Membrane of Pseudomonas aeruginosa Bacteria
Nosocomial infection caused by Pseudomonas aeruginosa bacteria is hard to be treated since the infection transmission is fast and it is resistance to the antibiotic. Antibiotic resistance in the bacteria can be treated with various natural ingredients from plants and one of the plants is single garlic. Single garlic contains organosulfur compounds in form of alliin, allicin, and ajoene. This research aimed to analyze the potential of single garlic oil (SGO) in inhibiting the growth and the damage of membrane of P. aeruginosa bacteria in in vitro with disc diffusion method by giving treatments of essential oil extract in concentration of 25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml and 100 mg/ml, and 1% dimethylsulfoxide (DMSO) as the negative control and Ceftazidimeof 30 µg/ml as the positive control. The damage of the bacterial cell membrane was observed with Scanning Electron Microscopy (SEM) with a magnification of 25000X. The result of the measurement of the zone of inhibition was analyzed using one-way ANOVA. The research results indicate that SGO could inhibit the growth of P. aeruginosa bacteria with strong criteria, which was in a concentration of 100 mg/ml
The Biofilm Inhibition Properties of Glucosamine Gold Nanoparticles in Combination with Meropenem against Pseudomonas aeruginosa on the Endotracheal Tube: A Model of Biofilm-Related Ventilator-Associated Pneumonia
Biofilm-related infections play a significant role in the development and persistence of ventilator-associated pneumonia. Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) frequently causes biofilm-related infections associated with ventilator tubing. Glucosamine gold nanoparticles (AuNPs) may exhibit antibiofilm properties; however, more studies, including combinatorial therapy with antibiotics, are needed to explore their potential applications in clinical settings. This study aims to investigate the biofilm inhibition properties of glucosamine AuNPs in combination with meropenem against P. aeruginosa ATCC 9027 on the endotracheal tube. A biofilm inhibition assay of glucosamine AuNPs at 0.02 mg/mL, both singly and in combination with meropenem at 1 mg/mL, was carried out against P. aeruginosa ATCC 9027 on an endotracheal tube using the tissue culture plate method. Scanning electron microscopy was performed for visualization. Glucosamine AuNPs at 0.02 mg/mL combined with meropenem at 1 mg/mL showed greater biofilm inhibition (72%) on the endotracheal tube than glucosamine nanoparticles at 0.02 mg/mL alone (26%) (p = 0.001). The scanning electron microscopic visualization revealed that the untreated P. aeruginosa biofilm was denser than the glucosamine nanoparticles-treated biofilm, whether combined with meropenem or using glucosamine nanoparticles alone. The combination of glucosamine AuNPs and meropenem may have the synergistic effect of inhibiting biofilm production of P. aeruginosa on the endotracheal tubes of patients with mechanical ventilation. Conducting additional experiments to explore the impact of combining glucosamine-coated gold nanoparticles (AuNPs) with meropenem on the inhibition of biofilm production by clinical P. aeruginosa isolates would be beneficial
