1,721,495 research outputs found
PENGARUH BREATHING EXERCISE TERHADAP FATIGUE PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD DR. SOBIRIN KOTA LUBUK LINGGAU
Hemodialisa merupakan terapi pengganti fungsi ginjal dalam hal membersihkan darah dan produk sisa dimana hemodialisa harus dilakukan sepanjang hidup hingga menerima transplantasi ginjal yang baru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh breathing exercise terhadap level fatigue pasien hemodialisa di RSUD Dr. Sobirin Kota Lubuk Linggau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh breathing exercise terhadap level fatigue pasien hemodialisa di RSUD Dr. Sobirin Kota Lubuk Linggau. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pretest postest design. Populasi penelitian ini adalah semua pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Dr. Sobirin Kota Lubuk Linggau sebanyak 17 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian didapatkan data level fatique sebelum dan sesudah perlakuan sebesar 4.589 dengan Asymp. Sig (p)=0,000. Karena nilai p-value=0.000<0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh breathing exercise terhadap fatigue pada pasien hemodialisa di rumah sakit Dr. Sobirin Kota Lubuk Linggau. Diharapkan kepada perawat agar dapat menggunakan breathing exercise sebagai salah satu tindakan keperawatan untuk mengurangi level fatique pada pasien hemodialisa
Analisis Kompetensi Perawat Dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit DR. Sobirin Kabupaten Musi Rawas Tahun 2015
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah Kompetensi Perawat baik itu rawat jalan maupun rawat inap dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan di Rumah Sakit dr. Sobirin kabupaten Musi Rawas, dan Faktor-faktor yang menghambat kompetensi perawat di rumah sakit dr. Sobirin, dengan menganalisis Kompetensi Manajemen Operasional dan Manajemen Asuhan Keperawatan dari perawat ruangan baik itu ruang rawat jalan maupun rawat inap pada rumah sakit dr. Sobirin kabupaten Musi Rawas. Lingkup dari penelitian adalah manajemen kepemimpinan. Sumber informasi atau Responden dalam penelitian ini berjumlah 6 orang terdiri dari Direktur rumah sakit dr, Sobirin, Kepala Bidang Keperawatan,
Kepala Ruangan dan Perawat Pelaksana. Desain penelitian ini adalah studi analisis deskripsi dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan informasi secara mendalam mengenai kompetensi perawat ruang rawat inap dan rawat jalan
dalam meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit dr. Sobirin. pengumpulan informasi dilakukan dengan cara observasi/kajian dokumen, wawancara mendalam dan Focus Group Discution (FGD). Instrumen penelitian ini yaitu
pedoman wawancara yang akan digunakan untuk membuat fokus penelitian menjadi jelas, tajam dan dapat melengkapi data hasil pengamatan. Informasi yang didapat segera dianalisis, tanpa menunggu semua responden diwawancarai.
Informasi diperoleh dengan mencatat dan direkam, kemudian dibuat transkrip,setelah itu dikelompokan sesuai dengan pertanyaan dan tujuan penelitian dalam bentuk transkrip, sedangkan observasi dilakukan dengan cara mengamati kegiatan
lapangan yang dilakukan oleh responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : (1 ). Kompetensi manajemen operasional keperawatan rawat inap dan rawat jalan rumah sakit dr. Sobirin kabupaten Musi Rawas belum cukup baik,
karena masih banyak perawat yang belum memiliki sertifikat pelatihan dan pengetahuan perawat masih ada yang lulusan SPK 5,04 % dari 238 perawat yang ada di Rumah Sakit dr. Sobirin, sikap, komunikasi dan keterampilan juga masih
belum sesuai dengan kompetensi perawat profesional. (2) Kompetensi manajemen asuhan keperawatan kepala ruang dan perawat pelaksana rawat inap maupun rawat jalan rumah sakit dr. Sobirin kabupaten Musi Rawas belum cukup baik,
karena Sumber Daya Manusia (SDM) keperawatan belum sesuai standar rumah sakit tipe C, Standar Prosedur Operasional (SPO) ruang rawat inap dan rawat jalan. Kesimpulannya bahwa kemampuan kepala ruang sebagai Manajer pelayanan keperawatan dan perawat pelaksana juga di Rumah Sakit dr. Sobirin belum cukup baik karena sebagian besar kepala ruang hanya tahu tugas dan wewenang berdasarkan kebiasaan dan pengalaman terdahulu
Gaya Bahasa Simile dalam Kumpulan Puisi Balada Orang-Orang Senja Karya Sobirin Zaini
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan gaya bahasa simile dalam kumpulan puisi balada orang-orang senja Karya Sobirin Zaini. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan puisi balada orang-orang senja karya Sobirin zaini. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kumpulan puisi balada orang-orang senja Karya Sobirin Zaini. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik hermeneutik terdiri dari membaca, mencatat, menyimpulkan. Dengan langkah-langkah analisis data sebagai berikut 1. Mengklasifikasikan data sesuai masalah penelitian, 2. Menganalisis data 3. Menginterpretasi hasil penelitian tentang gaya bahasa yang dikemukakan Henry Guntur Tarigan tahun (2013). Setelah dilakukan analisis data ditemukan hasil penelitian tentang gaya bahasa perumpamaan simile dalam kumpulan puisi balada orang-orang senja Karya Sobirin Zaini, Bahwa di dalam kumpulan puisi tergambar kualitas puisi dari aspek gaya bahasa simile dan ditemukan 18 data simile dalam 18 puisi pada Kumpulan Puisi Balada Orang-orang Senja karya Sobirin Zaini. Perumpamaan Simile yang dominan digunakan yaitu simile seperti. Perumpamaan simile yang paling sedikit digunakan yaitu sebagai dan laksana, kata perumpamaan yang tidak terpakai yaitu simile ibarat, bak, umpama, penaka, serupa
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP VALUE FOR MONEY YANG DIPERBANDINGKAN DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (Studi Kasus pada Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik dan berkualitasnya
kinerja Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas berdasarkan prinsip-
prinsip Value for Money yang diperbandingakn dengan Pendekatan Balanced
Sccorecard. Langkah perbandingan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan
informasi-informasi tentang kinerja yang telah dibangun oleh pihak Rumah Sakit
dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Selain itu terdapat mekanisme modifikasi ke-
4 (empat) perspektif pada Balanced Scorecard yang disesuaikan dengan visi dan
misi Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas sebagai instansi pemerintah
dalam memaksimalkan kesejahteraan bagai masyarakat luas.
Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang dikembangkan
menjadi kualitatif yang menjadikan peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian.
Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwasanya kinerja yang dibangun
oleh pihak Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas terkategorikan baik
dan berkualitas berdasarkan prinsip-prinsip Value for Money yang kemudian
diperbandingakan melalui pendekatan Balanced Scorecard. Hal ini pun semakin
terarah dengan ditetapkannya Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas
sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga melalui kebijakan
strategis tersebut, flexibelitas dan kemandirian pihak rumah sakit dalam
melakukan aktivitas-aktivitas pendukungnya akan berdampak pada peningkatan
kualitas kinerja yang dibangun oleh pihak Rumah Sakit dr. Sobirin Kabupaten
Musi Rawas
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT dr. SOBIRIN KABUPATEN MUSI RAWAS
Sejalan dengan perubahan paradigma rumah sakit maka konsep
pelayanan yang dilakukan rumah sakit telah mengalami perubahan yang
signifikan. Manajemen rumah sakit memandang pasien sebagai unsur utama dan
penting bagi kehidupan organisasi. Untuk itu, rumah sakit harus mampu
menciptakan layanan yang berorientasi pada pasien.
Hal yang mendasari penelitian ini adalah kondisi persaingan yang
semakin tinggi dalam industri kesehatan terutama pada rumah sakit. Dalam hal
mana guna mendapatkan jumlah pasien yang relatif tinggi maka pihak
manajemen rumah sakit harus dapat merespon kebutuhan pasien dengan layanan
yang berkualitas. Untuk itu pihak manajemen dituntut untuk menyiapkan tenaga
medisnya secara baik terutama para perawat dan dokter yang memiliki interaksi
tinggi dengan pasien.
Mutu proses pelayanan kesehatan hanya akan dapat meningkat jika
karyawan mempunyai komitmen dan kompetensi atas pekerjaannya. Hal ini
mengandung makna bahwa pihak manajemen harus dapat memenuhi kebutuhan
perawat baik kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan akan tugasnya serta
juga kebutuhan individunya (penghargaan) sehingga memiliki kompetensi yang
diharapkan untuk menciptakan pelayanan yang berkualitas dan tentunya akan
diikuti pula oleh kepuasan pasien.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pembuktian empiris
dan menemukan kejelasan fenomena tentang aspek tampilan fisik (tangibles),
kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiveness) dan jaminan
(assurance) dan empati (empathy) serta kepuasan pasien (customer
satisfaction) pada rumah sakit Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas.
Populasinya dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap pada Rumah
Sakit Umum dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Metode penentuan sampel
penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan atau teknik purposive
sampling dengan jumlah sampel sebesar 148 responden. Alat analisis yang
digunakan adalah Regresi Linier Berganda.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1). Variabel Tangible terbukti
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien di
Rumah Sakit dr. Sobirin dengan nilai koefisien sebesar 0,144. Dengan demikian,
hal ini mengisyaratkan semakin baik pengelolaan tampilan fisik akan dapat
meningkatkan kepuasan pasien di Rumah Sakit dr. Sobirin. 2). Variabel
responsiveness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan
8
kepuasan pelanggan dengan nilai pengaruh sebesar 0,663. Hasil ini
memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat daya tanggap perawat dalam
memberikan pelayanan kepada pasien maka akan semakin tinggi kepuasana
pasien tersebut. 3). Variabel empathy memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap penciptaan kepuasan pelanggan dan nilai pengaruhnya adalah sebesar
0,164. Artinya, semakin baik tingkat empati karyawan terhadap pelanggan yang
dilayaninya maka akan semakin tinggi pula kepuasan pasien pada Rumah Sakit
dr. Sobirin. 4). Variabel assurance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
pembentukan kepuasan pelanggan dengan nilai pengaruh sebesar 0,097. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan dan keterampilan tenaga
perawat akan asuhan keperawatan maka akan semakin meningkat kepuasan
pasien Rumah Sakit dr. Sobirin. 5). Variabel Reliability memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit dr. Sobirin dengan nilai
pengaruh sebesar 0,041. Artinya semakinhandal pelayanan yang dilakukan
terhadap pasien maka akan semakin puas pasien di Rumah Sakit dr. Sobirin.
Saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bahwa guna
mempertahan dan meningkatkan kepuasan pasien maka pihak manajemen
Rumah sakit dr. Sobirin perlu selalu mengelola kualitas pelayanan dari kelima
variabel yang diteliti. Hal ini dikarenakan kelima variable tersebut memiliki
pengaruh yang kuat terhadap pembentukan kepuasan pasien di Rumah sakit
Umum dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Disamping itu, khusus untuk
variabel reliability perlu menjadi perhatian yang lebih tinggi karena vatiabel ini
merupakan inti dari sebuah jasa. Oleh karena itu, pengelolaannya perlu lebih
dioptimalkan.
Kata Kunci: kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, rumah saki
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT dr. SOBIRIN KABUPATEN MUSI RAWAS
Sejalan dengan perubahan paradigma rumah sakit maka konsep
pelayanan yang dilakukan rumah sakit telah mengalami perubahan yang
signifikan. Manajemen rumah sakit memandang pasien sebagai unsur utama dan
penting bagi kehidupan organisasi. Untuk itu, rumah sakit harus mampu
menciptakan layanan yang berorientasi pada pasien.
Hal yang mendasari penelitian ini adalah kondisi persaingan yang
semakin tinggi dalam industri kesehatan terutama pada rumah sakit. Dalam hal
mana guna mendapatkan jumlah pasien yang relatif tinggi maka pihak
manajemen rumah sakit harus dapat merespon kebutuhan pasien dengan layanan
yang berkualitas. Untuk itu pihak manajemen dituntut untuk menyiapkan tenaga
medisnya secara baik terutama para perawat dan dokter yang memiliki interaksi
tinggi dengan pasien.
Mutu proses pelayanan kesehatan hanya akan dapat meningkat jika
karyawan mempunyai komitmen dan kompetensi atas pekerjaannya. Hal ini
mengandung makna bahwa pihak manajemen harus dapat memenuhi kebutuhan
perawat baik kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan akan tugasnya serta
juga kebutuhan individunya (penghargaan) sehingga memiliki kompetensi yang
diharapkan untuk menciptakan pelayanan yang berkualitas dan tentunya akan
diikuti pula oleh kepuasan pasien.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pembuktian empiris
dan menemukan kejelasan fenomena tentang aspek tampilan fisik (tangibles),
kehandalan (realibility), daya tanggap (responsiveness) dan jaminan
(assurance) dan empati (empathy) serta kepuasan pasien (customer
satisfaction) pada rumah sakit Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas.
Populasinya dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap pada Rumah
Sakit Umum dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Metode penentuan sampel
penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan atau teknik purposive
sampling dengan jumlah sampel sebesar 148 responden. Alat analisis yang
digunakan adalah Regresi Linier Berganda.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1). Variabel Tangible terbukti
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien di
Rumah Sakit dr. Sobirin dengan nilai koefisien sebesar 0,144. Dengan demikian,
hal ini mengisyaratkan semakin baik pengelolaan tampilan fisik akan dapat
meningkatkan kepuasan pasien di Rumah Sakit dr. Sobirin. 2). Variabel
responsiveness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan
8
kepuasan pelanggan dengan nilai pengaruh sebesar 0,663. Hasil ini
memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat daya tanggap perawat dalam
memberikan pelayanan kepada pasien maka akan semakin tinggi kepuasana
pasien tersebut. 3). Variabel empathy memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap penciptaan kepuasan pelanggan dan nilai pengaruhnya adalah sebesar
0,164. Artinya, semakin baik tingkat empati karyawan terhadap pelanggan yang
dilayaninya maka akan semakin tinggi pula kepuasan pasien pada Rumah Sakit
dr. Sobirin. 4). Variabel assurance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
pembentukan kepuasan pelanggan dengan nilai pengaruh sebesar 0,097. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan dan keterampilan tenaga
perawat akan asuhan keperawatan maka akan semakin meningkat kepuasan
pasien Rumah Sakit dr. Sobirin. 5). Variabel Reliability memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit dr. Sobirin dengan nilai
pengaruh sebesar 0,041. Artinya semakinhandal pelayanan yang dilakukan
terhadap pasien maka akan semakin puas pasien di Rumah Sakit dr. Sobirin.
Saran yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bahwa guna
mempertahan dan meningkatkan kepuasan pasien maka pihak manajemen
Rumah sakit dr. Sobirin perlu selalu mengelola kualitas pelayanan dari kelima
variabel yang diteliti. Hal ini dikarenakan kelima variable tersebut memiliki
pengaruh yang kuat terhadap pembentukan kepuasan pasien di Rumah sakit
Umum dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas. Disamping itu, khusus untuk
variabel reliability perlu menjadi perhatian yang lebih tinggi karena vatiabel ini
merupakan inti dari sebuah jasa. Oleh karena itu, pengelolaannya perlu lebih
dioptimalkan.
Kata Kunci: kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, rumah sakit
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERSIAPAN UJIAN NASIONAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING
SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERSIAPAN UJIAN NASIONAL
SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
Oleh :
Sobirin
NIM 08520244065
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi mobile learning untuk persiapan ujian nasional siswa sekolah menengah atas (SMA) dan untuk mengetahui kualitas aplikasi yang dikembangkan ditinjau dari aspek functionality, portability, correctness, usability. Hasil akhir penelitian ini adalah aplikasi mobile learning yang dapat digunakan untuk persiapan ujian nasional siswa sekolah menengah atas (SMA) yang telah teruji kelayakannya.
Penelitian ini menggunakan metode Research & Development. Aplikasi persiapan ujian nasional dikembangkan menggunakan IDE Eclipse yang terintegrasi dengan Android Development Tools serta bahasa pemrograman Java. Proses pengembangan melalui beberapa tahap yaitu, (1) Analisis; (2) Desain; (3) Implementasi; (4) Pengujian aplikasi dari aspek functionality, portability, correctness, dan usability.
Aplikasi persiapan ujian nasional memiliki fitur untuk tryout ujian, membaca ringkasan materi, latihan soal, melihat statistik perkembangan persiapan ujian, forum untuk bertanya kepada guru. Jumlah mata pelajaran yang disediakan pada aplikasi persiapan ujian nasional terdiri dari enam mata pelajaran untuk jurusan IPA dan enam mata pelajaran IPS. Pengujian functionality dengan metode white box test menunjukkan bahwa input dan output yang dihasilkan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan aspek kualitas portability menyatakan bahwa aplikasi lolos uji instalasi, dan seluruh fungsi berjalan dengan baik pada handphone Gingerbread, Ice Cream Sandwich, dan Jelly Bean baik modus portrait maupun landscape. Berdasarkan aspek kualitas correctness, aplikasi memiliki 3722 baris kode program dan tidak ditemukan adanya bug. Aspek usability menghasilkan nilai usability 0.81654 sehingga dinyatakan lolos pengujian dengan predikat “sangat baik”. Berdasarkan standar yang digunakan pada masing-masing aspek pengujian, semua hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa aplikasi telah memenuhi aspek software quality sehingga layak untuk digunakan pengguna akhir.
Kata kunci: mobile learning, ujian nasional, software qualit
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
