166 research outputs found
PENERAPAN MODEL DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA TOPIK KESEIMBANGAN STATIS SISTEM PARTIKEL BENDA TEGAR
Concept understanding is important in physics learning because concept understanding is the basis for developing knowledge and solving problems, but the facts that occur in class XI IPA in one of the schools in Lampung, the pre-test results show that students' concept understanding is still lacking. The author applies direct instruction model as a solution to improve students' concept understanding. The writing of this paper aims to explain the application of the direct instruction model to improve students' concept understanding on the topic of static balance of the particle system of a rigid body with a qualitative descriptive method. The method used by the author is descriptive qualitative. The data sources used in preparing the paper are lesson plans, pre-test and post-test results from class XI IPA which contains 8 people. The conclusion of this paper is that the application of the direct instruction model can improve students' concept understanding and student learning outcomes. The average score of students during the pre-test was 14.94 and after applying the direct instruction model, the average score of students during the post test increased to 65.5. Suggestions for future researchers are to provide sufficient time for students to take the post test and further examine the application of direct instruction models to improve student learning outcomes
Sintesis Dan Pengujian Korosi Biokomposit Mgzn-Xhap Sebagai Bahan Implan Tulang Biodegradable
Kasus cidera tulang banyak ditemui khususnya di negara berkembang
seperti Indonesia. Penyebab utama cidera tulang adalah kecelakaan lalu lintas,
kecelakaan kerja dan bencana alam. Sebagian besar korbannya mengalami fraktur
tulang. Terdapat 7.134 pasien fraktur tulang di Rumah sakit umum Dr Soetomo,
Surabaya dari Oktober 2009 – Oktober 2012. Pada masa penyembuhan dilakukan
tindakan fiksasi tulang. Proses fiksasi tulang dengan menggunakan implan yang
bersifat innert biasanya membutuhkan operasi kedua setelah proses penyembuhan
tulang sehingga membutuhkan biaya dan waktu pemulihan pasca operasi.
Dibutuhkan suatu implan yang bersifat biodegradable sehingga operasi kedua ini
tidak perlu dilakukan. Paduan Magnesium merupakan kandidat yang tepat untuk
bahan implan ini karena memiliki modulus young yang dekat dengan tulang dan
bersifat biokompatibel dalam tubuh. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian
ini adalah bagaimana proses sintesis biokomposit MgZnHAp sebagai bahan
implan tulang biodegradable serta bagaimana pengaruh komposisi HAp terhadap
sifat degradasinya?.
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis biokomposit MgZnHAp sebagai
bahan implan tulang biodegradable. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
melandasi pengujian lebih lanjut secara in vitro dan in vivo sehingga bahan yang
dihasilkan dapat diaplikasikan secara klinis. Penelitian dilakukan di PSTBMBATAN
Serpong, Tangerang Selatan sejak Oktober 2015 hingga Juni 2016.
Pembuatan bahan dilakukan dengan proses sintering pada suhu 350 oC dan
penahanan 1 jam.
Pemaduan 6% Zn ke dalam Mg menghasilkan paduan MgZn berupa
larutan padat dengan matriks Mg yang memiliki jarak antar bidang kristal yang
mengecil. Pergeseran ini diakibatkan oleh proses substitusi beberapa atom Mg
oleh atom Zn pada proses sintering. Dari pengolahan data diketahui bahwa
penambahan HAp ke dalam bahan menghasilkan ukuran kristalit dan laju korosi
yang semakin kecil dengan bertambahnya komposisi HAp di dalam bahan.
Komposisi HAp yang digunakan pada penelitian ini adalah 5%, 7% dan 9%
Peran Guru Kristen sebagai Penuntun untuk Meningkatkan Numerasi Siswa [The Role of Christian Teachers as Guides in Improving Student Numeracy]
The low numeracy of students is still an emerging topic of discussion and has not yet made progress. Research from PISA and OECD shows that Indonesia ranks low for numeracy skills. Many efforts have been made to improve numeracy, one of which is the implementation of the Christian teacher's role as a guide. Therefore, this article is written with the aim of examining the role of Christian teachers as guides to improve student numeracy. This research was conducted using a literature review. The Christian teacher as a guide means that the teacher plays a role in directing and providing guidance for students. In improving numeracy, Christian teachers play a role in directing students to the right mindset towards numeracy content. Christian teachers make Jesus as a shepherd an example in carrying out their role as a guide to improve numeracy. Christian teachers help students to improve numeracy according to numeracy indicators while keeping the Bible as the source of truth. Christian teachers will make Christ the center of education, which means that all aspects of education are worked on and focused on Christ. Thus students can utilize numeracy skills in accordance with biblical truth and glorify God. Future researchers are advised to examine more deeply the factors that influence numeracy and find solutions to the appropriate role of Christian teachers to improve numeracy skills.
BAHASA INDONESIA ABSTRACT
Rendahnya kemampuan berhitung siswa masih menjadi perbincangan yang muncul dan belum mengalami kemajuan. Penelitian dari PISA dan OECD menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat rendah untuk kemampuan berhitung. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berhitung, salah satunya adalah dengan menerapkan peran guru Kristen sebagai penuntun. Oleh karena itu, artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengkaji peran guru Kristen sebagai penuntun untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi literatur. Guru Kristen sebagai penuntun berarti guru berperan untuk mengarahkan dan memberikan tuntunan kepada siswa. Dalam meningkatkan kemampuan berhitung, guru Kristen berperan dalam mengarahkan siswa agar memiliki pola pikir yang benar terhadap materi berhitung. Guru Kristen menjadikan Yesus sebagai gembala sebagai teladan dalam menjalankan perannya sebagai penuntun untuk meningkatkan kemampuan berhitung. Guru Kristen menolong siswa untuk meningkatkan kemampuan berhitung sesuai dengan indikator-indikator berhitung dengan tetap menjadikan Alkitab sebagai sumber kebenaran. Guru Kristen akan menjadikan Kristus sebagai pusat dalam pendidikan, yang berarti semua aspek pendidikan dikerjakan dan difokuskan pada Kristus. Dengan demikian siswa dapat menggunakan kemampuan berhitung sesuai dengan kebenaran Alkitab dan memuliakan Tuhan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berhitung dan mencari solusi mengenai peran guru Kristen yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berhitung
Pengaruh Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Wanita Pasangan Usia Subur (Pus) terhadap Penggunaan Metode Kontrasepsi Tubektomi di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang
Tubectomy contraception in the region of Bandar Khalipah Health Center Deli Serdang at least compared with other forms of contraception with the proportion of 1.23%. The low use of contraceptives tubectomy related knowledge, perceptions and attitudes of couples of childbearing age.
This study aimed to analyze the influence of the knowledge, perceptions and attitudes of women of fertile couples to the use of contraceptive methods in family planning acceptors tubectomy in the working area Puskesmas Bandar Khalipah Deli Serdang regency. This type of research is a case control study design. The population in this study are all numbered 83 people tubectomy acceptors as acceptors of tubectomy cases and numbered 83 people as controls. Data obtained by interview using a questionnaire and analyzed using Regresi Logistik Ganda at α = 5%.
The results showed that a good knowledge of family planning acceptors on the nature of the family planning program would affect them in selecting methods / tools to be used contraception, the perception that every family planning acceptors affect the mother to wear a type of contraception must be used and coupled with family planning acceptors are already considering the number of children already owned, family planning acceptors attitudes about the use of contraceptives such diverse tubectomy feel less confident when it should be used as a contraceptive and tubectomy are influences of knowledge, perceptions and attitudes towards the use of contraceptives in the working area health center tubectomy Bandar Khalipah Deli Serdang regency.Pemakaian alat kontrasepsi tubektomi di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang paling sedikit dibandingkan dengan jenis kontrasepsi lain dengan proporsi 1,23%. Rendahnya pemakaian kontrasepsi tubektomi terkait dengan pengetahuan, persepsi dan sikap pasangan usia subur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, persepsi dan sikap wanita pasangan usia subur (PUS) terhadap penggunaan metode kontrasepsi tubektomi pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian ini adalah disain studi case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor tubektomi berjumlah 83 orang sebagai kasus dan tidak akseptor tubektomi berjumlah 83 orang sebagai kontrol. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Regresi Logistik Ganda pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akseptor KB yang baik tentang hakekat program KB akan memengaruhi mereka dalam memilih metode/alat kontrasepsi yang akan digunakan, persepsi yang dimiliki setiap akseptor KB memengaruhi ibu untuk memakai jenis kontrasepsi yang akan dipergunakan dan ditambah dengan akseptor KB sudah mempertimbangkan jumlah anak yang sudah dimiliki, sikap akseptor KB tentang penggunaan kontrasepsi tubektomi beraneka ragam misalnya merasa kurang percaya diri bila harus menggunakan tubektomi sebagai alat kontrasepsi dan terdapat pengaruh pengetahuan, persepsi dan sikap terhadap penggunaan kontrasepsi tubektomi di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang.126 HalamanTesis Magiste
Pengaruh Store Atmosphere (Bagian Toko) Terhadap Keputusan Pembelian Coffee Q di Perumahan Zeqita Jl. Jamin Ginting Km. 12,5
The development of an increasingly modern era of changing the trend or lifestyle of society. Including in terms of enjoying food, modern people visit restaurants or cafes not just to enjoy food and drinks but to enjoy the atmosphere created by the cafe. This is what makes the businessmen in the culinary field should pay attention to the creation of atmosphere (atmosphere) at the cafe or resto. This study was conducted in one of the cafes in the city of Medan that is Coffee Q In Zeqita Housing Medan which is one of the cafes that raised a unique theme for the creation of its store atmosphere. This study aims to determine whether the store atmosphere affects consumer purchasing decisions.
Store Atmosphere is the creation of a store atmosphere through visual, the arrangement of light, music and aroma that can create a comfortable purchasing environment that can affect consumer perceptions and emotions to make purchases. The consumer purchase decision is the selection of two or more options. In other words, alternative choices must be available to a person when making decisions.
The population of this study were consumers of Coffee Q, samples taken as many as 96 respondents with sampling techniques in non probability sampling, include accidental sampling that is the sampling to consumers who have made purchases and sampling techniques based on chance, ie anyone who accidentally/ incidentally meets with the researcher can be used as a sample, when viewed by the person who happened to meet it is suitable as a data source.
Based on the results of a simple linear is done if the store atmosphere raised one time or 100% it will be followed by customer satisfaction of 0.320. Based on calculation with determinant coefficient, obtained a conclusion that the magnitude influence store atmsophere to consumer purchasing decision Coffee Q is 89.8% while 10.2% influenced by other variables that are not studied again influenced by other factors that have not been taken into account in this study.Skripsi Sarjan
Pengaruh Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Penggunaan Metode Kontrasepsi Tubektomi di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang
Tubectomy contraception in the region of Bandar Khalipah Health Center Deli Serdang at least compared with other forms of contraception with the proportion of 1.23%. The low use of contraceptives tubectomy related knowledge, perceptions and attitudes of couples of childbearing age.
This study aimed to analyze the influence of the knowledge, perceptions and attitudes of women of fertile couples to the use of contraceptive methods in family planning acceptors tubectomy in the working area Puskesmas Bandar Khalipah Deli Serdang regency. This type of research is a case control study design. The population in this study are all numbered 83 people tubectomy acceptors as acceptors of tubectomy cases and numbered 83 people as controls. Data obtained by interview using a questionnaire and analyzed using Regresi Logistik Ganda at α = 5%.
The results showed that a good knowledge of family planning acceptors on the nature of the family planning program would affect them in selecting methods / tools to be used contraception, the perception that every family planning acceptors affect the mother to wear a type of contraception must be used and coupled with family planning acceptors are already considering the number of children already owned, family planning acceptors attitudes about the use of contraceptives such diverse tubectomy feel less confident when it should be used as a contraceptive and tubectomy are influences of knowledge, perceptions and attitudes towards the use of contraceptives in the working area health center tubectomy Bandar Khalipah Deli Serdang regency.Pemakaian alat kontrasepsi tubektomi di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang paling sedikit dibandingkan dengan jenis kontrasepsi lain dengan proporsi 1,23%. Rendahnya pemakaian kontrasepsi tubektomi terkait dengan pengetahuan, persepsi dan sikap pasangan usia subur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, persepsi dan sikap wanita pasangan usia subur (PUS) terhadap penggunaan metode kontrasepsi tubektomi pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian ini adalah disain studi case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor tubektomi berjumlah 83 orang sebagai kasus dan tidak akseptor tubektomi berjumlah 83 orang sebagai kontrol. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Regresi Logistik Ganda pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akseptor KB yang baik tentang hakekat program KB akan memengaruhi mereka dalam memilih metode/alat kontrasepsi yang akan digunakan, persepsi yang dimiliki setiap akseptor KB memengaruhi ibu untuk memakai jenis kontrasepsi yang akan dipergunakan dan ditambah dengan akseptor KB sudah mempertimbangkan jumlah anak yang sudah dimiliki, sikap akseptor KB tentang penggunaan kontrasepsi tubektomi beraneka ragam misalnya merasa kurang percaya diri bila harus menggunakan tubektomi sebagai alat kontrasepsi dan terdapat pengaruh pengetahuan, persepsi dan sikap terhadap penggunaan kontrasepsi tubektomi di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang,Tesis Magiste
PENERAPAN KAHOOT! SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA
AbstrakMinat belajar merupakan salah satu aspek yang wajib dimiliki tiap-tiap siswa dalam kegiatan pembelajaran. Namun, hasil observasi penulis di dapati bahwa minat belajar siswa pada salah satu sekolah di Cikarang masih rendah. Dalam menyikapinya, sebagai guru harus dapat menjadi fasilitator yang tepat untuk memediasi tiap-tiap siswa dengan menyediakan media pembelajaran yang efektif. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui penerapan Kahoot! sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan penerapan Kahoot! sebagai media pembelajaran dalam menumbuhkan minat belajar siswa menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penerapan Kahoot! sebagai media pembelajaran menumbuhkan minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui perubahan respons siswa yakni bersemangat, aktif, antusias, mengikuti instruksi dan konsentrasi. Hal tersebut disebabkan karena Kahoot! diperlengkapi dengan berbagai fitur menarik, soundtrack, dan grafik berwarna-warni yang menjadi faktor terpenting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan interaktif. Dalam memaksimalkan penggunaan Kahoot! sebagai media pembelajaran guna menumbuhkan minat belajar siswa, maka perlu memperhatikan beberapa hal seperti ketersediaan perangkat, kondisi internet, variasi penerapan Kahoot!, kondisi siswa, dan kolaborasi dengan media pembelajaran menarik lain.Kata Kunci: Kahoot!, Media pembelajaran, Minat belajar.AbstractInterest in learning is one aspect that must be owned by each student in learning activities. However, the results of the author's observations found that students' interest in learning in one of the schools in Cikarang was still low. In responding to this, as a teacher, he must be able to be the right facilitator to mediate each student by providing effective learning media. One of the steps taken is through the implementation of Kahoot! as a learning medium. The purpose of this study is to describe the effect of applying Kahoot! as a learning medium for students' interest in learning using descriptive qualitative research methods. The result of implementing Kahoot! as a learning medium has a positive influence on students' interest in learning which is shown through changes in student responses, namely enthusiastic, active, enthusiastic, following instructions, and concentration. This is because of Kahoot! equipped with various interesting features, soundtracks, and colorful graphics which are the most important factors in creating a conducive and interactive atmosphere. In maximizing the use of Kahoot! as a learning medium to foster student interest in learning, it is necessary to pay attention to several things such as the availability of devices, internet conditions, variations in the application of Kahoot!, student conditions, and collaboration with other interesting learning media.Keywords: Interest in learning, Kahoot!, Learning media
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA
Literasi sains merupakan proses dalam memahami, menyampaikan dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat melakukan PPL 2 pada salah satu sekolah di Tangerang Selatan, terlihat siswa kelas 12 IPS memiliki literasi sains yang rendah. Guru berperan penting untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, salah satunya yaitu model Problem Based learning. Dimana tujuan utama model PBL adalah merangsang siswa untuk memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan di situasi kehidupan nyata. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan ini adalah untuk memaparkan bagaimana penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan literasi sains siswa kelas 12 IPS. Penerapan model PBL menganut lima langka: Membentuk kelompok dan memberikan masalah, mengorganisir siswa, membimbing penyelidikan, menyajikan hasil, dan mengevaluasi hasil. Langkah-langkah ini yang akan mendorong siswa untuk meningkatkan literasi sainsnya bersama kelompok. Literasi sains dapat menjadi wadah siswa untuk mengenali ciptaan Allah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model PBL berhasil meningkatkan literasi sains siswa. Namun penulis menyarankan untuk meningkatkan literasi sains, sebaiknya penggunaan PBL tidak hanya dilakukan sebanyak satu kali, tetapi dapat diterapkan secara terus menerus dalam setiap mata pelajaran.Kata Kunci: Literasi, Literasi sains, model Problem Based Learning
PENGGUNAAN VARIASI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENSTIMULUS SIKAP AKTIF SISWA KELAS 5B SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH
AbstrakInteraksi guru dan siswa sangat diperlukan dalam proses pembelajaran khususnya selama Pembelajaran Jarak Jauh. Keadaan ideal yang diharapkan adalah siswa dapat berperan aktif dalam mengikuti pembelajaran, namun fakta yang didapatkan ketika melakukan praktik mengajar adalah masih ditemukannya karakteristik siswa yang kurang aktif. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulisan paper ini bertujuan untuk memaparkan penerapan variasi media pembelajaran untuk menstimulasi keaktifan siswa kelas 5B selama mengikuti PJJ. Penggunaan variasi media pembelajaran menjadi solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah keaktifan siswa. Variasi media pembelajaran menjadi sarana yang efektif untuk menstimulus sikap aktif siswa selama mengikuti pembelajaran baik dalam sesi synchronous maupun sesi asynchronous. Kajian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dalam tulisan ini adalah penerapan variasi media pembelajaran efektif untuk menstimulasi keaktifan siswa kelas 5B selama PJJ. Adapun saran yang dapat diberikan bagi guru adalah memanfaatkan tools yang tepat untuk membantu proses pengawasan pengerjaan tugas khususnya dalam sesi asynchronous. Selain itu guru juga bisa mengevaluasi penggunaan media pembelajaran berdasarkan jurnal refleksi yang diisi oleh siswa. Kata Kunci: Variasi Media Pembelajaran, Keaktifan Siswa, Peran Guru, Pembelajaran Jarak Jauh AbstractTeacher and student interactions are necessary for learning, especially during Distance Learning. The ideal circumstances that are expected are that students can take an active role in the following learning, but it is a fact found in the practice of teaching that the characteristics of the less-active students remain. Based on the background of the problem, the writing of this final task is intended to outline the application of a variety of learning media to stimulate the activation of class 5B students during the PJJ. A variety of learning media is a solution that can be used to address the student activation problem. The variety of learning media becomes an effective tool for stimulating a student’s active attitude during synchronous and asynchronous sessions. The study uses descriptive qualitative methodologies. The conclusion drawn in this writing is that a variety of learning media effectively stimulates the activation of class 5B students during the PJJ. The advice that can be given to teachers is to use the right tools to assist in controlling the work, especially in the asynchronous session. In addition, teachers can also evaluate the use of learning media based on a journal of reflection filled out by students.Keywords: Variation of the learning media, student activeness, the role of teachers, Distance Learning Educatio
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR KELAS XI PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SALAH SATU SEKOLAH KRISTEN CURUG
AbstractStudents' interest in learning is an urgent matter in learning. Teachers must increase students' interest in learning so that learning stages and goals can be achieved. However, during teaching practice, students found a problem of lack of interest in learning, which was characterized by a tendency to complain, demand from friends, feel guilty, pay less attention to explanations of material, and be less involved in learning. For increase students' interest in learning, the author explains the use of digital media because digital media is one of the external factors that influences students' interest in learning. Using qualitative descriptive methods, the aim of this research is to explain the use of digital media in increasing class XI students' interest in learning physics at one of the Curug Christian Schools. Teachers are called by God and given abilities, one of which is being able to sort and use learning media. The use of digital media in physics learning is done by using Canva combined with animated videos and YouTube to explain the material, quizzes to carry out formative tests, and Microsoft Word to organize student activities. The results of the research explain that the use of digital media can increase class XI students' interest in learning physics at one of the Curug Christian Schools. The author's suggestion is to combine digital learning media that suit learning needs to increase students' interest in learning and discuss in detail the applications that support learning.Keywords: Digital learning media, Student’s interest in learning, The role of the teacherAbstrakMinat belajar siswa merupakan hal yang urgen dalam pembelajaran. Guru harus meningkatkan minat belajar siswa supaya tahap dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Namun, selama praktik mengajar ditemukan masalah kurangnya minat belajar siswa yang ditandai dengan cenderung mengeluh, mengobrol dengan teman, mengantuk, kurang memperhatikan penjelasan materi, dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan minat belajar siswa, penulis memaparkan pemanfaatan media digital karena media digital adalah salah satu faktor eksternal yang memengaruhi minat belajar siswa. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan pemanfaatan media digital dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas XI pada pembelajaran fisika di salah satu Sekolah Kristen Curug. Guru dipanggil oleh Allah dan dikaruniakan kemampuan, salah satunya mampu memilah dan menggunakan media pembelajaran. Pemanfaatan media digital pada pembelajaran fisika dilakukan dengan menggunakan canva yang dikombinasikan dengan video animasi dan youtube untuk menjelaskan materi, quizziz untuk melakukan tes formatif, dan microsoft word untuk menyusun aktivitas siswa. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemanfaatan media digital dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas XI pada pembelajaran fisika di salah satu Sekolah Kristen Curug. Saran penulis adalah mengkombinasikan media pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa dan membahas secara detail aplikasi-aplikasi yang mendukung pembelajaran.Kata Kunci: Media pembelajaran digital, Minat belajar siswa, Peran gur
- …
