33 research outputs found

    Perancangan Aplikasi E-Commerce Berbasis Web Menggunakan PHP pada Cv Free Style Perdana

    No full text
    Tugas akhir ini merancang suatu aplikasi “E-commerce berbasis web menggunakan PHP pada CV.Free Style Perdana Tanjung Balai” yang bermanfaat untuk menyediakan informasi yang baik, cepat serta mudah kepada pelanggan, agen dan member mengenai produk barang ataupun jasa dari CV tersebut . Aplikasi E commerce Berbasis Web ini dikembangkan dengan menggunakant perangkat lunak Macromedia Dreamweaver 8, Adobephotoshop, dan XAMPP.103 HalamanKertas Karya Diplom

    Merancang Minuman Fungsional Fruit Tea Nangka

    No full text
      Penelitian ini bertujuan untuk merancang merancang minuman fungsional fruit tea nangka. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan dan Pengelolaan Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas  Medan. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 (dua) faktor yang terdiri dari : Faktor I :Konsentrasi Sari Buah Nangka yang terdiri 5 taraf perlakuan C0:5 %; C1:10%; C2:15% ;C3:20%;C4:25% dan C5:30%. Faktor II: Lama Penyimpanan yang terdiri 5 taraf perlakuan L0:0 hari; L1:14 hari; L2 :28 hari, L3 : 42 hari, dan L4 : 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sari buah nangka memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total soluble solid, kadar vitamin C, total asam, nilai organoleptic, kadar kalsium dan pH. Semakin tinggi konsentrasi sari buah nangka, total soluble solid, kadar vitamin C, total asam, nilai organoleptic dan pH semakin meningkat sedangkan kadar kalsium menurun. Lama penyimpanan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total soluble solid, kadar vitamin C, total asam, nilai organoleptic, kadar kalsium dan pH.  Semakin lama penyimpanan total soluble solid, kadar vitamin C,  nilai organoleptic, kadar kalsium dan pH semakin menurun, sedangkan total asam semakin meningkat. Dilihat dari kadar vitamin C, total soluble solid, total asam, kadar kalsium  dan nilai organoleptik  maka mutu terbaik fruit tea nangka diperoleh dengan konsentrasi sari buah nangka  30% dengan lama penyimpanan 42 hari

    Il 'donax' di Apuleio fra epigramma erotico e poesia bucolica: intertestualità e critica testuale in Apul. fr. 4 Courtney/Blänsdorf

    No full text
    Starting from the discussion of a textual problem in the final couplet of a pederastic epigram composed by Apuleius, and quoted by the author in the Apologia (Apul. fr. 4 Courtney/Blänsdorf), this article provides further exploration of the intertextual relationships in Apuleian poetry with the Greco-Roman literary tradition, focusing in particular on bucolic poetry (Virgil’s Eclogue 2; Calpurnius Siculus’ Eclogue 3) and erotic epigrams (Meleager, already a model for Verg. ecl. 2; [ps.-]Plato)

    Determinasi formula sari biji nangka (Arthocarpus heterophyllus) dan sari buah stroberi (Fragria ananassa) pada pengolahan susu Nangstro

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula sari biji buah nangka dan sari buah stroberi pada pengolahan susu Nangstro. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan penelitian terpisah yang masing-masing dilakukan dengan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian tahap pertama adalah menentukan formula biji nangka (SBN) dan sari buah stroberi (SBS) dengan perlakuan SBN 80%, SBS 20%; SBN 70%, SBS 30%; SBN 60%, SBS 40%; dan SBN 50%, SBS 50%. Penelitian tahap kedua menentukan umur simpan susu Nangstro dengan perlakuan 0, 3, 6 dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu Nangstro dengan formula SBN 80% dan SBS 20% dapat diterima oleh panelis. Semakin tinggi kadar SBS dalam formula susu Nangstro akan menurunkan kadar protein, kadar kalsium, total padatan terlarut, dan penerimaan sensorisnya. Kadar SBS yang tinggi akan meningkatkan total asam susu Nangstro. Selama penyimpanan, susu Nangstro mengalami penurunan kadar protein, kalsium dan total padatan terlarut, dilain pihak total asamnya semakin meningkat

    Pemanfaatan Minyak Sawit Dengan Limbah Lemak Sapi Menjadi Sabun Colek

    No full text
    Penelitian ini memanfaatkan minyak sawityang dicampur dengan limbah lemak sapi dalam pembuatan sabun colek, dan bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara minyak sawit dan lemak sapi untuk menghasilkan sabun colek yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Instrumentasi dan Kimia, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan yang dilaksanakan pada bulan Pebruari 2022. Metoda penelitian ini bersifat analisa kuantitatif dengan menggunakan Model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pencampuran Minyak Sawit dan Lemak Sapi  dengan perbandingan: Sabun A=100% Minyak Sawit, Sabun B=75% Minyak Sawit dengan 25% Lemak Sapi, Sabun C=50% Minyak Sawit dengan 50% Lemak Sapi, Sabun D=25% Minyak Sawit dengan 75% Lemak Sapi, Sabun E=100% Lemak Sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan Minyak Sawit Dengan Lemak Sapi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap Total Fatty Matter (TFM), pH sabun, dan tekstur sabun dan berpengaruh tidak nyata (p>0.05) terhadap kadar air dan tinggi busa sabun. Mutu sabun terbaik diperoleh pada perbandingan 25% Minyak Sawit dengan 75% Lemak Sapi

    Formulasi Limbah Kulit Ari Kopi Pembuatan Pelet Ikan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit ari kopi sebagai bahan pembuatan pellet ikan dan mengetahui cara pembuatan pellet dari kulit ari kopi dan untuk mengetahui kandungan gizi yang terdapat pada kulit ari kopi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.  Faktor  pertama adalah perbandingan tepung kulit ari dengan sandi (K) yang terdiri dari 6 taraf : K0 =100% tepung kulit ari kopi, K1 = 90% tepung kulit ari kopi, dengan 10% tepung jagung, K2 = 80% tepung kulit ari kopi, dengan 20% tepung jagung, K3 = 70% tepung kulit ari kopi, dengan 30% tepung jagung, K4 = 60% tepung kulit ari kopi, dengan 40% tepung jagung, K5 = 50% tepung kulit ari kopi, dengan 50% tepung jagung. Faktor kedua adalah lama penyimpanan dengan sandi (L) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu : L0 = 0 minggu, L1= 2 minggu, L2=4 minggu, L3=6 minggu, L4=8 minggu dan L5=10 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan tepung kulit ari kopi dengan tepung kedelai berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, kadar abu, pH dan daya apung, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein, kadar lemak dan kadar abu pakan ikan. Perlakuan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar serat, kadar lemak, pH dan daya apung pakan ikan. Interaksi perlakuan perbandingan tepung kulit ari kopi dengan tepung kedelai dan lama penyimpanan berpengaruh tidak nyata (p>0,01) terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar serat, kadar lemak, pH pakan ikan dan daya apung pakan ikan

    Pengaruh Jenis Kemasan dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Bubuk Andaliman

    No full text
    This study aims to determine the effect of packaging types and storage duration on the quality of andaliman powder. The study was conducted at the Laboratory of Processing and Management of Agricultural Products, Agricultural Product Technology Study Program, Faculty of Agriculture, Catholic University of St. Thomas Medan. This research was conducted using Factorial Complete Random Design method. The first factor is packaging with a password (K), consisting of 4 types, namely: K1 is Glass bottle, K2 is Plastic bottle, K3 is Flip plastic and K4 is Paper. The second factor is the storage time with L code which consists of four levels, namely: L0 is 0 weeks, L1 is 2 weeks, L2 is 4 weeks and L3 is 6 weeks. The results showed that the type of packaging had a very significant effect on water content, total acid, oleoresin content and organoleptic value, but it was not significant for ash content. The highest water content, ash content and total acid were found in paper plastic packaging, while the lowest was in glass bottle packaging, while the highest oleoresin content and highest organoleptic value were found in glass bottle packaging, while the lowest was on paper packaging. Storage time has a very significant effect on water content, total acid, oleoresin content and organoleptic value, but not significant to ash content. The longer the storage, the moisture content, ash content and total acid content increase, while the oleoresin content and organoleptic values decrease. The interaction between the type of packaging and storage duration gave no significant effect on water content, ash content, total acid, oleoresin content and organoleptic value. The best quality of andaliman powder is obtained in the type of glass bottles and plastic bottles which can be seen from the water content, oleoresin content and organoleptic value. Â

    Reply by the Author

    No full text

    Reply by the Author

    No full text

    Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk mengetahui kandungan gizi yang terdapat pada kulit pisang Raja. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam bentuk faktorial. Faktor pertama adalah persentase tepung kulit pisang Raja dengan tepung kedelai dengan sandi K terdiri dari : K0 = 100% tepung Kulit Pisang Raja, K1 =  90% tepung Kulit Pisang Raja, dengan 10% tepung kedelai, K2 =  80% tepung Kulit Pisang Raja, dengan 20% tepung kedelai, K3  =  70% tepung Kulit Pisang Raja, dengan 30% tepung kedelai, K4  = 60% tepung Kulit Pisang Raja, dengan 40% tepung kedelai dan K5v = 50% tepung Kulit Pisang Raja, dengan 50% tepung kedelai. Faktor kedua adalah lama penyimpanan 6 taraf perlakuan dengan sandi L terdiri dari : L0 = 0 minggu, L1 = 2 minggu, L2 =  4 minggu, L3 =  6 minggu, L4 =  8 minggu dan L5 = 10 minggu. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan kulit pisang raja dengan tepung kedelai sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar serat dan pH, berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air, serta berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap kadar abu pellet. Penggunaan tepung kedelai yang semakin tinggi maka kadar air, kadar protein, kadar lemak dan pH pellet semakin meningkat, sedangkan kadar abu dan kadar serat kasar pellet semakin menurun. Perlakuan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar dan pH pellet.  Semakin lama penyimpanan maka kadar air pellet semakin meningkat, sedangkan kadar abu, kadar protein, kadar serat kasar, kadar lemak dan pH semakin menurun. Interaksi perlakuan perbandingan kulit pisang raja dengan tepung kedelai dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap pH, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar serat kasar pellet. Mutu pellet terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan K5L0. &nbsp
    corecore