1,725,032 research outputs found

    Perbedaan hasil penghitungan tempat yang dibutuhkan dengan metode prediksi Sitepu, Nourallah dan pengukuran langsung (Difference of required space measurement with Sitepu, Nourallah prediction method and direct measurement)

    Get PDF
    Backgrounds: The determination of a tooth-size to arch-length discrepancy in the mixed dentition requires an accurate prediction of the mesiodistal widths of the unerupted permanent teeth. This is an essential factor in orthodontic treatment planning.Purpose: The aim of this study was to compare and validate Sitepu analysis with Nourallah analysis on study models of Deutero Malays patients. Methods:This observational descriptive study was conducted on 50 models of study patients treated in Orthodontic Clinic at School of Dental Medicine of Airlangga University. The witdth of maxillary and mandibulary canines, first and second premolars were measured with prediction formula of Sitepu, prediction formula of Nourallah and direct measurement. The measurement results were analyzed statistically with One-way ANOVA followed by LSD test. Result:The results showed that in the lower jaw there was no significant difference between the Nourallah prediction methods, Sitepu prediction methods, as well as direct measurements (p > 0.05); but maxillary measurement found a significant difference (p = < 0.05). LSD test indicated that the maxillary measurements in the upper jaw found a significant difference between the direct measurement with Nourallah prediction methods and the Sitepu prediction method with Nourallah prediction method. Conclusion:Sitepu analysis is more accurate in predicting unerupted mandibular and maxillary canines and premolars on Deutero Malays patients. Nourallah analysis is more accurate then Sitepu analysis in predicting unerupted mandibular canines and premolars

    Perbandingan Validitas Analisis Moyers dan Analisis Sitepu pada Mahasiswa Suku Minang Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas

    Get PDF
    Maloklusi adalah penyimpangan dari oklusi normal gigi, dan kebanyakan dari kasus maloklusi terjadi pada tahapan gigi campuran. Terdapat beberapa metode dalam analisis gigi campuran, dua diantaranya adalah metode analisis Moyers dan metode analisis Sitepu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan validitas analisis Moyers dan analisis Sitepu jika digunakan pada mahasiswa suku Minang di FKG UNAND. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel terdiri dari 50 orang mahasiswa suku Minang di FKG UNAND yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney untuk maksila dan Independent t-test untuk mandibula. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan validitas dari analisis Moyers dan analisis Sitepu jika digunakan pada mahasiswa suku Minang di FKG UNAND. Analisis Sitepu valid pada maksila dan mandibula (p > 0.05) sedangkan analisis Moyers hanya valid pada maksila (p > 0.05), dan pada mandibula menunjukkan nilai p < 0.05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan validitas analisis Moyers dan analisis Sitepu pada mahasiswa suku Minang FKG UNAND, metode Sitepu valid pada maksila dan mandibula, sedangkan analisis Moyers hanya valid pada maksila. Kata Kunci: CPP, empat insisivus mandibula, analisis moyers, analisis sitepu

    Penulisan buku teks pelajaran/ Sitepu

    No full text
    viii, 188 hal.: tab.; 23 cm

    Penulisan buku teks pelajaran/ Sitepu

    No full text
    viii, 188 hal.: tab.; 23 cm

    Penulisan buku teks pelajaran/ Sitepu

    No full text
    viii, 188 hal.: tab.; 23 cm

    Penulisan buku teks pelajaran/ Sitepu

    No full text
    viii, 188 hal.: tab.; 23 cm

    Studi hubungan internasional/ Sitepu

    No full text
    xi, 368 hal.; 23 c

    Penulisan buku teks pelajaran/ Sitepu

    No full text
    viii, 188 hal.: tab.; 23 cm

    Penulisan buku teks pelajaran/ Sitepu

    No full text
    viii, 188 hal.: tab.; 23 cm

    Strategi Pemenangan Ngogesa Sitepu dalam Pemilihan Ketua DPD Golkar SUMUT 2016-2021

    No full text
    Penelitian ini memilih topik tentang strategi pemenangan Ngogesa Sitepu sebagai ketua DPD Golkar Sumut 2016-2021. Mengapa penelitian ini menjadi penting, karena pada kenyataannya masih banyak faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan. Strategi politik yang baik haruslah dibuat dan disusun berdasarkan konsep yang modern dan mengikuti berbagai perkembangan yang terjadi. Strategi politik yang berkonsep modern memiliki beberapa fase yang harus dilewati, yaitu; fase analisa situasi dan fase implementasi dari sebuah strategi yang diterapkan.Untuk itu, kandidat haruslah memiliki kapabilitas yang baik dalam menjalankan berbagai fase tersebut, agar tujuan mendapatkan dukungan politikdapat efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana fase-fase tersebut, dan bagaimana proses eksekusi dari strategi yang sudah ditetapkan, dijalankan oleh Ngogesa Sitepu dan timsuksesnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai proses yang dilakukan oleh Ngogesa Sitepu dalam melakukan perencanaan strategi hingga eksekusi dari strategi yang telah direncanakan. Secara teoritik ada tiga modalitas yang dimiliki pasangan kandidat yakni modalitas politik, social, budaya dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngogesa Sitepu menggunakan kekuatan ketiga modalitas dan bersandar pada kekuatan yang dimiliki oleh Ngogesa Sitepu dan tim pemenangan, elit politik dan tokoh masyarakat, dan orang-orang terdekatnya yang berperan dan memiliki pengaruh untuk mendulang dukungan lebih banyak. Masing-masing peran tersebut untuk memperoleh dukungan atau suara dari pemilih dengan networking, image building dan mobilisasi yang dibangun. Akan tetapi, penelitian ini juga menemukan banyak timbul kefrustrasian baik pada proses maupun hasil yang diperoleh. Hal itu disebabkan karena tidak efisien dan efektifnya strategi yang dilakukan. Bahkan sering terjadi hal tersebut bermuara pada konflik internal partai itu sendiri. Keberhasilan dari sebuah kontestasi politik tidak terlepas dari bagaimana strategi politik yang dimainkan oleh masing-masing pihak yang terlibat. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa peran kepemilikan modalitas dalam menetapkan strategi pemenangan pilkada sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan atau saling berkaitan satu sama lain baik modalitas politik, sosial dan ekonomi dalam networking, image building dan mobilisasi. Dan yang paling terpenting adalah komunikasi dan lobby kepada pengurus pusat atau DPP. Karena keterpilihan Ngogesa Sitepu sebagai pimpinan DPD Golkar Sumut juga tidak terlepas dari dukungan pengurus pusat DPP Golkar.This research explores the political strategy that led to the win of political candidate, Ngogesa Sitepu, as the head of regional committee of Golkar in North Sumatera for the year 2016-2021. This research and study is very important because of the fact that there are many factors that can influence the election in general. A good political strategy must be designed and arranged according to modern concept and it must also follow numerous current developments. A modern political strategy must have several phases that must be bypassed, which are: situation analysis phase and the implementation phase of a strategy. Therefore, the candidate must have a good capability in running those phases so that he or she can gain political support efficiently and effectively. This study also aims to illustrate those phases and the execution process of implemented strategies, which were run by Ngogesa Sitepu and his campaign team. This study uses descriptive, qualitative method that aims to describe numerous process that was done by Ngogesa Sitepu in strategic planning to his strategy execution. Theoretically, there are three modalities that is possessed by political candidates, these are political, sociocultural and economic modalities. The three modalities that were utilized by Ngogesa Sitepu as good strategies are networking, image building and mobilization. Research suggests that Ngogesa Sitepu used the three modalities that rest upon the power that he himself had, the power of his campaign team, political elites and public figures, as well as his closest allies that played significant roles in getting a bigger voting share. However, this study also found that a lot of frustrations are caused during the process and the final result that was obtained. This is because of the inefficient and ineffective strategy that was conducted. There were even many conflicts within the internal body of the political party itself. The success of a political contest is not far off from how the political strategy is played by all of the parties involved. In conclusion, this study shows that the ownership of modalities in determining winning strategies for an election is a significant factor that is inseparable with one another, be it political, socio-cultural or even economic modalities in networking, image building and mobilization. What is even more important is that communication and lobby to the central political party bureau. This is because the winning of Ngogesa Sitepu is also partly due to the support of the central committee of Golkar.Skripsi Sarjan
    corecore