4 research outputs found

    Penurunan Berat Badan Mencit Swiss-Webster Betina pada Pemberian Infusa Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

    No full text
    Obesitas merupakan masalah global yang berpengaruh pada peningkatan morbiditas dan mortalitas pada orang dewasa di dunia. Sebanyak 21,8% orang dewasa (> 18 tahun) di Indonesia mengalami obesitas pada tahun 2018, meningkat 7% dibandingkan tahun 2013. Kondisi obesitas dapat memicu terjadinya peningkatan trigliserida, peningkatan tekanan darah, dan terjadinya resistensi insulin. Asam jawa (Tamarindus indica L.) telah digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun asam jawa menunjukkan efek antidiabetes dan menurunkan kadar kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penurunan berat badan pada hewan uji yang diberi infusa daun asam jawa yang diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya obesitas. Daun asam jawa didapatkan dari daerah Sumber, Cirebon, Jawa Barat, kemudian dilakukan determinasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode infusa. Pengamatan efek penurunan berat badan dilakukan selama 7 hari pada 4 kelompok hewan uji, yaitu kelompok sediaan uji dengan dosis 250 mg/kg bb, 500 mg/kg bb, dan 1 g/kg bb, dan kelompok kontrol negatif. Pemberian sediaan pada kelompok uji dan kontrol negatif dilakukan secara per oral. Mencit ditimbang setiap hari sebelum pemberian sediaan. Hasil pengukuran berat badan mencit menunjukkan bahwa terjadi penurunan berat badan setelah pemberian infusa daun asam jawa. Pada kelompok kontrol negatif terlihat adanya peningkatan berat badan. Penurunan berat badan yang siginifikan secara statistik (p < 0,05) ditunjukkan oleh sediaan dengan dosis 250 mg/kg BB pada hari ke-3 hingga hari ke-6. Penurunan berat badan yang signifikan secara statistik juga ditunjukkan oleh infusa daun asam jawa dengan dosis 500 mg/kg BB pada hari ke-4 hingga hari ke-6, sedangkan pada dosis 1 g/kg BB menunjukkan penurunan berat badan yang siginifikan pada hari ke-6. Infusa daun asam jawa dengan dosis 250 mg/kg berat badan menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan secara statistik dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif

    EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TB PARU DI RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM TAHUN 2020

    No full text
    Tuberculosis is a disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, a first- line anti-tuberculosis drug, namely Isoniazid (H) and Rifampicin (R). The increase in the number of Tb Lung patients from 2019 to 2020 at the RS Grandmed Lubuk Pakam encouraged researchers to conduct this study. The purpose of this study was to determine the description of the use of antituberculosis drugs and the rationality of the use of anti-tuberculosis drugs in pulmonary TB patients in RS Grandmed Lubuk Pakam in 2019. This study was a descriptive (non-experimental) study with retrospective data collection taken from patient medical records. Pulmonary tuberculosis at RS Grandmed Lubuk Pakam. Data was collected using purposive sampling technique in accordance with the inclusion criteria and exclusion criteria using the Data Collection Sheet. The number of samples used in the study is 76 medical records of patients diagnosed with pulmonary TB. Data analysis was performed using the Univariate with the help of SPSS. Results of the distribution of treatment duration data that most patients underwent treatment for <6 months, as many as 31 people (19.9%). Followed by patients with exactly 6 months length of 30 people (0.39%). Whereas patients from 6 months 16 people (21.1%). And the number of Chronic Disease that suffered by Diabetes Mellitus patients was 24 patients (14.5%). All three have a significant relationship to the patient's treatment outcomes. Whereas at the age range 18-24 years, 44 people (57.9%) were affected by pulmonary TB. and The results of the evaluation of the rationality of pulmonary TB treatment are the exact indications of (97.4%), (74 patients), the right patients by 100% (76 patients), the right drugs by (97.4%) (74 patients), and the correct dosage of 100% ( 76)

    Pelatihan Pengolahan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus Annus L.) Menjadi Massage Oil: Training on Processing Sunflower Seed Oil (Helianthus annus L.) into Massage Oil

    No full text
    Massage treatment is part of traditional health services which can provide a stimulating and relaxing effect, improve the blood and lymph circulation system and strengthen other body systems, intended to improve health and fitness. Massage treatments generally use massage oil containing essential oils as aromatherapy. The use of essential oils in aromatherapy, especially through massage treatments, must be mixed with carrier oil in the form of vegetable oil such as sunflower seed oil. Pengalangan village is a sunflower agrotourism village with great sunflower potential but the results of sunflower cultivation are still less than optimal and are limited to sunflower seed food. Therefore, the team provides an Eco-preneurship solution with an effort to increase the selling value of the results of processing sunflower seeds in the form of oil to be processed into massage oil. This effort was carried out by providing material using the lecture method and continued with training in making massage oil for PKK cadres and village residents as participants. The end of this activity showed an increase in participants' knowledge by 16.8%, as well as an increase in participants' skills in making massage oil products independently.Perawatan massage atau pijat merupakan bagian dari pelayanan kesehatan tradisional yang dapat memberikan efek stimulasi dan relaksasi, melancarkan sistem peredaran darah dan limfe serta pengutanan sistem tubuh lainnya, dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Perawatan massage umumnya menggunakan massage oil dengan kandungan minyak atsiri sebagai aromaterapi. Penggunaan minyak atsiri sebagai aromaterapi khususnya melalui perawatan massage harus dicampurkan dengan minyak pembawa berupa minyak nabati seperti minyak biji bunga matahari. Desa pengalangan merupakan desa agrowisata bunga matahari dengan potensi bunga matahari yang besar namun hasil pembudidayaan bunga mataharinya masih kurang maksimal dan hanya sebatas pada pangan kuwaci. Oleh sebab itu, tim memberikan solusi Eco-preneurship dengan upaya peningkatan nilai jual hasil pengolahan biji bunga matahari yang berupa minyak untuk diolah menjadi massage oil atau minyak pijat. Upaya ini dilakukan melalui pemberian materi dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan massage oil bagi kader PKK dan warga desa sebagai peserta. Akhir dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 16,8%, serta meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat produk massage oil secara mandiri

    STRATEGI PENYULUHAN 8 FORMULA MEMBANGUN BISNIS DI DESA PENGALANGAN MENGANTI

    No full text
    Digital Marketing adalah istilah untuk pemasaran barang atau jasa yang terukur, ditargetkan, serta interaktif yang menggunakan teknologi digital. Perkembangan teknologi yang pesat telah memudahkan dunia bisnis, termasuk dalam hal keuangan. Produk serta layanan keuangan berbasis digital seperti fintech, semakin diminati oleh masyarakat. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri fintech adalah perkembangan UKM. UKM semakin banyak yang menggunakan layanan digital untuk memudahkan konsumen dalam bertransaksi. Perkembangan usaha kecil menengah (UKM) yang terus bertambah juga menjadi pemicu terhadap berkembangnya industri fintech di Tanah Air. Tujuan penyuluhan ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh strategi penyuluhan 8 formula membangun bisnis di Desa Pengalangan Menganti. Metode yang digunakan yaitu melalukan tahapan observasi, penyiapan materi, pembuatan pre-test serta post-test dan tahap evaluasi. Peserta dalam penyuluhan ini berjumlah 22 orang. Dari hasil pnyuluhan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkat pengetahuan warga mengenai cara membangun bisnis dengan baik
    corecore