1,720,979 research outputs found

    Bagaimana sosiolinguistik memandang bahasa

    Full text link
    Artikel ini bertujuan memaparkan bagaimana sebenarnya sosiolinguistik di dalam memandang bahasa secara praktis. Sosiolinguistik merupakan cabang ilmu linguistikyang muncul pada tahun 1960-an. Teori sosiolinguistik memandang bahasa sebagai sarana interaksi dan komunikasi di dalam masyarakat. Bahasa sebagai sistem sosial dan komunikasi yang merupakan bagian dari masyarakat dan kebudayaan tertentu. Pandangan bahasa secara sosiolinguistik bersifat kontektual, instrumental, dan fungsional. Sosiotinguistik memandang bahwa bahasa manusia itu beragam sesuai dengan faktor-faktor situasi dan sosial. Analisis tulisan ini dilakukan dengan membandingkan pendapat beberapa linguis, seperti: Sudaryanto (1985); Suwito (1985); MansoerPateda (1987); Robin (1992); Abbdul Chaer dan l,eonie Agustina (1995); Sumarsono dan Paina Partana (2002)

    Pengantar linguistik

    Full text link

    PENINGKATAN PELUANG BISNIS ONLINE ASESORIS BERPOLA KANZASHI BERBAHAN DASAR PITA SATIN DAN MANIK BAGI IBU RUMAH TANGGA

    Full text link
    Pergeseran pola transaksi jual beli yang awalnya manual dan tatap muka, beralih menjadi transaksi online sangat dirasakan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari usahanya. Ibu rumah tangga dituntut harus mempunyai strategi memanfaatkan peluang usaha yang bisa dikembangkan dan mengubah pola transaksi jual beli. Sasaran adalah kelompok ibu rumah tangga bagi Tim Penggerak PKK Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Alasan pemilihan lokasi kegiatan di Kecamatan Ungaran Barat adalah ibu-ibu PKK di wilayah ini membutuhkan pengetahuan tentang strategi pemanfaatan peluang usaha, agar menumbuhkan minat melakukan usaha yang produktif, dan bisa mendapatkan uang tambahan. Solusi yang ditawarkan melalui pelaksanaan kegiatan workshop. Kegiatan workshop dilakukan dengan tiga materi, yaitu (1) paparan tentang strategi dan teknik pemasaran produk secara online; (2) praktek pembuatan konten promosi menggunakan aplikasi oleh peserta workshop, dan (3) praktek pembuatan asesoris berbahan dasar pita satin dan manik mutiara sintesis, dengan pola kanzashi oleh peserta kegiatan. Kegiatan workshop diakhiri dengan evaluasi kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan. 55% responden menyatakan tertarik untuk memulai berjualan online dan 45% tidak tertarik karena merasa sudah tua. Kemudian 59% responden menyatakan tertarik untuk mencoba berjualan asesoris karena sesuai minat dan 41% responden tidak tertarik berjualan asesoris karena sudah mempunyai rencana yang berbeda

    Pengantar memahami sastra

    Full text link

    PENINGKATAN PELUANG BISNIS ONLINE ASESORIS BERPOLA KANZASHI BERBAHAN DASAR PITA SATIN DAN MANIK BAGI IBU RUMAH TANGGA

    Full text link
    Pergeseran pola transaksi jual beli yang awalnya manual dan tatap muka, beralih menjadi transaksi online sangat dirasakan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari usahanya. Ibu rumah tangga dituntut harus mempunyai strategi memanfaatkan peluang usaha yang bisa dikembangkan dan mengubah pola transaksi jual beli. Sasaran adalah kelompok ibu rumah tangga bagi Tim Penggerak PKK Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Alasan pemilihan lokasi kegiatan di Kecamatan Ungaran Barat adalah ibu-ibu PKK di wilayah ini membutuhkan pengetahuan tentang strategi pemanfaatan peluang usaha, agar menumbuhkan minat melakukan usaha yang produktif, dan bisa mendapatkan uang tambahan. Solusi yang ditawarkan melalui pelaksanaan kegiatan workshop. Kegiatan workshop dilakukan dengan tiga materi, yaitu (1) paparan tentang strategi dan teknik pemasaran produk secara online; (2) praktek pembuatan konten promosi menggunakan aplikasi oleh peserta workshop, dan (3) praktek pembuatan asesoris berbahan dasar pita satin dan manik mutiara sintesis, dengan pola kanzashi oleh peserta kegiatan. Kegiatan workshop diakhiri dengan evaluasi kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan. 55% responden menyatakan tertarik untuk memulai berjualan online dan 45% tidak tertarik karena merasa sudah tua. Kemudian 59% responden menyatakan tertarik untuk mencoba berjualan asesoris karena sesuai minat dan 41% responden tidak tertarik berjualan asesoris karena sudah mempunyai rencana yang berbeda

    Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Pengembangan Materi Ke PUPR-AN

    Full text link
    Pengembangan materi ke PUPR-AN adalah suatu materi yang membahas mengenai konsep infrastruktur bangunan, jalan, dan lingkungan, yang dapat  diimplementasikan pada Pendidikan Anak Usia Dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Pengembangan Materi ke PUPR-AN. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif melalui teknik analisis lapangan yaitu pengambilan data berupa instrumen observasi berupa gambar kegiatan, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Kelas kelompok A dan B serta 33 Anak. Data tersebut dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui empat tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengembangan materi ke PUPR-AN dilakukan melalui perencanaan penyusunan modul ajar, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pengalaman belajar yang kontekstual, kreatif, dan relevan pada anak maka akan memberikan dampak positif bagi perkembanganny

    Interactive Listening E-Modules for EFL Students: Using Canva as a Learning Tool

    No full text
    This research aims to create a learning medium for English language learners using the digital design platform Canva. The subjects of this study were 22 students from Class VIIIA at Miftahul Jannah Palangka Raya. This research employed a Research and Development (R&D) approach utilizing the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The instruments utilized for the purposes of data collection pertaining to validation and trial phases were interviews and questionnaires. The data were analyzed, both qualitatively and quantitatively. The validation results of the e-module listening indicate that the ratings from media experts were 90.7% and from material experts were 100%, which can be categorized as very feasible. A small group test was done on six Class VIIIA students using a random sampling technique, yielding a percentage result of 9.27%. Meanwhile, the large group test yielded a percentage of 93.88%, which was classified as very commendable. The results of this study help teachers in teaching and provide supporting media for students. Theoretically, this research aligns with Vygotsky's theory of social interaction, which posits that listening to audio represents a form of human interaction with media. The practical implications of this research are that it provides a basis for the development of interactive listening e-modules for use in listening learning

    STUDENTS’ NARRATIVE READING COMPREHENSION THROUGH STORY FACE

    Full text link
    The purpose of this research is to ascertain how the story face method affects students\u27 reading comprehension of narrative texts. The study was carried out at MA Hidayatul Insan Palangka Raya\u27s class X. One class was picked by the researcher to be the experimental class. Purposive sampling was the method utilized to gather research data by choosing 16 students and administering pre- and post-tests. The story face method was used by the experimental class to learn English. The paired sample t-test method was used to examine the data gathered for this investigation. According to the study\u27s findings, adopting the story face method significantly improves students\u27 reading comprehension of narrative texts. The data analysis reveals that the sig. (2-tailed) is 0.00<0.05, which means that H0 is rejected and H1 is accepted. As a consequence, there is an average difference between the pre-test and post-test scores, indicating that the story face method has an impact on how well students understand narrative texts

    Pengelolaan Sistem Pembayaran Non Tunai Di Koperasi Sekolah Dasar Islam Terpadu Mujahidul Amin Palangka Raya: Management Of Non-Cash Payment System At The Integrated Islamic Elementary School Cooperative Mujahidul Amin Palangka Raya

    No full text
    The development of digital technology has brought significant changes in various aspects of life, including economic and social. One of the most visible changes is the transformation towards a digital economy, which is now an inevitable choice. Realizing this, the SDIT Mujahidul Amin Cooperative also adopted a non-cash payment system. This research aims to understand the non-cash payment system implemented and how it is implemented. The method used is field research with a descriptive qualitative approach. The object of research is how the application used by the cooperative works. Data is collected through observation, interviews and documentation, then analyzed to reach clear conclusions. The research results show two main findings: first, the SDIT Mujahidul Amin cooperative uses a digital savings-based system through the Ichasoft Pro version 2.6 application, which is also equipped with an RFID Card for digital transactions using NFC Reader technology. Second, the implementation of the digital payment system will begin in 2021 in stages so that students can adapt to this technology. This system was initially implemented to address the problem of students frequently losing money. After considering various solutions, a digital savings application was finally chosen. Using Ichasoft Pro 2.6 has made it easier to manage student cooperatives and transactions, although there are some minor drawbacks, the benefits obtained are very large
    corecore