31 research outputs found
Community development in the advancement Kawal Darat Shells Hill (BKKD) site area as a tool for green tourism in Bintan/ Defri Elias Simatupang ... [et al.]
After a period of archaeological research, concerns have emerged about environmental damage to the Bukit Kerang Kawal Darat (BKKD) site area in Bintan Island. The threat of floods and site collapse is a universal message that must be responded to. From descriptive analysis on stakeholder communication, the most realistic expectation is the development of communities around the site. They can work together to advance and save the environment of the BKKD Site area. The model offered is basically frameworks so that other stakeholders respond to realize the stages of cooperation will be easier to do in a sustainable manner around the site areas
Jejak Pangan Dalam Arkeologi
Pada kesempatan kali ini, dalam artikel yang ada kita dapat melihat
beberapa hal terkait dengan topik tentang berbagai upaya manusia
dalam bernutrisi, pemenuhan gizi agar tubuh kuat dan sehat sehingga
mampu mengisi hidup kesehariannya. Persembahan ini dimulai dengan
tulisan berjudul Pengawetan Makanan: Upaya Manusia dalam
Mempertahankan Kualitas Makanan (Berdasarkan Data Prasasti Masa
Jawa Kuno) oleh Churmatin Nasoichah; kemudian Komunikasi
Interpersonal dalam Melestarikan Tradisi Makan Komunal di Era
Globalisasi Modernisme yang disampaikan oleh Defri Elias Simatupang;
selanjutnya Teknologi Pengolahan Pangan Tradisi Prasejarah pada Suku
Mentawai oleh Eny Christyawaty. Berikutnya adalah Produk Local Genius
Nusantara Bernama Tuak oleh Ery Soedewo; selanjutnya Sistem Pangan
Pendukung Budaya Hoabinh yang disampaikan oleh Ketut Wiradnyana;
kemudian Memasak dan Rempah-Rempah dalam Sejarah Kuna
Indonesia Menurut Sumber Sejarah dan Arkeologi Maritim oleh Lucas
Partanda Koestoro. Artikel selanjutnya berjudul Kelelawar, Jenis
Makanan Manusia Prasejarah yang Menjadi Bagian dari Kuliner
Nusantara oleh Nenggih Susilowati; dilanjutkan dengan Peralatan
Memasak dan Menyajikan, serta Jenis Makanan di Benteng Lodewijk,
Gresik yang disampaikan oleh Novida Abbas; dan terakhir adalah artikel
berjudul Pohon Balaka (Phyllanthus emblica), Percandian, dan Kitab
Ayurveda di Padang Lawas, Sumatera Utara oleh Rita Margaretha
Setianingsih
Jurnal Renjis Vol. 5 No. 1 Juli 2019
Jurnal Renjis Vol 5 No. 1 Juli 2019 berisi 5 artikel, yaitu:
1. Defri Elias Simatupang - Pemikiran Awal Upaya Pelindungan Objek-Objek Pemajuan Kebudayaan Kawasan Situs Bukit Kerang Kawal darat (BKKD) Melalui Pengembangan E-Consultation.
2. Indriani - Hubungan Kuantan dengan Kerajaan Indragiri dan Minangkabau pada Masa Kolonial Belanda (1905 - 1942).
3. Dedi Arman - Harmonisasi Antar Etnik di Kabupaten Batanghari, Jambi Abad IX-XX
4. Sean Popo Hardi - Pewarisan Upacara Kuhi Seko Masyarakat Kerinci - Jambi.
5. Nanda Darius - Dari Syair ke Ranah Teater (Korelasi Syair Melayu dalam Pertunjukan Teater Bangsawan
KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PENYELAMATAN PATUNG PANGULUBALANG TERHADAP POTENSI KONFLIK VERTIKAL DI KABUPATEN SIMALUNGUN
AbstractThis article initiated from a review made by the Archaeological Office on the discovery of Pangulubalang statue in Simalungun Regency, North Sumatra Province. It was such an urgent review due to the salvation of the statue from the destructive intent by the inheriting society. In the face of imminent vertical conflict, the research team head for home to consult the head of the archaeological office for strategic measures. The incident drove a conduct of a review on the urgency of an effective communication when the government apparatus attempts to save the suspected cultural heritage object while avoiding potential vertical conflict. Inductive reasoning used in this article commenced from the discussions of every data from which a general conclusion will be drawn. The collected data will be analyzed and interpreted as an offered solution model for a salvation policy of the cultural heritage suspected object such as the Pangulubalang statue in Simalungun Regency.AbstrakTulisan ini berawal dari peninjauan Balai Arkeologi Medan terhadap temuan berupa patung pangulubalang di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Peninjauan saat itu memiliki situasi kegentingan (urgensi) karena peninjau harus berusaha menyelamatkan patung tersebut dari niat pemusnahan oleh masyarakat ahli waris. Demi menjaga keselamatan peninjau dari potensi konflik vertikal yang dapat saja terjadi, tim pulang untuk melaporkan kepada pimpinan kantor untuk memikirkan langkah-langkah strategis apa yang dapat diambil. Berdasarkan kejadian tersebut, tulisan ini mencoba meninjau sejauh mana (urgensi) pentingnya komunikasi yang efektif dilakukan saat aparatur pemerintah melakukan penyelamatan benda yang diduga cagar budaya dengan semaksimal mungkin menghindari potensi konflik vertikal. Tulisan ini menggunakan penalaran induktif yang berawal dari pembahasan setiap data yang selanjutnya menarik sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Data-data yang dapat dikumpulkan, dianalisis dan diinterpretasi untuk ditarik menjadi tawaran solusi model kebijakan penyelamatan benda yang diduga cagar budaya seperti patung pangulubalang yang ada di Kabupaten Simalungun
Revitalisasi Kebinekaan melalui Kampanye Slogan Arkeologis Hasil Penelitian Situs Kota Cina
This paper discusses the diversity of Indonesian people that needs to be improved following more susceptible of conflict in the communities with different ethnic, religion , race , and class. The archaeological research institution should be able to contribute for this process by using the research result of the Kota Cina in Medan North Sumatera. One of the approach which can be adopted is the use of arcaheological slogan. These slogans can be produce by using the parameter analysis of measureable mass communication with the content analysis method. The observation shows that the archaeological slogan of the Kota Cina can be produce and contribute to deliver the message in order to revitalize the diversity.Tulisan ini membahas kebinekaan masyarakat Indonesia yang semakin rentan menghadapi ujian dan tantangan seiring semakin berkembangnya teknologi informasi. Institusi penelitian arkeologi sudah sepantasnya mampu memberikan kontribusi melalui hasil penelitian dalam hal ini Situs Kota Cina di Kota Medan Sumatera Utara. Dalam upaya merevitalisasi kebinekaan, hasil penelitian Situs Kota Cina diangkat sebagai bahan kampanye slogan arkeologis. Slogan-slogan arkeologis hasil penelitian Situs Kota Cina dibuat berdasarkan kajian paramater pengamatan komunikasi massa yang terukur dengan metode analisis isi. Dari hasil pengamatan, slogan arkeologis hasil penelitian Situs Kota Cina dapat dibuat dan diyakini mampu berkontribusi menyampaikan pesan dalam usaha merevitalisasi kebinekaan, dengan catatan yang harus diperhatikan menyangkut penguasaan materi seputar hasil penelitian Situs Kota Cina.</jats:p
Revitalisasi Kebinekaan melalui Kampanye Slogan Arkeologis Hasil Penelitian Situs Kota Cina
This paper discusses the diversity of Indonesian people that needs to be improved following more susceptible of conflict in the communities with different ethnic, religion , race , and class. The archaeological research institution should be able to contribute for this process by using the research result of the Kota Cina in Medan North Sumatera. One of the approach which can be adopted is the use of arcaheological slogan. These slogans can be produce by using the parameter analysis of measureable mass communication with the content analysis method. The observation shows that the archaeological slogan of the Kota Cina can be produce and contribute to deliver the message in order to revitalize the diversity.Tulisan ini membahas kebinekaan masyarakat Indonesia yang semakin rentan menghadapi ujian dan tantangan seiring semakin berkembangnya teknologi informasi. Institusi penelitian arkeologi sudah sepantasnya mampu memberikan kontribusi melalui hasil penelitian dalam hal ini Situs Kota Cina di Kota Medan Sumatera Utara. Dalam upaya merevitalisasi kebinekaan, hasil penelitian Situs Kota Cina diangkat sebagai bahan kampanye slogan arkeologis. Slogan-slogan arkeologis hasil penelitian Situs Kota Cina dibuat berdasarkan kajian paramater pengamatan komunikasi massa yang terukur dengan metode analisis isi. Dari hasil pengamatan, slogan arkeologis hasil penelitian Situs Kota Cina dapat dibuat dan diyakini mampu berkontribusi menyampaikan pesan dalam usaha merevitalisasi kebinekaan, dengan catatan yang harus diperhatikan menyangkut penguasaan materi seputar hasil penelitian Situs Kota Cina
Tinjauan UU RI Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Terhadap Pengelolaan Desa Bawömataluo Sebagai Kawasan Cagar Budaya
AbstractThis article reviews the policy of cultural heritage management of Bawömataluo village of South Nias Regency, having been proposed as a nominee of Indonesian cultural heritage to UNESCO since 2009 of no approval. The ratification of the Indonesian Government Law No. 11 the year of 2010 on cultural heritage and the Indonesian Government Law No 6 the year of 2014 about village affairs affects the lawful management of Bawömataluo village according to both UNESCO’s and Indonesian Government’s rulings. It is an inductive reasoning article that begins its discussion from data resulting from observations, interviews, and library studies. Those data are then analyzed and interpreted to formulate a hypothesis that the Indonesian Government Law No. 11 the year of 2010 on cultural heritage and the Indonesian Government Law No 6 the year of 2014 about village affairs are complementary, not contradictory. However, some distinct terminologies are worth noticing for possible future misinterpretations.AbstrakTulisan ini mengkaji kebijakan pengelolaan di Kawasan Cagar Budaya (KCB) yang dalam hal ini menggunakan Desa Bawömataluo (Kabupaten Nias Selatan) sebagai objek kajian. Sudah sejak tahun 2009 desa ini diusulkan ke UNESCO sebagai nominasi daftar warisan budaya dari Indonesia, namun masih belum mendapat pengesahan. Seiring telah disahkannya UU RI No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan yang terbaru UU RI No. 6 Tahun 2014 tentang desa, dirasakan penting untuk melihat desa Bawömataluo dari perspektif kedua produk hukum tersebut. Harapannya agar pengelolaan Desa Bawömataluo selama ini, dapat disesuaikan dengan kaidah peraturan perundang-undangan di Indonesia maupun di UNESCO sendiri. Tulisan ini menggunakan penalaran induktif yang berawal dari pembahasan setiap data hasil observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data-data tersebut dianalisis dan diinterpretasi untuk merumuskan sebuah hipotesis bahwa UU RI No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan yang terbaru UU RI No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa pada dasarnya tidak bertentangan dan saling mendukung. Namun ada beberapa perbedaan istilah kiranya
Peranan Media dalam Pemberitaan Penggalian Arkeologis di Situs Takengon Berdasarkan Teori Agenda Setting
AbstractThis article tries to describe the extent to which the public interest against an archaeological excavation that has been covered by mass media. By using the approach of mass communications (agenda setting theory), it is tried to make a model of how to link the interest of various stake holders to the news coverage of archaeological excavation in order to achieve the optimum benefit.
Visualisasi Kubur Sekunder Komunal di Pulau Samosir (Pendekatan Komunikasi Visual dalam Usaha Meningkatkan Kunjungan Wisata)
AbstractDiscussion on the visualization of secondary communal graves on Samosir intended to study the problems related to the captured messages by the public based on visual signs that are used when looking at a tourism promotion. Messages that are captured visually by the communicants (receiver of the messages) apparently can differ from the initial messages from communicator (sender of the messages). Through visual communication approaches that deliver is expected the messages can be accepted by the public in order to increase the tourist visits
Berita penelitian arkeologi: situs dan objek arkeologi di Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara
Penelitian arkeologis di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara adalah pelaksanaan program kegiatan Balai Arkeologi Medan melalui dana Tahun Anggaran 2007. Kegiatan ini merupakan upaya pengenalan potensi sumberdaya arkeologi di sebagian wilayah Propinsi Sumatera Utara, dalam rangkaian studi untuk mengungkap berbagai aspek kehidupan masyarakat di daerah tersebut dari
masa ke masa. Hasil yang diharapkan adalah peta sebaran kepurbakalaan daerah tersebut yang kelak menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya, maupun kepentingan lain berkenaan dengan pemanfaatan aset budaya itu. Begitu pula dengan pemahaman mengenai aspek kehidupan masyarakatnya di masalalu, sebagai bagian masyarakat yang hidup di wilayah itu
