1,722,104 research outputs found
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR MENYUNDUL (HEADING) PERMAINAN SEPAK BOLA MENGGUNAKAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS VI SD PLUS SILMI RAMADHAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar permainan sepak bola yaitu menyundul (Heading) pada siswa kelas 6 SD Plus Silmi Ramadhan Kabupaten Bekasi menggunakan media bola karet. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif. Sampel adalah siswa kelas 6 SD Plus Silmi Ramadhan Kabupaten Bekasi. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan teknik pre test untuk kemudian mendapatkan nilai hasil belajar siklus 1. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata siklus 1 adalah 83,5 dan mengalami kenaikan yang signifikan pada saat post test. Dalam hal ini peneliti dapat mengatasi masalah pada siswa yang masih banyak melakukan teknik yang kurang baik dan benar dalam meningkatkan hasil belajar teknik dasar menyundul (heading) pada permainan sepak bola pada siswa kelas 6 SD Plus Silmi Ramadhan Serang Baru Kabupaten Bekasi.
*****
This research aims to improve the learning outcomes of basic soccer game movements, namely heading, in grade 6 students at SD Plus Silmi Ramadhan, Bekasi Regency using rubber ball media. The type of research is classroom action research (PTK). The method used is quantitative descriptive. The sample was 6th grade students at SD Plus Silmi Ramadhan, Bekasi Regency. The data collection procedure was carried out using a pre-test technique to then obtain the value of learning outcomes for cycle 1. The results of the research showed that the average value for cycle 1 was 83.5 and experienced a significant increase during the post test. In this case, researchers can overcome the problem of students who still use many techniques that are not good and correct in improving the learning outcomes of basic heading techniques in soccer games in grade 6 students at SD Plus Silmi Ramadhan Serang Baru, Bekasi Regency
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN PENCAMPURAN WARNA DENGAN PERCOBAAN SAINS SEDERHANA DI TK ISLAM SILMI SAMARINDA
Kemampuan kognitif diperlukan oleh anak dalam rangka mengembangkan pengetahuan tentang apa yang anak dengar, rasa, raba ataupun ia cium panca indera yang ia miliki.. Dalam pembelajaran kognitif khususnya pembelajaran sains masih banyak kendala yang terjadi di lapangan, salah satunya adalah kurangnya kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran terutama dalam mengenalkan warna pada anak pada anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut : Bagaimanakah meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan eksperimen pencampuran warna pada  usia 5-6 tahun TK Islam Silmi ? b) Apakah kegiatan mencampur warna dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun TK Islam Silmi ? Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui pencampuran warna dengan kegiatan percobaan sains sederhana pada usia 5-6 tahun TK Islam Silmi. Berdasarkan hasil observasi dan penelitian dilakukan dengan berpedoman pada beberapa aspek atau indikator yang meliputi: Anak mampu melakukan percobaan mencampur warna, anak mampu mencampur dengan kesesuaian warna, anak mampu menceritakan hasil percobaa sains sederhana. Setelah dilaksanakan penelitian yang berjalan selama dua siklus, terbukti bahwa ternyata ada perubahan setelah dilakukan tindakan atau setelah diterapkan metode yang sesuai saat bermain mencampur warna. Berikut ini adalah penjelasan peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II, pada siklus I dengan rata-rata nilai persentase ketuntasan rata-rata mencapai 50%, pada siklus II mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai persentase ketuntasan mencapai 90%. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pencampuran warna dengan percobaa sains sederhana dapat meningkatkkan perkembangan kognitif di bidang sains pada anak usia 5-6 tahun TK Islam Silmi di Samarinda Utara
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA : Studi Korelasional pada Peserta Didik Kelas VII MTs Al-Inayah Bandung Tahun Ajaran 2018/2019
ABSTRAK
Silmi Rasyidah, 1400896. (2019). Hubungan antara Self-compassion dengan Kecerdasan Emosional Pada Remaja (Studi Korelasional pada Peserta Didik Kelas VII MTs. Al-Inayah Bandung Tahun Ajaran 2018/2019).
Self-compassion merupakan salah satu bahasan yang mampu menjelaskan bagaimana individu bertahan, memahami, dan mencari makna suatu kegagalan dan kesulitan sebagai hal yang positif. Artinya, self-compassion menghasilkan jalan keluar yang bijak saat menghadapi emosi yang sulit.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-compassion dengan kecerdasan emosional peserta didik kelas VII MTs. Al-Inayah Bandung Tahun Ajaran 2018/2019. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket self-compassion berjumlah 28 item dan angket kecerdasan emosional berjumlah 44 item. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi yang melibatkan 123 subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan umum self-compassion dan kecerdasan emosional berada pada kategori sedang. Hasil pengujian korelasi menggunakan Spearman Rank Order Correlation (rho) menunjukkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara self-compassion dan kecerdasan emosional peserta didik. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukan self-compassion berkontribusi sebesar 11,1% pada kecerdasan emosional. Temuan penelitian berimplikasi pada perlunya pengembangan self-compassion dan kecerdasan emosional melalui layanan bimbingan dan konseling menggunakan teknik bimbingan kelompok.
Kata Kunci : Self-compassion, Kecerdasan Emosional, Remaja
ABSTRACT
Silmi Rasyidah, 1400896. (2019). The Relationship between Self-compassion and Emotional Intelligence in Adolescents (The Correlational sStudy on The Students of Class VII MTs. Al-Inayah Bandung School Year 2018/2019).
Self-compassion is a discussion on how individuals may endure, understand, and seek the meaning of a failure and difficulty as a positive thing. That is, self-compassion generates a wise escape while dealing with difficult emotions. This study aims to uncover the relationship between self-compassion and the emotional intelligence of the students of the VII MTs. Al-Inayah Bandung school year 2018/2019. The study used a quantitative approach with a correlation method involving 123 research subjects. The results showed a general tendency of self-compassion and emotional intelligence in the medium category The data collection tool used is the self-compassion questionnaire amounting to 28 items and an questionnaire amounting to 44 items. The correlation test result using the Spearman Rank Order Correlation (rho) shows a significant relationship between self-compassion and the emotional intelligence of learners. Coefficient of determination of the test results shows that self-compassion contributes 11.1% to emotional intelligence. Research findings implicate the need for the development of self-compassion and emotional intelligence by hand through guidance and counseling services using group guidance techniques.
Keywords: Self-compassion, Emotional Intelligence, Adolescent
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN KUMUR EKSTRAK KATEKIN GAMBIR TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT SALIVA PADA PENDERITA GINGIVITIS
Pengaruh Penggunaan Larutan Kumur Ekstrak Katekin Gambir Terhadap Jumlah Leukosit Saliva Pada Penderita Gingivitis
Silmi Gusdayuni, Hafni Bachtiar, Aida Fitriana
ABSTRAK
Penyebab utama gingivitis adalah bakteri plak. Produk-produk bakteri tersebut akan menstimulasi migrasi leukosit ke saliva yang berasal dari cairan sulkus gingiva. Ekstrak katekin gambir bermanfaat sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan larutan kumur ekstrak katekin gambir terhadap jumlah leukosit saliva pada penderita gingivitis.
Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan metode pretest and posttest with control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Padang yang berjumlah 20 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok perlakuan menggunakan larutan kumur ekstrak katekin gambir dan kelompok kontrol menggunakan akuades. Sampel saliva diambil dengan metode spitting dua kali, yaitu pada hari ke-1 sebagai data awal dan pada hari ke-8 sebagai data akhir. Jumlah leukosit saliva diamati di bawah mikroskop menggunakan metode kamar hitung.
Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan larutan kumur ekstrak katekin gambir berpengaruh dalam menurunkan jumlah leukosit saliva pada penderita gingivitis.
Kata kunci: katekin, gambir, leukosit, saliva, gingiviti
- …
