1,721,069 research outputs found
Haul Syekh Sihabuddin al-Yamani di Desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal : tinjauan teori tindakan sosial Max Weber
Haul adalah serangkaian kegiatan untuk memperingati jasa dan juga sebagai ucapan terima kasih kepada Syekh Sihabuddin sebagai pendiri Desa Yamansari yang sudah menyebarkan agama Islam dan sudah berjuang mengislamkan para leluhur di wilayah Jawa khususnya di Desa Yamansari sehingga desa ini menjadi desa yang agamis dengan mayoritas penduduknya 100% Islam. Tujuan dari penelitian ini yaitu pertama, untuk mengetahui asal-usul tradisi haul Syekh Sihabuddin al-Yamani serta perspektif sosiologi Max Weber terhadap tradisi haul Syekh Sihabuddin al-Yamani.
Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Data primernya yaitu hasil wawancara dengan ulama dan tokoh keagamaan setempat. Sedangkan data sekundernya yaitu data yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi literature atau data laporan bacaan yang relevan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisi data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data serta verifikasi.
Hasil penelitian haul Syekh Sihabuddin al-Yamani di Desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal (Tinjauan Teori Tindakan Sosial Max Weber) yaitu pertama, latar belakang haulnya Syekh Sihabuddin al-Yamani berawal dari ketika dulu ada seorang Habaib yang merupakan keturunan Hadramaut, lebih tepatnya di Negara Yaman datang untuk bertamu ke rumah Bapak KH. Chambali Utsman. Beliau datang ke Indonesia untuk mencari makam Syekh Sihabuddin al-Yamani, menurut beliau Syekh Sihabuddin ini merupakan seorang ulama yang menyebarkan ajaran agama Islam yang berasal dari Negara Yaman. Kedua, hampir semua masyarakat Desa Yamansari memandang adanya haul Syekh Sihabuddin al-Yamani ini adalah positi serta masyarakatnya sangat antusias di dalam mengikuti kegiatan haul tersebut, bahkan semua perlengkapan kegiatannya haul itu sendiri semuanya dari masyarakat. Ketiga, tradisi haul Syekh Sihabuddi al-Yamani ini merupakan salah satu kategori tindakan tradisionalnya Max Weber, yang mana ritual tersebut menjadi warisan leluhur pada zaman dahulu, yang dipercaya oleh masyarakat ada unsur religiusitasnya dari nenek moyang untuk generasi ke generasi
ANALISIS PERBANDINGAN MEKANISME SWAKELOLA DAN KONTRAKTUAL UNTUK PEKERJAAN PEMELIHARAAN JALAN DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2022
ABSTRAK
Sihabuddin Kholiq. Program Studi Magister Teknik Sipil, Program Pascasarjana,
Institut Teknologi Nasional Malang, Desember 2022. Analisis Perbandingan
Mekanisme Swakelola dan Kontraktual Untuk Pekerjaan Pemeliharaan Jalan di
Kabupaten Malang Tahun 2022. Tesis, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Sutanto
Hidayat, MT , (II) Ir. Tiong Iskandar, MT.
Jalan memiliki peran penting untuk menjamin pergerakan orang dan barang
di Kabupaten Malang yang memiliki wilayah sangat luas dan dikelilingi oleh
gunung dan dataran rendah. Oleh karena itu, pemeliharaan jalan juga menjadi
sebuah hal yang sangat penting berdasar letak geografis Kabupaten Malang.
Selama ini ada dua metode yang digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan jalan
yaitu swakelola dan kontraktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat
kepuasan stakeholder terhadap kinerja pelaksana pekerjaan pemeliharaan jalan
yang menggunakan mekanisme swakelola dan kontraktual. Selain itu, juga
dilakukan analisis untuk mengetahui variabel kinerja kontraktor yang perlu
ditingkatkan dan dipertahankan. Setelah itu, dilakukan analisis perbandingan
tingkat kepuasan diantara kedua metode tersebut.
Untuk mengukur tingkat kepuasan stakeholder terhadap metode swakelola
dan kontraktual, digunakan analisis Customer Satisfaction Index (Indeks Kepuasan
Pelanggan). Selain itu, Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk
mengetahui variabel kinerja yang harus segera ditingkatkan dan dipertahankan dari
pelaksana pekerjaan yang menggunakan kedua metode tersebut. Setelah itu,
dilakukan uji t untuk membandingkan tingkat kepuasan stakeholder terhadap
kinerja pelaksana pekerjaan dengan metode swakelola dan kontraktual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder merasa sangat puas
terhadap kinerja pelaksana pekerjaan pemeliharaan jalan dengan mekanisme
swakelola (89,65%) dan kontraktual (90,52%). Juga ditemukan bahwa tidak ada
perbedaan signifikan diantara kedua metode tersebut. Namun demikian ada
beberapa variabel kinerja yang harus ditingkatkan baik oleh kontraktor pelaksana
dengan metode swakelola dan juga kontraktual.
Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, Stakeholder, Swakelola, Kontraktual
ABSTRACT Sihabuddin Kholiq. Master of Civil Engineering. Post Graduate Program of Institute of National Technology. December 2022, A Comparative Study between Contractors’ Performance of Road Maintenance Project Using Self-Management and Contractual Mechanism of 2022 in Malang Regency. Thesis. Advisors: (1) Prof. Dr. Ir. Sutanto Hidayat, MT , (II) Ir. Tiong Iskandar, MT Roads have crucial role in ensuring movement of people and goods in Malang Districts which have a wide area surrounded by mountain and lowlands. Therefore, road maintenance is fundamental. At present, there are two kinds of working mechanism used for road maintenance namely self-management and contractual mechanism. This study aims at analysing stakeholders’ satisfaction on contractor’s performance for road maintenane project using self-management and contractual mechanism. In addition, it also aims at analyzing performance variables that should be improved from both contractors. At last, the two satisfaction indexes will be compared. Analysis of Customer Satisfaction Index is employed to measure stakeholders’ satisfaction on the performance of contractor using self-management and contractual mechanism. In order to find out performance variables that should be improved, Importance Performance Analysis (IPA) is used. Then, t test is used to compare the two score of satisfaction index. The result of this study show that stakeholders are highly satisfied with the performance of contractor using self management (89,65% of CSI score) and contractual (90,52% of CSI score) mechanism. It is also found out that there is no significance differences between the two level of satisfacton. However, there are several performance variabel that should be improved by the two type contractors. Keyword: Satisfaction index, stakeholder. Self-managemen and contractual mechanis
Pandangan Al-Syafi'i dalam Qawl Qadim dan Qawl Jadid : satu analisis / Sihabuddin Muhaemin.
PENERAPAN PERATURAN DESA NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG LARANGAN BERBURU SATWA LIAR DALAM PERSPEKTIF FIQH BI’AH (Studi di Desa Picisan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Sihabuddin, NIM 17104153103, Penerapan Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2012
Tentang Larangan Berburu Satwa Liar dalam Perspektif Fiqih Bi’ah (Studi
Di Desa Picisan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung), Jurusan
Hukum Tata Negara, Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, 2019,
Pembimbing Dr. H. M. Darin Arif Muallifin, S.H., M.Hum.
Kata Kunci : Perburuan Satwa Liar, Peraturan Desa, Fiqh Bi’ah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebuah Peraturan Desa yang
dalam penerapannya tidak sesuai dengan apa yang telah dituangkan dalam
Peraturan Desa. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya suatu lembaga/satuan
tugas sebagai aparat penegak hukum dalam pelaksanaan Peraturan Desa tersebut,
sehingga banyak masyarakat yang melakukan perburuan satwa liar dan
mengabaikan Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2012 tentang Larangan Berburu
Satwa Liar.
Rumusan masalah ini adalah 1) Bagaimana penerapan Peraturan Desa
Nomor 7 Tahun 2012 tentang Larangan Berburu Satwa Liar di Desa Picisan? 2)
Apa saja masalah dalam penerapan Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2012 tentang
Larangan Berburu Satwa Liar di Desa Picisan? 3) Bagaimana perburuan satwa liar
dalam perspektif Fiqh bi’ah?
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana penerapan
Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2012 tentang Larangan Berburu Satwa Liar di
Desa Picisan. Untuk mengetahui masalah dalam penerapan Peraturan Desa No. 7
Th. 2012 tentang Larangan Berburu Satwa Liar di desa picisan. Untuk
mengetahuin bagaimana perburuan satwa liar dalam perspektif Fiqh bi’ah.
Metode penelitian yang diginakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
berupa pengamatan, wawancara atau penelaah dokumen. Teknik analisa data
menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah masyarakat Desa Picisan memang masih ada
yang melakukan pelanggaran perburuan liar. Peraturan yang kurang baik, tidak
ada aparat penegak hukum yang jelas serta kesadaran hukum masyarakat yang
rendah sehingga masih terjadi perburuan liar. Dalam Fiqh bi’ah kita diberikan
amanah oleh Allah berupa bumi untuk dikelola dengan baik, dan Allah melarang
berbuat kerusakan karna perburuan liar tersebut merupakan salah satu perbuatan
yang merusak ekosistem
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
