1,720,970 research outputs found
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) KOTA PASURUAN DI KOTAMADYA PASURUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan nasabah,
tingkat pendidikan dan agunan terhadap permintaan kredit pada PT. Bank
Perkreditan Rakyat KOTA Pasuruan. Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda melalui uji-t, uji-F dan uji asumsi
klasik.
Hasil uji-t menunjukkan bahwa pendapatan nasabah dan tingkat
pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan kredit karena
t-hitung pendapatan nasabah dan tingkat pendidikan lebih kecil dari t-tabelnya,
sedangkan agunan berpengaruh dan signifikan terhadap permintaan kredit karena
t-hitungnya lebih besar dari t-tabelnya. Hasil uji-F menunjukkan bahwa secara
bersama-sama pendapatan nasabah, tingkat pendidikan, dan agunan berpengaruh
terhadap permintaan kredit karena F-hitungnya lebih besar daripada t-tabelnya.
Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi tersebut terbebas dari
masalah multikolinieritas, heterokedastisitas, autokorelasi dan berdistribusi
normal
Pengembangan Skenario Pengadaan Spare Part MO 48 KH Mesin PLTMG Berdasarkan Validasi Klasifikasi dan Analisis Multi-Kriteria
Efisiensi pengelolaan spare part mesin pembangkit di remote area menjadi tantangan utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan. PLTMG XYZ yang berperan strategis dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan menghadapi permasalahan tingginya biaya pengadaan spare part OEM, keterbatasan ketersediaan material, serta panjangnya waktu pengadaan. Perkembangan teknologi Reverse Engineering membuka peluang pemanfaatan spare part Non-OEM untuk menekan biaya, namun pemilihan skenario pengadaan yang optimal berdasarkan tingkat kekritisan spare part masih memerlukan pendekatan pengambilan keputusan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan skenario pengadaan spare part MO 48 KH dengan pendekatan klasifikasi teknis dan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Klasifikasi spare part dilakukan berdasarkan prinsip Reliability Centered Maintenance dan divalidasi melalui metode Delphi satu putaran. Selanjutnya, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot prioritas antar kriteria, di mana Operational Risk memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,33, diikuti oleh Technical Performance (0,25) dan Cost (0,14). Bobot tersebut digunakan dalam metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk mengevaluasi tiga alternatif skenario pengadaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif skenario Kombinasi OEM & Non-OEM merupakan skenario terbaik dengan nilai preferensi Vi = 0,65, unggul dibanding Full OEM (Vi = 0,63) dan Full Non-OEM (Vi = 0,37). Skenario kombinasi OEM & Non-OEM ini berpotensi menghasilkan efisiensi biaya pengadaan sebesar 5,03% dibandingkan penggunaan full OEM, dengan estimasi penghematan anggaran sebesar Rp6,57 miliar untuk rencana pengadaan tahun 2025. Temuan ini sejalan dengan kondisi aktual di lapangan, di mana fleksibilitas pengadaan dan efisiensi biaya menjadi faktor dominan dalam mendukung keandalan operasional pembangkit. Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis pengadaan material di unit pembangkit serupa, serta memberikan kontribusi akademik dalam integrasi metode MCDM berbasis klasifikasi teknis spare part.
=======================================================================================================================================
Efficient management of power plant spare parts in remote areas presents a major challenge in maintaining the reliability of the electrical system. PLTMG XYZ, which plays a strategic role in the Kalimantan Interconnected System, faces problems related to the high cost of procuring OEM spare parts, limited material availability, and long lead times. The advancement of Reverse Engineering technology offers opportunities to utilize Non-OEM spare parts to reduce costs. However, selecting the optimal procurement scenario based on the criticality level of each spare part still requires a structured decision-making approach. This study aims to formulate a procurement scenario for MO 48 KH spare parts using a technical classification approach and multi-criteria decision-making methods. Spare parts classification was carried out based on the principles of Reliability Centered Maintenance and validated through a one-round Delphi method involving internal experts. The Analytical Hierarchy Process (AHP) was then applied to determine the priority weights of evaluation criteria, with Operational Risk receiving the highest weight (0.33), followed by Technical Performance (0.25) and Cost (0.14). These weights were used in the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method to evaluate three alternative procurement scenarios. The analysis results indicate that the OEM & Non-OEM Combination is the most favorable scenario, achieving the highest preference value (Vi = 0.65), compared to Full OEM (Vi = 0.63) and Full Non-OEM (Vi = 0.37). This OEM & Non-OEM combination scenario potentially yields procurement cost savings of 5,03% compared to Full OEM, with an estimated budget efficiency of IDR 6,57 billion for the 2025 procurement plan. These findings are consistent with real-world conditions, where procurement flexibility and cost efficiency are key factors in supporting power plant operational reliability. This decision model is expected to serve as a strategic foundation for spare part procurement in similar power plant units and contribute academically to the application of MCDM methods based on technical spare part classification
Pengembangan Aplikasi Web Hr Dashboard Pada Pt. Pupuk Kujang
Dalam era globalisasi sekarang ini, Sistem Informasi Kepegawaian dituntut untuk meningkatkan kinerja dan daya saing sebagai badan usaha. Kepegawain harus merumuskan kebijakan-kebijakan strategis antara lain efisiensi dari dalam (organisasi, manajemen, serta SDM) serta harus mampu secara cepat dan tepat mengambil keputusan untuk peningkatan pelayanan kepada karyawan agar dapat menjadi organisasi yang responsif, inovatif, efektif, efisien dan menguntungkan.
Sistem Informasi Kepegawaian (SIK) adalah sistem komputerisasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis Kepegawaian dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk mendukung kinerja dan memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat. Berbagai pengalaman Perusahaan yang menggunakan sistem administrasi konvensional menunjukan banyaknya kehilangan kesempatan memperoleh data akibat dari lemahnya koordinasi antar departemen maupun kurangnya dukungan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan terintegrasi
Analisis hukum pidana Islam terhadap penganiayaan oleh supporter sepakbola yang menyebabkan kematian dalam: putusan No 274/PID.SUS/2018/PN BTL: perlindungan anak
Peristiwa pertengkaran antar supporter sepakbola jika melihat dari sudut pandang hukum pidana memicu permasalahan hukum disebabkan dalam KUHP mengatur tentang penganiayaan. Dikarenakan yang menjadi korban anak-anak maka hakim memberi putusan dengan sanksi yang diterapkan Pasal 80 ayat (3) jo pasal 76C UU No 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.
Skripsi ini memiliki tujuan dan manfaat. Untuk mengetahui beberapa pertimbangan hukum hakim dalam memberikan putusan perkara tindak pidana penganiayaan yang diperbuat oleh massa oknum supporter. Untuk mengetahui sanksi dari tindak pidana penganiayaan yang diperbuat oleh massa oknum supporter yang menyebabkan kematian perspektif hukum pidana Islam. Untuk mengetahui relevansi diantara putusan No 274/Pid.Sus/2018/Pn Btl dengan hukum pidana Islam adanya suatu gambaran perbandingan sanksinya menurut hukum nasional maupun hukum pidana Islam.
Bisa disimpulkan penganiayaan ialah suatu tindakan yang melibatkan lebih dari satu orang, atau melibatkan orang yang banyak tanpa batasan jumlahnya. Jadi berdasarkan delik turut serta dijelaskan dimana suatu kelompok yang terlibat didalam penganiayaan dapat dihitungkan jumlah individu yang terlibat seseorang dan seberapa jauh keterlibatannya.
Untuk memperoleh output penelitian skripsi ini digunakan sebuah Metode Dokumentasi, metode tersebut adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian meliputi: buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter data yang relevan penelitian.
Dari hasil analisis penelitian ini telah didapat justifikasi bahwa hakim lebih cenderung menggunakan pertimbangan yang bersifat yuridis, dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan perkara. Dari hasil putusan hakim pada kasus tersebut seharusnya sanksi kepada pelaku memiliki bobot yang seimbang dan hukuman yang sama dikarenakan tindakan pidana tersebut dilakukan secara bersamaan dimana terdakwa hanya dijatuhi hukuman penjara 3-4 tahun. mengapa demikian perlu diketahui bahwa dalam esensi bernegara maupun beragama perilaku adil harus tetap ditegakan dikarenakan jika tidak demikian akan ada pihak yang merasa lebih dirugikan walau pada dasarnya pihak tersebut bersalah,. Dari segi relevansi antara hukum nasional dan hukum Islam dari kasus tersebut terdapat kesamaan yang dilihat dari segi tujuan antara hukum pidana Islam dengan hukum nasional dalam menerapkan tindak pidana dan hukumannya
KEPUTUSAN UNTUK LANGSUNG MENJUAL PRODUK DAN MEMPROSES LEBIH LANJUT PRODUK TOTTEBAG (STUDI KASUS: PT. ANGIN TIMUR PRODUKSI)
PT Angin Timur Produksi merupakan salah satu perusahaan manufaktur penghasil
tas tottebag yang terdapat di Yogyakarta. PT Angin Timur Produksi bergerak di
industri tas yang mengolah kain kanvas menjadi tas tottebag. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui alternatif manakah yang dapat meningkatkan
laba perusahaan antara menjual atau memproses lebih lanjut produk cacat yang
dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang menggunakan
data primer. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa laba yang
diperoleh dari memproses lebih lanjut produk kurang baik atau disebut produk B
menjadi produk kulaitas baik atau disebut produk A adalah sebesar Rp
35.359.219,00 dan laba dari mejual langsung produk B yakni sebesar Rp
9.539.347,00 sehingga laba diferensialnya adalah sebesar Rp 25.819.872,00. Dari
hasil analisis, laba ketika memproses lebih lanjut produk B menjadi produk A lebih
besar dibandingkan dengan mejual langsung produk B yakni sebesar Rp
25.819.872,00. Berdasarkan hal tersebut penulis menyarankan PT Angin Timur
Produksi untuk memproses lebih lanjut produk B menjadi produk A agar laba yang
diperoleh lebih tinggi
Strategi Manajemen Media oleh Humas Pemerintah Daerah (Studi Deskriptif Kualitatif Terhadap Strategi Humas Pemkab Sragen Dalam Mengelola Media)
Dalam rangka melakukan pelayanan terhadap masyarakat, Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Sragen menjadi jembatan komunikasi antara Masyarakat dan Pemerintah Sragen melalui informasi. Media berperan penting dalam mengatur dan me-manage pemberitaan yang muncul ditengah masyarakat, oleh karena itu Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Sragen harus melakukan manajemen media secara matang , meliputi manajemen media internal dan manajemen media relations, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan gambaran mengenai strategi Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Sragen Dalam Mengelola Media.
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode dasar menggunakan studi kasus, langkah-langkah analisis data yaitu wawancara, observasi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian mengenai Manajemen Media yang dilakukan Humas dan Protokol Pemerintah kabupaten Sragen adalah melakukan pengolahan terhadap media internal meliputi Press Release, Surat pembaca,Tabloid, Brosur, Advetorial, Press conference. Dan Radio Siaran Publik Daerah Buana Asri Sragen sebagai media radio resmi milik Pemerintah Kabupaten Sragen. Selain itu Humas juga melakukan manajemen media relations meliputi relasi dengan media, relasi dengan pers, dan bentuk kerjasama. Kedua strategi tersebut dilakukan dengan proses yang baik dan benar oleh humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Sragen demi mensukseskan visi, misi dan tujuan pemerintahan
Sistem Informasi Rekam Medis Di Klinik Sakura
Teknologi Informasi berbasis komputer memang sudah tidak asing lagi. Hal ini dibuktikan karna teknologi informasi berbasis komputer sangat berpengaruh dalam menunjang proses kerja perusahaan ataupun instantsi. Akan tetapi masih banyak juga instansi-instansi yang belum menggunakan teknologi komputer, seperti halnya instansi klinik sakura. Klinik sakura ini memiliki beberapa permasalahan dalam proses pendaftaran pasien, pemeriksaan serta proses pembayaran. Hal ini disebabkan karna belum adanya sistem terkomputerisasi pada area klinik sakura, khususnya pada bagian rekam medis pasien. Tujuan daripada penelitian ini ialah mengetahui sistem yang berjalan di klinik sakura, merancang, menguji dan mengimplementasikan. Metode yang digunakan dalam menganalisis serta merancang sistem informasi ini adalah metode berorientasi objek dengan bantuan Unified Modeling Language ( UML ). Dari proses pembuatan sistem informasi ini diharapkan dapat mengurangi masalah yang ada pada klinik sakura
Using Snake and Ladder Game in Teaching Speaking to the Second Year Students of SMAN.1 Takalar
The result of the t-test also shown that Using Snake and Ladder Games is effective to improve students’ speaking skill because the t-test, 7.77, is higher than t-table, 2.03 (2.06 >2.04)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
