281 research outputs found
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH MELALUI SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TERHADAP KINERJA GURU
Sidik Permana, 0606309, “Pengaruh Kebijakan Pemerintah Melalui Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Terhadap Kinerja Guru (Studi Pada Guru SMK Negeri 11 Bandung yang Telah Mengikuti Uji Sertifikasi Guru)”. Dibawah bimbingan Dr. B. Lena Nuryanti, M.Pd dan Drs. H. Eded Tarmedi, M.A
Undang- undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, dan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu dan kinerja guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru yang akan berdampak kepada peningkatan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengangkat tiga permasalahan penting, yaitu bagaimana hasil uji sertifikasi guru dalam jabatan di SMK Negeri 11 Bandung, bagaimana kinerja guru di SMK Negeri 11 Bandung dan seberapa pengaruh sertifikasi guru dalam jabatan terhadap kinerja guru di SMK Negeri 11 Bandung. Objek dalam penelitian ini adalah guru SMK Negeri 11 Bandung yang telah mengikuti uji sertifikasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sertifikasi guru (X) dan variabel terikat adalah kinerja guru (Y). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif, dan metode yang digunakan adalah explanatory survey dengan teknik sampling sampling random, Sampel dalam penelitian ini sebanyak 26 dengan menggunakan sampel jenuh. Teknik analisis data dan uji hipotesis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan alat bantu software komputer SPSS 17.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi guru memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di SMK Negeri 11 Bandung, dengan tingkat korelasi (r) 0,757. Hal ini berarti bahwa antara sertifikasi guru dan kinerja guru mempunyai korelasi dalam katagori kuat. Dengan mengkuadratkan korelasi diperoleh koefisien determinasi sebesar 57.4% yang berarti bahwa variabel sertifikasi guru mempengaruhi perubahan kinerja guru sebesar 57.4%. sedangkan 42.6% perubahan kinerja guru dipengaruhi oleh faktor lain
BUDAYA ORGANISASI BERBASIS MULTI BUDAYA DAN TOLERANSI DI SMPN 1 SILIRAGUNG BANYUWAGI
Budaya Organisasi menjadi tahap dalam pembinaan untuk siswa serta memberikan respon yang positif dalam menggali minat dan bakat yang di miliki para siswa serta pembentukan karakter bertoleransi para siswa mengingat bahwa Negara, Bangsa, Indonesia deangan ragam budayanya menyimpan jutaan keunikan endemic di setiap sudutnya. Mulai dari beragam Bahasa budaya bahkan agama , dan kepercayaan menjadikan Indonesia sebagai role model bersatunya setiap berbedaan yang ada, seperti mimpi yang tertuang dalam "Bhinneka Tunggal Ika" semua itu terlambang pada kaki sang garuda. Penelitian ini bertujuan supaya bisa mengetahui sejauh mana rasa toleransi yang dimiliki oleh setiap individu di sekolah tersebut. Penelitian ini merupakan suatu penelitian yang menggunakan teknik deskriptif kualitatif dimana suatu penelitian yang menghasilkan sajian berupa upaya yang di lakukan kepala sekolah serta sifitas sekolah SMPN 1 Siliragung Banyuwangi dalam menerapkan budaya organisai yang bermulti budaya serta saling bertolerasi satu sama lain. Penelitian ini menghasilkan bahwa SMPN 1 Siliragung Banyuwangi menanamkan, membentuk karakter dan sikap toleransi antar umat beragama baik dalam sekolah maupun masyarakat yang menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif serta berbudaya dengan kesyahduan antar sesama.
SIKAP SISWA TUNARUNGU SMALB TERHADAP PEMBELAJARAN DARING PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF DI SLB B SUKAPURA
Pendidikan jasmani adaptif bagi anak tunarungu berbeda dengan pendidikan jasmani bagi anak pada umumnya. di masa pandemi pembelajaran pendidikan jasmani disesuaikan kembali dengan pembelajaran secara daring. Sikap merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sikap siswa tunarungu SMALB terhadap pembelajaran daring pendidikan jasmani adaptif di SLB B Sukapura. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif tentang sikap siswa tunarungu SMALB terhadap pembelajaran daring pendidikan jasmani adaptif di SLB B Sukapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, sedangkan teknik dan pengumpulan data menggunakan angket. jumlah sampel dalam penelitian ini ada 8 siswa kelas X, XI, XII, SMALB. Hasil penelitian memperoleh nilai maksimum sebesar 126 dan nilai minimum sebesar 93 dari 40 butir soal dengan skor 1 sampai 4. Rerata diperoleh sebesar 109.38, dan standar deviasi 10.253. Kemudian dikategorikan menjadi 5 kategori, yaitu kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, sangat kurang baik, Dengan hasil yang demikian ini sikap siswa tunarungu SMALB terhadap pembelajaran daring pendidikan jasmani adaptif di SLB B Sukapura adalah cukup baik. Sikap siswa selanjutnya diharapkan berkembang tidak hanya cukup baik saja akan tetapi menuju baik dan sangat baik.
Kata Kunci: Sikap Siswa, Tunarungu, Pendidikan Jasmani Adaptif
ABSTRACT
ATTITUDE OF DEAF STUDENTS IN SMALB TO ONLINE LEARNING ADAPTIVE PHYSICAL EDUCATION IN SLB B SUKAPURA
Sidik Permana (1702002)
[email protected]
Adaptive physical education for deaf children is different from physical education for children in general. During the pandemic, physical education learning is readjusted with online learning. Attitude is one of the factors that affect student learning outcomes. This study aims to determine the attitude of deaf students in SMALB towards online learning ofeducationadaptive physicalat SLB B Sukapura. This research is a quantitative descriptive study on the attitude of deaf students in SMALB towards online learning of adaptive physical education at SLB B Sukapura. The method used in this research is a survey method, while the technique and data collection uses a questionnaire. the number of samples in this study were 8 students of class X, XI, XII, SMALB. The results of the study obtained a maximum score of 126 and a minimum score of 93 out of 40 items with a score of 1 to 4. The mean obtained was 109.38, and the standard deviation was 10.253. Then it was categorized into 5 categories, namely very good, good, quite good, poor, very poor. With this result, the attitude of deaf students in SMALB towards online learning ofphysical education adaptiveat SLB B Sukapura was quite good. Students' attitudes are then expected to develop.
Keywords: Student Attitudes, Deafness, Adaptive Physical Educatio
Solidaritas pemuda melalui organisasi karang taruna :studi kasus Karang Taruna Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung
ABSTRAK
Aditya Permana Sidik : Solidaritas Pemuda Melalui Organisasi Karang Taruna : Studi Kasus Karang Taruna Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak aktifnya karang taruna sebelumnya. Sehingga banyaknya kenakalan-kenakalan para pemuda di lingkungan Cisaranten Wetan. Pada tahun 2014 kebelakang rasa kebersamaan pemuda tidak berjalan dengan baik hal ini terlihat dari banyaknya tawuran antar RW dan kenakalan remaja dimasyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi objektif Karang Taruna Kelurahan Cisaranten Wetan, juga program kerja apa saja yang dilakukan dalam membentuk solidaritas pemuda dan mengetahui bagaimana solidaritas pemuda Cisaranten Wetan melalui organisasi Karang Taruna Kelurahan Cisaranten Wetan.
Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori Solidaritas sosial Emile Durkheim yang menjelaskan tentang dua tipe solidaritas mekanis dan organik. Masyarakat yang ditandai oleh solidaritas mekanis menjadi satu dan padu karena seluruh orang adalah generalis. Sebaliknya, masyarakat yang ditandai oleh solidaritas organik bertahan bersama justru karena adanya perbedaan yang ada didalamnya. Dan teori dari Max Weber tentang birokrasi, Weber menjelaskan bahwa gagasan ideal-rasional dari bentuk organisasi yang murni, yang kemudian dia sebut birokrasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. data dikumpulkan melalui observasi, wawancar mendalam, pada pengurus dan anggota Karang Taruna Cisaranten Wetan dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bawah dengan dilaksanakannya program kerja seperti bakti sosial, 17 Agustusan, peringatan Hut-Kota Bandung, pelatihan kewirausahaan, dibidang keilmuan kegiatan bela negara,, penanaman bibit unggul, tabligh akbar, magrib mengaji, ngopi bareng, fun futsal dan lain-lain dapat membentuk solidaritas pemuda di Cisaranten Wetan. Solidaritas para pemuda di Cisaranten Wetan dapat dikategorikan solidaritas organik, karna kondisi pemuda yang heterogen sehingga sudah terbagi pembagian kerja dalam pelaksanaan organisasi di karang taruna. Selain itu sudah terspesialisasinya pekerjaan dikalangan pemuda. Penempatan posisi dari ketua karang taruna yang menempatkan dirinya sebagai orang tertua yang dapat membantu segala permasalahan para pemuda baik itu persoalan pekerjaan, pergaulan efektif dalam membentuk solidaritas antar pemuda.
Kata Kunci : Solidaritas, Pemuda, Karang Tarun
Penyelesaian Sengketa Bidang Perbankan Pasca Beralihnya Fungsi Pengaturan dan Pengawasan dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Banking institutions is at the core of the financial system of each country. Bank is a financial institution that is home to natural persons, private enterprises and the state. Through the activities of credit and various other services, banks participating in the payment mechanism for all sectors of the economy. Activities fund for banks in the communities it covers transactions in credit purchases, utilization of the means of bank facilities such as the provision of credit cards, ATM, securities and others, position of the bank is an institution that is closely linked to the community and has a reciprocal relationship with the community itself in accordance with the framework of principles of banking law. How to Position and Role of the Financial Services Authority in the Settlement of Disputes for Banking, after the passing of Banking Supervision of Bank Indonesia to FSA? And How Contributions Authority financial services in settlement disputes and banking supervision in Indonesia? The research method is descriptive analysis, with normative juridical approach, which uses the primary data source is secondary data obtained through the study of documents, this study conducted two phases: the first phase of the research literature, with data collection technique using studies document that further secondary data analyzed juridical qualitative, then the second stage to add additional data to the object and continued to interview discussed. The author of the research results can find and conclude the following: the Status and Role Services Authority finances in the settlement of disputes between customers and banks through alternative dispute resolution after the transfer of the functions of banking upervision from Bank Indonesia to the financial services authority greatly assist the parties to the dispute either customer or bank to resolve the issue through consultation, Negotiation, Mediation, Conciliation and Adjudication and Arbitration for in Law No. 21 Year 2011 on the Financial Services Authority, the protection of customers are protected and included in the defense of the law, in contrast to the settlement of disputes through Bank Indonesia, which only provides a place without any recommendation or decision of the Bank of Indonesia. In the Banking Law legal relationship between the customer and the bank is not mentioned clearly so in case of a dispute the parties is hard to find completion. With the effective enactment of Law No. 21 Year 2011 concerning FSA Legal Protection of either the customer or the bank can be protected
Pembangunan Purawarupa Alat Uji Emisi Kendaraan Bermotor Kategori L3 (Studi Kasus: Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Bandung)
Lebih dari 70 % pencemaran udara disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan yaitu hidro karbon (HC) karbon monoksida (CO) dan Nitrogen Oksida (Nox) khususnya pada kendaraan roda dua atau kategori L3. Berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang Pengelolaan Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaran Bermotor Tipe Baru Kategori L3, ambang batas untuk silinder 150 cm�³ yaitu CO 2.0, HC 0.3 dan Nox 0.15. Terbatasnya jumlah alat uji emisi untuk kategori L3 menjadi salah satu alasan dibuatnya purwarupa alat uji emisi kategori L3. Alat ini dapat mendeteksi, mengukur serta menampilkan tingkat kandungan gas emisi CO, HC dan Nox. Mini Komputer yang digunakan untuk merancang alat ini adalah Raspberry Pi 3 serta Sensor yang digunakan diantaranya sensor CO(MQ-7), HC(MQ-2) dan Nox(MQ-135) sebagai komponen pendeteksi gas emisi. Data analog yang diambil dari sensor diolah menjadi data digital menggunakan Mini PC Raspberry Pi kemudian hasil pengukuran selanjutnya ditampilkan dilayar monitor berbasis web. Berdasarkan hasil pengujian, alat ini dapat berfungsi dengan baik, namun nilai hasil pengukuran masih mendapatkan rata rata delta sebesar 0.49% untuk CO dan 152.25ppm untuk HC, dimana nilai pengukuran yang didapatkan oleh purwarupa alat uji emisi lebih tinggi daripada alat alat uji emisi yang berada di balai pengujian kendaraan bermotor kota bandung. Sehingga didapat kesimpulan bahwa purwarupa alat uji emisi dapat berfungsi dengan baik namun nilai hasil pengukuran belum seakurat dengan alat uji emisi di balai pengujian kendaraan bermotor kota Bandung
PENGARUH SISTEM INFORMASI PENGADAAN BARANG TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN LOGISTIK DI PT. TEMPO GROUP CABANG BANDUNG
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kurangnya jumlah pegawai yang memahami konsep sistem informasi pengadaan barang yang digunakan pada perusahaan dan terjadinya keterlambatan pengiriman barang dari gudang ke konsumen. Penelitian ini dilakukan pada karyawan PT. TEMPO Bandung, bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas sistem informasi pengadaan barang terhadap kualitas kinerja karyawan di PT. TEMPO Bandung. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran kualitas sistem informasi pengadaan barang, gambaran kualitas kinerja pada PT. TEMPO Bandung, seberapa besar pengaruh sistem informasi pengadaan barang terhadap kinerja di PT. TEMPO Bandung.
Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah sistem informasi pengadaan barang dan kinerja. Indikator yang digunakan untuk sistem informasi pengadaan barang ini adalah, teknologi informasi, tenaga kerja, prosedur, struktur lokasi fasilitas, mutu informasi. Sedangkan indikator kinerja adalah, quantity of work, quality of work, creativeness, knowledge of job, cooperations, dependability, initiative, dan personal qualities.
Penelitian ini menggunakan metode survey penjelasan, teknik pengumpulan datanya dengan cara penyebaran angket. Instrumen yang digunakan adalah angket model skala Likert. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Jumlah karyawan PT TEMPO sebanyak 95 orang sehingga ukuran populasinya adalah 95 orang.
Analisis data diketahui bahwa koefisien korelasi antara variabel X (sistem informasi pengadaan barang) terhadap variabel Y (kinerja) dalam kategori tinggi dengan nilai sebesar 0.728. Koefisien Determinasi (KD) menunjukan bahwa kinerja dipengaruhi oleh sistem informasi pengadaan barang sebesar 52.95%. Koefisien regresi antara variabel X (sistem informasi pengadaan barang) dan variabel Y (kinerja) nyata adanya. Jika dikonfirmasikan dengan kriteria penolakan hipotesis menunjukan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima.
Kesimpulan hasil penelitian menunjukan sistem informasi pengadaan barang berpengaruh positif terhadap kinerja di PT. TEMPO Bandung dengan nilai 29.39 + 0.548 (X). Hal ini berarti kinerja bernilai 29.39 jika tidak ada sistem informasi pengadaan barang yang baik, tetapi jika ada sistem informasi pengadaan barang yang baik maka kinerja akan meningkat sebesar 0.548.. Secara garis besar keadaan sistem informasi pengadaan barang di PT TEMPO Bandung termasuk kategori baik
PENGARUH FOOD QUALITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA RUMAH MAKAN SARI SUNDA SOEKARNO-HATTA KOTA BANDUNG : Survei terhadap konsumen yang melakukan pembelian di Rumah Makan Sari Sunda Soekarno-Hatta Kota Bandung
Bandung terkenal sebagai kota wisata yang memiliki banyak keanekaragaman kuliner yang khas dan memiliki kualitas yang sudah diketahui wisatawan. Semakin banyaknya restoran yang memasarkan produk yang unik untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya, hal ini mengakibatkan persaingan menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, RM Sari Sunda sebagai salah satu restoran yang terkenal dengan masakan tradisionalnya terpacu untuk memperbaiki kualitas makanannya untuk meningkatkan tingkat pembelian sesuai targetnya. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kualitas makanan yang terdiri Warna, Penampilan, Bentuk, Tekstur, Aroma dan Rasa.
Dalam penelitian ini merumuskan tentang bagaimana food quality di RM Sari Sunda, bagaimana keputusan pembelian di RM Sari Sunda, dan bagaimana pengaruh antara food quality terhadap keputusan pembelian. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengenai food quality di RM Sari Sunda, keputusan pembelian di RM Sari Sunda dan pengaruh food quality terhadap keputusan pembelian. Unit analisis dari penelitian ini adalah konsumen di Rumah Makan Sari Sunda Soekarno Hatta Bandung dalam jumlah populasi sebanyak 100 konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif, penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, maka metode yang digunakan adalah metode cross sectional method. Penelitian ini menggunakan metode sampling insidental, sedangkan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dilakukan melalui studi kepustakaan dan kuesioner. Untuk mengukur besarnya pengaruh kualitas makanan terhadap keputusan pembelian digunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan statistik hipotesis, kualitas makanan yang terdiri dari Warna, Penampilan, Bentuk, Tekstur, Aroma dan Rasa dapat mempengaruhi keputusan pembelian serta berpengaruh positif dan signifikan secara parsial maupun simultan. Oleh karena itu, manajemen rumah makan diharapkan mampu meningkatkan kualitas dari makanannya dan melakukan diferensiasi produk sehingga kedepannya akan menambah nilai kepuasan kepada konsumennya.
Bandung is famous as a tourist city that has a lot of unique culinary diversity and have a good quality that has been known by tourists. Many of restaurants promotion dan marketing the unique product to attract a consumers as much as possible, this has resulted in competition becomes increasingly fierce. Therefore, RM Sari Sunda as one of the famous restaurant with traditional food motivated to improve the quality of food to increase the rate of purchase of the appropriate target. Such efforts can be done through the quality of food that consists Color, Appearance, Shape, Texture, Aromantic Appeal and Flavor.
Inthis studyformulatesabouthowfood qualityatSariSunda restaurant, howbuying decisionsinRMSariSunda, andhow theinfluence offood qualityon buying decisions. Theaim of thisstudyforaboutfood qualityinSariSundarestaurant, and influence of food quality on buying decisions at Sari Sunda restaurant.Unit of analysis of this research is a touris that be a consumers of Sari Sunda Restaurant Soekarno Hatta Bandung in the number of population of 100 guests. The used method in the study is a descriptive and verificative, this research was conducted in less than one year, then the method used is the method of cross-sectional method. This studyusesa samplingmethodincidental, whereas the data used are primary data and secondary data is conducted through literature study and questionnaire. To measure the amount of influence of food quality on buying decision is the Regresion Analysis. Based on the statistical hypothesis, the food quality of Colour, Presentation, Form, Texture, Aromatic Appeal and Flavour can affect buying decision and positive and also significant impact to partial or simultaneously. Therefore, management of restaurant expected to improve the product of quality and diferentation the product to improve a value of satisfaction on the consumers
Thorium Fuel Utilization Analysis on Small Long Life Reactor for Different Coolant Types
The contribution of local wisdom of the Baduy community to nature conservation: An ethnographic study based on ecological and customary perspectives
Background: This study analyzes the cultural relations of the Baduy community in their efforts to conserve nature using a qualitative approach based on ethnography. Methods: Data was collected through non-participatory observation and unstructured interviews with nine informants from the Baduy indigenous community in Banten. The analysis uses social ecology theory and customary law. Findings: The results show that the Baduy community consistently practices norms, spirituality, and nature conservation that have been passed down by their ancestors, even as globalization and modernism sweep through. The findings show that the Baduy community possesses ecological wisdom that functions as a form of local environmental governance, integrating spiritual values with environmental ethics. Their resistance to modernization and industrialization is not a rejection of progress, but a conscious effort to maintain the balance between humans and nature in accordance with traditional values. Conclusion: This research, grounded in local wisdom, not only deepens readers' understanding of the Baduy indigenous community's role in preserving cultural identity while conserving nature but also aids in the design of government policies. Novelty/Originality of this article: This research expands on previous studies by highlighting the spiritual aspect of the Baduy indigenous community as an important ecological actor that has received little attention in studies of indigenous ecology
- …
