68 research outputs found

    Representation of Locality in Media Art in Yogyakarta: Dedy Shofianto's Kinetic Art Case Study

    No full text
    In the development of contemporary art, the issue of identity becomes a central and important thing to be studied more deeply, especially the personal or communal identity of marginalized parties in the context of modern society. This is what makes local values elevated and become a specific, unique identity character and become the characteristic of the artist in his work. Similarly, artists in Indonesia form a qualified personal representation with specific local values based on their background. Not just dwelling on conventional media, artists explore media more broadly. New media such as digital devices, kinetics, sound and so on are felt to be able to represent the state of the surrounding environment without abandoning the local identity that remains attached. Dedy Shofianto is one of the Yogyakarta artists whose execution uses conventional media but with a different approach, where kinetic elements become an identity that is closely related to the artist, which is supported by a strong local content narrative. The visual representation and material characteristics carried have a background and cultural narrative that is a unique characteristic of each of Shofianto's works, such as the use of wood materials that are attached to Indonesia as a tropical country and the myths of the archipelago are visible representations in Shofianto's works.Dalam perkembangan seni kontemporer, persoalan identitas menjadi hal yang pokok dan penting untuk dikaji lebih mendalam, khususnya identitas personal atau komunal dari pihak yang terpinggirkan dalam konteks masyarakat modern. Hal ini yang membuat nilai-nilai lokal terangkat dan menjadi karakter identitas yang spesifik, unik dan menjadi penciri yang khas dari sang seniman dalam karyanya. Begitu pula seniman-seniman di Indonesia yang membentuk representasi personal yang syarat dengan nilai-nilai lokal spesifik berdasar latar belakang mereka. Tak sekedar berkutat di media konvensional, para seniman mengeksplorasi media secara lebih luas. Media-media baru seperti perangkat digital, kinetik, suara dan lain sebagainya dirasa mampu merepresentasi dengan keadaan lingkungan di sekitar tanpa menanggalkan identitas lokal yang tetap melekat. Dedy Shofianto adalah salah satu seniman Yogyakarta yang eksekusi kekaryaannya menggunakan medium konvensional namun dengan pendekatan yang cenderung berbeda, dimana unsur kinetik menjadi identitas yang lekat dengan sang seniman, yang didukung dengan narasi muatan lokal yang kuat. Representasi visual dan karakteristik material yang diusung memiliki latar belakang dan narasi kultural yang menjadi ciri khas unik dari masing-masing karya Shofianto, seperti penggunaan material kayu yang lekat dengan Indonesia sebagai negara tropis dan mitos-mitos nusantara menjadi representasi yang terlihat dalam karya-karya Shofianto

    SENI KRIYA KAYU KINETIK KUMBANG TANDUK

    No full text
    This Final Project’s artworks were inspired from author’s daily and hobby, it is GothicLolita that created into artwear. Lolita itself is one of fashion sub-culture that developed andpopular at Japan. Since childhood, author was really like comic and Japanese cartoon whichfamous at that time (1900s). That fondness continuing until author grows up and studyingdeeper about Japan, include their fashion such as Lolita.Creation methods that used are data collected from literature study and directobservation. Phenomenological methods are aesthetic, ergonomic, and semiotic. Realizationmethods that used for all the artworks are tie dye, batik, sulam tapis, and creative decorationtechnique which inspired from tapestry technique.The achieved result from this process is eight pieces of art wears dominated in black,red, blue, and purple that dyed from synthetic dyeing. Batik and tie dye applied in many partsof the artwear, such as skirt, pants, sleeve, and blouse. Whereas sulam tapis and creativedecoration technique applied as finishing touch to make the artwears looks glamorously. Keywords : Gothic Lolita, artwear, batik, tie dye  Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) sebagai inspirasi penciptaan karya seni kinetikkriya kayu memiliki beberapa kelebihan, yaitu keindahan kumbang tanduk dan seni kinetik.Kumbang tanduk memiliki ciri khas berupa tanduk pada kumbang jantan. Bentuk kumbangtanduk mengalami deformasi menjadi karya seni kinetik yang dibuat dengan penuh perhitungandan dengan mempertimbangkan keindahan gerak yang dihasilkan.Penciptaan karya tugas akhir ini menerapkan metode tiga-tahap enam-langkah dari SP.Gustami. Karya yang diciptakan adalah karya seni kriya kayu dalam bentuk kumbang tandukdipadukan dengan seni kinetik. Proses pembuatan karya terdiri dari proses pembuatan desain,pembentukan, finishing, dan evaluasi. Proses penghayatan, penyetaraan antara rasa danpikiran, dilakukan untuk memberikan spirit dan ruh agar karya dapat memberikan inspirasi,semangat, dan memberikan pesan-pesan kepada orang lain yang melihatnya.Dari aspek fungsi, karya ini dapat bergerak seperti layaknya kumbang tanduk hidup.Dengan mempertimbangkan nilai estetis, terciptalah enam karya seni ekspresi berwujud tigadimensi. Karya yang diciptakan menghasilkan karakter baru kumbang tanduk denganmemadukan bentuk-bentuk mekanik mesin seperti roda gigi, stang seher, baut, dan lain-lain.Semua karya terbuat dari kayu dengan tetap memperlihatkan karakter kumbang tanduk.Kata kunci: kumbang tanduk, deformasi, seni kineti

    Kumbang Tanduk Sebagai Dasar Penciptaan Karya Seni Kriya Kayu Kinetik

    No full text
    Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) sebagai inspirasi penciptaan karya seni kinetik kriya kayu memiliki beberapa kelebihan, yaitu keindahan kumbang tanduk dan seni kinetik. Kumbang tanduk memiliki ciri khas berupa tanduk pada kumbang jantan. Bentuk kumbang tanduk mengalami deformasi menjadi karya seni kinetik yang dibuat dengan penuh perhitungan dan dengan mempertimbangkan keindahan gerak yang dihasilkan. Penciptaan karya tugas akhir ini menerapkan metode tiga-tahap enamlangkah dari SP. Gustami. Karya yang diciptakan adalah karya seni kriya kayu dalam bentuk kumbang tanduk dipadukan dengan seni kinetik. Proses pembuatan karya terdiri dari proses pembuatan desain, pembentukan, finishing, dan evaluasi. Proses penghayatan, penyetaraan antara rasa dan pikiran, dilakukan untuk memberikan spirit dan ruh agar karya dapat memberikan inspirasi, semangat, dan memberikan pesan-pesan kepada orang lain yang melihatnya. Dari aspek fungsi, karya ini dapat bergerak seperti layaknya kumbang tanduk hidup. Dengan mempertimbangkan nilai estetis, terciptalah enam karya seni ekspresi berwujud tiga dimensi. Karya yang diciptakan menghasilkan karakter baru kumbang tanduk dengan memadukan bentuk-bentuk mekanik mesin seperti roda gigi, stang seher, baut, dan lain-lain. Semua karya terbuat dari kayu dengan tetap memperlihatkan karakter kumbang tanduk

    Burung Garuda Dalam Seni Kriya

    No full text
    Burung garuda merupakan simbol negara Indonesia yaitu garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Garuda diangkat sebagai sumber penciptaan kriya kayu ini berawal dari penulis melihat fenomena keadaan bangsa Indonesia pada saat ini. Semboyan Bhineka Tunggal Ika memiliki arti “berbedabeda tetapi tepat satu” akan tetapi, bangsa Indonesia pada saat ini berpecah belah dikarenakan suatu konflik agama, budaya, sosial, serta politik. Bentuk garuda dalam penciptaan ini akan mengalami suatu deformasi menjadi karya kinetik,pada umumnya kita melihat garuda dengan bentuk statis akan menghasilkan gerakan yang dinamis dalam karya ini. Penciptaan karya ini menerapakan beberapa teori sebagai landasan penciptaannya. Pertama teori Fenomenologi dari Kuswarno dengan pendekatan sudut pandang subjektivisme, teori ini sebagai cara melihat fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia. Kedua teori estetika, teori ini sebagai fungsi estetika dan sosial merupakan pokok utama. Ketiga teori kreativitas dari Rhodes bahwa kreativitas pada umumnya dirumuskan dalam istilah “Four P’s Creativity”, yaitu suatu hal yang saling berelasi antara person, proses, press, dan Products. Sementara metode penciptaan menggunakan penelitian berbasis praktek pada bagian proses prakteknya dilakukan tahapan eksplorasi, eksperimen dan eksekusi. Hasil temuan dari penciptaan ini yaitu, berbeda dengan kinetik pada umumnya karya ini digerakan dengan teknik mekanik dan elektronik yang akan menghasilkan sensor, sehingga penikmat seni dapat secara langsung berinteraksi dengan karya. Sementara itu dalam tahapan perwujudan karya digunakan beberapa teknik di kriya kayu untuk memperlihatkan nilai estetika dalam karyanya. Penciptaan ini menghasilkan lima karya yang terdiri dari tiga karya panel dan dua karya tiga dimensi. Setiap karya memiliki makna yang berbeda tetapi ada korelasi konsep yang sama. Karya yang diciptakan menghasilkan karakter baru Garuda dengan memadukan bentuk-bentuk mekanik mesin seperti roda gigi, baut, dengan perangkat elektronik. Semua karya tersebut di dominasi dari kayu dengan tetap memperlihatkan karakter Garuda dan makna yang terkandung di dalam Garud

    Kumbang Tanduk Sebagai Dasar Penciptaan Karya Seni Kriya Kayu Kinetik

    No full text
    Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) sebagai inspirasi penciptaan karya seni kinetik kriya kayu memiliki beberapa kelebihan, yaitu keindahan kumbang tanduk dan seni kinetik. Kumbang tanduk memiliki ciri khas berupa tanduk pada kumbang jantan. Bentuk kumbang tanduk mengalami deformasi menjadi karya seni kinetik yang dibuat dengan penuh perhitungan dan dengan mempertimbangkan keindahan gerak yang dihasilkan. Penciptaan karya tugas akhir ini menerapkan metode tiga-tahap enamlangkah dari SP. Gustami. Karya yang diciptakan adalah karya seni kriya kayu dalam bentuk kumbang tanduk dipadukan dengan seni kinetik. Proses pembuatan karya terdiri dari proses pembuatan desain, pembentukan, finishing, dan evaluasi. Proses penghayatan, penyetaraan antara rasa dan pikiran, dilakukan untuk memberikan spirit dan ruh agar karya dapat memberikan inspirasi, semangat, dan memberikan pesan-pesan kepada orang lain yang melihatnya. Dari aspek fungsi, karya ini dapat bergerak seperti layaknya kumbang tanduk hidup. Dengan mempertimbangkan nilai estetis, terciptalah enam karya seni ekspresi berwujud tiga dimensi. Karya yang diciptakan menghasilkan karakter baru kumbang tanduk dengan memadukan bentuk-bentuk mekanik mesin seperti roda gigi, stang seher, baut, dan lain-lain. Semua karya terbuat dari kayu dengan tetap memperlihatkan karakter kumbang tanduk

    Data-driven methodologies for decision making in engineering design

    No full text
    In the product development process, customer needs are essential to develop the product concepts. These concepts are crucial because the subsequent stages in the process are dependent on the selected concepts. Customer needs are conventionally gathered via survey-based methods, which may require extensive cost to conduct. Along with the massive growth of internet, an alternative to those survey-based methods emerges. Customer needs, as well as other insights about the customers, may be inferred from the opinions, feedbacks, or expectations that customers express in various online channels including online customer reviews. However, the volume and the generating velocity of the online customer review data surpass people's ability to analyze them in a reasonable time. Therefore, in order to utilize online reviews for supporting product designers in decision making, this work proposes methodologies that utilize Natural Language Processing tools, machine learning algorithms, and statistical models. In particular, the methodologies are proposed to support product designers in three specific aspects. First, a methodology is proposed to automatically identify product features that are discussed in the customer reviews as well as their corresponding sentiments. The particular product features that are significantly related to sales rank should become the focus of product designers when considering improvements of the existing product. Second, a novel approach to constructing the choice sets in the absence of both socio-demographic and the actual choice set data is proposed. The choice models that use the proposed choice sets are shown to have better predictive ability than the baseline, i.e., using random choice sets. The choice models with higher predictive ability are useful for product designers to perform demand estimation more accurately. Finally, a methodology is proposed to automatically identify product usage contexts from online customer reviews. Understanding the actual usage contexts is important because it may explain the differences in customer needs, the required design targets, and product preferences. In this work, the identified usage contexts are further complemented by their corresponding aspect sentiments. For product designers, the results enable them to understand customer experience regarding the usage contexts, including the contexts that may not be originally intended by the designers.Submission published under a 24 month embargo labeled 'Closed Access', the embargo will last until 2021-08-01The student, Dedy Suryadi, accepted the attached license on 2019-07-10 at 17:52.The student, Dedy Suryadi, submitted this Dissertation for approval on 2019-07-10 at 18:12.This Dissertation was approved for publication on 2019-07-11 at 09:38.DSpace SAF Submission Ingestion Package generated from Vireo submission #14253 on 2019-11-26 at 14:03:45Made available in DSpace on 2019-11-26T20:59:45Z (GMT). No. of bitstreams: 3 SURYADI-DISSERTATION-2019.pdf: 16371997 bytes, checksum: a720732129b501d9c935c095c45c96f0 (MD5) LICENSE.txt: 4209 bytes, checksum: 87907aa4da6a42e02734eacc57c79d7f (MD5) PROQUEST_LICENSE.txt: 4555 bytes, checksum: f1575bed89b275a38aee42283121ad8a (MD5) Previous issue date: 2019-07-11Embargo set by: Seth Robbins for item 113079 Lift date: 2021-11-26T20:59:54Z Reason: Author requested closed access (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemLimited Restriction Lifted for Item 113079 on 2021-11-27T10:15:27Z

    Representasi Nilai-Nilai Lokal dalam Karya Seni Media Baru di Yogyakarta

    No full text
    Dalam perkembangan seni kontemporer, persoalan identitas menjadi hal yang pokok dan penting untuk dikaji lebih mendalam, khususnya identitas personal atau komunal dari pihak yang terpinggirkan dalam konteks masyarakat modern. Hal ini yang membuat nilai-nilai lokal terangkat dan menjadi karakter identitas yang spesifik, unik dan menjadi penciri yang khas dari sang seniman dalam karyanya. Begitu pula seniman-seniman di Indonesia yang membentuk representasi personal yang syarat dengan nilai-nilai lokal spesifik berdasar latar belakang mereka. Tak sekedar berkutat di media konvensional, para seniman-seniman Yogyakarta pun mengeksplorasi media secara lebih luas. Media-media baru seperti perangkat digital, kinetik, suara dan lain sebagainya dirasa mampu merepresentasi dengan keadaan lingkungan di sekitar tanpa menanggalkan identitas lokal yang tetap melekat. Heri Dono, Jompet Kuswidananto, dan Dedy Shofianto adalah beberapa nama dari seniman Yogyakarta yang eksekusi kekaryaannya menggunakan medium non-konvensional namun tetap memiliki muatan lokal yang kuat. Representasi visual dan karakteristik material yang diusung memiliki latar belakang dan narasi kultural yang menjadi ciri khas unik dari masing-masing seniman

    Sistem Informasi Geografis Pemetaan tempat wisata di Berastagi

    No full text
    Berastagi city is one of the most famous tourist city in Karo District. Karo Regency Government has promoted tourism objects through mass media such as newspapers, brochures, pamphlets and posters. However, the method is not enough to inform widespread tourism to local tourists foreign tourists. Therefore the author tries to make a new innovation for geographic information system mapping of tourist attractions in Berastagi which is fixed to all local tourists and foreign tourists. This application aims to get the public can get complete information about tourist attractions in Berastagi. And some Lodging as well as transportation close to the sights follow in order for people who are walking the easy and quick to find out. Thus the authors hope this application is useful for the entire community.111 HalamanKertas Karya Diplom

    Implementasi Metode PCA – K Nearest Neighbour untuk Deteksi Golongan Kendaraan Berdasarkan Jumlah Pasang Gandar

    No full text
    Detection of vehicle type based axle allow to do classify vehicle based on the load that will carried by the vehicle. However at this time, classification of heavy vehicle types based on axles is still carried out by humans. In here research, author use image processing for classification of vehicles class with PCA-K Nearest Neighbour Method. The reason for choosing this algorithm is because previous research use K-Means Clustering have a same formula with K-Nearest Neighbour. The data used is the image captured from the video camera processed by background subtraction method to separate moving object namely vehicle with its background. PCA method is required to obtain eigen vektor from vehicle and reduce its dimensions. Meanwhile, for classification author tries to use classification algorithm of K-Nearest Neighbour. To detect vehicle axles author use Circular Hough Transform method. The Testing Result shows detect vehicle type use PCA-K Nearest Neighbour method with value of K=1 has an accuracy 90%.Deteksi golongan kendaraan berdasarkan gandar memungkinkan untuk melakukan klasifikasi kendaraan berdasarkan beban yang akan di bawa oleh kendaraan tersebut. Namun pada saat ini, klasifikasi jenis kendaraan berat berdasarkan gandar masih dilakukan oleh manusia. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pengolahan citra untuk klasifikasi golongan kendaraan dengan metode PCA-K Nearest Neighbour. Alasan pemilihan algoritma ini adalah karena penelitian sebelumnya menggunakan algoritma K-means Clustering memiliki rumus yang sama dengan K-Nearest Neighbour. Data yang digunakan adalah citra yang ditangkap dari kamera video diproses dengan metode background subtraction untuk memisahkan objek yang bergerak yaitu kendaraan dengan backgroundnya. Metode PCA diperlukan untuk mendapatkan vektor eigen dari kendaraan dan mereduksi dimensinya, sedangkan untuk klasifikasi penulis mencoba menggunakan algoritma klasifikasi K Nearest Neighbours. Untuk deteksi gandar kendaraan penulis menggunakan metode Circular Hough Transform. Hasil pengujian menunjukkan deteksi golongan kendaraan menggunakan metode PCA-K Nearest Neighbours dengan nilai K=1 mendapat akurasi 90%.84 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore