1,720,962 research outputs found

    PRAKTIK PUBLIC RELATIONS DI SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

    No full text
    Public relations pada instansi pemerintah yang merupakan badan publik, memainkan peranan penting untuk mengelola informasi dan opini publik. Salah satu badan publik yang juga melaksanakan keterbukaan informasi publik adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. DPR merupakan kepanjangan tangan dari aspirasi publik untuk dijalankan pada pemerintah. Maka dalam melaksanakan tugasnya sebagai fungsi representasi, DPR RI tentunya harus memiliki reputasi yang baik agar dapat dipercayai oleh masyarakat. Namun pada kenyataannya, saat ini DPR RI merupakan lembaga negara yang kontroversi. Beragam kontroversi yang ada di DPR RI menjadikan praktik public relations sangat dibutuhkan untuk menjadi jembatan komunikasi antara DPR RI dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan praktik public relations di Sekretariat Jenderal DPR RI, yang bertujuan untuk mendeskripsikan praktik public relations melalui konsep, fungsi dan peran public relations dan faktor pembentuk praktik public relations serta mengetahui kekhasan dari praktik public relations di instansi pemerintah. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara mendalam tidak terstruktur terhadap lima partisipan pada Biro Pemberitaan Parlemen dan Bagian Hubungan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik public relations dapat dilihat melalui konsep humas yang dikategorikan dalam empat kelompok yaitu humas sebagai sebuah alat, proses, orang atau individu dan unit. Lalu fungsi public relations di Setjen DPR RI yaitu fungsi manajemen, komunikasi dan menjalin relasi. Selanjutnya peran yang dijalankan adalah sebagai fasilitator komunikasi. Melalui praktik public relations tersebut diketahui bahwa faktor yang membentuk praktik public relations adalah sistem politik demokrasi, sistem hukum yang sah, tingkat aktivisme dan media. Sampai akhirnya telihat bahwa kekhasan dari praktik public relations di Setjen DPR RI adalah terkait dengan komunikasi publik, berdasarkan pada konsep yang diregulasikan, humas menyampaikan segala bentuk informasi baik itu informasi tentang DPR RI maupun informasi yang berasal dari anggota DPR dan juga humas Setjen DPR RI memberikan sosialisasi parlemen serta mendorong DPR RI mewujudkan good governance terkait akuntabilitas dan tranparans

    PEMAKNAAN PROFESI JURNALIS DALAM DRAMA KOREA PINOCCHIO DI KALANGAN MAHASISWA

    No full text
    ABSTRAK (A) SHANIA/915200112 (B) PEMAKNAAN PROFESI JURNALIS DALAM DRAMA KOREA PINOCCHIO DI KALANGAN MAHASISWA (C) xv + 88 hlm, Tahun 2023, table 1, gambar 5, Lampiran 13 (D) JURNALISTIK Abstrak: Cara individu atau kelompok menginterpretasikan dan memberikan makna terhadap pesan yang disampaikan melalui media massa, seperti televisi, radio, atau internet, disebut sebagai pemaknaan terhadap komunikasi massa. Proses ini dipengaruhi oleh budaya, nilai, dan pengalaman pribadi setiap orang, sehingga pesan yang sama dapat diartikan dengan cara yang berbeda oleh setiap orang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa jurnalis memaknai profesi jurnalis dalam tayangan drama Korea Pinocchio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan studi literatur, teknis analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik coding. Konsep pemaknaan terhadap komunikasi massa yang digunakan dalam penelitian ini disebut Teori Resepsi oleh Stuart Hall yaitu terdiri dari posisi dominan, netral, dan oposisi. Penelitian ini menghasilkan pemaknaan profesi jurnalis dengan tiga posisi yang berbeda. Dalam penelitian ini, untuk hasil posisi dominan adalah informan yang hardcore atau fanatik terhadap drama Korea, untuk posisi netral yaitu informan yang tidak terlalu fanatik atau biasa saja terhadap drama Korea, dan untuk posisi oposisi dalam penelitian ini merupakan informan penyuka anime atau wibu. Kata Kunci: Profesi Jurnalis, Drama Korea, Pemaknaan Mahasiswa (E) DAFTAR PUSTAKA: 5 (buku), 25 (jurnal) (F) Septia Winduwati, S.Sos., M.S

    PEMAKNAAN PROFESI JURNALIS DALAM DRAMA KOREA PINOCCHIO DI KALANGAN MAHASISWA

    No full text
    ABSTRAK (A) SHANIA/915200112 (B) PEMAKNAAN PROFESI JURNALIS DALAM DRAMA KOREA PINOCCHIO DI KALANGAN MAHASISWA (C) xv + 88 hlm, Tahun 2023, table 1, gambar 5, Lampiran 13 (D) JURNALISTIK Abstrak: Cara individu atau kelompok menginterpretasikan dan memberikan makna terhadap pesan yang disampaikan melalui media massa, seperti televisi, radio, atau internet, disebut sebagai pemaknaan terhadap komunikasi massa. Proses ini dipengaruhi oleh budaya, nilai, dan pengalaman pribadi setiap orang, sehingga pesan yang sama dapat diartikan dengan cara yang berbeda oleh setiap orang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa jurnalis memaknai profesi jurnalis dalam tayangan drama Korea Pinocchio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan studi literatur, teknis analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik coding. Konsep pemaknaan terhadap komunikasi massa yang digunakan dalam penelitian ini disebut Teori Resepsi oleh Stuart Hall yaitu terdiri dari posisi dominan, netral, dan oposisi. Penelitian ini menghasilkan pemaknaan profesi jurnalis dengan tiga posisi yang berbeda. Dalam penelitian ini, untuk hasil posisi dominan adalah informan yang hardcore atau fanatik terhadap drama Korea, untuk posisi netral yaitu informan yang tidak terlalu fanatik atau biasa saja terhadap drama Korea, dan untuk posisi oposisi dalam penelitian ini merupakan informan penyuka anime atau wibu. Kata Kunci: Profesi Jurnalis, Drama Korea, Pemaknaan Mahasiswa (E) DAFTAR PUSTAKA: 5 (buku), 25 (jurnal) (F) Septia Winduwati, S.Sos., M.S

    Resepsi Generasi-Z terhadap Representasi Perempuan pada Berita Kasus Pornografi di Detik.com

    Full text link
    Perempuan sering direpresentasikan sebagai objek seks sekaligus menjadi sorotan utama pada berita kasus pornografi. Ketidakadilan gender yang sebelumnya sudah ada di Indonesia semakin diperburuk oleh media. Detik.com menjadi salah satu media yang merepresentasikan perempuan tanpa sensitivitas gender dalam pemberitaannya. Media tersebut diakses Generasi-Z yang memiliki kemampuan menggunakan media dengan baik, tetapi tidak diiringi dengan kebiasaan untuk memahami berita daring secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana resepsi Generasi-Z terhadap representasi perempuan pada berita kasus pornografi di Detik.com. Selain itu, penelitian ini melihat latar belakang dan pemahaman Generasi-Z terhadap representasi perempuan. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode campuran yaitu analisis resepsi dan Analisis Wacana Sara Mills. Analisis wacana akan mengidentifikasi kembali bagaimana cara media merepresentasikan perempuan pada berita kasus pornografi. Selanjutnya, hasil analisis wacana tersebut menjadi pembanding dengan pemahaman dan resepsi yang dimiliki Generasi-Z terhadap representasi perempuan. Berkaitan dengan itu, penelitian ini melibatkan lima orang informan Generasi-Z yang pernah mengonsumsi berita kasus pornografi di Detik.com. Representasi perempuan yang dipahami kelima informan, yaitu sosok yang tidak memiliki citra positif, sosok yang paling berdosa atau bersalah, dan inisiator terjadinya kasus pornografi. Hasil akhir resepsi yang dimiliki satu informan menempatkannya pada posisi dominan- hegemoni. Sementara itu, resepsi yang dimiliki tiga informan lainnya menempatkannya pada posisi negosiasi dan satu informan terakhir pada posisi oposisi. Kesimpulannya, resepsi yang diberikan informan berpotensi membuka peluang pelaksanaan inklusi digital untuk memperbaiki stereotip yang terjadi pada perempuan. Namun, belum terlihat tekad kuat dalam diri informan untuk memperbaiki stereotip tersebut

    PENDEKATAN SUFISTIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH TERHADAP DIWAN AL-DURR AL-MANZHUM LI DZAWI AL-UQUL WA AL-FUHUM KARYA HABIB ABDULLAH BIN ALAWI AL-HADDAD)

    No full text
    Pendekatan sufistik dalam Pendidikan Islam diwujudkan melalui redefinisi dan/atau rekonseptualisasi pendidikan Islam. Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad sebagai seorang tokoh sufi dan pendidik melalui kumpulan syairnya yang termuat dalam Diwan al-Durr al-Manzhum Li Dzawi al-Uqul wa al-Fuhum mengkonsepkan pendidikan Islam yang terbukti sukses di zamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai tiga hal. Pertama, tujuan pendidikan Islam sufistik dalam Diwan al-Haddad. Kedua, nilai-nilai pendidikan Islam sufistik dalam Diwan alHaddad. Ketiga, strategi pendidikan Islam sufistik dalam Diwan al-Haddad. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian berbasis pustaka (library research) dan pendekatan filosofis-historis. Metode dokumentasi yang digunakan sebagai pengumpulan data yang terbagi menjadi data primer dan data sekunder. Penggunaan teknik analisis isi (content analysis), yaitu dimaksudkan untuk menganalisis isi, pesan, dan muatan untuk melihat dan memahami gambaran makna secara lengkap pendidikan Islam sufistik dalam Diwan al-Haddad. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa tujuan dari pendidikan Islam sufistik adalah ma'rifah kepada Allah dengan cara bertakwa kepada-Nya atau dengan kata lain ialah terwujudnya insan muttaqin. Nilai-nilai Pendidikan Islam Sufistik diklasifikasikan menjadi tiga skala besar yaitu nilai pendidikan akidah, nilai pendidikan syariah, dan nilai pendidikan akhlak. Ketiganya terjabar lagi menjadi nilainilai pendidikan Islam sufistik yang lebih spesifik. Sedangkan metode pendidikan Islam sufistik dalam Diwan al-Haddad terdiri dari metode pendidikan dengan keteladanan, metode pendidikan dengan kebiasaan, metode pendidikan dengan nasihat, dan metode pendidikan dengan targhib dan tarhib. Kata Kunci: Sufistik, Pendidikan Islam, Diwan al-Hadda

    Proses Kerja Reporter Bisnis di Liputan6.com

    Full text link
    Berita bisnis menjadi salah satu topik yang paling banyak dibutuhkan oleh pasar saham, perusahaan, hingga masyarakat umum. Topik yang berkaitan dengan berita bisnis pun sangat luas, mulai dari perbankan dan keuangan, real estate, retail, transportasi, manufaktur, perhotelan dan pariwisata, telekomunikasi, pasar saham, hingga energi dan pertambangan. Reporter bisnis harus memahami keseluruhan topik tersebut dan menyampaikannya dengan cara yang lebih sederhana kepada pembaca. Liputan6.com adalah media daring yang memiliki kanal khusus untuk memublikasikan berita bisnis setiap hari. Media tersebut juga populer di Indonesia. Oleh karena itu, penulis memilih Liputan6.com menjadi tempat pelaksanaan praktik kerja magang sebagai reporter bisnis. Tujuan utama pelaksanaan praktik kerja magang adalah memperoleh pengalaman dan pengetahuan terkait proses kerja reporter bisnis di media daring. Selama menjadi reporter magang, penulis kerap mengelola berita yang bersumber dari media sosial, website resmi, media internasional, siaran pers, dan liputan daring. Proses kerja yang dilakukan reporter bisnis di media daring dimulai dari penugasan, pencarian data, evaluasi, penulisan, serta penyuntingan. Lebih lanjut, praktik kerja magang membuat penulis memahami standar penulisan Liputan6.com yang cenderung menggunakan bahasa sehari-hari, serta teknik liputan berita bisnis secara daring

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PEMBUATAN STATIC MOBILE APPS UNTUK PROFIL PROGRAM STUDI ( STUDI KASUS DI MATEMATIKA DAN DIPLOMA KEBIDANAN UNPAD )

    Full text link
    Telepon pintar (smartphone) sebagai sistem teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Ini membuat informasi apapun dapat diakses secara mudah dan cepat. Untuk mewadahi penyampaian informasi digunakan aplikasi dengan sistem operasi android yang bisa digunakan kapan pun dan dimana pun tanpa memerlukan koneksi internet. Oleh karena itu Universitas Padjadjaran memiliki keinginan untuk menyediakan informasi mengenai halaman profil jurusan dalam bentuk aplikasi android yang bisa digunakan oleh civitas akademika maupun masyarakat luas. Kata Kunci : Informasi, Aplikasi Android, Unpad

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore