1,889,230 research outputs found
Traditionaly utilization of Selaginella; field research and literature review
Setyawan AD. 2009. Traditionaly utilization of Selaginella; field research and literature review. Nusantara Bioscience 1:
146-154. The aims of this research were to find out traditional usage of Selaginella in medication and its other usages, especially in Java
and other Indonesian Archipelago. About 200 of 700-750 world species of Selaginella was found in Indonesian Archipelago. Field
research and literature review indicated that Selaginella is used traditionally to heal wound, bloody stools, internal hemorrhoid bleeding,
menstrual and uterine discomfiture, blood expediting, enhancing body endurance and longevity of live, headache, etc. Besides that some
of Selaginellas are also used as raw dishes vegetable, ornamental pants, base materials and crafts. The utilization of Selaginella is very
little against its amount of species and medicinal potency, so it is needed an advance study on ethnobotany and phytochemistry to
improve its uses.
Key word: traditional medicines, herbal, ethnobotany, Selaginella
Edy Setyawan: How big is that manta ray?
Winner of the Research Image category: Edy Setyawan (Marine Science) | How big is that manta ray?</div
Diversity of Sonneratia alba in coastal area of Central Java based on isozymic patterns of esterase and peroxidase
Abstrak. Setyawan AD. 2009. Keanekaragaman Sonneratia alba di pesisir Pantai Jawa Tengah berdasarkan pola pita isozim esterase
dan peroksidase. Nusantara Bioscience 1: 92-103. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan hubungan kekerabatan
Sonneratia alba di pantai selatan dan utara Propinsi Jawa Tengah berdasarkan pola isozim esterase dan peroksidase. Pengambilan
sampel dilakukan pada Juli-Desember 2003, di enam lokasi, yaitu Wulan (WUL), Juwana (JUW), Pasar Bangi (PAS), di pantai utara,
serta Bogowonto (BOG), Motean (MOT), dan Muara Dua (Mua) di pantai selatan. Uji laboratorium dilakukan di Laboratorium Pusat
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sampel bibit tanaman yang dikumpulkan dari
enam habitat mangrove ditanam di rumah kaca di laboratorium. Ada 20 individu sampel pada setiap lokasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa individu S. alba dari lokasi yang sama atau berdekatan biasanya memiliki keanekaragaman genetik yang dekat,
karena pertukaran genetik pada populasi yang sama lebih tinggi dari pada populasi yang berbeda. Oleh karena itu, populasi-populasi S.
alba dari pantai utara memiliki kesamaan lebih tinggi satu sama lain daripada dengan populasi dari pantai selatan; sebaliknya populasipopulasi
dari pantai selatan memiliki kesamaan yang lebih tinggi satu sama lain daripada dengan populasi dari pantai utara.
Kata kunci: Sonneratia alba, isozim, esterase, peroxidase, Jawa Tengah
neurocoglab/dwi-tracts: Release 1.0.2
Removed sample data; this is now available at https://github.com/neurocoglab/dwi-tracts-data
PERANCANGAN VIDEO KLIP ANIMASI 2D ‘I GOT YOU’ SEBAGAI MEDIA PROMOSI DUO KNEE & TOES
Reza Dwi Setyawan, 2015. Pengantar Tugas Akhir ini berjudul
Perancangan Video Klip Animasi 2D “I Got You” sebagai Media Promosi Duo
Knee & Toes. Adapun permasalahan yang dikaji adalah (1) Bagaimana membuat
video klip animasi untuk lagu“I Got You” yang menarik secara konsep dan
visual? (2) Bagaimana memilih media pendukung yang efektif dan relevan untuk
mengenalkan video klip animasi lagu“I Got You”?. Knee & Toes adalah duo
musisi dari Malang, Indonesia ysng terbentuk pada tahun 2010. Terdiri dari Ristri
Putri dan Bie Paksi. Keduanya berperan sebagai vokalis dengan memainkan
intrument gitar (folk dan klasik).Saat ini mereka baru mempunyai dua video klip,
yang menggunakan teknik live shot. Namun kurang begitu membawa feedback
yang baik untuk promosi musik mereka. Teknik pembuatan video klip dengan
animasi diharapkan menjadi satu cara yang tepat untuk video klip mereka
selanjutnya. Diharapkan dengan dibuatnya video klip animasi ini dapat membuat
grup Knee & Toes lebih dikenal masyarakat luas, sehingga memberikan warna
baru di dunia musik Indonesi
RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT TABLET GULA MERAH SISTEM PNEUMATIK
ABSTRAK Setyawan, Fendi. Setyawan, Galang Gita. & Fitra, Praditya Dwi. 2017. Rancang Mesin Pembuat Tablet pada Gula Merah dengan Sistem Pneumatik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Basuki, M.Pd. Kata Kunci: perancangan, mesin pembuatan tablet pada gula merah, sistem pneumatik Dalam proses penjualan gula di Indonesia pada umumnya dijual pada bentuk gula batok berukuran besar. Untuk lebih efisien dan higienis adalah dengan menggunakan Salah satu alat pendukung yang penting dalam pembuatan gula yang berbentuk tablet adalah mesin pembuatan tablet pada gula merah. Hal ini untuk mempermudah proses pada pengemasan serta penjualan yang lebih mudah. Dalam perancangan mesin ini mesin pembuatan tablet pada gula merah telah direncanakan mulai perhitungan ukuran mesin, daya motor yang dibutuhkan, material yang digunakan dan perhitungan harga mesin pembuatan tablet pada gula merah
KEPLITHET for 4 Pengrawit - Setyawan Jayantoro
"Keplithet" for 4 Pengrawit
Composer: Setyawan Jayantoro
Gamelane SJ Musician:
Atmaja Dita Emhar, Bagas Surya Muhammad, Hamdan Fathusani, & Dhimas Sadam Saputro
World Premiere: Opening Concert, Soundbridge Contemporary Music Festival, 11 November 2021.
-------------
Komposisi ini saya susun untuk empat pengrawit dengan multi ricikan (instrumen gamelan). Melalui karya ini saya menterjemahkan sebuah situasi yang terkadang menekan, membatasi, mengekang, mengkhianati, atau bahkan menindas jiwa kita sebagai salah satu hikmah kehidupan yang harus dipecahkan. Dalam situasi semacam ini, bisa jadi justru memberikan motivasi yang indah bagi kita agar bergerak untuk mengembangkan ruang kehidupan yang selama ini tertutup.
Secara teknik, melalui komposisi ini saya mengembangkan konsep pithetan (pekakan) dalam karawitan menjadi perluasan ruang frekuensi yang keluar dari tatanan tradisi gamelan selama ini. Saya menekankan pada semangat pembebasan ruang gerak resonansi gamelan ke dalam komunikasi yang luas tanpa batas dan sonor.
--------
Audio Recording, Mixing, & Mastering: SJ
Cameraman: Hasan Bahri A.
Editor Video: Faishal Amri
Manajemen: Dona Rosit
MARii perkenal Dwi Ijazah Sarjana
Kuala Lumpur: Institut Automotif, Robotik dan IoT Malaysia (MARii) bakal memperkenalkan Dwi Ijazah Sarjana bagi Program Kejuruteraan Automotif bermuJa tahun hadapan melalui kerjasama dengan Universiti Malaysia Pahang (UMP)
Review: Biodiversity conservation strategy in a native perspective; case study of shifting cultivation at the Dayaks of Kalimantan
Abstrak. Setyawan AD. 2010. Review: Strategi konservasi biodiversitas dalam pandangan suku asli; studi kasus perladangan
berpindah Suku Dayak di Kalimantan. Nusantara Bioscience 1: 97-108. Suku asli umumnya konservasionis sejati, mereka membangun
strategi konservasi sumberdaya alam hayati dan lingkungan yang berkelanjutan. Dayak adalah suku asli Kalimantan yang telah tinggal
selama ribuan tahun dan menggunakan sistem perladangan berpindah untuk mengelola hutan ulayat, karena tanah Kalimantan miskin
hara mineral, dimana keberadaan fosfor menjadi faktor pembatas budidaya tanaman pangan. Di hutan tropis, kandungan terbesar fosfor
tersimpan dalam pepohonan, sehingga untuk melepaskannya dilakukan pembakaran hutan. Hara yang terlepas ke dalam tanah dapat
digunakan untuk bertanam padi gogo, hingga terserap habis, lalu peladang membuka hutan baru, sedangkan lahan lama ditinggalkan
(bera) agar menjadi hutan kembali (selama 20-25 tahun). Pembukaan lahan yang berurutan, menyebabkan terbentuknya mosaik-mosaik
lahan dengan umur suksesi dan keanekaragaman hayati beragam. Proses ini seringkali digabungkan dengan sistem agroforestri (kebun
hutan multikultur), dimana ladang yang hendak ditinggalkan ditanami berbagai pohon berguna yang dapat terintegrasi pada ekosistem
hutan, terutama karet dan buah-buahan. Sistem perladangan berpindah sering dikambinghitamkan sebagai faktor utama degradasi dan
kebakaran hutan, namun dalam 300 tahun terakhir sistem ini berdampak kecil pada kerusakan hutan. Namun, produktivitas sistem ini
relatif rendah dan subsisten, sehingga tidak sesuai dengan pertanian modern dimana produktivitas harus tinggi, hasil panen harus
terukur, masal dan kontinyu, serta terkait dengan pasar. Peningkatan penduduk dan perkembangan industri kehutanan, perkebunan,
pertambangan, dan lain-lain telah mempersempit luasan hutan ulayat untuk perladangan berpindah, sehingga masa bera diperpendek (5-
15 tahun) dan lahan terdegradasi menjadi padang alang-alang. Di masa depan, perladangan berpindah tetap menjadi salah satu pilihan
suku Dayak untuk memenuhi kebutuhan padi, namun agroforestri perlu dikembangkan karena bernilai ekonomi lebih tinggi.
Kata kunci: perladangan berpindah, agroforestri, Dayak, Kalimantan, konservasi, keanekaragaman hayati
DESIGN AND PROPERTIES OF HOT MIXTURE POROUS ASPHALT FOR SEMI-FLEXIBLE PAVEMENT APPLICATIONS
Abstract
Semi-flexible pavement consists of selected porous asphalt mixture filled with cementitious slurry. This new type of
pavement has prospects to be designed as a high deformation resistant pavement (Setyawan et al, 2001). Porous asphalt,
as the skeleton of the composite has been de-signed to have a porosity of 30% by selected the aggregates gradation,
type of bitumen, bitumen content and fibre content. This investigation concerned with the design and properties of
porous asphalt to be used as the skeleton for grouted macadam. The ranges of mixtures were evalu-ated by using different
type of bitumen, bitumen content, filler addition and aggregate gradation. This investigation concluded that porous
as-phalt manufactured by using specified gradation utilising 50-pen bitu-men is appropriate to be used as skeleton for
grouted macadam.
Keywords:
cellulose filler, grouted macadam, polymer modified, porous asphalt, semi-flexible pavement
- …
