23 research outputs found

    Pengaruh Suhu Perendaman Terhadap Kualitas Agar-Agar Gracilaria verrucosa

    No full text
    Rumput laut merupakan salah satu komoditas utama di bidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Rhodophyta merupakan salah satu jenis rumput laut banyak ditemukan di perairan Indonesia, seperti spesies Gracilaria verrucosa yang dapat ditemukan di daerah Sidoarjo. G.verrucosa adalah jenis rhodophyta yang mampu menghasilkan agar, sehingga sering dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan agar-agar. Agar-agar merupakan polisakarida campuran hasil ekstraksi G.verrucosa. Parameter kualitas agar-agar yang baik dapat ditinjau dari total rendemen, kadar sulfat, viskositas, kekuatan gel, gelling and melting point dan spektra infra merah. Untuk memperbaiki kualitas agar-agar tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan dalam proses ekstraksi, salah satunya yaitu pada proses perendaman. Perendaman diduga mampu mempengaruhi kualitas agar-agar yang dihasilkan. Dengan suhu perendaman yang berbeda dapat diteliti pengaruhnya terhadap kualitas agar-agar. Perendaman mampu melembutkan dinding sel G.verrucosa yang terdiri dari selulosa, polisakarida, pektin, sakarida sederhana dan agar, sehingga mempermudah proses ekstraksi selanjutnya. Penggunaan suhu perendaman 17,5 oC, 25 oC, dan 32,5 oC didasarkan dari penelitian sebelumya (Kumar dan Fotedar, 2009) yang memperoleh hasil optimum pada suhu 25 oC untuk jenis G.cliftonii. Dan digunakan metode ekstraksi oleh Murdinah et al., (2012) sebagai perlakuan kontrol. Penelitian tentang pengaruh suhu perendaman terhadap kualitas agar-agar Gracilaria verrucosa dilaksanakan pada bulan Januari – April 2014. Rumusan masalah dalam penelitian Skripsi ini adalah menentukan suhu perendaman yang tepat guna meningkatkan kualitas agar-agar G. verrucosa dengan maksud mendapatkan pengaruh suhu perendaman terhadap kualitas agar-agar G.verrucosa yang berguna untuk memperbaiki kualitas agar-agar G.verrucosa dengan perlakuan suhu perendaman yang tepat pada proses ekstraksi sehingga dapat diterapkan di industri dan dapat diterima oleh masyarakat. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gracilaria verrucosa yang dipanen dari tambak di dusun Tanjungsari kecamatan Jabon kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 kali ulangan dengan variabel bebas suhu perendaman yang berbeda yaitu suhu 17,5 oC, 25 oC, dan 32,5 oC serta variabel terikat yaitu rendemen, kadar sulfat, viskositas, gel strength, gelling and melting point, dan spektra infra merah. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu ekstraksi agar-agar metode Kumar dan Fotedar (2009) dengan perlakuan suhu perendaman yang berbeda dan ekstraksi agar-agar kontrol dengan menggunakan metode Murdinah et al., (2012). Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Suhu Perendaman Terhadap Kualitas Agar-agar G.verrucosa, dapat diambil kesimpulan bahwa ekstraksi agar-agar G.verrucosa menggunakan suhu perendaman 25 oC menghasilkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol

    Pengaruh Corona Virus Disease (Covid-19) terhadap Faktor Produksi dan Pemasaran Budidaya Ikan Gurami (Osphronemus goramy) di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas

    No full text
    Penyebaran dan peningkatan jumlah kasus Covid-19 terjadi dengan waktu yang sangat cepat dan telah menyebar antar negara termasuk Indonesia dan berdampak pada berbaai sektor perekonomian. Perikanan merupakan salah satu sektor yang terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 secara tidak langsung. Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan permintaan konsumen, akses pasar atau masalah logistik yang berkaitan dengan transportasi dan pembbatasan-pembatasan yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh corona virus disease (Covid-19) terhadap faktor produksi dan pemasaran budidaya ikan gurami (osphronemus goramy) di desa Beji, kecamatan Kedungbanteng, kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalahh metode kuantitatif dengan bantuan komputasi SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada sampel yang berjumlah 51 orang. Sebanyak 58 pertanyaan disediakan dalam penyebaran instrumen penelitian. Pilihan jawaban diberikan sebanyak 4 pilihan jawaban yakni SS (Sangat setuju), S (Setuju), TS (Tidak setuju), dan STS (Sangat tidak setuju). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis untuk mengetahui bagaimana pengaruh Covid-19 terhadap faktor produksi dan pemasaran budidaya ikan gurami. Hasil penelitian menunjukan bahwa Covid-19 tidak memberikan pengaruh ynng signifikan baik terhadap faktor produksi maupun terhadap pemasaran budidaya ikan gurami

    PENGARUH EKSTRAK KASAR JAGUNG (Zea mays) SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN Caulerpa racemosa

    No full text
    Caulerpa racemosa atau dikenal dengan nama latoh adalah salah satu komoditas perikanan yang digemari karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Namun, dalam budidaya C. racemosa masih terdapat kendala yaitu produksi yang belum maksimal dan pertumbuhan yang belum optimal. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhannya yaitu dengan melakukan perendaman bibit rumput laut menggunakan hormon pertumbuhan dari ekstrak bahan alami. Jagung merupakan salah satu bahan alami yang mengandung hormon pertumbuhan giberelin, sitokinin, dan auksin. Hormon tersebut dapat merangsang pertumbuhan batang dan akar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penambahan hormon dengan menggunakan ekstrak kasar jagung terhadap pertumbuhan dan morfologi C. racemosa dan mengetahui lama waktu perendaman terbaik ekstrak kasar jagung terhadap pertumbuhan C. racemosa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu perendaman selama 0 menit (sebagai kontrol) (A), 30 menit (B), 40 menit (C), dan 50 menit (D). Data yang diperoleh selama penelitian meliputi morfologi, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan kualitas air. Lama waktu perendaman C. racemosa dalam media ekstrak kasar jagung berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan. Perlakuan B menunjukkan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bobot mutlak (123,63 ± 6,55 g) dan laju pertumbuhan spesifik (4,15 ± 0,21% per hari). Perlakuan B memiliki morfologi thalus dan ramulli yang besar serta rimbun. Parameter kualitas air dalam kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan C. racemosa.Caulerpa racemosa, known as latoh, is a popular edible green alga due to its high nutritional content and medicinal benefits. However, low quality and slow growth of seed prevented the aquaculture development C. racemosa. Soaking the seaweed seed with growth hormone immersion from extracts of natural ingredients could potentially improve its growth rate. Corn contains growth hormone gibberellins, cytokinins, and auxins. These hormones can stimulate the growth of stems and roots. This study aimed to determine the effectiveness of growth hormones in corn crude extract and the best soaking time of the extract on the growth development and morphology of C. racemosa. This research was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with three replicates. The treatments were soaking the seed in corn extract for 0 minutes (as a control) (A), 30 minutes (B), 40 minutes (C), and 50 minutes (D). The data obtained during the study included morphology, absolute weight growth, specific growth rate, and water quality. The duration of immersion of C. racemosa in maize extract media had a significant effect (P<0.05) on growth. Treatment B showed the best results with absolute weight growth and growth rate values of 123.63 ± 6.55 g and 4.15 ± 0.21% per day, respectively. This research successfully determines that corn extract improves the growth of C. racemosa seeds indicated by the large thallus and ramuli of the cultured seaweed

    Putusan Pengadilan Agama Tentang Izin Poligami Bagi Pegawai Negeri Sipil

    No full text
    This study aims to analyze the judges' considerations at the Muara Bulian Religious Court in granting case Number 363/Pdt.G/2022/PA.Mbl regarding applications for polygamy permits. The application for a polygamy permit was made by a Civil Servant (PNS) on the grounds that his wife was suffering from Polycystic Ovarium Syndrome which makes it difficult to add offspring. The type of research used in this thesis is normative juridical. Using a statutory approach, a conceptual approach, and a case approach. In this study, the authors used primary legal materials consisting of laws and regulations and judge's decisions. The author also uses secondary legal materials in the form of doctrines in books, legal journals, theses, and tertiary legal materials sourced from the internet. The results of the study were that the Panel of Judges gave permission for polygamy based on Q.S An-Nisa verse 3, the Sunnah of the Prophet to have many offspring, the provisions of Article 4 paragraph (2) letter b, the provisions of Article 5 paragraph (1) UUP, and preventing harm from occurring. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan Hakim di Pengadilan Agama Muara Bulian dalam mengabulkan perkara Nomor 363/Pdt.G/2022/PA.Mbl tentang permohonan izin poligami. Permohonan izin poligami ini dilakukan oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan isteri Pemohon menderita penyakit Polikistik Ovarium yang menyebabkannya sulit untuk menambah keturunan. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah yuridis normatif. Menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan bahan hukum primer yang terdiri dari peraturan perundang-undangan, dan putusan hakim. Penulis juga menggunakan bahan hukum sekunder berupa doktrin-doktrin di dalam buku, jurnal hukum, skripsi, serta bahan hukum tersier bersumber dari internet. Hasil penelitian adalah Majelis Hakim memberikan izin poligami berdasarkan Q.S An-Nisa ayat 3, Sunnah Nabi untuk memiliki banyak keturunan, ketentuan Pasal 4 ayat (2) huruf b, ketentuan Pasal 5 ayat (1) UUP, serta mencegah terjadinya kemudharatan

    The Effect of Immersion Doses of Hybrid Coconut Water on Guppy (Poecillia reticulata) to Increase the Male Larvae Percentage

    No full text
    Abstract Guppy fish is one type of ornamental fish that has its charm where it has beautiful colours and a slender body shape. Male guppy fish are more attractive, have more beautiful colour patterns, longer tail fins, and a slimmer body than female guppies. Hence, their selling price is much higher and is in demand in the market in the ornamental fish industry. One way that can be done to produce male guppy fish is by using the sex reversal or masculinization method. The sex reversal method that can be used is to use a solution of young hybrid coconut water (Cocos nucifera) with different doses. The immersion process will affect the percentage of male sex in guppy fish because in the young coconut water solution there is a content of potassium which plays a role in the sex reversal process which functions to regulate testosterone regulation in the body and direct the work of androgens. The purpose of this study was to determine the effect of young coconut water on the sex ratio of male guppies resulting from the immersion of female broodfish and to determine the best dose for the success rate of masculinization of guppy fish. The research was conducted from April to June 2020 in guppy fish farmers in Sidomulyo Village, East Ungaran District, Semarang Regency. The test animal used was the Black Moscow fish. This study used an experimental method with a completely randomized design of 4 treatments and 3 replications. Treatment of different immersion doses of young coconut water solution used were A (without immersion), B (40%), C (45%), D (50%). The data observed included the percentage of the male sex, survival rate and water quality. The results obtained from the research showed that the percentage value of male guppy fish was treated A (50.57 ± 3.48%), B (84.90 ± 2.55%), C (90.42 ± 1.67%), D (96.90 ± 1.34%). The results of the survival rate are treatment A (98.91 ± 0.95%), B (95.58 ± 2.48%), C (91.25 ± 3.46%), D 84.36 ± 3.62 %. The results of water quality observations were in the form of temperatures ranging from 26.9-28.9 ℃, pH (7.2-7.9), and DO ranging from 3.5-5.5 mg/ L. The conclusion was that immersion of young coconut water solution in pregnant guppy broods with different doses had a significant effect (P <0.05) on the percentage of the male sex. The best treatment was treatment D (50%) which resulted in the percentage value of male sex 96.90 ± 1.34%. Keywords: Black Moscow, potassium, masculinization, androgen hormon

    PERAN POLISI DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH KABUPATEN KULON PROGO

    No full text
    The author interested to study on the crime which is related to the stealing, the author prefer to write on the motorized vehicle stealing by taking title “The Role of Police in Tackling the Crime of Motorized Vehicle Stealing in the Area of Kulon Progo Regency”. The author made a problem formulation related with the motorized vehicle stealing that is how the police’s action in the effort to prevent of motorized vehicle stealing, in order to the future get a right conclusion or close to the truth. The aim of this research is to know the police’s action on how to tackle the crime of motorized vehicle stealing in the area of Kulon Progo regency. The author used method of study “normative Juridical”. The conclusion of this research is that the motorized vehicle stealing often happens in the field where farmers do their activities. Some stealers exploit that opportunity to steal motorcycle. This action also happens in the rural where that place lack of safety and security. Thus there are many action which could be conducted by the police in tackling the crime of stealing, such as by using preventive and repressive action

    Pengaruh Penambahan Asam Amino Lisin pada Pakan Komersil terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Pertumbuhan, dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

    No full text
    Reducing feed cost in the vaname (Litopenaeus vannamei) cultivation can be achieved by increasing quality of commercial feed. To increase the feed quality is by adding lysine amino acid, because lysine is one of the amino acids  that can boost fish growth, in turn it can shorten the cultivation cycle. The objectives of the study were to analyze effects and optimum dosages of lysine addition in the feed on feed efficiency utilization, growth and survival rate of vaname shrimp (L. vannamei). The study used shrimp juveniles with the average size of 3±0,09 g/shrimp.  Test feed in the study was a commercial feed in the form of pellets that was enriched with lysine (L-lysine HCl).  The amount of lysine was appropriated to the treatment dosages, namelys 0%/kg feed (A); 0,75 %/kg feed (B); 1,5%/kg feed (C); 2,25%/kg feed (D) and 3%/kg feed (E). Feeding the shrimp was based on fixed feeding rate as much as 10% of biomass weight per day and given 4 (four) times a day.  The results whow that the addition of lysine in the feed significantly (P<0,01) affected on the SGR, EPP, FCR, and PER; otherwise, it did not significantly affect on the survival rate of vaname shrimp.  Meanwhile, the optimum dosages of lysine amino acids added into the feed were 2,33%, 2,39%, 2,37%, and 2,09% for SGR, EPP, FCR, and PER respectively.  Those dosages resulted in the maxium values of  4,72%/day,  81,35%,  1,23, and 2,57 for SGR, EPP, FCR, and PER respectively.   Penurunan biaya operasional pakan dalam siklus kegiatan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pakan komersial.  Penambahan asam amino lisin pada pakan komersial dilakukan untuk meningkatkan kualitas pakan, dikarena lisin merupakan salah satu asam amino dapat mempercepat pertumbuhan sehingga memperpendek masa produksi kultivan yang dibudidayakan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh dan dosis optimum penambahan lisin pada pakan komersil terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan, dan kelulushidupan udang vaname (L. vannamei). Penelitian ini menggunakan juvenile udang vaname berukuran 3±0,09 g/ekor. Pakan uji dalam penelitian ini adalah pakan komersil berbentuk pellet yang ditambahkan lisin (L-lysine HCl) sesuai dosis tiap perlakuan yaitu 0%/kg pakan (A); 0,75 %/kg pakan (B); 1,5%/kg pakan (C); 2,25%/kg pakan (D) dan 3%/kg pakan (E). Pakan uji diberikan dengan metode fix feeding rate sebanyak 10%/bobot biomassa/hari dan frekuensi pakan yang diberikan sebanyak 4 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin pada pakan komersial berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap SGR, EPP, FCR, dan PER akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan udang vaneme. Dosis optimal asam amino lisin dalam pakan komersial udang vaname untuk SGR sebesar 2,33%, EPP sebesar 2,39%, FCR sebesar  2,37% dan PER  sebesar 2,09% menghasilkan SGR maksimal sebesar 4,72%/hari,  EPP maksimal sebesar 81,35%,   FCR maksimal sebesar 1,23, dan  PER maksimal sebesar 2,57

    Pengaruh Penambahan Enzim Bromelin pada Pakan terhadap Kecernaan Protein, Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Udang Windu Penaeus monodon, Fabricius 1798 (Malacostraca: Penaeidae)

    No full text
    Feed utilization efficiency is one of the problems that often faced by tiger shrimp (Penaeus monodon Fabricus) farmers, which is 40-60% of production costs used for feed. The efficiency of feed can be improved by the addition of the bromelains in the feed, which can hydrolyze proteins into simpler compounds to increase the digestibility of the feed protein. This study aims to examine the effect of bromelains in feed on protein digestibility (ADCp), feed utilization efficiency (EPP), and growth (RGR) of tiger shrimp. Tiger shrimp with an average weight of 2.8 ± 0.26 g / individual was obtained from the Brackish Water Aquaculture Development Centre (BBPBAP), Jepara. There were 6 treatments adding bromelains in the feed, A (0%), B (0.2%), C (0.4%), D (0.6%) and E (0.8%). Observation parameters, including ADCp, EPP, PER, RGR, SR, and water quality parameters. The results showed that the addition of the bromelains in feed increased ADCp, EPP, PER, RGR, but had no effect on the SR of tiger shrimp. Bromelains (0.4% / kg) of feed is the optimal dose of ADCp, EPP, and RGR, resulting in a maximum value of 82.59%, 88.17%, and 5.24% / day.   Permasalahan yang sering dihadapi pembudidaya udang windu (Penaeus monodon Fabricius) adalah efisiensi pemanfaatan pakan yang belum maksimal sehingga hampir 40-60% dari total biaya produksi untuk biaya pakan. Efisiensi pemanfaatan pakan dapat ditingkatkan dengan penambahan enzim bromelin dalam pakan yang mampu menghidrolisis protein menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga dapat meningkatkan daya cerna protein pakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh enzim bromelin dalam pakan terhadap kecernaan protein (ADCp), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan pertumbuhan (RGR) udang windu. Hewan uji berupa udang windu dengan bobot rata-rata 2,8±0,26 g/ekor diperoleh dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara sebagai tempat penelitian. Terdapat 6 perlakuan penambahan enzim bromelin dalam pakan yaitu A (0 %), B (0,2 %), C (0,4 %), D (0,6 %) dan E (0,8 %). Pengamatan parameter meliputi ADCp, EPP, PER, RGR, SR dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin dalam pakan meningkatkan ADCp, EPP, PER, RGR, namun tidak berpengaruh pada SR udang windu. Enzim bromelin 0,4%/kg pakan merupakan dosis optimal pada ADCp, EPP dan RGR menghasilkan nilai maksimal sebesar 82,59%, 88,17% dan 5,24%/hari

    Performa kecernaan protein, efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan benih lele sangkuriang (Clarias gariepinus var Sangkuriang) melalui suplementasi Saccharomyces cerevisiae pada pakan buatan komersial

    No full text
    Keberhasilan budidaya secara intensif lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var Sangkuriang) sangat tergantung dari keberadaan pakan. Dalam kegiatan budidaya pakan merupakan komponen yang membutuhkan biaya tinggi hampir 50-60% dari biaya produksi. Kondisi tersebut kemungkinan dikarenakan efisiensi pakan belum maksimal untuk mendukung pertumbuhan ikan. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan suplementasi Saccharomyces cerevisiae dalam pakan komersil. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh suplementasi S. cerevisiae pada pakan buatan komersial terhadap keceernaan protein, efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan benih lele Sangkuriang. Perlakuan dalam penelitian ini adalah suplementasi S. cerevisiae pada pakan buatan komersial dengan dosis berbeda, yaitu 0 %/kg pakan (A), 0,5 %/kg pakan (B), 1 %/kg pakan (C), 1,5 %/kg pakan (D) dan 2 %/kg pakan (E). Suplementasi S. cerevisiae pada pakan buatan komersial berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kelulushidupan benih lele Sangkuriang. Dosis S. cerevisiae 2 %/kg pakan merupakan dosis terbaik bagi benih lele Sangkuriang menghasilkan nilai ADCp, EFU, dan RGR tertinggi sebesar 76,38%; 80,34% dan 4,03 g/hari
    corecore