162 research outputs found
Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Pembelian Beras SPHP Bulog di Rumah Pangan Kita Kota Semarang
Rice is the main staple food for Indonesians; therefore, its availability and affordability are crucial to maintaining food security. The government, through Perum BULOG, implements the Food Supply and Price Stabilization (SPHP) program distributed via the Rumah Pangan Kita (RPK) network. This study aims to analyze the factors influencing the purchase of BULOG’s SPHP rice at Rumah Pangan Kita in Semarang City and to describe consumer characteristics. The research was conducted at three RPK outlets, RPK Life by Grace, RPK Rizky Fajar, and RPK Kawakibi using a quantitative method with a descriptive approach. A total of 120 respondents were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires, interviews, and literature studies, and analyzed using multiple linear regression, validity, reliability, and normality tests, as well as F and t tests. The results showed that most respondents were female, of productive age, had a senior high school education level, worked as housewives and laborers, had 3–4 dependents, and belonged to the middle-income group. The majority purchased SPHP rice 1–3 times per month. Psychological, personal, cultural, and social factors significantly influence the purchase of BULOG’s SPHP rice. Psychological factors relate to motivation and perception, personal factors include occupation and lifestyle, cultural factors involve values and consumption habits, while social factors are influenced by family and the surrounding environment
Metode Permainan Bingo Matematik pada Materi Operasi Hitung Pecahan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV
Abstrak
Penelitian ini bermaksud mengembangkan dan mengimplementasikan permainan bingo matematik untuk meningkatkan keterampilan berhitung operasi pecahan siswa SD. Selain itu penelitian ini akan mendeskripsikan hasil belajar, aktivitas belajar respon siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan permainan bingo matematik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode permainan bingo matematik dengan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN Pakis V Surabaya. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa data aktivitas siswa yang dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Data respon siswa yang dikumpulkan melalui angket terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode permainan bingo matematik adalah positif. Data hasil belajar siswa menggunakan tes hasil belajar yang menentukan ketuntasan belajar baik individu maupun klasikal
Aktivitas rata-rata peserta didik aktif lebih besar dari rata-rata aktivitas peserta didik pasif (66,44% > 52,62%), respon yang ditangkap oleh siswa kelas IV SDN Pakis 5 Surabaya selama proses pembelajaran menggunakan metode permainan bingo matematik adalah positif dan memiliki minat dalam mengikuti pembelajaran. Hasil perolehan belajar siswa kelas IV SDN Pakis 5 Surabaya selama proses pembelajaran menggunakan metode permainan bingo matematik adalah sebesar 89,18% sehingga secara klasikal dapat dinyatakan tuntas.
Kata kunci: Operasi hitung pecahan, metode permainan bingo matematik, hasil belajar siswa sekolah dasar.
Abstract
This study intends to develop and implement mathematical bingo games to improve numeracy skills of elementary school students fractional operations. In addition, this study will describe the results of study before, after and learning activities of students in the learning of mathematics using mathematical bingo game.
The method used in this research is the method of mathematical bingo game with the subjects in this study is the 4th grade students of SDN Pakis V Surabaya. The results obtained from this research is a student activity data were collected using observation sheet student activity indicating that the student is active in the following study . Student response data were collected through questionnaires to learning by using mathematical methods bingo game is positive. Data of student learning outcomes using achievement test that determines whether individual mastery learning and classical
Activities average active learners greater than average activity passive learners (66,44% > 52,62%), responses were captured by fourth grade students of SDN Pakis 5 Surabaya during the learning process using mathematical methods bingo game is positive and has an interest in participating in learning. The result of the acquisition of the fourth grade students of SDN Pakis 5 Surabaya during the learning process using mathematical methods bingo games amounted to 89.18 %, so the classical can be declared complete
Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas II SDN I Menganti Gresik
Penelitian ini menggunakan model Number Head Together(NHT), Number Head Together merupakan model pembelajaran yang berhubungan serta menggunakan penomoran atau angka sebagai pembelajarannya. Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi yaitu belum bisa mengaplikasikan konsep materi pelajaran dalam suatu penelitian atau pengujian terhadap suatu permasalahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model Number Head Together (NHT) dan mengetahui adakah pengaruh model Number Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa kelas II SDN I Menganti Gresik.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan eksperimen semu. Dan dengan desain penelitian yaitu Nonequivalent Control Group Design. Desain penelitian ini menggunakan 3 langkah dalam pelaksanaannya yaitu, pretest, memberi perlakuan, dan posttest. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes soal (pilihan ganda). Teknik pengumpulan data berupa tes pretest dan tes posttest. Untuk populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SDN I Menganti Gresik. Dan Sampel adalah kelas IIC sebagai kelas eksperimen dan kelas IID sebagai kelas kontrol.
Model Number Head Together(NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, terbukti dengan hasil uji beda diperoleh hasil thitung (4,512) > ttabel (2,000) dan hasil Sig (2-tailed) 0,000 < 0.05. Dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti dari hasil rata-rata nilai posttest kelas eksperimen yang diterapkan model pembelajaran kooperatif Number Head Together (NHT) memiliki rata-rata skor sebesar 77,67, sedangkan kelas kontrol hanya memiliki rata-rata sebesar 67,67. Hal itu membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara model Number Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa kelas II SDN I Menganti Gresik.
Kata Kunci: Number Head Together, Hasil Belajar, Matematik
Pemanfaatan Media Audio Visual dan Media Gambar Pada Siswa Kelas V
This research was conducted with the aim of knowing the average test result score as a reflection of the effectiveness of audio visual media and image media. This is based on learning outcomes that are considered less than optimal and many are still incomplete because teachers are accustomed to the use of image media in learning. The selection of audio-visual media as a way of teaching data presentation material is because it has better features than just ordinary images. This study determined the subject, namely the fifth grade students at one of the private elementary schools in Surabaya which had 34 students. The results of this study presented an average of learning outcomes in a class using audio visual media was 87.68. In another class, the average result of student learning in the class using image media obtained an average result of 79.59. The conclusion from these results is that the class that uses audio-visual media is more effective than the class that uses image media
Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Rel Kereta Bilangan pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegaruh pembelajaran matematika dengan menggunakan rel kereta bilangan pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat kelas IV. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Nonequavalent Control Group Desain. Instrumen penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuis. Lokasi penelitian yaitu SDN Made 1 No.475 Surabaya Jl. Made Raya No. 31-33. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV-A dan IV-B. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. adanya perbedaan antara pembelajaran yang menggunakan media rel kereta bilangan dengan pembelajaran yang menggunakan garis bilangan. Dari jumlah presentase yang didapat dari analisis data respon siswa yang melebihi standar yang ditetapkan, maka dapat dikatakan penggunakan media rel kereta bilangan di kelas IV mendapat respon positif.Kata Kunci : Rel Kereta Bilangan, Penjumlahan , Pengurangan bilangan</jats:p
Penerapan Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Probing Prompting untuk Materi Aritmatika Sosial Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi dari minat belajar siswa yang kurang terutama dalam pelajaran matematika. Dan selama ini penilaian belajar hanya selalu berakhir pada hasil belajar tanpa memperhatikan keefektivan dari pembelajaran yang berlangsung. Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika dengan model probing prompting pada materi aritmatika sosial kelas V SD Al Ikhlash Surabaya. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah: lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, hasil belajar, dan respon siswa. Berdasarkan focus penelitian, pada efektivitas pembelajaran matematika dengan model probing prompting dijelaskan melalui tabel dan persentase dari keempat aspek yaitu kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, hasil belajar, dan respon siswa. Hasil penelitian secara analisis deskriptif kuantitatif menyatakan bahwa pembelajaran matematika dengan model probing prompting pada materi aritmatika sosial kelas V SD Al Ikhlash Surabaya dinyatakan efektif. Hal ini bisa dilihat dari empat aspek yaitu kemampuan guru mengelola pembelajaran memperoleh skor rata-rata 3,22, aktivitas siswa dikategorikan cukup aktif karena mencapai rata-rata ≥ 2,0, hasil belajar yang mencapai 80,95 % secara klasikal, dan respon siswa rata-rata mencapai ≥ 83,33 menyatakan suka, ya dan setuju
PICTURE AND PICTURE LEARNING MODEL USING TIME CLOCK MEDIA MATERIALS IN CLASS 3 OF PRIMARY SCHOOL
The following research was carried out in order to describe the increase in the score of mathematics learning outcomes by practicing the picture and picture learning through mock-clock media about time calculations. In the third grade student learning outcomes of SD Kartika IV-9 Surabaya, it was recorded that 52% of students had incomplete scores. The consideration taken by the researcher in determining the solution to the problem is to use the picture and picture learning model through mock-watch media. Artificial hour learning media on theme 6 is applied to class III semester 2. Artificial hours made in learning 5 sub-theme 1 include time calculations. The Artificial Clock is adjusted based on the calculation of time. In addition, the layout of the numbers on the clock must be correct so that it looks like the real one. The subjects chosen in the study were students in class III SD Kartika IV-9 Surabaya. It can be seen from the results of the analysis that shows a difference in student learning outcomes for mathematics subject matter 6 class III SD Kartika IV-9 Surabaya. The difference is shown by the learning result test score at the end of the first cycle is 47% and at the end of the second cycle it is obtained 81%, an increase of 34%. The conclusion that can be drawn is that the application of the picture and picture learning through mock-watch media improves learning outcomes
Interaction of Learning Mathematics and Constructive Attitudes of Students on Triangle Materials Through STAD Cooperative Learning Model
Abstrak
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII-A SMPN 2 Balongbendo semester genap tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa 33 orang. Data interaksi belajar siswa dalam kelompok diperoleh dengan lembar observasi, sikap konstruktif siswa diperoleh dari angket. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif yang terjadi dalam menyampaikan ide atau pendapat yaitu sebesar 53,8% untuk kelompok 1 dan 46,7% untuk kelompok 2, memberi bantuan yang disertai dengan penjelasan sebesar 15,4% untuk kelompok 1 dan 20,0% untuk kelompok 2, memberi bantuan tanpa disertai pejelasan sebesar 15,4% untuk kelompok 1 dan 13,3% untuk kelompok 2, dan interaksi belajar matematika siswa dalam meminta bantuan sebesar 15,4% untuk kelompok 1 dan 20,0% untuk kelompok 2. Sikap konstriktis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan mayoritas siswa mempunyai sikap konstruktif terhadap matematika yang cukup bagus yaitu sebanyak 24 siswa dari 33 siswa
Abstract
The type of this research is descriptive research with qualitative approach. This research was done in class of VII-A SMPN 2 Balongbendo in second semester 2018/2019. There are thirty three students in that class. The data of students learning interaction were got from observation sheet and note and students’ constructive attitudes were got from questionnaire. Based on data analysis can be concluded that the interaction of students Mathematics learning in cooperative learning in case of delivering idea or opinion is 53,8% for first group and 46,7% for second group. In case of giving a help with some explanations is 15,4% for first group and 20,0% for second group. In case of giving a help without some explanations is 15,4% for first group and 13,3% for second group. In case of asking a help is 15,4% for first group and 20,0% for second group. Students’ constructive attitudes by using STAD type of cooperative learning show that most of students have quite good constructive attitudes about Mathematics that is twenty four of thirty three students
Pemilihan Proyek Pemeliharaan Peralatan Pembangkit Listrik Menggunakan Metode AHP dan Goal Programming
PT XYZ Services adalah perusahaan penyedia jasa Operasi dan Pemeliharaan (O&M) pembangkit listrik di Indonesia meliputi pengelolaan, pengoperasian, dan pemeliharaan unit pembangkit. Salah satu Unit Jasa O&M adalah Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) XYZ dengan kapasitas 2 x 10 MW. Dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik perlu dilakukan perencanaan dan pemeliharaan peralatan agar dapat berproduksi maksimal, andal, aman dan efisien sehingga dapat dicapai target kinerja unit.
Pemilihan proyek pemeliharaan peralatan yang tepat adalah kunci untuk mendukung kinerja pembangkit listrik, terutama untuk proyek yang bersifat improvement besar dan memerlukan biaya besar. Masalah perencanaan pemeliharaan adalah alokasi anggaran yang terbatas untuk mencapai tujuan dari berbagai kriteria dan tujuan pemeliharaan yang saling bertentangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Goal Programming (GP). Pada tahap pertama kriteria pemeliharaan yang bersifat kualitatif diukur menggunakan pendekatan AHP. Tahap kedua adalah menggunakan GP dengan memakai bobot kriteria dan alternatif yang didapat dari AHP untuk mengoptimasikan berbagai tujuan terhadap batasan yang ada.
Dari hasil AHP didapatkan bobot dan prioritas kriteria secara berurutan adalah Safety (0,539), Availability (0,221), Reliability (0,140), dan Efisiensi (0,100). Prioritas proyek pemeliharan dari AHP secara berurutan adalah proyek 1, proyek 3, proyek 2, proyek 4, dan proyek 5. Hasil kombinasi AHP- GP untuk optimasi pemilihan proyek terhadap batasan anggaran Rp. 20 Milyar didapatkan proyek yang optimal adalah proyek 1, proyek 3, proyek 4, dan proyek 5. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menunjang manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan perencanaan dan pemilihan proyek pemeliharaan yang optimal.
=============================================================================
PT XYZ company is a provider of Operations and Maintenance (O&M) services for power plants in Indonesia including the management, operation, and maintenance of the power plant. One of the business unit is the XYZ Steam Power Plant (PLTU) with a capacity of 2 x 10 MW. In the operation and maintenance of power plants, it is necessary to plan and maintain equipment to be able to produce maximum, reliable, safe and efficient so that unit performance targets can be achieved.
The selection of proper equipment maintenance projects is the key to supporting the performance of power plants, especially for large projects for equipment improvement or replacement which require large costs. The problem of maintenance planning is the limited budget allocation to achieve the objectives of various conflicting criteria and maintenance objectives. This study uses a combination approach of Analytical Hierarchy Process (AHP) and Goal Programming (GP). In the first stage qualitative maintenance criteria are measured using the AHP approach. The second stage is to use GP by using the weighting of criteria and alternatives obtained from AHP to optimize various objectives against existing constraints.
From the AHP results obtained weights and priority criteria in sequence are Safety (0.539), Availability (0.221), Reliability (0.140), and Efficiency (0.100). The weight or priority of maintenance projects result from AHP in sequence are projects 1, project 3, project 2, project 4, and project 5. The results of the AHP-GP combination for optimization of project selection with a budget constraint Rp. 20 Billion obtained optimal projects are project 1, project 3, project 4, and project 5. The results of this study can be used to support organization management in making optimal planning and selection of maintenance projects
Penerapan Model Pembelajaran Make A Match pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan pada Siswa Sekolah Dasar
Matematika merupakan mata pelajaran yang memiliki materi yang saling berkesinambungan, hal ini menyebabkan munculnya kesulitan siswa di tingkat yang lebih lanjut dikarenakan belum menguasai materi prasyaratnya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah ingin mengetahui adanya pengaruh yang ditimbulkan setelah di terapkan model pembelajaran Make a Match. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar tes, dan dokumentasi. Eksperimen termasuk dalam jenis penelitian ini dipakai. Siswa yang terdaftar di kelas dua SD Al Ikhlash Surabaya yang memiliki total tiga ruang kelas, merupakan populasi untuk penelitian iniUntuk pemilihan sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan teknik non-probability sampling dan teknik sampling jenuh. Kelas II-C dipilih sebagai kelas kontrol, dan Kelas II-B dipilih sebagai kelas eksperimen. Analisis hasil Independent Samples T-test dari penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi 0,002 <0,05. Akibatnya, Ha disetujui sedangkan H0 ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa paradigma pembelajaran Make a Match berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas II SD Al Ikhlash Surabaya untuk materi penjumlahan dan pengurangan
- …
