1,720,967 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN NAFKAH OLEH ISTRI KEPADA KELUARGA : STUDI KASUS DI KELURAHAN SEMOLOWARU KECAMATAN SUKOLILO KOTA SURABAYA

    Full text link
    Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan: 1. Bagaimana istri memberikan nafkah (lebih dominan dari suami) terhadap keluarga di Kelurahan Semolowaru Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya ? 2. Bagaimana analisis yuridis terhadap pemberian nafkah oleh istri kepada keluarga di Kelurahan Semolowaru Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya ? Data penelitian dihimpun dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data dengan teknik wawancara dan observasi. Selanjutnya data yang telah dihimpun diatur dan disesuaikan dengan akar permasalahnnya kemudian dianalisis menggunakan teori pola pemikiran deduktif. Adapun metodenya adalah deskriptif analisis verifikatif yaitu teknik analisa dengan cara mengambarkan data tentang pemberian nafkah oleh istri terhadap keluarga dan diverifikasi dengan mengunakan teori hukum islam yakni Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan UU Perkawinan Tahun 1974. Dalam hasil penelitian, bahwa seorang suami tidak bisa memberikan nafkah kepada keluarga dikarenakan adanya faktor-faktor, diantaranya : tingkat pendidikan antara istri dengan suami. kurangnya peran suami dalam hal nafkah, pengaruh perasaan seorang istri sebagai pemberi nafkah terhadap keharmonisan dalam rumah tangga. Seorang istri yang lebih dominan dalam hal nafkah dari pada suami membuat keharmonisan keluarganya berkurang. Istri yang merasa beban tanggung jawabnya bertambah membuat istri tersebut memiliki perasaan kesal dan jengkel kepada suami. Akan tetapi suami juga tidak semerta-merta meniggalkan tanggung jawabnya sebagai pemberi nafkah keluarga. Suami tetap membantu kebutuhan keluarga meskipun dengan adanya faktor yang membuat suami tidak bisa memenuhi nafkah keluarga sepenuhnya. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 80 Ayat 6, Pasal 77 Ayat 2 dan Undang- undang Perkawinan Tahun 1974 Pasal 31 Ayat 1, Pasal 33 Ayat 1. Memperbolehkan seorang istri membantu menafkahi keluarga. Akan tetapi kewajiban utama dalam menafkahi keluarga adalah suami. Dan istri hanya berkewajiban membantu suami. Namun akan tetapi penghasilan istri lebih besar dari suami, hal itu akan menyebabkan timbulnya konflik dalam keluarga. Diantaranya istri tidak patuh dan taat kepada suami. Sejalan dengan kesimpulan diatas diharapkan kepada masyarakat umum, khususnya kepada pasangan keluarga di Kelurahan Semolowaru Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Dalam membentuk keluarga yang ideal dan harmonis dibutuhkanya saling menghargai dan memahami keadaan yang dialami oleh suami dan istri. Seperti yang terdapat di (KHI) Pasal 77 Ayat 2 dan Undang-undang Perkawinan 1974 Ayat 33. Serta saling berusaha memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing. Supaya menjadikan rumah tangganya sakinah, mawadah, rahmah

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PUSAT PRODUSEN DAN PELATIHAN PERTANIAN VERTIKAL DENGAN KONSEP GREEN ARCHITECTURE DI YOGYAKARTA

    Full text link
    Perkembangan penduduk di Yogyakarta berdampak pada berbagai kebutuhan diantara kebutuhan diantara adalah kebutuhan primer individu. Kebutuhan primer setiap individu adalah makanan dan tempat tinggal. Semakin banyaknya penduduk membuat kebutuhan pembangunan tempat tinggal semakin banyak,tempat tinggal memerlukan lahan dan tempat yang tidak sedikit,maka semakin lama lahan terbuka yang ada sedikit akan hilang dan berganti oleh bangunan-bangunan. Semakin sedikit lahan terbuka membuat lahan untuk perkebunan dan pertanian menjadi semakin sedikit dan akan habis pada suatu saat. Lahan yang habis membuat produksi atau penghasil kebutuhan pangan dengan berkebun menjadi tidak berkembang dan tidak bisa menambah hasil produksi. lahan-lahan terbatas yang kurang untuk membuat suatu area perkebunan. Berdasarkan permasalahan tersebut ,maka akan diusulkan dalam perencanaan dan perancangan Pusat Produsen dan Pelatihan Pertanian Vertikal, sebuah pengembangan yang ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi sayuran yang berada di Yogayakarta serta memberikan pendidikan kepada penduduk tentang bagaimana bertani secara vertikal menggunakan hidroponik dari cara menanam,perawatan dan panen. Pusat Produsenn dan Pelatihan Pertanian Vertikal juga sebagai sarana rekreasi dan edukasi bagi para pengunjung yang datang. Sarana edukasi berasal dari Eksterior bangunan yang mengenalkan bentuk dari pertanian vertikal hidroponik, dengan cara ini warga secara tidak langsung mampu memahami tentang hirdoponik. Pusat Produsen dan Pelatihan Pertanian Vertikal dikema dalam konsep Green Architecture yang ramah terhadap iklim dan lingkungan serta mampu memanfaatkan sumber daya alam dengan maksimal. Selain konsep yang ramah lingkungan Pusat Produsen dan Pelatihan Pertanian Vertikal memanfaatkan lahan yang ada untuk mampu memaksimalkan hasil pertanian memalui instalasi-instalasinya

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore