82 research outputs found
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI KLINIK MUHAMMADIYAH MEDICAL CENTER (MMC) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Health information system is one of the six building blocks or key components of the health system. MMC is a health care unit at the Muhammadiyah University of Surakarta. This study purposed to determine the application of Health information system in MMC. This study was a qualitative research with System Development Life Cycle (SDLC) approach. Data collections were obtained by in-depth interviews and direct observation. The results of the research that has been done, that the existing health information system is not running well, because in the process of recording and reporting is still done manually, the lack of security of data, lack of data integration, as well as the information generated is not in accordance with the need for decision-making.Keywords : HIS, reporting, input, SDL
Laporan Tahunan/Akhir Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (Pekerti)Pengembangan Model Surveilans Online Kasus HIV/TB Dengan Sistem Informasi Berbasis Spasial
Penyakit tuberkulosis paru (TB) oleh World Health Organization (WHO) masih dinilai
sebagai masalah kesehatan di dunia. Sejak tahun 1993 TB ditetapkan sebagai
kedaruratan global. Surveilans adalah upaya pemantuan secara terus menerus untuk
dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini mempunyai tujuan
umum untuk merancang dan menerapkan model surveilans online kasus tuberkulosis
dengan pendekatan sistem informasi geografis berbasis spatial. Adapun tujuan
khususnya antara lain, membangun basis data kasus HIV/TB, menyediakan data bagi
pemangku kepentingan untuk dijadikan dasar DSS (Decision Support System) dalam
pemberantasan kasus HIV/TB. Metode yang digunakan antara lain telaah pustaka,
identifikasi, analisis sistem, perancangan prototipe, implementasi prototipe, observasi,
focus group discussion untuk menentukan model terbaik dari implementasi model
surveilans online kasus tuberkulosis tersebut. Dari hasil identifikasi user, peneliti mulai
merancang data flow diagram (DFD), entity relationship diagram (ERD), basis data
dan desain interface sistem, serta bentuk data dan peta sebaran penderita. Sistem ini
berbasis web base dan memanfaatkan fasilitas dari google maps. Manfaat yang
diharapkan adalah peningkatan kompetensi keahlian peneliti TPP dalam menganalisis
dan mengembangkan sistem dalam upaya deteksi dini pemberantasan HIV/TB
PENERAPAN APLIKASI SISTEM INFORMASI SPASIAL UNTUK PENGELOLAAN PROGRAM TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS GATAK DAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO
The proportion of smear positive in 2013-2016 in Sukoharjo District was reported still high in case in 2015 where the cases was 63%. . The purpose this community engagement was to implement the surveillance information system of tuberculosis (TB) using online-spatial in order to support the health officers in community health care (Puskesmas) organizing the spatial TB data integrated better and precisely The decision maker in Puskesmas and health district would be assisted by this activity where it could provide the data base to support TB eradication programs. Method of activities involved the implementation to supervise and train how to apply the information system getting the reporting and recording of data as the national guideline written. The training program conducted were introducing of the software, training of the basic of system applied, and dissemination of data and their analysis from software used. and review of pr-test and post-test activities. Results of service are in the form of material delivery during implementation and training, namely; 1). The spatial database of TB is available in survey application 2). TB officers at the puskesmas, the head of the puskesmas and the head of the sub-sector of TB in the health department who attended greatly appreciated and accepted the activities and use of the survey application. 3).Presentation of data and analysis obtained from the use of the software used as well as the results of the improvement in the ability of success after training that is 66.67% and which is quite successful 33.33
Sistem Informasi Surveilans Tuberkulosis Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2011
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukkan penanggulangan penyakit
tuberkulosis dalam tujuan pembangunan millennium (MDGs). Strategi Directly
Observed Treatment Short-course (DOTS) masih dilakukan untuk mencapai indikator
keberhasilan program, diantaranya indikator penjaringan suspek dan penemuan kasus
(Case Detection Rate/CDR).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dan
rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan pengembangan sistem
gabungan SDLC dan prototype. Pengembangan sistem ini menggunakan data sekunder
dan data primer dengan wawancara dan konfirmasi.
Pengembangannya meliputi basis data, perangkat lunak, antar muka menu
manajemen data yang dapat membaharui data (updating data), layanan akses berbasis
web dan sistem informasi geografis yang digunakan untuk menggambaran sebaran
kasus secara online. Sistem informasi ini berguna untuk mempercepat pencatatan dan
pelaporan penyakit tuberkulosis dan representasi analisis spasial diharapkan mampu
menjadi alternatif informasi untuk membuat keputusan program tuberkulosis.
Penelitian yang telah dilakukan ini telah menghasilkan rancangan sistem
informasi surveilans di Kabupaten Sukoharjo yang dapat mengkoreksi dan
mengendalikan input dan proses yang dapat menghasilkan data dan informasi yang
berkualitas sehingga diharapkan sistem ini dapat memperkuat surveilans tuberkulosis
FAKTOR YANG MEMBEDAKAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUR II KABUPATEN DEMAK TAHUN 2001
Bidan dan dukun bayi mempunyai peran serta di dalam masyarakat dlmemilih pertolongan persalinan. Bidan dididik dari pendidikan formal tertentu yaitu pendidikan kebidanan sedangkan keberadaan dukun bayi di masyarakat secara turun temurun. Masyarakat dalam persalinan masih menggunakan jasa dukun bayi disamping bidan. Di wilayah puskesmas guntur II Kabupaten Demak jumlah bidan sebanyak 10 orang dandukun bayi 13 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang membedakan pemilihan penolong persalinan antara ke bidan dan dukun bayi di wilayah puskesmas Guntur II Kabupaten Demak.
Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian diperoleh dari puskesmas Guntur II, serta wawancara dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah 57 responden yang persalinannya ditolong bidan dan 44 responden yang persalinnyanya ditolong dukun bayi. Uji Man Whitney untuk data berskala interval danuji Chi Square untuk data berskala nominal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada faktor orang tua sebagai ferensi dengan probabilitas sebesar p=0,021 (<0,005), pendapatan kelaurga dengan probabilitas P=0,000 (0<0,005), biaya dengan probalitas sebesar p=0,000 (0,005), waktu dengan probabalitas p=0,003 (<0,005) dan kebudayaan dengan probabalitas p=0,000 (<0,005). Tidak ada perbedaan bermakna faktor pengetahuan dengan probabalitas p=0,125 (<0,005), sikap dengan probabalitas p=0,975 (<0,005) factor suami dengan probabalitas p=0,803 (<0,005), faktor saudara dengan probabalitas p=0,312 (<0,005), faktor kelompok ibu dengan probabalitas p=0,205 (<0,005), faktor tokoh masyarakat dengan probabalitas p=0,491 (<0,005).
Berdasarkan hasil penelitian in maka puskesmas Guntur II harus lebih meningkataknkualitas dukun bayi dengan pelatihan-pelatihan agar dengan semakin baik kualitas dukun bayi maka data membantu peran puskesmas dengan memberian pelayanan persalianan yang adekurat.
(Vf,230104)
Kata Kunci: BIDAN, DUKUN BAY
STUDI KASUS TUBERKOLOSIS ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGUTER SUKOHARJO
Tuberkulosis (TBC) pada anak-anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah dengan sumber daya terbatas seperti Puskesmas Nguter Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika penularan TBC pada anak, pengetahuan masyarakat, dan efektivitas strategi pencegahan dan pengobatan yang ada. Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan keluarga pasien anak yang terdiagnosis TBC. Data dikumpulkan mengenai pengetahuan mereka tentang TBC, pengalaman dengan gejala, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan tentang TBC, termasuk cara penularan dan spektrum gejala. Meskipun ada upaya sosialisasi oleh petugas kesehatan, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman masyarakat tentang sumber dan penularan penyakit. Kepatuhan terhadap pengobatan yang berkepanjangan terbukti menjadi tantangan, dengan beberapa keluarga melaporkan kesulitan dalam mengikuti regimen pengobatan yang diperlukan. Studi ini menyoroti pentingnya pendidikan kesehatan yang lebih komprehensif dan intervensi yang ditargetkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan TBC. Diperlukan strategi yang lebih efektif untuk mengatasi hambatan dalam deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan TBC pada anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Nguter Sukoharjo
Factors Related to Breast Self-Examination Behavior (SADARI) of University of Muhammadiyah Surakarta Students
One of the leading causes of cancer deaths in women worldwide is breast cancer. It is imperative to improve understanding of the various aspects of early detection and prevention so as to identify problems early enough to reduce breast cancer deaths. Early detection by the method of breast self-examination (SADARI) is a preventive and effective step in reducing the incidence of death due to breast cancer. The purpose of this study was to determine the factors associated with breast self-examination behavior (SADARI) in female students of Universitas Muhammadiyah Surakarta. This study used an observational method with a cross-sectional design. The research sample amounted to 263 respondents selected using insidental sampling technique. The results there was a relationship between knowledge (0.000) and attitude (0.010) with breast self-examination behavior (SADARI). However, there was no relationship between family support (0.587) and information exposure (0.623) with breast self-examination behavior. The conclusion of this study emphasizes the importance of increasing education and socialization about SADARI for female students in order to increase awareness and implementation of SADARI behavior as an early prevention measure for breast cancer
- …
