JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
PEMBANGUNAN GREEN HOUSE PETANI HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP SERTA EKONOMI MASYARAKAT
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berupaya untuk mengontrol keberlanjutan lingkungan pertanian hidroponik serta menanggulangi hama yang dapat merugikan petani. Mengingat petani dalam hal ini tidak menggunakan pestisida, maka proses penanggulangan hama dilakukan melalui inisiatif program kerja menggunakan metode yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui pembangunan dan pemberdaayan fasilitas Green House, petani dapat menghasilkan sayuran berkualitas tinggi yang lebih aman dikonsumsi serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan konsumennya.
Kata kunci: Green House, Hidroponik, Nutrient Film Technique
SISTEM LAMPU OTOMATIS MENGGUNAKAN ESP 8266 DI DESA BAKALAN, KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO: Automatic Lighting System Using Esp 8266 in Bakalan Village, Gondang District, Mojokerto Regency
Permasalahan manajemen sarana prasarana pada lampu semakin mendesak di era modern digital saat ini, yang memerlukan solusi inovatif untuk mengendalikan lampu secara otomatis dan efisien. Artikel ini mengusulkan dan mengimplentasikan sebuah system lampu otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang menggunakan Node MCU ESP 8266 dan relay. Sistem ini memanfaatkan kemampuan dari Node MCU ESP 8266 sebagai mikrokontroler yang berfungsi sebagai perangkat yang menghubungkan dengan jaringan Wi-Fi, sedangkan Relay digunakan untuk mengendalikan daya listrik yang akan masuk ke lampu. Kemudian untuk system androidnya menggunakan Website Designer untuk menyalakan dan mematikan lampu tersebut
COMMUNITY SERVICE ACTIVITIES: DEVELOPMENT OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY PRODUCTION PROCESSES IN THE PASURUAN FURNITURE INDUSTRY TO INCREASE PRODUCTIVITY AND SUSTAINABILITY OF SMEs: Community Service Activities: Development Of Environmentally Friendly Production Processes In The Pasuruan Furniture Industry To Increase Productivity And Sustainability Of Smes
The furniture industry in Pasuruan, East Java, is one of the important sectors in the local economy and contributes greatly to Indonesian product exports. However, despite the large potential of this industry, the furniture sector faces serious challenges related to sustainability and the environmental impact of its production process. Most of the furniture industry in Pasuruan, especially among small and medium enterprises (SMEs), still relies on traditional technology and production methods that are less efficient and have a negative impact on the environment, such as the use of non-renewable raw materials, poorly managed wood waste, and high energy consumption. This community service activity (CSA) aims to provide solutions in the form of implementing environmentally friendly technology in the furniture production process in Pasuruan. The proposed environmentally friendly technology includes energy efficiency methods, wood waste management, and the use of more sustainable raw materials, such as wood from reprocessing or environmentally friendly alternative materials. This activity will increase the awareness and capacity of furniture SMEs to implement production processes that are not only efficient but also environmentally friendly. Thus, these industry players can reduce negative impacts on the environment while increasing the competitiveness of their furniture products in domestic and global markets that increasingly demand environmentally friendly products. In addition, this CSA aims to improve the quality of furniture products from Pasuruan SMEs by integrating sustainability principles into every stage of the production process. SMEs will be given training and assistance in identifying opportunities to implement environmentally friendly production practices, from selecting more efficient raw materials to better waste management methods. With an environmentally friendly, technology-based approach, SMEs will benefit from reduced production costs, energy savings, and increased competitiveness of higher quality and more sustainable products. The expected impact of this activity is the realization of a more sustainable furniture industry in Pasuruan, with the success of SMEs adopting environmentally friendly technology and being able to compete with international furniture products that increasingly pay attention to sustainability aspects. The implementation of this technology not only has an impact on production efficiency and reducing carbon footprints but can also contribute to the creation of new, larger market opportunities, with increasing global demand for environmentally friendly products. With more competitive, innovative, and sustainable results, the development of the furniture industry in Pasuruan will not only provide economic benefits for SMEs but also have a positive impact on the quality of life of the surrounding community, especially through the creation of better and more sustainable jobs. In addition, this effort also supports global efforts to mitigate climate change and ensure the sustainability of the manufacturing industry in general
PENDAMPINGAN PEMBUATAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI DI SMP NEGERI 4 PALIMANAN KAB. CIREBON: Assistance in Making Mathematics Learning Aids for Geometry Material at SMP Negeri 4 Palimanan, Cirebon Regency
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang, membuat, dan memanfaatkan alat peraga geometri ruang guna menunjang efektivitas pembelajaran matematika di SMP Negeri 4 Palimanan, Kabupaten Cirebon. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya pemahaman konsep geometri ruang oleh siswa akibat keterbatasan alat peraga dan kurangnya keterampilan guru dalam memproduksi media pembelajaran yang relevan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang bersifat partisipatif dan kolaboratif antara dosen, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan guru-guru di SMP Negeri 4 Palimanan. Mitra dalam kegiatan ini adalah guru mata pelajaran matematika dan siswa di sekolah tersebut. Alat dan bahan yang digunakan berupa bahan-bahan sederhana seperti karton, kertas manila, gunting, lem, serta alat bantu visual lainnya. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pengenalan konsep alat peraga, perancangan dan pembuatan alat peraga, serta implementasi dan pendampingan di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan memperoleh tingkat kepuasan peserta pada kategori "Sangat Puas" dalam aspek pelaksanaan kegiatan, kualitas alat peraga, dan manfaatnya dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini efektif meningkatkan keterampilan guru dan kualitas pembelajaran geometri ruang
SOSIALISASI PEMANFAATAN LISTRIK RUMAH TANGGA DI KELURAHAN WAENA DISTRIK HERAM KOTA JAYAPURA: Socialization of Household Electricity Utilization in Waena Village, Heram District, Jayapura City
Kelurahan Waena, yang terletak di Distrik Heram, Kota Jayapura, berada di kawasan pinggiran kota dekat Danau Sentani dengan tingkat sosial yang lebih rendah dibandingkan kawasan perkotaan yang maju. Sebagai kawasan hunian, Kelurahan Waena dirancang untuk melindungi dan memperkuat kearifan lokal masyarakat adat suku Tabi Papua. Kehidupan sosialnya memadukan sistem tradisional dan modern, di mana masyarakat tetap mempertahankan kelembagaan adat sekaligus mengadopsi teknologi modern seperti listrik dan peralatan elektronik. Untuk mendukung pemanfaatan listrik yang aman dan efisien, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola energi rumah tangga secara tepat, efisien, dan nyaman. Berdasarkan tanggapan peserta, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyaraka
OPTIMALISASI PRODUKSI HOME INDUSTRY ROTI ATTA MELALUI PENERAPAN ALAT PENGEMBANG ROTI (TANSFERPROOF) DALAM UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS & EFISIENSI PRODUKSI: Optimalisasi Produksi Home Industry Roti Atta Melalui Penerapan Alat Pengembang Roti (Tansferproof) dalam Upaya Peningkatan Efektivitas & Efisiensi Produksi
UMKM Roti Atta yang terletak di Desa Petak Mojokerto ini didirikan pada tahun 2019 danmenghadapi kendala dalam proses produksi roti terutama pada tahap fermentasi adonan yangmemakan waktu hingga 5 jam dan ketidakstabilan suhu akibat penggunaan metode manual. Halini mengakibatkan waktu produksi yang lama, kuantitas produksi sedikit dan ketidakpastian hasilproduksi hingga mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Berdasarkan permasalahantersebut, perlu adanya upaya mengatasi masalah produksi tersebut sehingga mampumeningkatkan penjualan roti. Upaya ini dirancang dalam proses produksi yaitu denganmenciptakan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengembang adonan roti. Alat ini diberinama Tansferproof yaitu mesin pengembang adonan roti yang menggunakan energi gas (LPG)sebagai penggerak. Mesin ini dapat mengatur suhu, kelembaban, dan waktu fermentasi secaraoptimal, mempercepat proses pengembangan adonan serta mengurangi ketergantungan padalistrik. Penerapan teknologi ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangilead time dan menghasilkan roti yang lebih konsisten dan berkualitas. Hasil alat TTG ini telahdiimplementasikan pada UMKM Roti Atta dan terbukti efektif untuk mempercepat prosesproduksi, waktu tunggu untuk adonan mengembang hanya dengan 30-60 menit
SOSIALISASI AKUNTABILITAS KINERJA KOPERASI KAREB BOJONEGORO JAWA TIMUR: Socialization of Performance Accountability of Kareb Cooperative, Bojonegoro, East Java
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus serta anggota Koperasi Kareb Bojonegoro dalam menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas kinerja koperasi. Permasalahan yang dihadapi koperasi ini meliputi rendahnya pemahaman terhadap prinsip akuntabilitas, belum optimalnya sistem pelaporan, serta minimnya kegiatan edukasi kelembagaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui sosialisasi interaktif, yang mencakup penyampaian materi, diskusi, dan simulasi penyusunan laporan. Evaluasi dilakukan dengan instrumen pre-test dan post-test, observasi langsung, serta kuesioner reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai akuntabilitas koperasi, kemampuan menyusun laporan, serta munculnya komitmen untuk menyusun standar operasional pelaporan internal. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya tata kelola koperasi yang transparan, bertanggung jawab, dan partisipatif. Kegiatan ini terbukti efektif dalam membangun fondasi tata kelola yang akuntabel dan memperkuat keberlanjutan kelembagaan koperasi melalui intervensi berbasis edukasi dan partisipasi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMANTAUAN GULA DARAH MANDIRI IBU-IBU PKK DUSUN GODEHAN: Community Empowerment through Independent Blood Sugar Monitoring Training for PKK Women in Godehan Hamlet
Peningkatan kasus diabetes melitus (DM) di Dusun Godehan, menuntut adanya upaya pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan pengelolaan mandiri kadar gula darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK Dusun Godehan dalam melakukan pemantauan kadar gula darah mandiri (PKGDM) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian DM di tingkat komunitas. Program dilaksanakan pada bulan Maret–Juni 2025 dengan metode ceramah dan praktik kepada 30 orang peserta. Peserta dilatih mengenai konsep dasar DM, teknik penggunaan glukometer, pencatatan hasil pemeriksaan, serta interpretasi kadar gula darah. Pemeriksaan dilakukan setiap minggu selama 4 minggu dan dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk dan paired t-test. Hasil menunjukkan penurunan signifikan rerata kadar gula darah acak dari 207,27 ± 13,55 mg/dl pada minggu pertama menjadi 143,73 ± 9,36 mg/dl pada minggu keempat (p < 0,001). Seluruh peserta mencapai kadar gula darah < 200 mg/dl pada akhir program. Pelatihan PKGDM terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian dan kesadaran masyarakat terhadap pengendalian DM, serta berpotensi menjadi model pemberdayaan kesehatan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain
TEKNOLOGI MESIN PEMOTONG RING GELAS AMDK UNTUK MENINGKATKAN PENGHASILAN USAHA MIKRO BANK SAMPAH : AMDK Glass Ring Cutting Machine Technology to Increase Income of Micro Waste Bank Businesses
Mitra Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah Bank Sampah Induk Sakera. Masalah produksi (1) Mitra hanya bisa menjual gelas air minum dalam kemasan (AMDK) bekas utuh seharga Rp. 2500/kg, Sedangkan jika dipotong dan dijual terpisah antara ring dan plastik gelas, bisa dijual lebih mahal ke pengepul masing-masing sebesar Rp. 1000/kg dan Rp. 6000/kg. (2) Mitra mengalami kerugian ketika melakukan penimbangan sampah plastik anorganik karena masih menggunakan alat timbang manual. Tujuan kegiatan adalah: (1) Menerapkan TTG mesin pemotong ring gelas AMDK, (2) Menerapkan TTG alat timbang digital untuk menimbang sampah anorganik plastik supaya hasilnya lebih presesi. Metode kegiatan adalah: (1) Rancang bangun dan pembuatan mesin pemotong ring gelas AMDK, serta dilanjutkan pelatihan, praktek, uji-coba, dan pendampingan penggunaan alat ke mitra sasaran dan (2) Rancang bangun alat timbang sampah non-organik digital supaya hasilnya lebih presesi, serta dilanjutkan pelatihan, praktek, uji-coba, dan pendampingan penggunaan alat ke mitra sasaran. Luaran kegiatan adalah: (1) TTG mesin pemotong ring gelas AMDK kepada Mitra Sasaran, dan (2) TTG alat timbang digital untuk menimbang sampah anorganik plastik kepada Mitra
PENTINGNYA PEMAHAMAN HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL UNTUK MELINDUNGI INOVASI SISWA DI SMK 12 SURABAYA: The Importance of Understanding Intellectual Property Law to Protect Student Innovation at SMK 12 Surabaya
The rising demand for creative products from both society and the market underscores the need to nurture creativity through educational institutions, aligning with government initiatives to advance the creative industry in preparation for future challenges. Introducing Intellectual Property Rights (IPR) to Vocational High School (SMK) students is essential, as they represent the nation’s future generation, equipped with strong critical thinking and comprehension skills. This knowledge enhancement is intended to expand students’ insights and foster creativity in producing original and valuable intellectual creations. In the current globalized era, increasing competition grants greater prospects for individuals with creativity and innovation to make meaningful contributions within the workforce. The skills that students acquire not only benefit their personal growth but also generate positive outcomes for the broader communit