JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
COMMUNITY SERVICE ACTIVITIES: EMPOWERING TEMPE MSMES AND SURROUNDING COMMUNITY THROUGH STRENGTHENING MANAGEMENT, PACKAGING, AND DIGITAL MARKETING: Community Service Activities: Empowering Tempe Msmes And Surrounding Community Through Strengthening Management, Packaging, And Digital Marketing
This community service activity was carried out with the aim of improving managerial and marketing capacity at Tempe MSMEs, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, East Java. The main problems faced by partners include the absence of a financial recording system, limited product packaging and promotion, and a lack of manpower, which has an impact on production inconsistencies. The method used in this activity is a qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques. The results of the activity show that partners have begun to implement simple transaction recording using cash books and use new packaging made of food-grade plastic with informative brand labels. The use of social media as a means of promotion has also begun to be implemented and has been able to reach new customers. In addition, the involvement of local residents as part-time workers has succeeded in helping to overcome the surge in production demand. This activity proves that through the right socialization and mentoring approach, MSMEs can develop more professionally and competitively
PENYULUHAN DAN PENGENALAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI SMKN 5 SURABAYA: Counseling and Introduction to Internet of Things and Artificial Intelligence Technology at SMKN 5 Surabaya
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pengenalan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) kepada siswa SMKN 5 Surabaya sebagai upaya peningkatan literasi digital dan kesiapan mengahadapu era industri 4.0 dan transisi menuju 5.0. kurangnya pemahaman siswa terhadap perkembangan teknologi mutakhir menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi aplikasi sederhana IoT dan AI, diskusi, serta evaluasi pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil meningkatkan wawasan siswa terhadap konsep dasar, manfaat, dan implementasi teknologi IoT dan AI dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia kerja. Respon positif dari siswa juga menunjukkan tingginya minat terhadap bidang teknologi digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong terciptanya generasi muda yang adaptif, kreatif, inovatif, dan siap bersaing dalam era digital masa depan
REDESAIN PRODUK UMKM MEBEL ALUMINIUM MENGGUNAKAN APLIKASI SKETCHUP: Redesigning Aluminum Furniture for MSMEs Using SketchUp
Mebel atau prabot rumah tangga sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Diantara berbagai pilihan bahan, mebel berbahan dasar aluminium cukup banyak diminati oleh konsumen karena sifatnya yang tahan karat, bebas dari serangan rayap, ringan, dan dapat dikombinasi dengan material lain sehingga desain produk dan harga menjadi optimal. Salah satu UMKM yang memproduksi mebel aluminium adalah “Bengkel Mulya Aluminium” yang berlokasi di Semampir AWS, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. UMKM memproduksi kusen pintu dan jendela serta prabot rumah tangga seperti kitchen set, rak, pembatas ruangan, meja, wastafel, lemari, dan bufet. Permasalahan UMKM adalah sulitnya meningkatkan omset penjualan. Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ITATS melakukan pendampingan dan bekerja sama dengan UMKM “Bengkel Mulya Aluminium”. Kegiatan bertujuan untuk memperbaiki aspek produksi sehingga meningkatkan omset penjualan. Metode yang digunakan dalam memperbaiki aspek produksi adalah melalui wawancara, diskusi, pelatihan/workshop, dan bantuan teknis. Pendampingan terhadap UMKM menghasilkan: 1) peningkatan pengetahuan UMKM mengenai cara mendesain produk menggunakan aplikasi sketchUp; 2) produk desain baru yaitu 3 buah buffet multifungsi, 1 buah pembatas ruangan multifungsi, dan 1 buah meja lipat kombinasi kusen jendela. Pendampingan mampu meningkatkan omset penjualan UMKM sampai 20%
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAJIN MELALUI PELATIHAN DESAIN MOTIF BATIK TULIS ASLI SAMPANG: Improving Craftsmen's Knowledge and Skills Through Training in Designing Original Sampang Hand-Written Batik Motifs
Mitra PM-UPUD adalah UD Shalempang Batik Madura (Mitra 1) dan Kelompok Pembatik Rumahan, Pemasok Bahan, dan Penjahit Dusun Pliyang (Mitra 2). Permasalahan ditinjau dari aspek produksi adalah motif batik tulis Sampang hasil kreasi Mitra 1, banyak dicontoh atau diplagiasi oleh perajin luar Kabupaten Sampang. Dampaknya adalah motif batik spesifik asal Sampang hasil kreasi Mitra 1 menjadi cenderung memudar, karena usai dibuat dan diperkenalkan kepada masyarakat tidak lama kemudian di pasaran, muncul produk batik tulis motif serupa buatan perajin luar Sampang dengan harga jual lebih murah. Tujuan program adalah (1) meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan desain motif batik tulis asli Sampang, dan (2) mengusulkan hak cipta motif batik tulis asli Sampang yaitu Sumur Deksan dan Praseno ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Metode kegiatan ditempuh melalui (1) pelatihan, praktek, dan pendampingan pembuatan motif batik asli Sampang Praseno dan Sumur Deksan kepada Mitra 2, (2) pelatihan, praktek, dan pendampingan penyusunan rancangan (draf) dokumen hak cipta motif batik asli Sampang Praseno dan Sumur Deksan ke DJKI Kemenkumham. dan (3) Pengusulan hak cipta motif batik asli Sampang Praseno dan Sumur Deksan ke DJKI Kemenkumham. Luaran kegiatan adalah (1) produk batik tulis asli Sampang motif Praseno dan Sumur Deksan menggunakan pewarna alam dan buatan, (2) surat pencatatan ciptaan batik asli Sampang motif Praseno dan Sumur Deksan dari DJKI Kemenkumham. Luaran kegiatan berupa (1) produk batik tulis asli Sampang motif Praseno dan Sumur Deksan menggunakan bahan pewarna alam dan pewarna buatan, (2) surat pencatatan ciptaan batik tulis asli Sampang motif Praseno dan Sumur Deksan dari DJKI Kemenkumham.
Kata Kunci: Batik Tulis, Motif Sampang, Hak-Cipta, Praseno, Sumur Deksa
Inovasi Pembuatan Teh Herbal Berbahan Rambut Jagung di Desa Gondang – Mojokerto
Pengembangan potensi desa dengan melakukan pemanfaatan limbah yang dilakukan dengan melihat permasalahan yang ada didesa, didapati bahwa masyarakat masih kurang menyadari akan adanya potensi desa yang perlu dan dapat dimanfaatkan salah satunya limbah jagung. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dengan pendekatan deskriptif, dimana pelaksana pengabdian masyarakat terjun secara langsung mencari data dan permasalahan yang ada di desa. Dalam Pelaksanaannya kegiatan pelatihan yang dilakukan menyasar kepada para Ibu – ibu PKK, dengan tujuannya adalah untuk mengedukasi dan memberi pelatihan tentang bagaimana mengolah limbah jagung terkhususnya adalah rambut jagung untuk dijadikan sebagai minuman teh herbal rambut jagung. Selain daripada itu, dalam pelaksanaannya juga memaparkan materi mengenai khasiat serta manfaat yang ada di dalam rambut jagung yang dapat digunakan salah satunya sebagai minuman teh herbal untuk pengobatan, yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kreatifitas Masyarakat desa untuk menciptakan produk yang dapat bermanfaat bagi Kesehatan Masyarakat serta untuk mengontrol limbah dari hasil panen jagung yang ada di desa.
Kata Kunci: Teh Rambut Jagung, Pemanfaatan Jagung, Minuman Teh Herba
CSA IN JERUKGAMPING VILLAGE: TTG CRACKERS SEPARATION MACHINE TO INCREASE SMI’S PRODUCTION
Micro, small, and medium industry (MSMI) is one of the main components for improving the economy of village communities. This existence is expressed by the development of MSMI in rural areas. Most of the MSMIs that are progressing rapidly in business development are MSMIs that operate in various business fields. This condition spurred the village community's confidence to brand their village as a creative MSMI village. Small and medium industry (SMI) with the Cracker Mawar brand is one of the SMIs developing in Jerukgamping Village, Krian District, Sidoarjo Regency, East Java Province. The process of producing crackers from raw materials to finished products takes a minimum of one day and a maximum of two days. This is due to the drying process, which still relies on the hot sun. This traditional production system creates various obstacles in business development, including: (i) the accumulation of crackers that are still stuck to each other; (ii) the production process cannot be completed in one day (exceeds working hours); (iii) the remains of crackers that are still attached; (iv) the production process is not optimal; and (v) the resulting output does not match the input. With the various business development obstacles faced by SMI Cracker Mawar, the Community Service Activity of the Department of Industrial Engineering Team, Faculty of Engineering, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya is to provide assistance in increasing SMI's production capacity with the TTG Cracker Separator Machine at SMI in Jerukgamping Village, Krian District, Sidoarjo Regency. In this way, micro, small, and medium industries (MSMI) as the economic pillars of Jerukgamping Village can develop better so that the welfare of the community will increase
Teknologi Mesin Pengaduk Adonan dan Kue Semprit Varian Rasa untuk Efisiensi Produksi dan Meningkatkan Pemasaran Jajanan Tradisional Sampang
Mitra Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah UMKM “Lapaste” merupakan usaha rumahan yang memproduksi kue tradisional Madura dengan produk utama adalah Kue Semprit merk Lapaste Sae. Usaha berada di Jalan Cempaka Nomor 4 Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Masalah mitra aspek produksi antara-lain: (1) Proses produksi kue masih belum efisien karena masih menggunakan tangan ketika membuat adonan bahan kue semprit (Madura: Serpot). (2) Produk kue semprit hanya terdiri dari dua rasa yaitu rasa original dan coklat. Untuk mengatasi Masalah 1 dibutuhkan Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pengaduk adonan bahan kue semprit penggerak motor. Tujuan kegiatan 1 adalah supaya TTG alat mampu melakukan efisiensi waktu dan tenaga pekerja pada proses pembuatan kue semprit-khususnya pada proses pencampuran adonan dari kondisi awal kental menjadi relatif kering. Luaran kegiatan 1 adalah TTG mesin pengaduk adonan bahan kue semprit penggerak motor ke Mitra. Tinggi total alat adalah 2 meter dengan kapasitas mesin adalah 30 liter adonan kue menggunakan sumber tegangan PLN 220 Volt satu phasa frekuensi 50 Hz. Untuk mengatasi masalah 2 maka dilakukan pelatihan, praktek, dan pendampingan pembuatan kue semprit varian rasa. Varian rasa kue berjumlah empat antara-lain mocca, keju, durian, dan strawberry. Tujuan kegiatan 2 adalah supaya kue semprit tidak hanya disukai oleh orang dewasa, tetapi juga digemari anak karena rasanya semakin beragam dan laris sehingga diharapkan omzet penjualannya semakin meningkat. Luaran kegiatan adalah kue empat varian rasa antara-lain mocca, keju, durian, dan strawberry.
Kata Kunci: Mesin Pengaduk Adonan Listrik; Kue Semprit; Lapaste; Varian Ras
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA MELALUI MENULIS CERITA ANAK BAGI ANAK-ANAK JALANAN DI KARAWANG
Anak-anak jalanan adalah masalah umum yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia. Anak-anak di masa pertumbuhan ini menghadapi eksploitasi yang tidak wajar sehingga mereka mengalami kehidupan yang tidak layak. Banyak hak dasar hidup anak-anak jalanan itu tidak terpenuhi, terutama dalam hal memperoleh pendidikan. Oleh karena itu, perlu diadakan pendampingan kepada anak-anak jalanan dalam hal memperoleh pendidikan. Adapun pendampingan pendidikan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah Pelatihan dan Pengembangan Bahasa Indonesia melalui Menulis Ceita Anak bagi anak-anak jalanan di Karawang. Materi yang diberikan adalah pelatihan menulis cerita anak di area anak-anak jalanan di Stasiun Karawang di Kota Karawang. Pelaksanaannya dilakukan dilakukan dengan bermitra dengan “Smart Room” dengan 11 orang peserta pelatihan. Kegiatan pendampingan pelatihan dan pengembangan Bahasa Indonesia melalui cerita anak ini dilakukan empat kali secara tatap muka. Kegiatan ini menjadi sarana pemberdayaan dan ekspresi anak-anak jalanan untuk menyampaikan pengalaman mereka sebagai anak-anak jalanan. Dengan penulisan cerita anak ini mendorong para peserta untuk mengolah pikiran dan rasa dalam wujud tulisan sehingga hati dan pikiran mereka akan lebih terasah
EDUKASI BOKASHI SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA DAN IMPLEMENTASINYA
Latar belakang pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan alternatif kepada masyarakat terkait upaya pengelolaan dan pengolahan sampah organik rumah tangga. Sampah merupakan permasalahan yang harus diselesaikan secara bersama. Pengelolaan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga, menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan. Salah satu upaya untuk mengelola dan mengolah sampah adalah memanfaatkan metode bokashi. Bokashi memiliki beberapa hal positif, antara lain: 1) membantu dalam mengurangi sampah organik skala rumah tangga, 2) produk yang dihasilkan dari bokashi dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman dan tanah, 3) membantu dalam pengurangan dalam penggunaan bahan kimia untuk menyuburkan tanaman, dan 4) membantu mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan alami. Metode yang digunakan dalam aktivitas pengabdian masyarakat ini adalah metode pembelajaran layanan. Peserta yang hadir dalam aktivitas ini berjumlah 20 orang, yang merupakan perwakilan dari Rukun Warga (RW) di wilayah Kelurahan Bendul Merisi. Berdasarkan aktivitas yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa, peserta yang hadir telah memahami dengan baik metode bokashi. Peserta telah diberikan berbagai alat untuk untuk dipraktikan di rumah masing-masing. Harapannya, metode bokashi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di tingkat RW dan rumah tangga
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA LARANGAN KABUPATEN SIDOARJO DALAM MENYUSUN PERATURAN DI DESA
Desa mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus otonominya sendiri. Salah satu kewenangannya adalah pembentuk peraturan di Desa. Dalam pembentukan peraturan di Desa wajib mempedomani Permendagri 111. Kepala Desa dan BPD sebagai salah satu elemen aparatur desa mempunyai kewenangan untuk menyusun peraturan di Desa sehingga harus mengetahui dan memahami Permendagri 111. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Aparatur Desa Larangan terkait teknis dan prosedur penyusunan peraturan di Desa sesuai Permendagri 111. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara sosialisasi melalui ceramah, dialog dan diskusi. Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh Aparatur Desa Larangan Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini sukses dilaksanakan dibuktikan dengan memperoleh respon positif dari peserta. Selama ini Aparatur Desa Larangan belum sepenuhnya mempedomani Permendagri 111 dalam penyusunan peraturan di Desa sebab belum maksimalnya proses penyebarluasan sehingga masyarakat tidak dapat memberikan masukan dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam penyusunan peraturan di Desa