1,721,894 research outputs found
Programmable Logic Controller dan Teknik Perancangan Sistem Kontrol
Secara Umum pembahasan pada buku ini tidak mengacu pada merk atau tipe PLC tertentu, hal ini dilakukan agar para pembaca mendapatkan gambaran yang luas tentang PLC dan tidak terpaku pada salah satu merk PLC saja. Tidak ada Syarat latar belakang pengetahuan khusus untuk dapat memahami buku ini
Kontrol PID untuk Proses Industri
PID (Proporsional Integral Derivative) merupakan satu-satunya strategi yang paling banyak diadopsi pada pengontrolan variabel proses di Industri. PID menentukan keberhasilan operasi pada proses Industri. Sasaran Pembaca adalah mahasiswa Teknik, terutama Mahasiswa Teknik KIMIA, FISIKA dan ELEKTRO serta praktisi dan personel lapangan yang bekerja dalam bidang prose
Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Feedforward Backpropagation
Jaringan syaraf backpropagation merupakan
jaringan syaraf yang telah umum digunakan dalam
beragam aplikasi kontrol. Dari segi arsitektur,
backpropagation merupakan jaringan syaraf perceptron
dengan banyak layer (multilayer), sehingga jaringan
syaraf ini dikenal juga sebagai jaringan syaraf
perceptron multilayer. Nama backpropagation diambil
dari proses pembelajaran yang melibatkan penghantaran
balik sinyal error dari output layer menuju layer
dibawahnya hingga layer sebelum input layer.
Pada tugas akhir ini, jaringan syaraf
backpropation digunakan sebagai kontroler dalam
pengaturan kecepatan motor DC. Skema yang digunakan
dalam pengontrolan adalah fix stabilizing controller.
Dalam skema ini, jaringan syaraf berperan sebagai
controller dimana sinyal training yang digunakan berasal
dari sinyal keluaran penguat proporsional.
Dengan menggunakan bobot dan bias awal
0,05, pengaruh parameter jaringan syaraf serta
parameter pada skema kontroler fix stabilizing controller
dapat diamati. Learning rate akan berpengaruh terhadap
kecepatan plant mencapai kondisi tunak. Momentum
juga mempunyai pengaruh yang sama dengan learning
rate. Pengamatan juga dilakukan terhadap pengaruh
jumlah hidden layer dalam jaringan serta pengaruh nilai
penguat proporsional. Dari hasil percobaan diperoleh
bahwa jaringan dengan satu hidden layer lebih cepat
mencapai kondisi tunak dibandingkan jaringan dengan
dua hidden layer. Nilai penguat proporsional dimana
respon plant masih stabil adalah 2.
Kata kunci : jaringan syaraf tiruan, backpropagation, fix
stabilizing controller, plant motor DC
KONTROL KURSI RODA CERDAS MENGGUNAKAN PERGERAKAN KEPALA
A wheelchair is a chair with wheels, designed to be a replacement for walking. When some individuals with the
limitation of movement (disability) are helped by the usage of standard wheelchair, some other disabled people found
difficulties or almost impossible to operate this standard wheelchair. To facilitate this group of disabled individuals,
researchers make use the technology which initially developed for mobile robot to create a smart wheelchair, which then
dramatically reduces the need of physical gestures, observabilities and skills needed to operate the standard wheelchair.
The purpose of this final project is to implement the control system for a smart wheelchair in which could be
controlled using head movement that is captured by the webcam, as well as to avoid any obstacles/obstructions with
minimum fault. The control system for this smart wheelchair adopts Visual C# 2008 and EmguCV software which act as a
library to indentify the head movement. The head movement then will be sent and implemented into a microcontroller
system that organize the movement of the motor in the wheelchair. The ultrasonic sensor is used to detect the presence of
any obstacles/obstructions.
The result of this study concluded that the position and the direction of the ultrasonic sensor is having an influence
with the detection of the objects in front of the wheelchair. This smart wheelchair, in addition to joystick, could also be
controlled by using head movements. The movement of the wheelchair is in accordance with the movement of the user’s
head captured by the webcam. This smart wheelchair is able to detect the presence of any obstacles/obstructions and route
to avoid them or to stop in front of them with 45 cm measured in front of the wheelchair.
Keywords : Smart Wheel Chair, Head Movement, Webcam, Visual C#, EmguCV, Ultrasonic Senso
APLIKASI TEKNIK KENDALI GAIN SCHEDULING PADA SISTEM KONTROL VALVE UNTUK PENGENDALIAN TINGGI MUKA CAIRAN PADA LIMAS TERPANCUNG
Teknik kendali Gain Scheduling merupakan
salah satu teknik kendali yang digunakan untuk
mendapatkan respon sistem yang diinginkan dengan
cara melakukan perubahan nilai penguatan (gain) pada
titik – titk respon sistem yang telah ditentukan. Tujuan
dari tugas akhir ini adalah membuat sebuah aplikasi
sistem kendali Gain Scheduling dan mengamati respon
sistem yang dihasilkan.
Pada tugas akhir ini dilakukan pengujian
terhadap unjuk kerja kendali Gain Scheduling dalam
mengendalikan sistem kontrol valve untuk mengatur
tinggi muka cairan secara on-line pada wadah
penampung yang berbentuk limas terpancung dengan
sisi atas yang lebih besar dari sisi bawahnya.
Pengendalian dilakukan dengan mengatur pembukaan
valve pengisian pada wadah penampung. Teknik
pengendalian Gain Scheduling diimplementasikan pada
sistem mikrokontroler ATMEGA8535 dan dapat
dimonitoring melalui LCD dan komputer.
Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat
diketahui teknik kendali Gain Scheduling menghasilkan
respon sistem yang cukup baik dalam menuju nilai
referensi yang diberikan. Semakin besar referensi yang
diberikan, waktu respon sistem untuk mencapai
keadaan steadynya menjadi lebih lama, hal ini
diakibatkan semakin besarnya luasan wadah
penampung plant yang mengakibatkan semakin
besarnya beban sistem. Pada pengujian dengan
gangguan berupa penambahan bukaan valve outlet
menunjukan semakin besar gangguan yang diberikan,
offset yang dihasilkan juga akan semakin besar.
Kata kunci : Gain Scheduling, Kontrol Valve, Tinggi
Muka Cairan, Limas Terpancung
PENGENDALIAN KECEPATAN PUTAR MOTOR DC DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN B-SPLINE SECARA ON LINE
Dalam perancangan kendali kecepatan putar motor dc secara konvensional, misal dengan
menggunakan PI, PID, konstanta proporsional, integral dihitung berdasarkan parameter motor yang
dikendalikan. Secara praktis seringkali parameter-parameter ini tidak diketahui.
Sebuah pendekatan dalam pengendalian plant yang parameternya tidak diketahui dapat dilakukan
dengan menggunakan jaringan saraf tiruan. Dalam hal ini jaringan saraf tiruan B-Spline digunakan sebagai
komponen pengendali motor dc dengan parameter yang tidak diketahui. Pada jaringan saraf tiruan ini
hanya menggunakan B-spline orde 1, orde 2, dan orde 3
Pada tugas akhir ini dilakukan pengujian terhadap unjuk kerja jaringan syaraf B-spline untuk
mengendalikan kecepatan putar motor secara on-line. Pengujian terhadap unjuk kerja jaringan syaraf
dilakukan dengan pengujian pengaruh laju konvergensil,gain proposional.
Hasil pengujian menunjukkan semakin besar laju konvergensi dan gain proposional yang diberikan
semakin cepat waktu penetapan. B-spline orde 3 mempunyai laju pembelajaran yang lebih baik dari pada
orde 2 dan orde 1.
Kata kunci : Jaringan Syaraf Tiruan, B-Spline,Motor D
Tadabur Al-Quranulkarim: Terjemahan dan tajwid berwarna: Seni menikmati keindahan bahasa Al-Qur'an una menjadi muslim unggul
Berbicara tentang disiplin ilmu balagah, tentu sangat panjang dan dalam. Melibatkan keseriusan siapa pun yang ingin belajar tentang bahasa Arab, terutama tentang akar, silsilah dan perkembangan sastra dan bahasa Arab. Termasuk di dalamnya berbagai macam kompleksitas dan korelasi dengan berbagai disiplin ilmu lainnya. Sehingga terkadang sedikit sekali para pencari ilmu mendalami dan tertarik di dalamnya. Sehingga pada perkembangannya bisa dikatakan ilmu ini nyaris punah, hanya terlestarikan di sebagian para pencinta ilmu; baik di pondok, universitas atau pun ulama-ulama penikmat seni keindahan bahasa.
Keinginan menghadirkan manis dan nikmatnya ilmu balagah ini bagi semua kalangan awam tentu tidaklah mudah. Dengan berbagai macam kesibukan, latar belakang, dan kebutuhan, tentunya disiplin ilmu balagah tidaklah menjadi prioritas utama. Akan tetapi jika mau jujur, Al-Qur'an ini begitu sangat kaya dengan seni keindahan bahasa, salah satu diantaranya hanya bisa didedahkan melalui ilmu balagah.
Dengan segala kerendahan hati, sebagai orang yang pernah mendalami dan berusaha merasai keindahan bahasa arab, termasuk mengungkap sisi-sisi rahasia ayat-ayat Al-Qur'an, maka kiranya tidak berlebihan ketika saya diamanahi untuk mendampingi penyusunan produk mushaf ini ada begitu banyak gejolak dan ketidakpuasan. Sebab bahasa Al-Qur'an begitu sangat agung dan suci, apakah benar dan mampu kita mengungkap rahasia hakikat dari apa yang disampaikan Allah Swt.? Namun rasanya, kegelisahan itu tidak boleh menghalangi niat ikhlas menyiarkan kalam suci-Nya. Kendati tidak sempurna, maka yang kurangnya jangan ditinggalkan, itulah pepatah para pendahulu ulama kita.
ما لا يذرك كله لا يترك كله –
"Apa yang tidak didapatkan seluruhnya, maka jangan ditinggalkan seluruhnya."
Karya ini mungkin tidak sempurna, diantaranya menyoal referensi yang sudah dipilih Tim penyusun, salah satu alasannya untuk mengadopsi ilmu balagah tentu lebih mudah untuk dijadikan rujukan adalah karya yang sudah ada untuk hanya sekedar tahap pengenalan dasar ilmu retorika, alasan ini tentu bisa saja diterima sebab tidak bisa sekaligus ilmu ini dibedah dan diketengahkan kepada semua masyarakat apa adanya, tentu akan sulit. Karena itu, tahap ini harus dianggap sebagai penetrasi awal pengenalan ilmu balagah dalam membedah keindahan ayat-ayat Al-Qur'an.
Kendati rujukan yang digunakan dalam karya ini tidak familiar dalam deretan tokoh balägiyyin' (pakar seni bahasa) semisal; al-Jahiz 225 H, Ibnul Mu'taz 296 H, Abu Hilal al-Askari 396 H, Qudamah bin Ja'far 337 H, Ibnu Rosyiq 463 H, dil. yang berkonsentrasi dalam 'an-Naqd wal balagah (ilmu retorika dan seni keindahan bahasa). Selain juga harus diakui ada kontroversi mengenai keberadaan disiplin ilmu ini dalam Al-Qur'an, akan tetapi mayoritas ulama 'lugawiyyin' (linguistik), 'naqdiyyin' (kritikus sastra) dan balägiyyin' (pakar seni bahasa) sepakat adanya ungkapan hakikat dan majaz dalam Al-Qur'an. Contohnya, ayat-ayat 'mutasyābihāt' (samar) yang terdapat di beberapa tempat dalam Al-Qur'an, bagi ulama 'balagiyyin' (pakar seni bahasa) artinya adalah mengungkap dan meminjamkan makna lain yang mendekati pada makna asli, dan mengistilahkannya dengan ungkapan 'majäz' seperti 'isti'ärah' dan 'tasybih atau istilah disiplin ilmu lain menyebutnya takwil, yaitu memalingkan makna asli pada makna yang menyerupainya dari sisi kedekatan makna.
Apalagi jika memang harus kembali kepada perselisihan dan perbedaan lainnya dari pendapat para ulama tentang disiplin ilmu ini, tidak akan ada habisnya. Namun disitulah khazanah kekayaan ilmu klasik dalam islam.
Kembali lagi, singkatnya sokongan dan kontribusi akan terus kami jalankan dalam upaya sedikit demi sedikit mengembalikan kekayaan intelektual para ulama kita dahulu dalam bentuk kekinian yang sesuai dengan perkembangan zaman, dan tentunya dengan cara dan media yang paling mudah untuk digapai masyarakat. Sekali lagi saya ingin kutip.
ما لا يذرك كله لا يثرلك كله
"Apa yang tidak didapatkan seluruhnya, maka jangan ditinggalkan seluruhnya.
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
