732 research outputs found

    ASESMEN BERBASIS AQAK LIBRARY ANXIETY SCALE PADA PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UPI

    Full text link
    ABSTRAK Dani Achmad Fiqri Setiawan (1905160). Asesmen Berbasis AQAK Library Anxiety Scale pada Pemustaka di Perpustakaan UPI. Skripsi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (2023). Perubahan paradigma pengelolaan perpustakaan menyoroti pentingnya implementasi teknologi dan praktik baru pada layanan perpustakaan, sehingga perpustakaan dapat menjadi lingkungan belajar yang suportif dan dapat diandalkan untuk meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Akan tetapi beberapa pemustaka mungkin terhambat saat menggunakan sumberdaya dan layanan perpustakaan karena mengalami kecemasan perpustakaan atau library anxiety. Hasil studi prapenelitian yang mengindikasikan pemustaka di Perpustakaan UPI mengalami kecemasan perpustakan, serta rekomendasi dari peneliti sebelumnya untuk meneliti kecemasan perpustakaan pada kelompok dengan nilai sosial-budaya yang berbeda menggunakan AQAK Library Anxiety Scale, merupakan hal-hal yang mendorong dilakukanya penelitian tentang kondisi dan langkah-langkah kecemasan perpustakaan pada pemustaka di Perpustakaan UPI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif survey dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian ini merupakan 100 mahasiswa S1 UPI Kampus Bumi Siliwangi Angkatan 2022 yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Kecemasan perpustakaan dikalangan pemustaka Perpustakaan UPI diukur menggunakan AQAK Library Anxiety Scale. Asesmen kecemasan perpustakaan ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pengumpulan data, pengolahan, analisis, dan interpretasi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diantaranya adalah nilai mean kecemasan perpustakaan responden sebesar 2,89, yang artinya secara umum responden mengalami kecemasan ringan. secara spesifik, diketahui pula bahwa kecemasan ringan yang dialami responden ditemukan disemua dimensi kecemasan perpustakaan. Kata Kunci: AQAK Library Anxiety Scale, Kecemasan Perpustakaan, Perpustakaan Perguruan Tinggi   ABSTRACT Dani Achmad Fiqri Setiawan (1905160). AQAK Library Anxiety Scale-Based Assessment of Library Visitor at the UPI Library. Thesis of Library and Information Science Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia (2023). The paradigm shift in library management highlights the importance of implementing new technologies and practices in library services, so that libraries can become a supportive and reliable learning environment to improve student academic achievement. However, some users may be hampered when using library resources and services due to library anxiety. The results of pre-research studies that indicate users at UPI Library experience library anxiety, as well as recommendations from previous researchers to examine library anxiety in groups with different socio-cultural values using the AQAK Library Anxiety Scale, are things that encourage research on the conditions and measures of library anxiety in users at UPI Library. The research method used is a descriptive survey with a quantitative approach. The respondents of this study were 100 S1 students of UPI Bumi Siliwangi Campus Class of 2022 who were determined using proportionate stratified random sampling techniques. Library anxiety among UPI Library users was measured using the AQAK Library Anxiety Scale. This library anxiety assessment consists of 4 stages, namely planning, data collection, processing, analysis, and interpretation of data, and drawing conclusions. The results obtained from this study include the mean value of respondents' library anxiety of 2.89, which means that in general respondents experience mild anxiety. Specifically, it was also known that mild anxiety experienced by respondents was found in all dimensions of library anxiety. Keyword: AQAK Library Anxiety Scale, College Library, Library Anxiet

    Contextualization of the Gospel in the Context of the Life of the Dani Tribe in Papua

    Full text link
    Before the ascension of Jesus Christ into heaven, He gave the commandment, a Great Commission to preach the gospel to all nations. Dani tribe is one of the tribes in Papua and is certainly one of the objectives of the evangelistic mission. And it is not only Christianity that wants to reach out there but other religions as well. To carry out this mission, in this study the author formulated how the gospel could be understood and accepted by the Dani tribe. The authors used qualitative methods with a literature study approach. Each nation has a different culture and life from each other, even if the area is in the same country, When the Gospel will be preached in that area, the evangelists must study the context of the people's lives so that the gospel can be contextualized into the culture of life of the people. The authors hope it will benefit evangelists who will carry out missions on the Dani tribe through stone-burning ceremonies, work, and daily life

    Implementasi Manajemen Kewirausahaan pada Usaha yang Dimiliki Generasi Z di Era Digitalisasi (Studi Kasus : Dani Orchids)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen kewirausahaan pada usaha yang dimiliki oleh Generasi Z di era digitalisasi dengan pendekatan karakteristik unik yang dimiliki oleh Generasi Z. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan dengan jenis studi kasus. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang digali dengan menggunakan metode wawancara kepada informan dan observasi. Informan dalam penelitian ini yakni Setiawan Ramadhani atau biasa dipanggil Dani. Dani merupakan pemilik dari “Dani Orchidsâ€. Data hasil wawancara dan observasi tersebut untuk selanjutnya dilakukan pengorganisasian, penganalisisan, dan penginterpretasian data non-numerik menjadi sebuah informasi untuk digunakan sebagai acuan analisis naratif. Temuan dari penelitian ini yakni implementasi manajemen kewirausahaan di Dani Orchids sudah diterapkan dalam bentuk perencanaan pengembangan usaha di masa yang akan datang, pembukuan yang sudah menggunakan aplikasi digital, pengontrolan usaha yang dilakukan secara online. Akan tetapi penerapan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan teori karena usaha tersebut belum didaftarkan pada instansi terkait. Hal ini dikarenakan Generasi Z menyukai hal-hal yang bersifat praktis. Karakteristik Generasi Z merupakan menyukai kebebasan berkreasi dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi karena keoptimisan mereka dalam menghadapi tantangan di era digital ini

    CITRA PEREMPUAN SUKU DANI DALAM NOVEL ETNOGRAFI SALI, KISAH SEORANG WANITA SUKU DANI KARYA DEWI LINGGASARI: ANALISIS KRITIK SASTRA FEMINIS RUTHVEN

    No full text
    The research conducted on a novel tittled Sali, The Story of a Dani Woman (SKSWSD) by Linggasari aims to contribute ideas on the study of women, especially images of Dani women by using feminist literary criticism from Ruthven. Dani women live in a patriarchal system that treats women in a disadvantageous position. In this research, the concept images of women is used to reveal the nature of stereotype representation of women oppression. In ethnographic novel SKSWSD, the author tried to criticize the patriarchal system that is represented from Dani female figures with their life background, there by it establishes the image of Dani women. The results from the character identification shows that there contrafeminist and profeminist characters in the middle of patriarchal culture. The analysis of language aspects are used for the reflection of Dani women�s image. According to the analysis of aspects of language usage, there are three conceptions. First, the language showed gender differences. Second, the language refers to the symbols of feminine and masculine. Third, as a form of criticism from women toward men in the middle of patriarchal culture. The ideology of women's imaging proves that women rule over theirself, always trying to be free from male dominance, and they have right to get education. Analysis of the image of women shows Dani women have image in the domestic sector and the image in the public sector. Based on the research, it can be concluded that novel ethnography SKSWSD raises the problems of women who live in the middle of the patriarchal system. The female characters in the novel have to make a protest action for the gender inequality they get, not merely an idea or discourse of feminism

    Mechanisms of social regulation change across colony development in an ant

    Full text link
    abstract: Background Mutual policing is an important mechanism for reducing conflict in cooperative groups. In societies of ants, bees, and wasps, mutual policing of worker reproduction can evolve when workers are more closely related to the queen's sons than to the sons of workers or when the costs of worker reproduction lower the inclusive fitness of workers. During colony growth, relatedness within the colony remains the same, but the costs of worker reproduction may change. The costs of worker reproduction are predicted to be greatest in incipient colonies. If the costs associated with worker reproduction outweigh the individual direct benefits to workers, policing mechanisms as found in larger colonies may be absent in incipient colonies. Results We investigated policing behaviour across colony growth in the ant Camponotus floridanus. In large colonies of this species, worker reproduction is policed by the destruction of worker-laid eggs. We found workers from incipient colonies do not exhibit policing behaviour, and instead tolerate all conspecific eggs. The change in policing behaviour is consistent with changes in egg surface hydrocarbons, which provide the informational basis for policing; eggs laid by queens from incipient colonies lack the characteristic hydrocarbons on the surface of eggs laid by queens from large colonies, making them chemically indistinguishable from worker-laid eggs. We also tested the response to fertility information in the context of queen tolerance. Workers from incipient colonies attacked foreign queens from large colonies; whereas workers from large colonies tolerated such queens. Workers from both incipient and large colonies attacked foreign queens from incipient colonies. Conclusions Our results provide novel insights into the regulation of worker reproduction in social insects at both the proximate and ultimate levels. At the proximate level, our results show that mechanisms of social regulation, such as the response to fertility signals, change dramatically over a colony's life cycle. At the ultimate level, our results emphasize the importance of factors besides relatedness in predicting the level of conflict within a colony. Our results also suggest policing may not be an important regulatory force at every stage of colony development. Changes relating to the life cycle of the colony are sufficient to account for major differences in social regulation in an insect colony. Mechanisms of conflict mediation observed in one phase of a social group's development cannot be generalized to all stages.The electronic version of this article is the complete one and can be found online at: http://bmcevolbiol.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2148-10-32

    Insecticide and miticide registrations in Oregon caneberries

    No full text
    Dani Lightle, Pesticide Registration Research Leader, Oregon State University ; support provided by the Oregon Raspberry and Blackberry Commission.Title from PDF caption (viewed on July 8, 2020).This archived document is maintained by the State Library of Oregon as part of the Oregon Documents Depository Program. It is for informational purposes and may not be suitable for legal purposes.Mode of access: Internet from the Oregon Government Publications Collection.Text in English

    Perancangan Video Animasi 3D Pengenalan Rumah Adat Jawa Joglo dengan Menggunakan Teknik Highpoly

    Full text link
    Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan, salah satunya yaitu rumah joglo. Namun berdasarkan penelitian awal, masih banyak masyarakat indonesia belum mengetahui tentang filosofi dan fungsi struktur rumah joglo. Kurangnya pengetahuan tentang rumah joglo tersebut dikarenakan masih minimnya informasi dan keterbatasan jumlah guide yang terdapat di Keraton Solo. Berdasarkan dengan permasalahan yang ada maka diperlukan media informasi video animasi 3D pengenalan rumah adat jawa joglo dengan menggunakan teknik highpoly yang dapat memberikan suatau informasi yang menarik secara visual agar dapat mudah diingat dan dipahami.Indonesian is a country that has a diverse culture, one of which, namely Joglo House. But based on early research, there are still many Indonesian, even those who live in Java itself are not aware about the philosophy and the structure’s function Joglo House. The lack of knowledge is due to lack of information and limited tour guides that can be found around Keraton Solo. Based on the existing problems, a media in the form of 3D animation, made in the pursuit of introducing Java’s traditional house, namely Joglo is necessary. This 3D animated video is create using a highpoly technique that can provide any information that is visually appealing in order to be easly memorized and understood

    Kutemukan makna jihad

    No full text
    Buku ini merupakan novel grafis yang dimaknai nasir abas sebagai upaya untuk mendalami agama dan membela umat islam yang tertindas dengan jihad. Keinginannya itu membawanya masuk dalam organisasi jamaah islamiah selain itu dijelaskan kisah jihad iwan setiawan dan dani dwi permana

    Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Karangan Teks Cerita Prosedur Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRACT Setiawan, D.B. 2015. Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Karangan Teks Cerita Prosedur Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan , M.Pd. (II) Dwi Solistyorini, S.S., M.Hum.Kata Kunci: analisis kesalahan berbahasa, karangan, teks cerita prosedurTeks cerita prosedur merupakan salah satu jenis teks yang diajarkan dalam matapelajaran bahasa Indonesia pada jenjang SMP kelas VIII. Cerita prosedur merupakan teks yang di dalamnya berisi tahapan-tahapan dalam menyelesaikan suatu aktivitas. Seperti jenis teks lain, dalam kegiatan menulis teks cerita prosedur juga harus memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang benar. Kaidah bahasa Indonesia yang harus diperhatikan dalam menulis meliputi tiga aspek, yaitu fonologis, morfologis, dan sintaksis. Aspek fonologis berkenaan dengan ejaan, aspek morfologis berkenaan dengan pilihan kata, sedangkan aspek sintaksis berkenaan dengan keefektifan kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam karangan siswa, baik dari aspek ejaan, pilihan kata, dan kalimat.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data penelitian ini adalah data kesalahan berbahasa dalam karangan siswa, baik kesalahan ejaan, pilihan kata, dan ketidakefektifan kalimat. Sumber data dalam penelitian ini adalah karangan siswa yang berjumlah tiga puluh karangan. Pengumpulan data dilakukan dengan penugasan pada siswa menulis teks cerita prosedur. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung berupa lembar kerja siswa, instrumen analisis kesalahan, dan tabel korpus data. Kegiatan analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi data, klasifikasi data, pengodean, pengintepretasian, dan penyimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan dua cara, yaitu pengecekan teori dan pengecekan ahli.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, kesalahan ejaan dalam karangan siswa berjumlah 226 kesalahan. Kesalahan tersebut mencakup kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan penggunaan titik, kesalahan penggunaan koma, kesalahan penggunaan tanda seru, kesalahan penggunaaan tanda hubung, kesalahan penggunaan tanda seru, kesalahan penggunaan tanda elipsis, kesalahan penggunaan tanda petik,kesalahan penggunaan tanda kurung, kesalahan penulisan bentuk ulang, kesalahan penulisan gabungan kata, kesalahan penulisan kata depan, kesalahan penulisan partikel, dan kesalahan penulisan angka dan bilangan. Kedua, kesalahan pilihan kata yang ditemukan dalam penelitian itu berjumlah lima puluh kesalahan. Kesalahan pilihan kata mencakup kesalahan penggunaan kata baku, ketidaktepatan pilihan kata, kesalahan pengunaan kata berimbuhan, ketepatan penggunaan dan pemilihan konjungsi, dan kesalahan penggunaan kata bersinonim.Ketiga, kesalahan pembentukan kalimat (ketidakefektifan kalimat) yang ditemukan dalam penelitian ini berjumlah 33 kesalahan. Kesalahan tersebut mencakup kesalahan kegramatikalan kalimat, kesalahan kehematan kalimat, kesalahan kelogisan kalimat, kesalahan kepaduan kalimat, dan kesalahan kecermatan kalimat. Dari simpulan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu (1) guru bahasa Indonesia: guru bahasa Indonesia hendaknya lebih banyak memberikan latihan menulis kepada siswa, sehingga siswa menjadi lebih terlatih dalam mengungkapkan gagasan melalui tulisan, (2) siswa: siswa harus lebih memperhatikan kaidah kebahasaan ketika menulis, agar kesalahan berbahasa dalam karangan siswa dapat diminimalisir. Siswa juga harus meminta penjelasan ulang pada guru mengenai penggunaan unsur kebahasaan tertentu yang belum dimengerti, (3) bagi peneliti lanjut: diharapkan ada penelitian lanjut yang membahas hal yang relevan dengan penelitian ini dengan subjek yang sama, namun dengan jenis teks yang berbeda
    corecore