794 research outputs found
PERANCANGAN BUKU INTERAKTIF PADA PENGENALAN DAN PEMBELAJARAN CANDI DI MOJOKERTO BERBASIS AUGMENTED REALITY
ABSTRAK
Setiawan, Andri Bayu, 2018. Perancangan Buku Interaktif Pada Pengenalan
Dan Pembelajaran Candi Di Mojokerto Berbasis Augmented Reality.
Tugas Akhir, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik,
Universitas Islam Majapahit (UNIM).
Pembimbing I : Ronny M. A., S.Kom., M.Kom.
Pembimbing II : Soffa Zahara, S.T., M.T.
Buku merupakan sumber ilmu yang didalamnya terdapat banyak informasi.
Tetapi karena perkembangan zaman ketertarikan terhadap buku mulai menurun
dengan semakin banyaknya pengguna smartphone, hal itu memicu kurangya
minat baca. Dalam Penelitian ini difokuskan pada sebuah aplikasi dan buku
interaktif, penggunaan buku interaktif sebagai media pengenalan dan
pembelajaran yang diintegrasikan dengan Augmented Reality memunginkan
masyarakat untuk dapat meningkatkan minat dalam mempelajari candi di
Mojokerto. Buku interaktif dirancang dengan teknik marker based sehingga
tampilan antarmuka lebih menarik. Buku interaktif menggunakan virtual button
dimana user dapat berinterkasi dengan buku fisik melalui sentuhan pada buku.
Dalam penelitian ini menggunakan buku interaktif sebagai media yang
memunculkan informasi model 3D yang merepresentasikan objek candi yang
sesungguhnya, audio dan teks sebagai tambahan pelengkap infomasi. Penelitian
ini menghasilkan sebuah aplikasi Augmented Reality yang diimplementasikan
pada buku interaktif dengan bantuan smartphone, dalam pembuatan aplikasi
menggunakan beberapa software yaitu Adobe Audition, Google SketchUp,
Unity3D dan library Vuforia. Hasil pengujian kuesioner terhadap aplikasi dan
penggunaan media buku interaktif dari 10 responden masuk pada kategori
sangat baik dengan presentase 84,93% .
Keyword : Augmented Reality, Interactive Book, Marker Based, Virtual
Butto
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan, Pendidikan, Pengangguran, dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Banten Tahun 2002-2012
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, KETIMPANGAN PENDAPATAN, PENDIDIKAN, PENGANGGURAN, DAN INFLASI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN
DI PROVINSI BANTEN TAHUN 2002-2012
Bayu Agusta Setiawan
F0107033
Kemiskinan sudah mengakar dalam perekonomian masyarakat dan negara. Kemiskinan menjadi sumber permasalahan yang kompleks dan multidimensional. Solusi yang efektif dan efisien diperlukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Penelitian ini menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, ketimpangan, pendidikan, pengangguran dan inflasi terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Banten tahun 2002-2012. Penelitian ini menggunakan data panel atau gabungan data cross section dan time series. Data cross section terdiri dari enam kabupaten/ kota di Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang dan Kota cilegon. Data time series menggunakan data rentang waktu tahun 2002 hingga tahun 2012.
Hasil uji signifikansi simultan membuktikan seluruh variabel independen dengan signifikan berpengaruh secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi tingkat kemiskinan. Uji signifikansi parameter individual menunjukkan hasil bahwa hanya variabel pengangguran yang memiliki pengaruh parsial atau individual terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi, ketimpangan, pendidikan dan inflasi tidak memiliki pengaruh parsial. Bedasarkan uji koefisien determinasi (R2), variabel pertumbuhan ekonomi, ketimpangan, pendidikan, pengangguran dan inflasi mampu menjelaskan variasi variabel tingkat kemiskinan sebesar 99,60 persen. Hasil regresi data panel dengan metode fixed effect menunjukkan bahwa hanya variabel ketimpangan yang memiliki pengaruh tidak sesuai dengan hipotesis bahwa ketimpangan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan.
Berdasarkan hasil penelitian, Pemerintah pusat dan daerah di Provinsi Banten harus dapat fokus mengelola faktor-faktor yang dapat mengurangi angka kemiskinan. Potensi-potensi daerah dapat dipergunakan untuk membantu masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat
perancangan film animasi wilwatikta sejarah keagungan nusantara
ABSTRAK Setiawan, Bayu.2014. Perancangan Film AnimasiWilwatiktaSejarahKeagungan Nusantara.Skripsi. JurusanSenidanDesain. FakultasSastra. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. MoeljadiPranata, M.Pd (II) H.J. Hendrawan, S.Sn., M.Ds. Kata Kunci: Film Animasi, Wilwatikta, Sejarah Nusantara KerajaanWilwatiktamerupakansalahsatukerajaan di masalaluyang memilikikekuatandanwilayahluas, Nusantara merupakan nama untuk wilayah yang dikuasai oleh Wilwatikta.Tidakhanya di Nusantarapada masa itu, kekuasaanWilwatiktamencakupSemenanjung Malaya hinggadaerahThailand. Meski begitutidakbanyak yang mengetahuitentangsejarahKerajaanWilwatikta, Kisah keagungan Nusantara pada masa Wilwatikta dapat diangkat sebagai sebuah cerita dalam film animasi yang dapat meningkatkan rasa cinta pada sejarah dan budaya bangsa. Film Wilwatikta merupakan film animasi 2D dengan alur cerita perjalanan waktu ke masa lalu,dengan mengangkat tema belajar sejarah dengan mudah dan menyenangkan.Film Wilwatikta memiliki segmentasi anak-anak usia 6-12 tahun. Perancangan film ini menggunakan teknik 2D digital animationdengan pembawaan cerita yang menarik dan menyenangkan. Hasilperancanganiniadalahsebuah film animasipendek tentangkeagungan masa keagungan Wilwatikta. Perancangan Film animasi Wilwatikta, berkaitan dengan perancangan media utama berupa film dan media pendukung berupa poster, x banner, pin, t shirt, dan notebook. Kisah keagungan Wilwatikta merupakan sejarah Nusantara yang patut di pelajari. Terdapat banyak pesan dan nilai luhur didalamnya. Salah satu pesan utama dalam film ini adalah pesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
BERITA ISLAM DALAM NET. CITIZEN JOURNALIST (Analisis Framing Robert N. Entman)
Bayu Setiawan (13210098). “Berita Islam dalam NET. Citizen Journalist (Analisis Framing Robert N. Entman).” Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dewasa ini, citizen journalist atau jurnalis warga menjadi trend sendiri di Indonesia. Kegiatan citizen journalist ini merupakan, pengolahan dan penyampaian informasi yang dilakukan oleh warga dan untuk warga. Kegiatan ini semakin berkembang dengan banyaknya stasiun televisi di Indonesia yang membuat program khusus untuk warga mengirimkan karya jurnalistiknya ke televisi tersebut. Salah satu televisi yang memberikan ruang cukup besar dengan kegiatan citizen journalist adalah NET. Lewat program NET. Citizen Journalist atau NET. CJ karya warga di tampung yang menjadi wadah semua karya, yang kemudian di tayangkan dalam program NET. 10, program berita di NET. yang menayangkan hampir sembilan puluh persen kontennya merupakan karya dari citizen journalist. Banyak kategori yang telah disediakan, salah satunya adalah tentang berita Islam. Sayangnya porsi pengiriman video seputar Islam masih sangat kurang, sehingga presentase tayangnya juga masih sangat kecil. Karena banyak orang menganggap jika berita Islam hanya seputar momen tertentu umat Islam saja. Jika ditelisik lebih jauh banyak hal tentang Islam yang bisa diangkat.
Penelitian ini adalah penelitian deskritif kualitatif yang membahas tentang berita Islam dalam NET. Citizen Journalist dan bagaimana analisis framing serta presentase tayangnya. Peneliti menganalisa data-data kualitatif yang ada dengan metode analisis framing model Robert N. Entman. Teori ini berbicara bagaimana framing sebuah media terhadap berita yang di siarkannya melalui editing (penyuntingan).
Berdasarkan penelitian, peneliti menarik kesimpulan : Berita Islam bukan hanya sekedar momentum tertentu umat Islam saja. Banyak hal yang berkaitan dengan Islam yang layak di angkat. Berita Islam merupakan isi yang di sampaikan. Penyuntingan naskah yang dilakukan oleh redaksi sebatas perbaikan cara penyampaian informasi agar mudah di pahami bukan mengubah isi sebuah naskah asli dari citizen journalist. Selanjutnya adalah meskipun redaksi tidak membatasi karya yang berkaitan dengan Islam untuk tayang, rupanya redaksi masih kekurangan karya yang berkaitan dengan Islam
KEDUDUKAN PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH
BAYU SETIAWAN HENDRI PUTRA. E0013081. 2018. KEDUDUKAN PEMEGANG SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH SEBAGAI JAMINAN KEBENDAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH. Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan perlindungan hukum terhadap pemegang sertifikat hak atas tanah sebagai suatu jaminan kebendaan dan mengetahui penerapan norma hukum hak tanggungan dibebani lebih dari hak tanggungan dalam upaya pelunasan utang. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dan terapan. Sumber bahan penelitian yang digunakan meliputi bahan hukum primer, dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan atau studi dokumen. Untuk memperoleh jawaban penelitian hukum ini, dilakukan dengan cara mengkaji penelitian dari studi kepustakaan atau studi data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan bahwa kedudukan Hak Atas Tanah sebagai jaminan diatur dalam UU Pokok Agraria yang menyatakan bahwa hak atas tanah dapat dijadikan jaminan utang dengan dibebani Hak Tanggungan. Hak Atas tanah yang dapat dijadikan obyek Hak Tanggungan harus memenuhi dua unsur yaitu, wajib didaftarkan pada Kantor Pertanahan dan menurut sifatnya harus dapat dipindah tangankan. Kreditur memiliki kedudukan yang kuat terhadap benda jaminan. Perlindungan hukum terhadap pemegang sertifikat hak atas tanah sebagai suatu jaminan kebendaan apabila debitur wanprestasi, kreditur berhak menjual benda jaminan untuk pelunasan piutangnya yang diatur dalam UU Hak Tanggungan. UU Hak Tanggungan merupakan wujud dari tujuan UU Pokok Agraria dalam memberikan dan jaminan kepastian hukum dan perlindungan hukum dalam bentuk preventif dan represif. Penerapan suatu obyek Hak Tanggungan yang dibebani lebih dari satu Hak Tanggungan dapat dilakukan apabila, pemegang Hak Tanggungan peringkat utama, peringkat kedua, dan seterusnya untuk satu utang yang sama kepada kreditur yang sama
PENERAPAN PRINSIP JURISDICTIONAL IMMUNITIES OF THE STATE TERHADAP IMUNITAS NEGARA DALAM RANGKA PELAKSANAAN JUS COGENS
ABSTRAK
FAJAR BAYU SETIAWAN
, E000
9128
.
“PENERAPAN PRINSIP
JURISDICTIONAL IMMUNITIES OF THE STATE TERHADAP
IMUNITAS NEGARA DALAM RANGKA PELAKSANAAN JUS COGENS
(Studi Kasus Jurisdictiona
l Immunities of The State Jerman Melawan Italia
Disertai Intervensi Yunani)”.
Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum
Universitas Sebelas Maret. 201
3
.
Penelitian hukum ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan dua norma
hukum kebiasaan internasional
melalui dua premis. Premis pertama menganalisa
penerapan prinsip
jurisdictional immunitites of the state
terhadap imunitas negara
dalam rangka melaksanakan norma
jus cogens
pada sengketa Jerman melawan
Italia disertai intervensi Yunani. Kedua, mengetahui i
mplikasinya pada
pembentukan hukum kebiasaan internasional.
Penelitian ini adalah penulisan hukum normatif atau doktrinal yang bersifat
deskriptif analitis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum
primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum t
ersier. Teknik pengumpulan
bahan hukum yang digunakan adalah studi pustaka. Teknik análisis yang
digunakan dalam penelitian hukum ini menggunakan interpretasi hermeneutika
dengan pendekatan perundang
-
undangan, pendekatan kasus dan pendekatan
konsep.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan teori hierarki normatif, batasan
ruang lingkup imunitas dan yurisprudensi internasional, norma
jus cogens
berada
pada kedudukan lebih tinggi dari prinsip
jurisdictional immunities of the state
sehingga prinsip
juris
dictional immunities of the state
diterapkan dalam rangka
melaksanakan norma
jus cogens,
namun pengutamaan tersebut tidak
menghasilkan konsekuensi prosedural secara spesifik berupa kompetensi
pengadilan negara untuk menggugat negara lain. Kedua, putusan IC
J pada kasus
Jerman melawan Italia disertai intervensi Yunani memenuhi unsur pembentukan
hukum kebiasaan internasional melalui konsistensi kesesuaian putusan dengan
yurisprudensi internasional terdahulu dan keberadaan
opinion juris
berupa
pembedaan aturan
substantif dan aturan prosedural dalam hukum internasional.
Putusan ICJ mengembangkan hukum kebiasaan yang ada dengan memperbarui
proposisi dikotomi aturan hukum internasional.
Kata kunci:
Prinsip
jurisdictional immunitites of the state
,
jus cogens
,
Huk
um
Kebiasaan Internasiona
Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Tipe Horisontal Dua Kipas Delapan Bilah Dengan Generator Axial
Pembuatan pembangkit listrik tenaga bayu ini bertujuan untuk mengetahui keluaran arus dan tegangan yang dihasilkan dari pemanfaatan turbin angin horisontal dengan dua kipas 8 bilah dan sekaligus memanfaatan energi terbarukan secara optimal terutama angin.
Pemanfaatan Turbin Angin Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ini menggunakan turbin angin horizontal dua kipas dengan 8 bilah dan 6 bilah dari bahan fiber glass. Desain bilah dibuat sedemikian rupa agar dapat memutar rotor generator magnet permanen secara maksimal, bilah digunakan sebagai penggerak awal, karena pada kecepatan angin 5,6 m/s mampu memutar generator 343 rpm, perlu menggunakan gearbox dengan perbandingan jari-jari 1:2.Sistem pembangkit ini memanfaatkan generator magnet permanen sebagai pembangkit listrik.
Tegangan dan arus yang dihasilkan generator magnet permanen tergantung pada kecepatan angin yang memutar rotor generator. Untuk turbin angin dua kipas 8 bilah dapat menghasilkan tegangan 75 volt dan arus sebesar 0,38 mA pada kecepatan 585 rpm, dan untuk turbin angin dua kipas 6 bilah dapat menghasilkan tegangan 95 volt dan arus sebesar 0,48 mA pada kecepatan 685 rpm. Pada sistem pembangkit ini mampu dibebani lampu emergency dengan nameplate 6 volt 4,5 Ah dan dapat mengisi lampu emergency pada tegangan 40 volt
PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM MENOLAK PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN (Studi Kasus Pada Pengadilan Agama Nganjuk)
ABSTRAK
Bayu Setiawan, 12102183060, Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Menolak
Permohonan Dispensasi Kawin (Studi Kasus pada Pengadilan Agama
Nganjuk), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan
Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022,
Pembimbing: Dr. Rohmawati, M.A.
Kata kunci: Pertimbangan Hukum Hakim, Dispensasi Kawin, Pengadilan Agama
Pengadilan Agama Nganjuk sebagai lembaga penegak hukum bagi
masyarakat yang beragama Islam tidak dapat mengabulkan perkara dispensasi
kawin yang diajukan oleh Pemohon kecuali ada hal yang khusus atau mendesak.
Sehingga beberapa perkara dispensasi kawin di Pengadilan Agama Nganjuk
ditetapkan untuk tidak dikabulkan. Hal ini tentu berbalik dengan pengadilan di
luar Pengadilan Agama Nganjuk yang banyak mengabulkan perkara dispensasi
kawin, padahal perkara dispensasi kawin merupakan perkara yang sangat
kompleks.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama Nganjuk dalam menolak
permohonan dispensasi kawin. (2) Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam
menolak dispensasi kawin ditinjau dari perspektif maqāṣid al-syari’ah. Penelitian
ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan pertimbangan hukum hakim dalam menolak
permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Nganjuk. (2) Menganalis
penolakan dispensasi kawin tersebut dalam perspektif maqāṣid al-syari’ah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris karena
metode ini bertujuan dapat menggambarkan sesuatu yang berlangsung dan berlaku
terhadap kejadian/hukum di masyarakat. Selain itu, penelitian ini berinteraksi
dengan hakim secara langsung. Sehingga teknik pengumpulan data yang dipakai
adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pengecekan
keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik Triangulasi pada sumber data
hasil penelitian yang dilakukan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pertimbangan hukum hakim
dalam menolak perkara dispensasi kawin di Pengadilan Agama Nganjuk telah
sesuai dengan tinjauan yuridis di mana anak Pemohon masih berumur di bawah
19 tahun dan tidak ada alasan yang sangat mendesak untuk menikahkan anak
tersebut. Sedangkan dalam tinjauan non yuridis, hakim telah menimbangkan
dampak hukum maupun sosial bagi anak Pemohon dalam rumah tangganya serta
penetapan hakim telah sesuai dengan cita-cita dalam Perundang-Undangan yang
berkaitan dengan perkawinan. (2) Ditinjau dari maqāṣid al-syari’ah, penolakan
perkara dispensasi kawin yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Agama Nganjuk
telah selaras dan sesuai dengan tujuan maqāṣid al-syari’ah yaitu memelihara
keturunan, agama, harta, akal dan jiwa. Oleh karenanya, penolakan dispensasi
kawin dapat digolongkan dalam tingkatan al-Ḍharuriyah
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) berbantuan Powerpoint terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Trigonometri Siswa Kelas X MIA MAN Kota Blitar Tahun Ajaran 2016/2017
Skripsi dengan judul “Pengaruh Penerapan Model Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) Berbantuan Powerpoint Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Trigonometri Siswa Kelas X MIA MAN Kota Blitar Tahun Ajaran 2016/2017” ini ditulis oleh Bayu Setiawan, NIM. 2814133027 dibimbing oleh Dr. Maryono, M. Pd.
Kata kunci: Penemuan terbimbing (Guided Discovery), Powerpoint, Hasil Belajar
Permasalahan pembelajaran di kelas pun bisa diatasi dengan menerapkan kurikulum yang dimodifikasi dengan kreatifitas guru. Desain pembelajaran yang merangsang siswa untuk belajar mandiri, lebih aktif, dan kreatif sesuai dengan kenyamanan siswa dalam belajar. Dengan bantuan teknologi, model pembelajaran yang yang mungkin adalah penemuan terbimbing (guided discovery) dengan didukung media powerpoint.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah, 1) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) berbantuan powerpoint terhadapap hasil belajar matematika materi trigonometri siswa kelas X MIA MAN Kota Blitar, 2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) berbantuan powerpoint terhadapap hasil belajar matematika materi trigonometri siswa kelas X MIA MAN Kota Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode eksperimen semu. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa dari dua kelas di MAN Kota Blitar yaitu X MIA 2 dan X MIA 4, dimana kelas X MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 37 siswa menggunakan model pembelajaran konvensional dan X MIA 4 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 41 siswa menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery). Mata pelajaran yang diteliti adalah mata pelajaran matematika materi trigonometri yakni pokok bahasan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan analisis data disimpulkan bahwa, ada pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) berbantuan powerpoint terhadap hasil belajar matematika materi trigonometri siswa kelas X MAN Kota Blitar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji-t yang menunjukkan nilai t_hitung=3,268>t_tabel=2,000 dan rata-rata hasil post-test kelas eksperimen = 87,59 lebih tinggi dari pada kelas kontrol = 77,84. Siswa dituntut berperan aktif dalam pembelajaran atas bimbingan guru untuk memecahkan sendiri permasalahan dan memahami konsep yang dipelajari melalui pengalaman sendiri. Model pembelajaran penemuan terbimbing (guided discovery) berbantuan powerpoint berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada materi trigonometri siswa kelas X MIA MAN Kota Blitar dengan kategori sedang yaitu 76%. Hal ini dikarenakan faktor kecerdasan dan minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika, disisi lain terbatasnya waktu penelitian sehingga dalam pemberian latihan soal kurang
Perkembangan Bentuk Musik Kentrung Trisantoso Budaya Desa Dayu kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar (1994 - 2016)
ABSTRAK Setiawan, Bayu Eka. 2017. Perkembangan Bentuk Musik Kentrung Trisantoso Budaya Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar (1994 – 2016). Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn, (2) Hartono, S.Sn. M.Sn. Kata Kunci: Perkembangan, Bentuk Musik Kentrung Kesenian merupakan salah satu jenis kebutuhan manusia yang berkaitan dengan pengungkapan rasa keindahan, dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan keindahan, manusia mencipta berbagai macam bentuk kesenian yang berdampingan, saling mempengaruhi sebagai sumber penciptaan yang satu terhadap yang lainnya. Kesenian kentrung memiliki dua unsur seni yakni seni musik dan seni sastra. Kesenian Kentrung Trisantoso Budaya merupakan satu-satunya kesenian kentrung yang masih bertahan di Blitar. Walaupun kentrung merupakan kesenian tradisional, namun tidak membuat Sumeh menghentikan kegiatan berkesenian dengan grup kentrung Trisantoso Budaya. Adanya ide dan gagasan yang muncul, Sumeh menambahkan dua pemain kedalam grup tersebut sebagai vokal dan pemain kecer. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk musik kentrung Trisantoso Budaya desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar tahun 1994 – 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Sumeh dan Kuwat. Lokasi penelitian dilakukan di desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan mereduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: musik kentrung Trisantoso Budaya pada tahun 1994 – 1999 hanya beranggota tiga orang dengan menggunakan empat alat musik yang terdiri dari kendhang, ketipung, kethuk, dan terbang. Setelah terjadi perkembangan pada tahun 2000 – 2016 jumlah anggota menjadi lima orang, satu orang sebagai sinden, dan empat orang lainnya sebagai pengiring dengan instrumen tambahan berupa kecer. Kesimpulan penelitian ini adalah musik kentrung yang mengalami perkembangan pada tahun 2000, dengan menambahkan dua anggota sehingga jumlahnya menjadi lima orang dan juga lima instrument yang terdiri dari kendhang, ketipung¸kethuk, terbang, dan kecer. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti lain melakukan penelitian mengenai alat-alat musik dan syair yang digunakan dalam musik kentrung
- …
