69 research outputs found

    STRATEGI DAKWAH PADA MEDIA SOSIAL (Studi Kasus terhadap Aam Amiruddin pada Twitter)

    No full text
    Perkembangan teknologi mengakibatkan dakwah mengalami pergeseran ke arah digital. Hal tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan mengakses informasi mengenai Islam melalui internet. Penulis melihat adanya peran penting Dai mempromosikan dakwah dalam media sosial, terutama di twitter. Penelitian ini mengkaji strategi dakwah Aam Amiruddin pada Twitter. Penulis memfokuskan pada tahapan strategi yang meliputi; perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode studi kasus, serta strategi pemilihan single case study. Wawancara mendalam dilakukan terhadap satu Dai, enam audiens pada Twitter, tiga audiens di luar twitter, serta satu admin yayasan dakwah. Selain itu, dilakukannya observasi terhadap tweet Dai Aam Amiruddin dari 2 Juni hingga 4 November 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan strategi dakwah yang dilakukan Aam Amiruddin dengan melihat manfaat dari pesatnya teknologi internet. Lalu, mengimplementasikan penyampaian pesan yang sesuai dengan audiensnya. Namun, pada tahap terakhir, Aam kurang mengevaluasi proses komunikasi dakwah yang dilakukannya di Twitter. Technological developments have resulted in a shift to digital preaching. This is driven by the high need to access information about Islam through the internet. The author sees an important role for preacher in promoting da'wah in social media, especially on twitter. This study examines da'wah strategy of Aam Amiruddin on Twitter. The author focuses on the stages of the strategy which includes; strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation. The research approach used is qualitative with the case study method, as well as the single case study selection strategy. In-depth interviews were conducted with one preacher, six followers on Twitter, three non-followers of twitter, and one dakwah foundation administrator. In addition, author conducted observations on the tweets of Aam Amiruddin from June 2 to November 4, 2018. The results showed that Aam Amiruddin's formulation of da'wah strategies saw the benefits of the rapid development of internet technology. Then, implement the delivery of messages in accordance with the audience. However, at the last stage, Aam did not evaluate the dakwah communication process he was doing on Twitter

    PERSEPSI MANAJER TERHADAP FUNGSI AUDIT INTERNAL (STUDI EMPIRIS PADAINDUSTRI PERBANKAN DI MAKASSAR)

    No full text
    2013Persepsi Manajer Terhadap Fungsi Audit Internal\ud (Studi Empiris Pada Industri Perbankan di Makassar)\ud Murdi Setiawan\ud Amiruddin\ud M. Natsir Kadir\ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi manajer mengenai fungsi audit internal dan seberapa besar persepsi tersebut memengaruhi kinerja auditor internal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei. Data yang terkumpul diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 53responden, yaitupara manajer pada Bank Indonesia (BI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Sulselbar, dan Bank Hasamitra. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan metodeuji t dengan bantuan program aplikasi SPSS versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer memberikan persepsi yang positif terhadap fungsi audit internal dengan nilai persentase sebesar 95,5% mengenai fungsi audit internal. Para manajer menilai akan pentingnya keberadaan atau pengaruh suatu fungsi audit internal dalam perusahaan.\ud Kata kunci: Pengaruh Persepsi Manajer, Fungsi Audit Internal

    The Implementation a Cost-Driven Strategy Based on Economic Sociology to Face Competition: A Case in the Tofu Agroindustry Business in Lombok - Indonesia

    No full text
    Abstract: Until now, cost orientation is considered a strategy oriented to the interests of producers and does not pay attention to the interests of consumers. In its implementation, the cost-based strategy is flexible, that is, between satisfying producers' expectations of higher than normal profits and consumers' expectations of obtaining a cheap purchase price, so that it can be found. a trade-off between the interests of producers and the interests of consumers. To find the trade-off, a survey of entrepreneurs in the tofu Agroindustry under study was conducted in Mataram City and East Lombok Regency with forty sampling units each, so that there were eighty business units as samples. The result is the acquisition of a constant value of the relationship between production costs and raw material costs, minimizing the contribution margin. Keywords: price, consumer, contribution margin, producer, benefit, compensation. Title: The Implementation a Cost-Driven Strategy Based on Economic Sociology to Face Competition: A Case in the Tofu Agroindustry Business in Lombok - Indonesia Author: TajidanTajidan, Muktasam Muktasam, Amiruddin Amiruddin, Candra Ayu, Muhammad Yusuf, Rosiady Sayuti, Febrian Humaidi Sukmana, M. Zaenul Muttaqin International Journal of Management and Commerce Innovations ISSN 2348-7585 (Online) Vol. 10, Issue 1, April 2022 - September 2022 Page No: 424-434 Research Publish Journals Website: www.researchpublish.com Published Date: 25-August-2022 DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.7022762 Paper Download Link (Source) https://www.researchpublish.com/papers/the-implementation-a-cost-driven-strategy-based-on-economic-sociology-to-face-competition-a-case-in-the-tofu-agroindustry-business-in-lombok---indonesiaInternational Journal of Management and Commerce Innovations, ISSN 2348-7585 (Online), Research Publish Journals, Website: www.researchpublish.co

    PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA BAGIAN KEUANGAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI DI BAGIAN KEUANGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA

    No full text
    Penelitian ini didasarkan karena adanya permasalahan, yaitu peningkatan prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka masih kurang, berdasarkan pengamatan gejala tersebut diduga karena dalam dalam pelaksanaan pengawasannya Kepala Bagian belum sepenuhnya menerapkan teknik-teknik pengawasan. Hal ini ditandai dengan beberapa indikator masalah yang muncul diantaranya :  1)Dalam pelaksanaan pekerjaan masih terdapat sebagian pegawai yang kurang menunjukan kecakapan serta keterampilan, sehingga belum mencapai hasil pekerjaan yang optimal sesuai dengan yang ditargetkan belum tercapai. 2)Masih adanya pegawai dalam menyampaikan laporan keuangannya masih tidak sesuai dengan kenyataan. 3)Masih terdapat sebagian pegawai yang terlambat dalam penyelesaian laporan hasil kerja kepada atasannya.             Landasan teori yang digunakan penulis yaitu pengawasan dan tekniknya yang dikemukakan Sarwoto, dalam bukunya “Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen†memberikan pengertian pengawasan dan prestasi kerja pegawai yang dikemukakan Agus Dharma dalam bukunya “Manajemen Prestasi Kerjaâ€. Adapun hipotesisnya “Jika pelaksanaan pengawasan oleh Kepala Bagian dilaksanakan berdasarkan pada teknik-teknik pengawasan, maka prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka meningkatâ€.            Metode yang digunakan adalah deskriftif analisis, teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Populasi sebanyak 22 orang dan besarnya sampel yang diambil 21 responden, adapun untuk penarikan sampel menggunakan metode sensus.            Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pelaksanaan Pengawasan oleh Kepala Bagian Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka baru mencapai 60% dengan predikat “Cukup Baikâ€. Sedangkan prestasi kerja pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mencapai 57% dengan predikat “Cukup Baikâ€. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa Kepala Bagian masih perlu berusaha lagi dalam menerapkan teknik-teknik pengawasan dalam upaya meningkatkan prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka

    PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ADMINISTRASI PERTANAHAN DI WILAYAH KECAMATAN MALAUSMA KABUPATEN MAJALENGKA

    No full text
    Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka, kedudukan Kecamatan merupakan Perangkat Daerah sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Berdasarkan hasil penelitian pada Kantor Camat Malausma dan Kantor Kepala Desa di Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, ternyata efektivitas pengelolaan administrasi pertanahan di wilayah Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka masih rendah, karena baru mencapai 63,70 %Berdasarkan dugaan penulis, permasalahan tersebut diduga karena Camat dalam pelaksanaan pengawasannya, khususnya dalam penerapan teknik-teknik pengawasan belum optimal.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analistis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, diperoleh hasil sebagai berikut :1.      Camat belum optimal dalam melaksanakan pengawasan .2.      Belum tercapainya efektivitas pengelolaan administrasi pertanahan di wilayah Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, selain karena belum dilaksanakannya teknik-teknik pengawasan, juga dihadapkan dengan beberapa kendala, yaitu : adanya perbedaan tingkat pendidikan, kemampuan, pengetahuan serta penguasaan masalah diantara para pengelola administrasi pertanahan, adanya keterbatasan dana, terbatasnya fasilitas kerja, adanya perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat pengetahuan diantara para pengelola tersebut.3.      Untuk menanggulangi hambatan-hambatan tersebut, Camat Malausma melakukan berbagai upayaBerdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang berupa jawaban angket dan hasil wawancara, hipotesis yang diajukan penulis : “Jika pelaksanaan pengawasan oleh Camat berdasarkan teknik-teknik pengawasan, maka efektivitas pengelolaan administrasi pertanahan di wilayah Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka tercapaiâ€, dapat diterima dan teruji

    PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALA DINAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MAJALENGKA

    No full text
    Penulis melaksanakan penelitian untuk mengetahui sejauhmana hubungan motivasi dengan kinerja pegawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka. Permasalahan berdasarkan hasil temuan yang didapatkan karena Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka  dalam pelaksanaan motivasinya belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, mengolah dan menilai jawaban angket. Berdasarkan hasil analisa data dari jawaban angket yang disebarkan kepada responden, ternyata penerapan asas-asas motivasi oleh Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka baru mencapai rata-rata 62,70 % dengan rincian sebagai berikut : (1) Asas mengikutsertakan (68,00 %). (2) Asas Komunikasi (60,00 %). (3) Asas pengakuan (62,30 %). (4) Asas wewenang yang didelegasikan (61,00 %). (5) Asas perhatian timbal balik (62,30 %). Selanjutnya mengenai tingkat pencapaian kinerja pegawai baru mencapai rata-rata 63,00 %. Memperhatikan hasil penerapan asas-asas motivasi yang baru mencapai rata-rata 62,70 % ternyata berpengaruh terhadap pencapaian kinerja pegawai yang baru mencapai 63,00 %.Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan yaitu : “Jika pelaksanaan motivasi oleh Kepala Dinas   berdasarkan asas-asas  motivasi, maka kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil  Kabupaten Majalengka meningkat ”, teruji dan dapat diterima

    The Use of Social Media in Public Services Delivery: A Case in Selected West Java Local Governments

    No full text
    Adoption of social media by government agencies is typically associated with the promotion of transparency, participation, and cooperation. However, less emphasis has been placed on the use of social media for public service delivery. As a result, this article investigates the tactics used by eight local governments in West Java Province to develop content for social media. To that end, the research re-creates a well-known interpretive framework of social media interactions in the public sector, focusing on three categories: information provision, citizen involvement, and public service delivery. The present research puts the methodology to the test by analyzing Twitter data from a key collection of local governments. The findings support the use of social media to disseminate institutional information and encourage connections with people. At the same time, local governments in West Java  are beginning to employ social media to perform public services

    BELAJAR KEPADA SOSOK DA'I KHARISMATIK Bagaimana menjadi Pendakwah yang Baik dalam Kepribadian, Keahlian Komunikasi Efektif dan Konteks Situasi

    No full text
    Cara tepat menjadi pendakwah yang baik dapat diupayakan dengan belajar kepada sosok figur pendakwah yang telah terbukti dan teruji efektivitasnya. Salah satu tolok ukur efektivitas itu tertuju pada ciri kharismatik yang melekat pada figur pendakwah, yaitu daya penerimaan dan sikap jama'ah berupa kecintaan, kekaguman, penghormatan, perhatian, kepatuhan dan pengidolaan atas apa yang disampaikan, dipertunjukkan, dilakukan dan diupayakan oleh pendakwah. Beberapa figur praktisi dakwah di Kota Bandung antara lain: KH. Miftah Faridh, KH. Abdullah Gymnastiar dan Ustad H. Aam Amiruddin. Ketiga tokoh ini tidak diragukan keilmuannya, keislamannya dan juga kemampuannya. Tulisan ini berupaya untuk menguraikan bagaimana kualitas pribadi, keahliankomunikasi efektif dan konteks situasi dari ketiga tokoh praktisi dakwah. Dalamkonteks belajar maka langkah-langkah dapat diupayakan: mengenal dengan baik faktor karismatik yang melekat pada praktisi dakwah baik dari aspek kepribadian (personal quality), keahlian komunikasi efektif dan juga konteks situasi. Apabila pembelajar telah mampu mengenal dengan baik, selanjutnya melakukan peniruan, mengambil sebagian ataupun seluruhnya dari dakwah sosok da’i yang ingin ditiru. Setelah itu ketika merasa ada beberapa kecocokan, para pembelajar janganlah berhenti sampai batas meniru tapi lakukanlah modifikasi sesuai dengankesanggupan dan potensi yang dimiliki masing-masing.Pola belajar seperti ini dikenal dengan ATM (Adopsi, Tiru, Modifikasi). Dengan ini diharapkan lahir pendakwah yang baik dan bermutu

    Production of Open-Cell Foam Using Additive Manufacturing Method and Porous Morphology Effects

    No full text
    In this study, 3D printed open-cell foam were produced and reconstructed from open-cell metal foam structure using a tomography scanning method and two different additive manufacturing technologies. The materials used in the 3D printing were nylon powder and plastic acid. The porous morphology and surface finish of the 3D printed foams were investigated using a microscope. The results showed that the surface finish and structure strength depend on the printing process, used material and foam size. This study found that laser-sintering technology would have smoother pores with lesser residue than stereolithographic. However, the ligaments of the small-size 3D printed foam were fragile and could be easily broken.Green Open Access added to TU Delft Institutional Repository 'You share, we take care!' - Taverne project https://www.openaccess.nl/en/you-share-we-take-care Otherwise as indicated in the copyright section: the publisher is the copyright holder of this work and the author uses the Dutch legislation to make this work public.Process and Energ

    PELAKSANAAN KOORDINASI OLEH KEPALA DESA DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN DI DESA CICADAS KECAMATAN JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa dalam upaya mencapai efektivitas penyusunan Program Pembangunan di Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka†penulis melaksanakan penelitian untuk mengetahui sampai sejauhmana pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa dan bagaimana hubungannya terhadap efektivitas penyusunan Program Pembangunan di Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka.Berdasarkan pengamatan penulis selama penelitian di Kantor Kepala Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi, ternyata efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa tersebut masih belum efektif,diduga permasalahan tersebut terjadi akibat Kepala Desa belum melaksanakan koordinasi secara optimal, khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip koordinasi.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode gabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif (mix methode), dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket serta mengolah dan menilai jawaban angket, baik dengan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif dari populasi sebanyak 85 responden diambil sampel sebanyak 70 orang responden dengan menggunakan teknik Stratifikasi Random Sampling diperoleh hasil sebagai berikut : Melalui analisis data kualitatif diketahui bahwa Kepala Desa belum optimal dalam menerapkan prinsip-prinsip koordinasi karena baru mencapai 60,8% dengan predikat Cukup Baik, dan berpengaruh terhadap efektivitas penyusunan program pembangunan yang baru mencapai 59,5% dengan predikat Cukup Baik. Melalui analisis data kuantitatif mengenai nilai rata-rata angka keseluruhan tiap responden diketahui baru mencapai 64,4% dengan predikat Cukup Baik. Kepala Desa menemui beberapa hambatan dalam menerapkan prinsip-prinsip koordinasi. Kepala Desa telah mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan berbagai upaya.Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan : “Jika pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa berdasarkan prinsip-prinsip Koordinasi, maka efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa Cicadas  Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka tercapaiâ€, teruji dan dapat diterima
    corecore