1,720,971 research outputs found

    EFEK INFUSA DAGING BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Sceff.) Boerl.) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DARAH MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI DENGAN POTASSIUM OXONATE

    Get PDF
    INTISARI Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Sceff.) Boerl.) merupakan tanaman yang secara empiris digunakan untuk mengobati asam urat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perasan daging buah mahkota dewa dosis tengah 13,16 g/kgBB dapat menurunkan kadar asam urat darah pada ayam jantan jenis Lohman Brown. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek infusa daging buah mahkota dewa dalam menurunkan kadar asam urat mencit putih jantan yang diinduksi potassium oxonate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian acak lengkap pola searah. Mencit jantan sebanyak 25 ekor diberi jus hati ayam konsentrasi 10% 3 kali sehari selama 2 hari. Kemudian dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) diberi aqua p.o 0,5 ml/20 gBB. Kelompok II (kontrol positif) diberi allopurinol p.o 10 mg/kgBB. Kelompok III, IV dan V diberi infusa daging buah mahkota dewa dengan dosis berturut-turut 1,25, 2,5 dan 5 g/kgBB. Hewan uji diinduksi dengan potassium oxonate 250 mg/kgBB secara intraperitoneal 1 jam setelah pemberian sediaan uji untuk menaikkan kadar asam urat. Serum darah diambil dari vena opthalmicus pada jam ke 2 setelah induksi. Kadar asam urat ditetapkan dengan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 546 nm. Data yang diperoleh berupa kadar asam urat darah diuji statistik dengan analisis varian satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan dengan uji Bonferroni . Hasil menunjukkan infusa daging buah mahkota dewa dosis 1,25, 2,5 dan 5 g/kgBB mampu menurunkan kadar asam urat darah dalam serum mencit putih jantan yang diinduksi potassium oxonat

    Modifikasi Metode Analisis Daya Hambat terhadap Proses Denaturasi Protein yang Diinduksi oleh Panas

    Get PDF
    Sebagian besar protein akan mengalami denaturasi yang lambat pada suhu tubuh, dapat terjadi dalam waktu setengah hari atau bahkan tahun. Proses denaturasi protein dapat diinduksi oleh panas sehingga akan terjadi perubahan struktur dari protein dan mengakibatkan perubahan peran biologis dari protein tersebut yang dapat berdampak bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metode yang dimodifikasi untuk digunakan dalam menganalisis daya hambat suatu bahan terhadap proses denaturasi protein yang diinduksi oleh panas. Metode yang digunakan adalah metode analisis penghambatan proses denaturasi protein secara in vitro. Protein dikondisikan pada suhu tubuh (37 °C) yang dilanjutkan dengan menginduksi protein menggunakan panas pada suhu 70 °C. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan suatu kontrol tanpa perlakuan, reagen uji protein serta persamaan yang digunakan untuk menentukan konsentrasi penghambatan denaturasi 50% protein (IC50). Analisis dilakukan dengan mengukur serapan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsentrasi dari natrium diklofenak dan ekstrak air daun afrika (Vernonia amygdalina) dengan menggunakan parameter IC50 diperoleh hasil berturut-turut adalah 520,80mg/L dan 3.751,88 mg/L. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan daya hambat proses denaturasi protein, tetapi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, agar diperoleh suatu metode yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang baik

    Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Kualitas Pelayanan Instalasi Farmasi di Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung

    Get PDF
    Pelayanan yang berkualitas tinggi dapat memberikan kepuasan kepada pasien, sehingga dapat mempengaruhi pasien untuk kembali ke Rumah Sakit. Untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian, evaluasi penilaian kepuasan pasien perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan analisisingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung. Penelitian ini dilakukan terhadap  164 responden dengan pembagian kuesioner secara purposive sampling. Data yang diperoleh di analisis menggunakan metode Servqual yang telah di uji validitas dan reabilits dengan tekhnik Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukan nilai dimensi assurance 0,025; veliability 0,005; responsiveness 0,015; emphaty 0,010; dan dimensi tangible -0,09;  kategori indeks kepuasan secara keseluruhan sebesar 0,105. Dapat disimpulkan hasil akhir pada setiap dimensi menunjukan nilai positif yang artinya pasien merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh petugas Instalasi Farmasi Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung sangat baik, akan tetapi hasil akhir pada dimensi tangible bernilai negatif dimana ada ketidakpuasan terhadap fasilitas sarana dan prasarana yang ada di Instalasi RS tersebut. Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas terkait pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit

    Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi.

    Get PDF
    Kepuasan pasien merupakan penilaian dari seseorang antara kinerja pelayanan yang dirasakan dan diharapkan. Apabila kinerja di bawah harapan maka pasien akan kecewa dan tidak puas, sebaliknya bila kinerja sesuai yang diharapkan pasien, maka pasien akan merasa puas. Pihak rumah sakit harus berhati-hati dalam memberikan pelayanan kesehatan, karena jika pasien sering merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan maka akan berdampak hilangnya pelanggan/pasien, serta tingkat kepuasan pasien sangat tergantung pada mutu pelayanan yang diberikan. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian Observasional analitik (Non-Exsperimental) menggunakan pendekatan metode cross sectional. tehnik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah accidental sampling  dengan jumlah responden 126 orang. dengan cara mewawancarai menggunakan kuisioner yang berisi berupa 15 pertanyaan yang sudah divalidasi. Kepuasan pelayanan kefarmasian diukur dengan mengunakan skala likert. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien pada dimensi tangible diperoleh skor 73,1%, realibility 71,3%, responsiveness 75,1%, assurance 72,3%, dan emphaty 80,3%. Secara keseluruhan didapatkan persentase skor rata-rata 74,4% maka dikategorikan pasien merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Sekarwangi. Pada karakteristik pasien: umur, pekerjaan, kategori pasien (BPJS/Non-BPJS), dan pendidikan terakhir didapat nilai p-value <0.05 maka hal itu menunjukan adanya hubungan dengan tingkat kepuasan pasien, sedangkan pada karakteristik pasien jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan tingkat kepuasan pasien, karena nilai p-value >0.05

    Analisis Peresepan Obat Pada Instalasi Rawat Jalan Di Klinik X Kabupaten Bogor Periode September -November 2020

    Get PDF
    Dampak bagi pasien atas ketidakrasionalan pada pengobatan akan berdampak pada tingginya tingkat pembiayaan dalam pelayanan kesehatan. Obat yang tidak rasional akan memberikan khasiat yang tidak sesuai dengan terapi pengobatan, adanya efek lain yang berbahaya antara pencampuran berbagai jenis obat dan menurunnya mutu pelayanan kesehatan. Peningkatan nilai rasionalitas suatu obat dalam pengobatan diperlukan adanya usaha dari tenaga kesehatan agar obat dikelola dengan baik dan sesuai panduan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan gambaran mengenai pola peresepan obat pada salah satu klinik di kabupaten Bogor. Penelitian ini dapat memberikan gambaran tingkat rasionalitas peresepan dan upaya untuk meningkatkan rasionalitas dalam penggunaan obat serta kesalahan dalam pemberian obat pada pelayanan kesehatan dasar di klinik. Hasil penelitian di dapatkan bahwa pola peresepan obat di salah satu klinik Kabupaten Bogor yakni 98,66 % dengan total resep yang di analisis sebanyak 148 resep menununjukan resep sudah rasional. Hasil analisa dari penelitian ini bahwa pengobatan di klinik X termasuk dalam kategori rasional diantaranya tepat kepada pasien sesuai terapi pengobatannya, tepat pemberian obat serta dosis obat, tepat pada waktu dan cara pemberian yang diberikan oleh tenaga kesehatan juga tepat pada dokumentasi peresepan di fasilitas layanan kesehatan dan tepat informasi obat kepada pasien.&nbsp

    Pemberdayaan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotika Melalui Edukasi Gema Cermat Dengan Metode CBIA Di Desa Jambu Luwuk Kabupaten Bogor

    Get PDF
    Antibiotika  merupakan  obat yang digunakan untuk  mengobati infeksi yang disebabkan oleh  bakteri. Perilaku yang salah dalam tata cara penggunaan antibiotika menjadi risiko terjadinya resistensi antibiotik. Gema Cermat atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman  masyarakat tentang cara penggunaan obat dengan tepat dan benar. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Jambu Luwuk Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah CBIA, pemberian brosur Gema Cermat, buku saku cara penggunaan obat dan penggolongan obat, pre-test, post-test dan materi melalui presentasi secara oral yang diberikan oleh apoteker. Hasil edukasi dan sosialisasi Gema Cermat, yaitu perbaikan nilai masyarakat mengenai cara penggunaan obat khususnya anibiotika yang benar dan tepat dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata pre-test 69,0476 menjadi 79,523 pada post-test. Dapat disimpulkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat menjadi lebih paham mengenai cara penggunaan obat yang baik dan benar terutama pemakaian antibiotik yang sesuai di masyarakat

    Pemberdayaan Masyarakat Non Produktif Melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Minuman Herbal Peningkat Daya Tahan Tubuh Di Desa Jambu Luwuk Kabupaten Bogor

    Get PDF
    Pada era otonomi daerah yang kini mulai dilaksanakan, sangat diperlukan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan pemerintahan. Upaya untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat daerah sebenarnya telah banyak dilakukan oleh pemerintah. Namun berbagai program tersebut masih dirasa kurang memberikan kesejahteraan pada warga masyarakat di daerah (desa). Desa Jambu Luwuk di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor memiliki banyak petani dan pedagang buah Pisang. Limbah kulit pisang belum banyak dimanfaatkan di desa Jambu Luwuk. Tim PKM melihat potensi limbah dapat diolah menjadi minuman herbal untuk peningkat daya tahan tubuh. Dengan adanya kondisi wabah pandemi covid-19 ini membuat pemerintah menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga imunitas/ daya tahan tubuh dengan berbagai cara, salah satunya minuman yang berkhasiat. Tanaman pisang merupakan salah satu tanaman unggulan di Indonesia dan merupakan buah dengan jumlah produksi terbesar. Kulit pisang menjadi bagian yang jarang dimanfaatkan, bagian tersebut dibiarkan atau dibuang sehingga menjadi limbah. Kulit pisang diketahui mengandung senyawa golongan flavonoid seperti naringenin dan rutin yang berperan sebagai antioksidan. Kegiatan PKM diperuntukkan bagi masyarakat non produktif di Desa Jambuluwuk, terutama ibu-ibu rumah tangga dan para pemudi di lingkungan Karang Taruna. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan dan pemaparan tentang manfaat serta kandungan kulit pisang. Selanjutnya tim menjelaskan mengenai minuman herbal dengan bahan baku yang diperoleh dari limbah kulit pisang dan aman untuk dikonsumsi terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat. Tahap terakhir adalah memberikan pemaparan mengenai pengemasan minuman herbal serta manajemen pemasaran/ keuangan agar produk tersebut dapat dijual dipasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra sehingga mereka dapat mengembangkan usaha untuk meningkatkan pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore