1,720,960 research outputs found
MAKNA ORNAMENTASI PAPANTUNAN DALAM TEMBANG SUNDA CIANJURAN
This article is an analysis of the meaning of ornamentation found in Sunda Cianjuran songs, especially wanda papantunan, where the role of ornamentation in papantunan has meanings and values that can describe the pattern of life or frame of mind of Sundanese society during the formation of Sunda Cianjuran song wanda papantunan, it is expressed through the form of ornamentation and graphic notation presented in each verse and ornamentation to the application of notation. All aspects listed there have values that describe the rational pattern of a harmonious and religious Sundanese society.
 
PEMBELAJARAN LAGU ORAY BUNGKA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI
Abstrak
Kakawihan barudak yakni salah satunya kawih oray bungka sebgai salah satu media pembelajaran lagu-lagu tradisional Sunda khususnya kini mulai mengalami kemunduran bahkan nyaris dilupakan keberadaannya. Masuknya budaya-budaya barat yang sifatnya lebih popular disinyalir sebagai salah satu pengaruh terbesar menghilangnya kecintaan atau penghargaan terhadap sebuah karya-karya kawih atau kaulinan barudak. Permasalahan-permasalahan yang timbul menggerakan hati para seniman sunda salah satunya Mang Koko yang akhirnya membuat terobosan dalam lagu-lagu kakawihan barudak yang dikemas secara lebih mendalam. Karya yang dibawakan maupun notasi-notasi yang terkandung di dalam karyanya secara tidak langsung dapat mengolah nilai-nilai pendidikan untuk pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Kata kunci: Kawih Barudak, Oray Bungka
Abstract
Kawih is a Sundanese song that is not bound by special rules. Kakawihan is a Sundanese song used on traditional children's games. Kakawihan barudak one of them is titled oray bungka is one of the learning media of traditional Sundanese songs that began to decline even almost forgotten. The introduction of a popular western culture is the greatest influence of the disappearance of love or respect for the work of kakawihan barudak. A Sundanese artist that is Mang Koko moved to make a new breakthrough in packing the song kakawihan barudak. The work played and the notations contained in it can indirectly cultivate the value of education for the formation of the character of early childhood.
Keywords: Kawih Barudak; Oray Bungk
Paradigma Pembelajaran Musik
Pembelajaran musik memang suatu hal yang sangat unik dibandingkan dengan pembelajaran-pembelajaran lainya yang kita ketahui selama ini, fenomena ini cukup menarik dikarenakan dalam pengaplikasiannya masih banyak hal – hal yang menjadi permasalahan dalam pengaplikasiannya, baik itu pembelajaran music yang berbasis hafalan, terlalu banyak teori dan lain sebagainya, sehingga tentulah hal tersebut menjadi tantangan dimana pembelajaran musik harus memiliki inovasi yamg dapat mempermudah dalam aplikasi pembelajarannya, mengingat basis dari pembelajaran music itu sendiri merupakan perolehan dan penyimpanan pengalaman musical setiap individu yang mempelajarinya. Pembelajaran music harauslah bersifat musical, tidak selalu ditekankan pada tori dan hapalan. Pembelajaran music yang musical akan lebih mudah dimengerti karena berangkat dari pengalaman musical perserta didik itu sendiri
Analisis Pembelajaran Seni Terhadap Esensi dan Tujuan Pendidikan
Pendidikan seni mempunyai kontribusi terhadap pengembangan individu antara membantu pengembangan mental, emosional, kreativitas, estetika, sosial, dan fisik. Aspek kreativiitas mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Apalagi di masa pembangunan ini, orang yang berdaya kreatif sangat dibutuhkan guna mengembangkan ide-ide yang konstruktif yang akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam memajukan kehidupan dan berkebudayaan. Pendekatan pendidikan melalui media seni memang bisa dikatakan sangat penting, untuk dampak yang dihasilkannyapun dapat kita amati dari berbagai penyelenggara pendidikan baik dari tingkat pendidikan dasar, sekolah menengah dan universitas. Tujuannya memang bukan menjadikan peserta didik sebagai seorang seniman atau pelaku seni akan tetapi, pengaplikasian pendidikan dan seni ini lebih bertujuan untuk mengajak peserta didik bagaimana memaknai sebuah proses yang dilakukan sebelum hasil dari sebuah proses tersebut. Potensi unik pendidikan seni dalam pengembangan karakter adalah pada pengembangan karakter kreatif. Tetapi karakter kreatif yang dikembangkan dalam pendidikan seni bersifat khas karena berfokus pada kekreatifan estetik yang memang menjadi keunikan pendidikan seni. Karena karakter kreatif berkaitan erat dengan kerja keras, mandiri, dan keingintahuan yang tinggi, maka dalam pengembangan karakter kreatif dalam pendidikan seni secara otomatis karakter kerja keras, mandiri, dan keingintahuan yang tinggi, turut serta terkembangkan. Seni mempunyai pengaruh kuat dalam dunia pendidikan untuk dapat menghasilkan ide-ide kreatif dari seorang pendidik dan mengembangkan pengetahuan budaya peserta didik. Pembelajaran seni pada hakikatnya adalah pembelajaran rasa indah, indah pada waktu mengobjektivikasi, indah dalam berimajinasi, dan indah dalam mengungkapkannya. Keberagaman pengertian pendidikan seni menunjukkan bahwa seni memiliki pengaruh kuat terhadap dunia pendidikan secara umum. Sedikit lembaga pendidikan yang memahami pentingnya pendidikan seni untuk menciptakan dunia pendidikan yang kreatif, inovatif, dan apresiati
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PEMBELAJARAN MUSIK ANGKLUNG MELALUI METODE HAND SIGN KODALY PADA SISWA TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI CIAMIS
Penelitian ini berjudul “Pembelajaran musik angklung melalui metode hand Sign kodaly pada siswa tunarungu di sekolah luar biasa negeri Ciamis”. Adapun latar belakang penelitian ini yaitu belum pernah ada yang meneliti tentang metode hand sign Kodaly di sekolah luar biasa ciamis, dilakukan di SLB Ciamis karena sekolah tersebut yang mampu mendukung dalalam penelitian ini, SLB Ciamis sudah mempunyai sarana alat musik yang lengkap untuk mendukung dalam proses pembelajaran. Pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, pengolahan datanya dilakukan dengan cara menyusun perencanaan pembelajaran, langkah – langkah pembelajaran, serta hasil perubahan dari metode yang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pembelajaran musik angklung ini merupakan kegiatan dalam pembelajaran yang mengandung unsur pengembangan kemapuan dasar siswa dibidang musik meliputi kemamampuan intektual, emosional, sosial, perseptual, fisik, kreatifitas serta memiliki nilai nilai kearifan lokal
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
