1,721,030 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Sistem Informasi Manajemen Proyek Di PT. Panorama Graha Asri
PT. Panorama Graha Asri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi diantaranya adalah bidang pembangunan, pengembangan, perencanaan dan pelaksana proyek perumahan. Perusahaan ini berlokasi di Jl.Cikutra No.205 Bandung. Proyek ini terjadi keterlambatan dimana proyek yang dikerjakan tidak dapat di selesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Keterlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pemesanan barang yang dibutuhkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, hilangnya material barang, rusaknya material barang, pengiriman material barang yang terlambat dan kecelakaan kerja. Terjadi pembengkakkan biaya dikarenakan keterlambatan waktu pelaksanaan proyek. Adanya ketidaksesuaian tanggung jawab terkait posisi tim proyek dalam pelaksanaan di setiap kegiatan proyek. Tidak adanya identifikasi tingkat kepentingan risiko yang diperkirakan akan terjadi dilapangan dan tidak adanya persiapan mitigasi yang harus dilakukan jika risiko-risiko tersebut muncul pada saat pelaksanaan proyek. Permasalahan tersebut menyebabkan manajer proyek mengalami kesulitan dalam melakukan tindakan pengendalian proyek agar waktu dan biaya proyek dapat sesuai dengan yang direncanakan. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, dibutuhkan suatu solusi untuk membantu manajer proyek dalam melakukan pengendalian waktu pelaksanaan proyek menggunakan metode Precedence Diagraming Method (PDM), mengidentifikasi tanggung jawab dari masing-masing anggota tim proyek menggunakan metode Responsible Accountable Consulted Informed Chart (RACI), mengidentifikasi peluang risiko yang akan terjadi serta menentukan mitigasinya menggunakan metode Probability Impact Matrix (PIM), dan estimasi dan pengendalian biaya serta waktu proyek menggunakana metode Earned Value Management (EVM). Berdasarkan hasil pengujian fungsionalitas, pengujian UAT, dan pengujian pengguna akhir setelah di terapkan di lingkungan dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manjemen proyek di PT. Panorama Graha Asri sudah dapat membantu manajer proyek dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek, mengidentifikasi peluang risiko yang akan terjadi serta menentukan mitigasinya, mengidentifikasi tanggung jawab dari masing-masing anggota tim proyek dan estimasi pengendalian biaya dan waktu proyek
Hubungan antara Harga Diri dengan Perilaku Heteroseksual Siswa Kelas X dan XI Jurusan Tata Boga SMK Negeri 1 Salatiga
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara Harga Diri dengan Perilaku Heteroseksual Siswa kelas X dan kelas XI Jurusan Tata Boga SMK Negeri 1 Salatiga. Populasi subjek penelitian yaitu siswa jurusan Tata Boga kelas X dan XI sebanyak 75 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan dua macam skala. Skala yang digunakan adalah skala Harga diri berdasar teori Coopersmith (1978) dan skala Perilaku Seksual berdasar teori Sarwono (2006). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman's rho dengan menggunakan program SPSS for Windows release 11.5. Dari analisis korelasi diperoleh hasil bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara Harga Diri dengan Perilaku Heteroseksual pada siswa kelas X dan XI Jurusan Tata Boga SMK Negeri 1 Salatiga dengan koefisien korelasi r = -0,232 dengan p = 0,023 < 0,05. Artinya apabila skor Harga diri naik dapat dipastikan akan diikuti dengan turunnya skor Perilaku Heteroseksual
Representasi Karakter Topeng Dewi Sekartaji Dalam Komposisi Karawitan Mantadji
Topeng panji merupakan dalah satu jenis topeng yang tumbuh dan berkembang di Yogyakarta. Salah satu tokoh utama dalam cerita topeng panji adalah Dewi Sekartaji yang digambarkan sebagai sosok wanita ideal. Topeng panji Dewi Sekartaji pada umunya digarap dalam sebuah pertunjukan tari, ketoprak, wayang orang, wayang topeng, dan wayang kulit, sehingga jarang ditemukan pertunjukan karawitan mandiri yang mengangkat tentang topeng panji Dewi Sekartaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter Dewi Sekartaji yang digambarkan dalam bentuk topeng dan merepresentasikan karakternya dalam sebuah karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dan penciptaan komposisi karawitan. Penulis melakukan pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, diskografi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan lima karakter topeng Dewi Sekartaji, yaitu jujur, bijaksana, kesatria, lucu, dan suci. Kelima karakter tersebut direpresentasikan dalam komposisi karawitan berjudul MANTADJI. Komposisi karawitan MANTADJI terdiri atas enam bagian dimulai introduksi sampai bagian penutup. Komposisi karawitan yang diciptakan penulis dalam penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif karya komposisi karawitan yang berangkat dari karakter topeng panji
Wanita dalam derita sebagai ide penciptaan seni grafis
Tugas akhir dengan judul "Wanita dalam derita sebagai ide penciptaan seni grafis" ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan perenungan bagi masyarakat perihal problematika wanita yang sangat kompleks. Teknik yang digunakan adalah teknik hardboard cut, hasil dari cetakan teknik reduksi yang berulang-ulang & sering menghasilkan efek-efek yang artistik
Representasi Karakter Topeng Dewi Sekartaji Dalam Komposisi Karawitan Mantadji
Topeng panji merupakan dalah satu jenis topeng yang tumbuh dan berkembang di Yogyakarta. Salah satu tokoh utama dalam cerita topeng panji adalah Dewi Sekartaji yang digambarkan sebagai sosok wanita ideal. Topeng panji Dewi Sekartaji pada umunya digarap dalam sebuah pertunjukan tari, ketoprak, wayang orang, wayang topeng, dan wayang kulit, sehingga jarang ditemukan pertunjukan karawitan mandiri yang mengangkat tentang topeng panji Dewi Sekartaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter Dewi Sekartaji yang digambarkan dalam bentuk topeng dan merepresentasikan karakternya dalam sebuah karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dan penciptaan komposisi karawitan. Penulis melakukan pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, diskografi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan lima karakter topeng Dewi Sekartaji, yaitu jujur, bijaksana, kesatria, lucu, dan suci. Kelima karakter tersebut direpresentasikan dalam komposisi karawitan berjudul MANTADJI. Komposisi karawitan MANTADJI terdiri atas enam bagian dimulai introduksi sampai bagian penutup. Komposisi karawitan yang diciptakan penulis dalam penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif karya komposisi karawitan yang berangkat dari karakter topeng panji
PENGEMBANGAN LKPD DISCUSSION ACTIVITY BERBASIS PEKA UNTUK MENGETAHUI KETERCAPAIAN KETERAMPILAN PROSES DAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK GERAK LURUS
- …
