1,721,005 research outputs found

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI KEGIATAN BERMAIN KARTU ANGKA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK SETIA RINI, TITANG SUMBERAGUNG JETIS BANTUL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui kegiatan bermain kartu angka pada anak kelompok A di TK Setia Rini, Titang Sumberagung Jetis Bantul. Kemampuan kognitif yang diteliti meliputi mengenal lambang bilangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah anak TK Kelompok A yang berjumlah berjumlah 15 anak yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan di TK Setia Rini. Teknik pengumpulandata melaluiobservasidandokumentasi.Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan setelah pembelajaran melalui kegiatan bermain kartu angka. persentase pencapaian anak dalam satu kelas untuk indikator anak menunjuk lambang bilangan pada pra siklus 50% (MB), siklus I 63,89% (BSH) dan siklus II 83,89% (BSB).Indikator membuat urutan 1-10 dengan benda pada pra siklus 45% (MB), siklus I 61,11% (BSH) dan siklus II 81,67% (BSB). Indikator menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda hingga 1-10 (anak tidak disuruh menulis) pada pra siklus 43,33% (MB), siklus I 58,33% (BSH) dan siklus II 75,56% (BSB). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan bermain kartu angka dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok A di TK Setia Rini, Titang Sumberagung Jetis Bantul. Kata kunci: kemampuan mengenal lambang bilangan, bermain kartu angk

    Analisis Penggunaan Z-Score Altman Untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan Bus Setia Rini di Sukoharjo

    Full text link
    Dalam mengantisipasi ketidakpastian di masa yang akan datang, diperlukan suatu penilaian terhadap perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar sedapat mungkin perusahaan menyadari kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi di masa yang akan datang dan menemukan cara untuk menyiasatinya sejak saat ini. Masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah apakah kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan bangkrut, rawan bangkrut, atau tidak bangkrut jika dihitung dengan menggunakan Z-Score Altman? Sesuai dengan permasalahan yang hendak dicari solusinya, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan bangkrut, rawan bangkrut, atau tidak bangkrut jika dihitung dengan menggunakan Z-Score Altman. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis penggunaan Z-Score Altman untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan yang dihitung dengan menggunakan data dari neraca dan laporan rugi laba Perusahaan Bus Setia Rini. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan Z-Score Altman. Model ini menggunakan rasio keuangan yaitu: modal kerja / total aktiva, laba ditahan/total aktiva, laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) / total aktiva, nilai buku modal sendiri / nilai buku hutang, dan penjualan / total aktiva. Berdasarkan metode tersebut dihasilkan persamaan model Z-Score yang formulanya adalah sebagai berikut: Z-Score = 0,717 X + 0,847 X + 3,107 X + 0,420 X + 0,998 X. 1 2 3 4 5 Apabila nilai Z-Score 2,90 berarti kondisi keuangan perusahaan tidak bangkrut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Z-Score pada tahun 2001, 2002, 2003, 2004, dan 2005 yaitu sebesar 2,10; 1,95; 1,89; 1,56; dan 1,22 sehingga perusahaan dikategorikan dalam kondisi rawan bangkrut, karena nilai Z-Score berada antara 1,20 sampai 2,90. Selama tahun 2001-2005 menghasilkan nilai Z- Score rata-rata sebesar 1,74 sehingga dikategorikan dalam kondisi rawan bangkrut. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan Bus Setia Rini adalah perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang rawan akan terjadinya kebangkrutan

    ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA An.HDENGAN BRONCHIOLITIS DI RUANG FLAMBOYAN RSUD DR. R SOETIJONO BLORA

    No full text
    ABSTRAKASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA An.HDENGAN BRONCHIOLITIS DI RUANG FLAMBOYAN RSUD DR. R SOETIJONO BLORAOleh:Isma Dwi Setia Rini (NIM. P1337420414072)Penulisan laporan kasus ini bertujuan agar penulis mampu menyusun dan melakukan asuhan keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada anak dengan bronchiolitis yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan.Bronchiolitis merupakan penyakit saluran pernapasan bagian bawah akibat obstruksi saluran napas kecil yang terjadi pada bayi dan anak usia dibawah 6 bulan yang disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus.Asuhan keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas pada An.H dengan bronchiolitis Di Ruang Flamboyan RSUD dr. R Soetijono Blora dilakukan selama 3 hari. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret berdasarkan data mayor klien sesak napas, data minor terdapat lendir keluar dari hidung klien, adanya napas cuping hidung, tarikan dada dan otot bantu pernapasan serta terdapat bunyi ronchi basah saat dilakukan auskultasi paru. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan bersihan jalan napas efektif kembali, dengan langkah intervensi meliputi tanda-tanda vital, kaji frekuensi dan irama pernapasan setiap jam, lakukan fisioterapi dada, atur posisi anak dengan posisi semifowler untuk memaksimalkan ventilasi, lakukan suction, berikan minum hangat. Tindakan keperawatan dilakukan sesuai dengan intervensi yang telah dibuat. Dengan evaluasi hasil klien An.H dapat mengeluarkan sekret sehingga masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas teratasi.Kata kunci: Asuhan keperawatan, bronchiolitis, ketidakefektifan bersihan jalan napas

    PRINSIP MUSYARAKAH PADA PEMBIAYAAN PRODUKTIF DI BAITUL MAAL WA TAMWIL USAHA GABUNGAN TERPADU SIDOGIRI CABANG LODOYO KABUPATEN BLITAR

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Prinsip Musyarakah pada Pembiayaan Produktif di Baitul Maal Wa Tamwil Usaha Gabungan Terpadu (UGT) Sidogiri Cabang Lodoyo Blitar”, penelitian ini di tulis oleh Setia Rini, Jurusan Perbankan Syariah, NIM. 1741143323. Dosen pembimbing Nur Azis Muslim, M.HI. Perkembangan jumlah anggota pembiayaan pada BMT terlihat sangat pesat, dapat dilihat pada BMT UGT Sidogiri pada tiap tahunnya mengalami peningkatan. BMT UGT Sidogiri mempunyai produk yang berbasis syariah sehingga dari penjelasan tersebut, BMT UGT Sidogiri mampu menarik minat anggota untuk melakukan pembiayaan di BMT UGT Sidogiri berdasarkan produk yang berbasis syariah. Tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan prosedur pembiayaan produktif yang diterapkan dalam BMT UGT Sidogiri Cabang Lodoyo Blitar. 2. Untuk mendeskripsikan aplikasi sistem bagi hasil dalam akad musyarakah dalam pembiayaan produktif BMT UGT Sidogiri Cabang Lodoyo Blitar. Metode penulisan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang menggambarkan secara objektif terhadap masalah-masalah peneltian. Proses pengumpulan data dengan metode observasi, interview dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan masing-masing masalah, menganalisisnya kemudian menyajikannya dalam bentuk laporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) BMT Sidogiri Cabang Lodoyo melaksanakan proses seleksi pengajuan pembiayaan pada umumnya, tidak membedakan proses pengajuan pembiayaan baik itu murabahah, musyarakah, mudharabah dan lain-lain. 2) Dalam penerapan perhitungan bagi hasil, BMT Sidogiri Cabang Lodoyo sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku namun masih ada beberapa yang perlu dimaksimalkan dalam akad pembiayaan musyarakah seperti dalam pemantauan usaha anggota. Kata Kunci : prinsip musyarakah, pembiayaan, BM

    Asuhan Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas pada An.H dengan Bronchiolitis di Ruang Flamboyan RSUD dr. R Soetijono Blora

    No full text
    ABSTRAKASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA An.HDENGAN BRONCHIOLITIS DI RUANG FLAMBOYAN RSUD DR. R SOETIJONO BLORAOleh:Isma Dwi Setia Rini (NIM. P1337420414072)Penulisan laporan kasus ini bertujuan agar penulis mampu menyusun dan melakukan asuhan keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada anak dengan bronchiolitis yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan.Bronchiolitis merupakan penyakit saluran pernapasan bagian bawah akibat obstruksi saluran napas kecil yang terjadi pada bayi dan anak usia dibawah 6 bulan yang disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus.Asuhan keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas pada An.H dengan bronchiolitis Di Ruang Flamboyan RSUD dr. R Soetijono Blora dilakukan selama 3 hari. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret berdasarkan data mayor klien sesak napas, data minor terdapat lendir keluar dari hidung klien, adanya napas cuping hidung, tarikan dada dan otot bantu pernapasan serta terdapat bunyi ronchi basah saat dilakukan auskultasi paru. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan bersihan jalan napas efektif kembali, dengan langkah intervensi meliputi tanda-tanda vital, kaji frekuensi dan irama pernapasan setiap jam, lakukan fisioterapi dada, atur posisi anak dengan posisi semifowler untuk memaksimalkan ventilasi, lakukan suction, berikan minum hangat. Tindakan keperawatan dilakukan sesuai dengan intervensi yang telah dibuat. Dengan evaluasi hasil klien An.H dapat mengeluarkan sekret sehingga masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas teratasi.Kata kunci: Asuhan keperawatan, bronchiolitis, ketidakefektifan bersihan jalan napas

    PROSES BELAJAR MENARI PADA GURU-GURU SD DI PUSAT LATIHAN TARI SEKAR BUDAYA KABUPATEN TEGAL

    No full text
    Utami, Setia Rini. 2011. Proses Belajar Menari Pada Guru-Guru SD Di Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal. Skripsi Jurusan Sendratasik, Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Wahyu Lestari, M.Pd., dan Pembimbing II Dra. Eny Kusumastuti, M.Pd. Proses belajar menari guru-guru SD pada Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal adalah tahapan guru-guru SD dalam usaha memperoleh pengetahuan tari pada Pusat Latihan Tari Sekar Budaya. Pusat Latihan Tari Sekar Budaya adalah lembaga pengembangan seni tari di Kabupaten Tegal yang menjadi pilihan guru-guru SD untuk belajar menari. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana proses belajar menari guru-guru SD pada Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal, (2) apa saja kendala yang dihadapi guru-guru SD dalam belajar menari di Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal, (3) apa saja pengaruh proses belajar menari guru-guru SD terhadap kompetensi sebagai seorang pendidik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik dependabilitas dan konfirmabilitas. Analisis penelitian ini melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan proses belajar guru-guru SD diperoleh hasil penelitian yaitu (1) proses belajar menari guru-guru SD melalui beberapa tahapan yaitu pembukaan, inti,dan penutup. Guruguru SD mengalami kesulitan dalam penerimaan materi, walaupun begitu guru-guru SD mengalami peningkatan dalam kemampuan menari tari bentuk, (2) kendala guru-guru SD dalam belajar menari meliputi kesibukan guru-guru SD, tidak ada dukungan dari sekolah, dan situasi kondisional, (4) pengaruh proses belajar menari guru-guru SD terhadap kompetensi sebagai pendidik meliputi pengetahuan tentang pembelajaran tari yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik, mengetahui bagaimana bersikap dan memahami teman-teman guru yang memiliki karakter berbeda-beda berkaitan dengan kompetensi kepribadian, kemampuan berinteraksi berkaitan dengan kompetensi sosial, dan kemampuan menguasai materi tari yang berkaitan dengan kompetensi profesional. Berdasarkan hasil penelitian yang ada, peneliti menyarankan bagi (1) Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal agar dapat memberikan tempat latihan yang bersih, (2) bagi pelatih Pusat Latihan Tari Sekar Budaya untuk lebih memperhatikan kekurangan guru-guru SD dalam menari agar dapat diperbaiki dan disempurnakan lagi, (3) bagi guru-guru SD yang mengikuti belajar menari diharapkan dapat mengatur waktu dengan kesibukan lain agar dapat mengikuti latihan dengan baik,lebih disiplin dalam proses latihan dan melakukan latihan rutin dirumah agar kemampuan dalam menari dapat meningkat lagi

    PROSES BELAJAR MENARI PADA GURU-GURU SD DI PUSAT LATIHAN TARI SEKAR BUDAYA KABUPATEN TEGAL

    No full text
    Utami, Setia Rini. 2011. Proses Belajar Menari Pada Guru-Guru SD Di Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal. Skripsi Jurusan Sendratasik, Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Wahyu Lestari, M.Pd., dan Pembimbing II Dra. Eny Kusumastuti, M.Pd. Proses belajar menari guru-guru SD pada Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal adalah tahapan guru-guru SD dalam usaha memperoleh pengetahuan tari pada Pusat Latihan Tari Sekar Budaya. Pusat Latihan Tari Sekar Budaya adalah lembaga pengembangan seni tari di Kabupaten Tegal yang menjadi pilihan guru-guru SD untuk belajar menari. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana proses belajar menari guru-guru SD pada Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal, (2) apa saja kendala yang dihadapi guru-guru SD dalam belajar menari di Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal, (3) apa saja pengaruh proses belajar menari guru-guru SD terhadap kompetensi sebagai seorang pendidik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik dependabilitas dan konfirmabilitas. Analisis penelitian ini melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan proses belajar guru-guru SD diperoleh hasil penelitian yaitu (1) proses belajar menari guru-guru SD melalui beberapa tahapan yaitu pembukaan, inti,dan penutup. Guruguru SD mengalami kesulitan dalam penerimaan materi, walaupun begitu guru-guru SD mengalami peningkatan dalam kemampuan menari tari bentuk, (2) kendala guru-guru SD dalam belajar menari meliputi kesibukan guru-guru SD, tidak ada dukungan dari sekolah, dan situasi kondisional, (4) pengaruh proses belajar menari guru-guru SD terhadap kompetensi sebagai pendidik meliputi pengetahuan tentang pembelajaran tari yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik, mengetahui bagaimana bersikap dan memahami teman-teman guru yang memiliki karakter berbeda-beda berkaitan dengan kompetensi kepribadian, kemampuan berinteraksi berkaitan dengan kompetensi sosial, dan kemampuan menguasai materi tari yang berkaitan dengan kompetensi profesional. Berdasarkan hasil penelitian yang ada, peneliti menyarankan bagi (1) Pusat Latihan Tari Sekar Budaya Kabupaten Tegal agar dapat memberikan tempat latihan yang bersih, (2) bagi pelatih Pusat Latihan Tari Sekar Budaya untuk lebih memperhatikan kekurangan guru-guru SD dalam menari agar dapat diperbaiki dan disempurnakan lagi, (3) bagi guru-guru SD yang mengikuti belajar menari diharapkan dapat mengatur waktu dengan kesibukan lain agar dapat mengikuti latihan dengan baik,lebih disiplin dalam proses latihan dan melakukan latihan rutin dirumah agar kemampuan dalam menari dapat meningkat lagi

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PENUKARAN UANG KEMBALIAN DALAM JUAL BELI DENGAN PERMEN (Studi Kasus di Kabupaten Mojokerto Kecamatan Ngoro Desa Manduro Manggunggajah)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Penukaran uang Kembalian Dalam Jual Beli dengan Permen (Studi Kasus di Kabupaten Mojokerto Kecamatan Ngoro Desa Manduro Manggunggajah)” yang ditulis oleh Eka Setia Rini, NIM 126101211025, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Pembimbing: Dr. Syamsul Umam, S.H.I, M.H. Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Uang Kembalian, Transaksi Jual Beli Penelitian ini dilatar belakangi Islam mengatur segala aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi, melalui hukum muamalah yang memastikan keadilan dalam transaksi. Dalam kegiatan jual beli, kejelasan akad dan kesepakatan dari kedua belah pihak menjadi syarat penting. Di Desa Manduromanggung Gajah, Mojokerto, terjadi praktik pertukaran uang kembalian dengan permen tanpa persetujuan dari pembeli. Walaupun nilainya kecil, tindakan ini menimbulkan masalah hukum syariah karena mengabaikan prinsip ridha dan keadilan. Penting untuk mengkaji praktik ini agar dapat menilai kesesuaiannya dengan hukum ekonomi syariah serta menjaga hak konsumen. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk Mengetahui praktik penukaran uang kembalian dengan permen yang terjadi di Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto?, (2) Untuk Mengetahui tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik penukaran uang kembalian dengan permen. Penelitian Penelitian ini adalah studi hukum normatif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang mencakup literatur seperti buku, artikel, dan dokumen hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis norma dan teori hukum yang ada, terutama yang berkaitan dengan praktik pertukaran uang kembalian dengan permen dalam konteks hukum ekonomi syariah Pendekatan yang diterapkan merupakan normatif dan kualitatif, dan menggunakan metode berpikir deduktif, yaitu menarik kesimpulan dari prinsip umum menuju kasus tertentu berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penukaran kembalian uang dengan permen di Desa Manduro Manggung Gajah terjadi akibat minimnya uang koin. Penduduk merasa dirugikan karena permen bukan alat tukar yang resmi dan nilainya tidak sebanding dengan uang. Kegiatan ini melanggar UU Nomor 7 Tahun 2011 mengenai Mata Uang dan tidak sejalan dengan prinsip keadilan dalam hukum ekonomi syariah karena mengandung unsur gharar serta tanpa persetujuan yang jelas dari konsumen. Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan pendidikan tentang hukum dan syariah untuk para pelaku usaha, penyediaan uang pecahan kecil oleh pemerintah dan Bank Indonesia, serta peningkatan pemahaman mengenai ekonomi syariah dan penerapan pembayaran digital

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI KEGIATAN BERMAIN KARTU ANGKA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK SETIA RINI, TITANG SUMBERAGUNG JETIS BANTUL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui kegiatan bermain kartu angka pada anak kelompok  A di TK Setia Rini, Titang Sumberagung Jetis Bantul. Kemampuan kognitif yang diteliti meliputi mengenal lambang bilangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah anak TK Kelompok A yang berjumlah berjumlah 15 anak yang terdiri dari 10 anaklaki-lakidan 5 anakperempuan di TK Setia Rini.Teknikanalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan setelah pembelajaran melalui kegiatan bermain kartu  angka. persentase pencapaian anak dalam satu kelas untuk indikator anak menunjuk lambang bilangan pada pra siklus 50% (MB), siklus I 63,89% (BSH) dan siklus II 83,89% (BSB). Indikator membuat urutan 1-10 dengan benda pada pra siklus 45% (MB), siklus I 61,11% (BSH) dan siklus II 81,67% (BSB). Indikator menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda hingga 1-10 (anak tidak disuruh menulis) pada pra siklus 43,33% (MB), siklus I 58,33% (BSH) dan siklus II 75,56% (BSB). Kata kunci: kemampuan mengenal lambang bilangan, bermain kartu angk
    corecore