368 research outputs found

    Aji Septiaji's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Aji Septiaji's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SALING SILANG GAGASAN DENGAN MEDIA PETA PIKIRAN DIGITAL DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI

    No full text
    terhadap fenomena yang terjadi sehingga sulit menemukan permasalahan dasar dalam menulis; mahasiswa merasa bosan dalam menulis karena kurang menyerap dan memahami informasi yang diperoleh baik dari simakan atau bacaan, dan sulit dalam mengembangkan ide yang dituangkan dalam bentuk kalimat/paragraf atau ke dalam bentuk teks yang utuh. Guna mengatasi faktor permasalahan tersebut, maka peneliti mengujicobakan model pembelajaran saling silang gagasan dengan media peta pikiran digital sebagai penawarnya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimanakah keterampilan menulis teks argumentasi mahasiswa sebelum diterapkan model pembelajaran saling silang gagasan dengan media peta pikiran digital?; (2) bagaimanakah penerapan model pembelajaran saling silang gagasan dengan media peta pikiran digital terhadap keterampilan menulis teks argumentasi?; dan (3) apakah penerapan model pembelajaran saling silang gagasan dengan media peta pikiran digital efektif dalam keterampilan menulis teks argumentasi?. Instrumen penelitian yang digunakan ialah (1) penilaian proyek yang mencakup tiga kegiatan yaitu kegiatan berdiskusi, keterampilan menulis kerangka teks melalui media peta pikiran digital, dan keterampilan menulis teks argumentasi; (2) observasi, dilaksanakan dengan tujuan mengamati aktivitas atau keterlaksanaan model pembelajaran saling silang gagasan dan media peta pikiran digital dalam keterampilan menulis teks argumentasi; dan (3) tes, bertujuan untuk menilai dan mengukur hasil belajar mahasiswa, memperoleh data dan informasi tentang prestasi hasil belajar mahasiswa pada pokok bahasan tertentu dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan angka sebagai sistem penilaiannya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi, maka desain yang digunakan adalah metode eksperimen dengan tipe pretest, posttest control group design, yaitu pemberian pretes dan postes pada kelas eksperimen dan kontrol serta pemberian perlakuan pada kelas eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah enam kelas yang berjumlah 150 mahasiswa, kemudian ditetapkan sampelnya teknik purposive sampling yaitu kelas 1E dan 1F yang berjumlah 48 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bukti bahwa penerapan model pembelajaran saling silang gagasan dengan media peta pikiran digital efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks argumentasi. Hal ini dapat dibuktikan dengan perhitungan yang dilakukan secara komputerisasi dengan bantuan program Microsoft Excel 2013 dan progam SPSS 20. Hasil uji-t dari keterampilan menulis teks argumentasi adalah 0,642 > taraf signifikan 0,05. Dengan demikian, Ho ditolak (Ha diterima), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan untuk keterampilan menulis teks argumentasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran saling silang gagasan dan media peta pikiran digital. Kemudian, pada tes awal diketahui nilai rata-rata di kelas eksperimen yaitu 58.58 dan di kelas kontrol 51.29. Setelah diberi perlakuan kelas eksperimen menjadi sebesar 65.88 dan perlakuan di kelas kontrol menjadi sebesar 57.88. Nilai rata-rata pascates kelas eksperimen meliputi model saling silang gagasan 72.29, media peta pikiran digital 51.29, dan teks argumentasi 72.17. Berdasarkan pengujian efektivitas, terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan berupa model pembelajaran saling silang gagasan dengan media peta pikiran digital yang diberikan sebanyak dua kali pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol Aji Septiaji, 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SALING SILANG GAGASAN DENGAN MEDIA PETA PIKIRAN DIGITAL DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ii yang menggunakan metode ceramah. Dengan demikian, model pembelajaran saling silang gagasan dengan media peta pikiran digital dapat diterapkan pada keterampilan menulis khususnya menulis teks argumentasi

    KONFLIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI ESAI: SERAT KEMBANG RAYA KARYA FATIN HAMAMA, DKK (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)

    Full text link
    Sastra bersumber dari dalam masyarakat dan akan berdampak pengaruhnya pada masyarakat. Bahkan, adanya hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat. Hubungan tersebut berupa konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Puisi esai hadir sebagai genre sastra baru dalam khazanah kesusastraan Indonesia. Tahun 2012 menjadi kontroversi bagi puisi esai, yaitu kemunculan Denny JA sebagai konsultan politik yang menggagas antologi puisi esai Atas Nama Cinta yang sarat diskriminasi sosial. Puisi esai dianggap sebagai jelmaan pemikiran dan pengalaman terhadap kondisi sosial di masyarakat saat ini. Namun, tetap mampu dicerna oleh masyarakat. Adapun puisi esai harus memenuhi tiga syarat, yaitu (1) puisi esai mengeksplor sisi batin individu yang berada dalam sebuah konflik sosial; (2) puisi esai menggunakan bahasa yang mudah dipahami; dan (3) puisi esai adalah fiksi, boleh saja memotret tokoh ril yang hidup dalam sejarah. Namun, realitas tersebut diperkaya dengan aneka tokoh fiktif dan dramatisasi. Serta yang dipentingkan oleh puisi esai ialah renungan atas kandungan moral melalui sebuah kisah. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek sosiologi sastra, yaitu hubungan antara pengarang, karya, dan masyarakat. Antologi ini berisi lima puisi esai, kisah yang ditampilkan beragam mulai dari dilema seorang pelajar SMA karena terenggut keperawanannya hingga berdampak kepada masa depannya; kisah seorang gadis desa yang merasa tersakiti hatinya atas kondisi ekonomi dan kisah cinta yang memprihatinkan; kisah seorang perempuan yang diberasarkan melalui kekerasan dalam keluarga; kisah keluarga tanpa sosok ayah, istri dan anaknya harus menelan kerasnya kehidupan; dan situasi sosial yang dialami pengarang yang berhubungan dengan manusia, alam, dan Tuhan. Kata Kunci: konflik sosial, puisi esai, sosiologi sastr

    Translator’s Strategies in Delivering The Content of Novel Entitled The Old Man and the Sea Written by Ernest Hemingway

    Full text link
    Various methods of translation support a writer in mastering the structure, form, and meaning that exist in variety works both in printed (text) and electronic (online). In translating a sentence, a writer can use several methods. The use of a method can affect the meaning of the source language. Through translation, the readers in general can distinguish texts between the original and translated texts, understand the origin of the works in the source language, for example, the work of Indonesian language which translated from English, or vice versa. The existing translation methods are divided into seven categories namely, borrowing, calque; literal; transposition / shifted; modulation; equivalent; and adaptation. The result of this research shows that there are three methods which used by the author in translating the novel written by Ernest Hemingway entitled The Old Man and the Sea which is transtlated into Lelaki Tua dan Laut. The methods are literal, equivalent, and borrowing

    Intertextuality in Antology of Poetry Essay (Research on Poetry Essay Atas Nama Cinta written by Denny JA and Poetry Essay Serat Kembang Raya written by Fatin Hamama, et al)

    Full text link
    Literature as one of the works that involve the text as a medium in delivering form and meanings. It has a role that affects other works or readers’ point of view. In the process of creating a work, an author is inseparable from his involvement with other texts which have existed before that surround them. It shows the influence of other texts that included into the result of literary text. Thus, there is no original text belongstoanauthor.Themethodusedinthisstudyisdescriptivequalitative.Thedata were analyzed by reading and identifying which determined through the relationship between the structures and the social problems of the story. The result indicates that intertextuality is established through the social conflict relationship. The stories give a portrait on how social situation and discrimination cultural conditions become a reflection of society in the era of globalization and information.     Keywords: intertextual, essay poetry, social conflic

    MORALITAS PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2010-2015 (Kajian Ekofeminisme Transformatif)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa perempuan memiliki karakteristik yang berbeda dengan laki-laki dalam menghadapi berbagai problematika dalam kehidupan. Laki-laki dipandu oleh logika dalam memecahkan persoalan, mengandalkan aturan atau norma untuk dapat dipatuhi atau diikuti orang lain di sekitarnya, serta menemukan solusi atas tindakan keadilan. Sementara itu, perempuan lebih dipandu oleh perasaan, mengandalkan komunikasi atau memiliki sikap komunikatif untuk memperoleh respons orang lain, serta menemukan solusi melalui tindakan yang dapat mengurangi sakit hati. Penelitian ini difokuskan pada (1) moralitas kepedulian yaitu prakonvensional (individualis), konvensional (rela berkorban), pascakonvensional (penentuan keputusan); dan (2) ekofeminisme transformatif yaitu relasi sistem penindasan, ragam pengalaman perempuan, menolak logika dominasi, rasionalitas manusia dengan alam, etika feminim, dan representasi pengetahuan dan teknologi. Metode penelitian menggunakan analisis isi. Instrumen penelitian adalah peneliti. Data yang dianalisis berjumlah 23 dari 130 cerpen berdasarkan tahun 2010-2015 yang kemudian dihimpun ke dalam kumpulan cerpen pilihan Kompas Sebagai barometer perkembangan cerpen surat kabar di Indonesia Kompas sejak tahun 1992 telah berkontribusi dalam mempopulerkan sastra sarat nilai-nilai kehidupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam hubungannya dengan segala persoalan kehidupan membentuk ragam moralitas kepercayaan yaitu moralitas antropogastronomi, ergogastronomi, antropozoologi, antropokosmologi, antropobotani, ergobotani, dan etnoradikal. Hal demikian sebagai tanda bahwa perempuan memiliki interaksi dalam persoalan makanan, tumbuhan, dan hewan melalui kepercayaan, perasaan, pengetahuan, teknologi, dan kekerasan. Kata Kunci: moralitas, perempuan, cerpen, ekofeminisme transformatif This research is motivated by the fact that women have different characteristics from men in dealing with various problems in their life. Men are guided by logic in solving problems, relying on rules or norms to be obeyed or followed by others around them, and solve problems regarding to justice. Meanwhile, women are more guided by feelings, rely on communication to get other people's responses, and solve problems through actions that can reduce broken heart feeling. This research focused on (1) caring morality namely pre-conventional (individualist), conventional (willing to sacrifice), post-conventional (decision making); and (2) transformative ecofeminism, namely oppression relations system, various of women's experiences, rejecting the logic of domination, human rationality with nature, feminismee ethics, and representation of knowledge and technology. The method used in this research is content analysis. The research instrument is the researcher itself. The data is obtained through 23 out of 130 short stories which compiled from Kompas selected short stories in 2010 until 2015. As a barometer of the development of newspapers short stories in Indonesia, Kompas since 1992 has contributed to the popularization of literature which presents values of life. The results showed that the role of women in relation to all life issues forms a variety of morality of trust, namely anthropogastronomy, ergogastronomy, anthropozoology, anthropocosmology, anthropobotany, ergobotany, and ethnoradical morality. This is a sign that women have interactions in food, plant and animal issues through beliefs, feelings, knowledge, technology and violence. Keywords: morality, women, short stories,transformative ecofeminis

    PERAN SASTRA, INTELEKTUALITAS, DAN POPULARITAS DALAM ESAI 33 TOKOH SASTRA INDONESIA PALING BERPENGARUH KARYA JAMAL D. RAHMAN, DKK

    No full text
    Karya sastra sebagai karya imajinatif dan monumental hingga memunculkan polemik dan kontroversi, sejatinya hanya memberikan kesan bahwa sastra ada dalam kehidupan dan akan berpengaruh pada aspek yang ada di dalamnya. Sejak lama, sastra diakui sebagai media pembangun kesadaran. Sastra diyakini memiliki fungsi hiburan dan edukasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media penanaman nilai-nilai yang berorientasi terhadap pengembangan kehidupan seseorang, masyarakat, dan bangsa. Sastra memiliki tuntutan bahwa karya yang diberikan harus bernilai dan memiliki tingkat keberpikiran yang sepadan sehingga diharapkan mengembangkan wawasan para pembaca. Dengan adanya sastra, masyarakat mampu menyelami berbagai fenomena yang terjadi dan bisa menghayati dengan prespektif yang berbeda. Pemikiran sastrawan dalam mengolah dan mengelola karya yang begitu apik adalah pertanda bahwa sastra tidak terlepas dari intelektualitas dan kreativitas. Namun, setelah kreativitas dipertunjukkan kemudian timbul peluang yang menuai kontroversi atau polemik maka sastra hadir dan menjelma sebagai popularitas. Setidaknya hal inilah yang terjadi pada esai 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang memunculkan hal-hal kontroversi yang akan menuai popularitas dengan tidak menghilangkan keintelektualitasan para penulisnya, seperti Puisi Esai milik Danny JA atau Novel Saman milik Ayu Utami. Intelektualitas dipahami sebagai bakat untuk mempresentasikan dan mengartikulasikan pesan, pandangan, sikap, atau filsafat kepada publik. Sedangkan, popularitas lahir karena intelektualitas yang berkembang dan mampu menembus batas antara realitas dan khayalan si pengarang dengan disertai bukti-bukti nyata yang mampu merangkul masyarakat dari sisi politik, budaya, dan agama. Dengan demikian, karya sastra yang bermutu hanya dapat diciptakan oleh seseorang yang memiliki tingkat intelektual yang memadai

    PERAN SASTRA, INTELEKTUALITAS, DAN POPULARITAS DALAM ESAI 33 TOKOH SASTRA INDONESIA PALING BERPENGARUH KARYA JAMAL D. RAHMAN, DKK

    No full text
    Karya sastra sebagai karya imajinatif dan monumental hingga memunculkan polemik dan kontroversi, sejatinya hanya memberikan kesan bahwa sastra ada dalam kehidupan dan akan berpengaruh pada aspek yang ada di dalamnya. Sejak lama, sastra diakui sebagai media pembangun kesadaran. Sastra diyakini memiliki fungsi hiburan dan edukasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media penanaman nilai-nilai yang berorientasi terhadap pengembangan kehidupan seseorang, masyarakat, dan bangsa. Sastra memiliki tuntutan bahwa karya yang diberikan harus bernilai dan memiliki tingkat keberpikiran yang sepadan sehingga diharapkan mengembangkan wawasan para pembaca. Dengan adanya sastra, masyarakat mampu menyelami berbagai fenomena yang terjadi dan bisa menghayati dengan prespektif yang berbeda. Pemikiran sastrawan dalam mengolah dan mengelola karya yang begitu apik adalah pertanda bahwa sastra tidak terlepas dari intelektualitas dan kreativitas. Namun, setelah kreativitas dipertunjukkan kemudian timbul peluang yang menuai kontroversi atau polemik maka sastra hadir dan menjelma sebagai popularitas. Setidaknya hal inilah yang terjadi pada esai 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang memunculkan hal-hal kontroversi yang akan menuai popularitas dengan tidak menghilangkan keintelektualitasan para penulisnya, seperti Puisi Esai milik Danny JA atau Novel Saman milik Ayu Utami. Intelektualitas dipahami sebagai bakat untuk mempresentasikan dan mengartikulasikan pesan, pandangan, sikap, atau filsafat kepada publik. Sedangkan, popularitas lahir karena intelektualitas yang berkembang dan mampu menembus batas antara realitas dan khayalan si pengarang dengan disertai bukti-bukti nyata yang mampu merangkul masyarakat dari sisi politik, budaya, dan agama. Dengan demikian, karya sastra yang bermutu hanya dapat diciptakan oleh seseorang yang memiliki tingkat intelektual yang memadai

    The Struggle of Woman in Novel Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar by Alberthiene Endah: Existensialist Feminism Studies

    Full text link
    Literary work always presents variety of problem from the characters as roles in life that create the movement of a story, either male or female. This study focuses on the role of women who struggling to their lives so the readers can get different meanings and perspectives from female characters who are not victims of discrimination but as motivators to create their existence. The object of this research is a novel entitled Merry Riana: A Million Dollar Dream by Alberthiene Endah. This research employs qualitative method namely content analysis. The procedure in this research are intensive reading, identification, analysis, presentation, and conclusion. The focus of research on existentialist feminism are (1) women can work; (2) women can become intellectuals; (3) women can achieve socialist transformation; and (4) women can reject their motherhood nature. The result of this research is that the figure of a woman has the right to do or fight for something that is equal to men. The impact of the realization of ideals is to have a better life and give positive behavior. Keywords: woman, novel, existensialist feminis
    corecore