324,965 research outputs found
Changing the Ties That Bind? The Emerging Roles and Identities of General Practitioners and Managers in the New Clinical Commissioning Groups in the English NHS
The English National Health Service (NHS) is undergoing significant reorganization following the 2012 Health and Social Care Act. Key to these changes is the shift of responsibility for commissioning services from Primary Care Trusts (PCTs) to general practitioners (GPs) working together in Clinical Commissioning Groups (CCGs). This article is based on an empirical study that examined the development of emerging CCGs in eight case studies across England between September 2011 and June 2012. The findings are based on interviews with GPs and managers, observations of meetings, and reading of related documents. Scott’s notion that institutions are constituted by three pillars—the regulative, normative, and cognitive–cultural—is explored here. This approach helps to understand the changing roles and identities of doctors and managers implicated by the present reforms. This article notes the far reaching changes in the regulative pillar and questions how these changes will affect the normative and cultural–cognitive pillars
UPAYA TUKANG DODOS TANDAN BUAH SEGAR (
Secara keseluruhan aktivitas perkebunan kelapa sawit yang melibatkan
banyak tenaga kerja, mulai dari pembukaan lahan sampai dengan pendodosan tandan
buah segar kelapa sawit yang terus-menerus, akan tetapi kegiatan tersebut tidak
semata membuat masyarakat lebih sejahtera, peningkatan kesejahteraan hanya
dirasakan bagi masyarakat yang memiliki modal. Demikian juga halnya yang
dirasakan oleh mereka yang bekerja sebagai tukang dodos tandan buah segar kelapa
sawit yang tergolong pada pekerjaan sektor informal, pada umumnya mereka
memiliki pendidikan yang rendah, bekerja sebagai tukang dodos tandan buah segar
kelapa sawit bukan berupa pekerjaan yang menerima pengasilan seperti upah harian,
upah mingguan, atau upah yang dibayarkan secara bulanan tetapi hanya menerima
penghasilan apabila mereka bekerja dengan berdasarkan jumlah hasil pekerjaan yang
dihasilkan, masih dibawah upah minimum regional setempat. Dengan kondisi
pendapatan yang relatif tidak menentu tersebut membuat mereka berada dibawah
garis kemiskinan, dengan keadaan tersebut perlu suatu upaya yang harus dilakukan
oleh tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit dalam meningkatkan kesejahteraan
keluarganya.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tipe
penelitian deskriptif yang mendeskripsikan sejumlah kejadian ataupun masalah.
Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara terbuka dan observasi non
partisipan dan observasi tidak berstruktur serta pengumpulan dukumentasi dengan
memakai triangulasi sebagai teknik keabsahan data.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dengan hanya bekerja sebagai
tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit masih kurang dalam pemenuhan
kebutuhan keluarga yang terdiri dari makanan, pakaian, perumahan, kesehatan dan
pendidikan yang selalu harus dipenuhi. tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit
melakukan beberapa upaya yang mereka lakukan berupa bekerja sampingan di luar
bekerja sebagai tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit diantaranya dengan
cara memanfaatkan sumber daya alam berupa kayu dan rotan yang diperoleh dari
hutan yang ada disekitar mereka, beternak dan menjadi buruh bangunan selain
bekerja sampingan mereka juga memanfaatkan jaringan sosial yang mereka miliki
serta pemaksimalan perlindungan sosial berupa bantuan sosial yang digulirkan
pemerintah kepada mereka, sehingga dengan berbagai upaya yang dilakukan tukang
dodos tandan buah segar kelapa sawit mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga
dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya
UPAYA TUKANG DODOS TANDAN BUAH SEGAR (
Secara keseluruhan aktivitas perkebunan kelapa sawit yang melibatkan
banyak tenaga kerja, mulai dari pembukaan lahan sampai dengan pendodosan tandan
buah segar kelapa sawit yang terus-menerus, akan tetapi kegiatan tersebut tidak
semata membuat masyarakat lebih sejahtera, peningkatan kesejahteraan hanya
dirasakan bagi masyarakat yang memiliki modal. Demikian juga halnya yang
dirasakan oleh mereka yang bekerja sebagai tukang dodos tandan buah segar kelapa
sawit yang tergolong pada pekerjaan sektor informal, pada umumnya mereka
memiliki pendidikan yang rendah, bekerja sebagai tukang dodos tandan buah segar
kelapa sawit bukan berupa pekerjaan yang menerima pengasilan seperti upah harian,
upah mingguan, atau upah yang dibayarkan secara bulanan tetapi hanya menerima
penghasilan apabila mereka bekerja dengan berdasarkan jumlah hasil pekerjaan yang
dihasilkan, masih dibawah upah minimum regional setempat. Dengan kondisi
pendapatan yang relatif tidak menentu tersebut membuat mereka berada dibawah
garis kemiskinan, dengan keadaan tersebut perlu suatu upaya yang harus dilakukan
oleh tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit dalam meningkatkan kesejahteraan
keluarganya.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tipe
penelitian deskriptif yang mendeskripsikan sejumlah kejadian ataupun masalah.
Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara terbuka dan observasi non
partisipan dan observasi tidak berstruktur serta pengumpulan dukumentasi dengan
memakai triangulasi sebagai teknik keabsahan data.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dengan hanya bekerja sebagai
tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit masih kurang dalam pemenuhan
kebutuhan keluarga yang terdiri dari makanan, pakaian, perumahan, kesehatan dan
pendidikan yang selalu harus dipenuhi. tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit
melakukan beberapa upaya yang mereka lakukan berupa bekerja sampingan di luar
bekerja sebagai tukang dodos tandan buah segar kelapa sawit diantaranya dengan
cara memanfaatkan sumber daya alam berupa kayu dan rotan yang diperoleh dari
hutan yang ada disekitar mereka, beternak dan menjadi buruh bangunan selain
bekerja sampingan mereka juga memanfaatkan jaringan sosial yang mereka miliki
serta pemaksimalan perlindungan sosial berupa bantuan sosial yang digulirkan
pemerintah kepada mereka, sehingga dengan berbagai upaya yang dilakukan tukang
dodos tandan buah segar kelapa sawit mampu memenuhi kebutuhan pokok keluarga
dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya
Perancangan Visual Branding serta Promosi Susu Segar Indonesia (SUSEI) di Surabaya
Altinoga Ibnu Sina S. 2014. Tugas Akhir ini berjudul Perancangan Visual Branding serta Promosi Susu Segar Indonesia (SUSEI) di Surabaya. Adapun permasalahan yang dikaji adalah bagaimana merancang Visual Branding yang bagus serta promosinya dari perusahaan Susu Segar Indonesia (SUSEI) sehingga perusahaan yang akan dibangun memiliki citra yang baik dan brand awarrenes pada masyarakat di Surabaya muncul
Diffusive author(s), cohesive author: Analysis of S/N (1994)
This study indicates the ways in which various aspects of the author(s) are brought forth in Dumb type’s performance art, the S/N production. Previous research has suggested a non-hierarchical organization of Dumb type and the absence of a “privileged author” in Dumb type’s collaborative work, S/N. However, the results that I have investigated from member’s interviews on the creative process of S/N along with my analysis of the recorded images of S/N, indicate a different aspect of the author(s). First, S/N was created through, so to speak, the collective ideas of the members of Dumb type. Further, S/N has at least nine quotations from previous performances, installations, and printed writings, besides the work-in-progress technique. Explicating one of the “author functions” as given by Michel Foucault, each text has plural subjects of the author. However, it has been revealed from members’ interviews that Teiji Furuhashi had a decision-making role in selecting the members’ ideas within the performance. Since then, S/N has had plural subjects of creation; however, Furuhashi is one of the subjects of creation along with the “privileged author.” S/N has plural authors (diffusive authors) yet at the same time, it has a “privileged author,” Teiji Furuhashi (cohesive author)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
KUALITAS DAN KINEMATIKA SPERMATOZOA PADA SEMEN SEGAR DAN SEMEN BEKU SAPI PESISIR
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kinematika spermatozoa pada semen segar dan semen beku sapi Pesisir. Semen sapi Pesisir dikoleksi dengan alat yang digunakan yaitu vagina buatan dari 2 ekor pejantan, semen segar di uji dan dibekukan dengan mengunakan pengencer tris kuning telur. Semen segar dan semen beku sapi Pesisir di evaluasi menggunakan Computer Assisted Sperm Analyzer (CASA). Penelitian ini menggunakan analisis uji t yaitu dengan membandingkan kualitas dan kinematika spermatozoa semen segar semen beku sapi Pesisir. Parameter yang diamati adalah pengamatan kualitas makroskopis, mikroskpis dan CASA. Hasil penelitian menunjukan kinematika motilitas semen segar dan semen beku (83,83%; 71,68%) dan nilai kinematika motilitas progresif semen segar dan semen beku (80,81%; 59,56%). Berdasarkan hasil analisis uji t didapatkan bahwa thitung > ttabel, kinematika spermatozoa semen segar berpengaruh nyata terhadap semen beku sapi Pesisir terhadap motilitas semen segar dan semen beku, terhadap motilitas progresif pada semen segar dan semen beku. Nilai karakteristik kinematika pada semen segar dan semen beku sapi Pesisir masing-masing adalah velocity curvilinear (VCL) 178,94 μm/s dan 108,52 μm/s; velocity straight line (VSL) 96,61 μm/s dan 49,34 μm/s; velocity average path (VAP) 114,99 μm/s dan 64,04 μm/s; linearity (LIN) 0,53 % dan 0,44 %; straightness (STR) 0,83 % dan 0,75 %; wobble (WOB) 0,64 % dan 0,58 %; amplitude lateral head displacement (ALH) 5,83 μm dan 5,15 μm; beat cross frequency (BCF) 35,28 Hz dan 24,65 Hz. Kinematika spermatozoa semen segar dan semen beku berpengaruh nyata terhadap nilai karakteristik motilitas. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu terdapat penurunan kualitas spermatozoa kinematika semen segar dan kinematika semen beku pada nilai karakteristik motilitas yaitu pada kecepatan spermatozoa pada kecepatan velocity curvilinear (VCL), velocity straight line (VSL), dan velocity average path (VAP), linearity (LIN), straightness (STR), dan wobble (WOB) dan pada nilai jarak spermatozoa amplitude lateral head displacement (ALH) dan beat cross frequency (BCF)
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Perbedaan Kualitas Makroskopis Semen Segar Domba Batur dalam Flock Mating dan Pen Mating
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas dan kuantitas semen segar domba Batur secara makroskopis yang dipelihara secara pen mating dan flock mating. Penelitian ini terdapat 2 perlakuan yaitu flock mating dan pen mating serta setiap perlakuan memiliki 4 ulangan. Parameter yang diamati antara lain volume, bau, warna, pH dan konsistensi semen segar. Hasil penelitian menunjukan bahwarata-rata volume pada pen mating adalah 1,28 ml sedangkan pada flock mating adalah 1,25 ml. Rata-rata pH pada pen mating 6,65 sedangkan pada flock mating 6,50. Rata-rata konsistensi pada pen mating yaitu 3,00 sedangkan pada flock mating yaitu 2,50. Setelah dilakukan analisis data didapatkan hasil bahwa kualitas makroskopis semen segar pada flock mating dan pen mating tidak berbeda nyata. Disimpulkan bahwa kualitas semen segar domba Batur pada perlakuan flock mating dan pen mating memiliki kualitas yang sama. Kata Kunci: domba Batur, semen segar, flock mating, pen mating</jats:p
- …
