17 research outputs found

    Hubungan Antara Motivasi Siswa Dan Efektivitas Proses Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IX Di SMP Katolik St. Theresia Kupang

    Get PDF
    The purpose of this observation is to determine correlation between student motivation and the effectivness of theaching and learning process in social subject to the ninth year class of SMP Katolik St.Theresia Kupang. This is quantitative research. The subject of the research is 93 ninth year class of SMP Katolik Theresia Kupang. The Data was analized by using product moment correlation and followed by regression. The result of product moment correlation and regression, There is possitive correlation and significant between student motivation with the effectivness of teaching and learning process in social subject to the ninth year class of SMPK St.Theresia Kupang, with correlation coefficient score = 0,633 and probability sig = 0,000 > 0,05 or t score = 7,790 > t table = 1,671. Meanwhile determination coefficient or effective support variable student motivation to the effectivness of teaching and learning process in social subject to the ninth year class of SMPK St.Theresia Kupang is R Square = 0,400 x 100% = 40%

    Hubungan Antara Motivasi Dan Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas V Di SDI Onekore 5 Kabupaten Ende

    Get PDF
    The formulation of the problem in this study is What is the relationship between motivation and learning achievements of class V learners at SDI Onekore 5 Ende Regency? The goal to be achieved is to find out the level of relationship between motivation and learning achievements of students of class V SDI Onekore 5. Respondents in this study were class V SDI Onekore 5 learners who numbered 31 people. The research method used is quantitative type exposfacto. Data collection techniques use questionnaires and are supported by documentation and observation. The hypothesis test uses the product moment correlation formula and continues with a simple regression. The results showed that there was a positive and significant relationship between motivation and learning achievement as evidenced by the correlation coefficient value of 0.481 and the probability of 0.001<0.005, and the coefficient of motivational determination to learning achievement of 0.232 or 23.2%. Thus it can be concluded that motivation has a strong enough relationship with the learning achievements of class V learners at SDI Onekore 5. So it needs to be recommended that the school in this case through teachers to further strive to increase the motivation of students through learning in school, while for students to continue to increase their motivation in terms of learning in order to obtain better achievements

    Pengaruh Kompetensi Pedagogik Terhadap Motivasi Belajar Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan Pengaruh Kompetensi Pedagogik Terhadap Motivasi Siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IX di SMP Katolik St. Theresia Kupang. Metode pada penelitian merupakan metode kuantitatif. Jumlah responden (sampel) dalam penelitian adalah 93 orang siswa kelas IX SMP Katolik St. Theresia Kupang, dengan teknik pengambilan sampelnya adalah ramdom sampling. Data diperoleh melalui penyebaran angket yang didukung dengan dokumentasi dan observasi, kemudian dianalisis dengan Statisitik Korelasi Product Moment dan dilanjutkan dengan Regresi. Hasil Analisis Korelasi Product Moment dan Regresi menunjukan bahwa; terdapat Hubungan yang positif dan signifikan antara Kompetensi Pedagogik dengan Motivasi Siswa Pada mata pelajaran IPS siswa kelas IX di SMPK St. Theresia Kupang, dengan nilai koefisien korelasi = 0,493 dan Probabilitas Sig = 0,000 < probabilitas 0,05. Sedangkan koefisien determinasi atau sumbangan efektif Kompetensi Pedagogik guru terhadap motivasi siswa adalah sebesar Rsquare = 0,243 x 100% = 24,3%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas IX pada pembelajaran IPS di SMP Katolik Sta. Theresia Kupang, walaupun masih dalam kategori cukup. Oleh sebab itu berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat memberikan beberapa saran; 1) bagi guru yang mengampuh mata pelajaran IPS hendaknya untuk lebih meningkatkan kompetensi pedagogiknya dengan terus memahami IPS sebagai mata pelajaran yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, 2) Guru IPS perlu meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran IPS, dengan menentukan, memodifikasi, atau menciptakan metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan ciri khas dan tujuan IPS, sehingga pembelajaran IPS lebih bermakna dan menarik untuk dipelajari oleh siswa, 3) Siswa hendaknya memiliki perspektif yang positif terhadap IPS sebagai mata pelajaran yang dapat berkontribusi terhadap keterampilan hidup baik keterampilan mental, pribadi maupun sosial, 4) bagi sekolah dalam hal ini kepala sekolah untuk dapat merencanakan program diklat yang mengakomodir guru mata pelajaran IPS, sehingga dapat meningkatkan kompetensi guru tersebut

    LOMPAT JAUH MENGGUNAKAN MODIFIKASI KARDUS PADA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah menggunakan modifikasi kardus sebagai sarana olah raga lompat jauh pada siswa kelas IV di SD Impres Ende 12. Subjek penelitianadalah siswa kelas&nbsp; IV sebanyak 27 orang. Metode penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas dengan prosedur penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, yang terdiri dari dua siklus.Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi dan test. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menghitung nilai hasil test masing-masing siswa dan persentasi ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil test diketahui bahwa ketuntasan belajar mengalami peningkatan. Pada silkus 1 persentasi ketuntasan belajar yaitu 11%&nbsp; dan meningkat pada siklus 2 sebesar 100%. Rata-rata nilai siswa memenuhi KKM yaitu 75.&nbsp; Proses pembelajaran olah raga lompat jauh dengan saranakardus yang dimodifikasi memberikan kemudahan kepada siswa untuk selalu aktif dan berani melakukan gerakan lompat tinggi secara mudah, menyenangkan, riang gembira, dan memberikan suasana yang baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Saat melaksanakan olah raga lompat jauh siswa tidak mengalami keraguan,tegang, gugup, dan ketakutan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan sarana kardus yang dimodifikasi dalam pembelajaran olah raga lompat jauh berdampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa kelas IV di SDI Ende 12

    TUTURAN ADAT DALAM UPACARA MASO SA’O NGGUA BARU PADA MASYARAKAT ENDE DESA NDUNGGA KECAMATAN ENDE TENGAH KABUPATEN ENDE

    Get PDF
    Kebudayaan masyarakat dalam suatu daerah atau wilayah yang terdiri atas kelompok-kelompok suku tertentu dan memiliki bahasa daerahnya tersendiri. Demikian pula dengan masyarakat Ndungga, termasuk yang tinggal dan berdomisili di wilayah Desa Ndungga Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende memiliki bahasa daerahnya tersendiri yang dikenal dengan bahasa Ende. Sebagai alat komunikasi, bahasa Ende digunakan dalam berbagai ragam interaksi dalam kehidupan masyarakat Ende (khususnya masyarakat Ndungga), mulai dari ragam komunikasi sehari-hari sampai pada komunikasi dalam berbagai upacara adat. Salah satu diantara sekian banyak seremonial adat yang menggunakan bahasa Ende (khususnya masyarakat Ndungga) sebagai media komunikasi yang efektif adalah pada bentuk upacara dalam  bahasa Ende saat  menempati rumah baru yang disebut dengan Upacara Maso Sa’o Nggua Baru yang berarti menempati rumah baru. Maso Sa’o ini merupakan acara  yang dibuat masyarakat setempat secara turun temurun dan bersifat mengikat atau wajib. Hewan yang disembelih untuk memberi makan nenek moyang saat acara Maso Sa’o yaitu ayam, tetapi bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi bisa juga hewan lain seperti babi. Acara ini harus disaksikan oleh sanak keluarga dari pemilik rumah, ari kae berserta anak perempuan dan anak  laki-laki. Tujuan dari upacara Maso Sa’o Nggua Baru ini, ialah untuk mendamaikan pemilik rumah dengan roh penjaganya serta ucapan syukur pemilik rumah kepada Tuhan dan para leluhur, seraya memohon perlindungan bagi semua orang yang menghuni rumah baru tersebut.Kata kunci: tuturan adat, upacara, Maso Sa’o, Nggua Baru  The culture of society in a region or region consisting of certain ethnic groups and has its own regional language. Similarly, the Ndungga people, including those who live and reside in the Ndungga village area of Ende Central District of Ende Regency has its own regional language known as Ende language. As a means of communication, the Ende language is used in a wide variety of interactions in the lives of the people of Ende (especially Ndungga people), ranging from the various communication everyday to the communication in various traditional ceremonies. One of the many traditional ceremonial that used the language of Ende (especially the Ndungga community) as an effective communication medium is on the form of ceremonies in the Ende language when occupying a new home called the new Maso Sa'o Nggua ceremony which means occupying a new home. "Maso Sa'o" is an event made by the local community as a hereditary and binding or compulsory. Animals slaughtered to feed ancestors during the event “Maso sa'o†is chicken, but for people who have economic ability can also other animals such as pigs. This event must be witnessed by relatives of homeowners, Ari Kae with girls and boys. The purpose of Maso Sa’o Nggua Baru's ceremony, is to reconcile the homeowner with the spirit of the house owner and the thanksgiving of the Landlord to God and the ancestors, while applying for protection for all those who inhabit the new home.Keywords: uttearance of customs, ceremony, Maso Sa’o, Nggua Bar

    PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL (KEBUDAYAAN SUKU LIO) PADA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN ENDE NTT

    No full text
    Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal pada tingkat SD bertujuan untuk menanamkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik sejak dini untuk ikut terlibat dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya daerah dan budaya bangsa sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang sangat bernilai. Pembelajaran IPS merupakan salah satu sarana atau media yang tepat untuk menyalurkan konsep-konsep dan pengalaman tentang kebudayaan suku Lio khusunya dan suku pada daerah lain umumnya, karena tujuan dan ruang lingkup materi pembelajaran IPS sangat relevan dengan upaya untuk untuk menanamkan konsep dan pengalaman tentang kebudayan kepada peserta didik. Oleh sebab itu guru-guru pada tingkat SD dapat menerapkan pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal bagi peserta didik pada budaya masing-masing, sehingga ikut berperan dalam upaya memelihara kebudayaan Bangsa

    LOMPAT JAUH MENGGUNAKAN MODIFIKASI KARDUS PADA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah menggunakan modifikasi kardus sebagai sarana olah raga lompat jauh pada siswa kelas IV di SD Impres Ende 12. Subjek penelitianadalah siswa kelas  IV sebanyak 27 orang. Metode penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas dengan prosedur penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, yang terdiri dari dua siklus.Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi dan test. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menghitung nilai hasil test masing-masing siswa dan persentasi ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil test diketahui bahwa ketuntasan belajar mengalami peningkatan. Pada silkus 1 persentasi ketuntasan belajar yaitu 11%  dan meningkat pada siklus 2 sebesar 100%. Rata-rata nilai siswa memenuhi KKM yaitu 75.  Proses pembelajaran olah raga lompat jauh dengan saranakardus yang dimodifikasi memberikan kemudahan kepada siswa untuk selalu aktif dan berani melakukan gerakan lompat tinggi secara mudah, menyenangkan, riang gembira, dan memberikan suasana yang baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Saat melaksanakan olah raga lompat jauh siswa tidak mengalami keraguan,tegang, gugup, dan ketakutan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan sarana kardus yang dimodifikasi dalam pembelajaran olah raga lompat jauh berdampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa kelas IV di SDI Ende 12

    Transformation Of Local Wisdom Values In Management Of Village Funds (Study In Villages In Kupang Tengah District)

    Get PDF
    Normative management of village funds in Permendagri Number 20 of 2018 hints at community participation at every stage so that the community becomes the planner as well as implementer and financial supervisor in the village. The Development Village Index (IDM) value is an indicator of successful development and increased welfare of village communities. The purpose of this study was to see the local wisdom implemented in Baumata Timur Village and Mata Air Village in managing Village Funds. This research is a qualitative descriptive research with a case study approach. Sources of data in this study are primary data obtained through observation and interviews as well as secondary data obtained through documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study indicate that the value of local wisdom in East Baumata Village in managing village funds can be seen when planning the use of village funds through the "ume naek/ume koo" forum which is held in each hamlet. Meanwhile, the value of local wisdom in Mata Air Village in the management of village funds can be seen when planning the use of village funds through children and youth meetings, disability meetings, luggage meetings and quality village meetings

    AKSI BERSIH PANTAI WISATA BAHARI KOTA RAJA KECAMATAN ENDE UTARA DARI PENCEMARAN SAMPAH

    Get PDF
    ABSTRAKKondisi pantai Wisata Bahari Kota Raja sangat memprihatinkan.dari hasil Observasi awal yang dilakukan terlihat sampah plastik dan sampah-sampah yang tidak terurai seperti kaleng alumunium, bangkai kayu.bakai binatang,popok bayi dan lainnya banyak mengotori pantai. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarkat ini  “Bersih Pantai” adalah untuk mengedukasi masyarakat disekitar Pantaii Kota Raja terhadap pentingnya menjaga pantai dan laut dari bahaya sampah plastik, melalui aksii nyata dan keterlibatan mahasiswa Bersama Pegawai Kelurahan Kota Raja dalam kegiatan „Bersih Pantai”. saasaran kegiatan ini adalah masyarakat sekitar pantai Kota Raja termasuk para pedagang serta mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores.hasil dari Kegiatan PKM ini juga merupakan sarana kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus mengimplementasikan materi kebersihan lingkungan Pantai dan Laut. yang didapatkan di bangku kuliah dan di terapkan kepada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 108 orang yang terdiri atas 98 orang mahasiswa,5 orang Dosen Pendamping, 4 orang dari Pemerintah Kelurahan Kota Raja, 10 orang dari masyarakat dan Pedagang. Kata Kunci: destinasi wisata; kebersihan pantai. ABSTRACTThe condition of the Kota Raja Marine Tourism beach is very apprehensive. From the results of the initial observations made, it can be seen that plastic waste and non-biodegradable waste such as aluminum cans, dead wood, animal remains, baby diapers and others litter the beach. The purpose of the "Clean Beach" service activity is to educate the community around Kota Raja Beach about the importance of protecting the beach and sea from the dangers of plastic waste, through real action and involvement of students with Kota Raja Village Employees in "Cleaning the Beach" activities. The method of this activity is the community around the coast of Kota Raja including traders and students of Elementary School Teacher Education at the University of Flores. The results of this activity are also a means of community service activities as well as implementing materials on beach and sea environmental hygiene. obtained in college and applied to Elementary School Teacher Education students. The number of participants involved in this activity was 108 people consisting of 98 students, 5 assistant lecturers, 4 people from the Kota Raja Village Government, 10 people from the community and traders. Keywords: tourist destinations, beach cleanliness

    Pendayagunaan Keterampilan Motorik Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Pelatihan Membuat Bangku Belajar dari Barang Bekas

    Get PDF
    Motoric skills are one of the human potential in this case learners are very important to be developed and empowered at all times along with the growth of humans themselves. To develop motor skills that are beneficial for learners, there needs to be a simple activity that is adjusted to the age and cognitive level of learners.  Training to make benches learn from used goods to learners, actually aims to use motor skills and direct learners to do simple activities but have a very positive impact on the growth and development of learners themselves.  This method of activity is a training that has several simple stages, ranging from providing explanations about the benefits of used goods and motor skills, learners are formed in groups in an organized manner, prepare materials and tools, then carry out tasks by utilizing tools and materials in making study benches. The result of this training activity is in the form of objects that are useful or have useful value, namely a simple learning bench in accordance with the creativity of learners and the achievement of the utilization of motor skills in a more useful direction for the learners themselves. Thus it can be concluded that the activities of this training can create enthusiasm in using the motor skills of learners early on, so that it can be one of the provisions for their survival
    corecore