1,720,959 research outputs found

    SISTEM INFORMASI PENJUALAN TAS BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER DAN JQUERY

    No full text
    Toko Sakura memerlukan sistem pengolahan data penjualan dan pemesanan yang baik untuk memudahkan dalam hal memasukan data, mengubah data, menampilkan data dan pengecekan sistem pelaporan setiap transaksi penjualan. Maksud dari penyusunan karya tulis ini adalah membuat suatu sistem penjualan tas agar dapat membantu para konsumen tas untuk mendapatkan informasi secara cepat dan akurat serta dapat memperoleh tas dengan harga terjangkau secara mudah dan efisien. Kata kunci : sistem, tas, transaks

    Ekstraksi Fitur Pada Citra Computed Tomography Paru-Paru

    No full text
    ABSTRAK Kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan dan salah satu jenis kanker adalah kanker paru-paru yang menyebabkan tingginya tingkat kematian di dunia dibanding kanker lain. Hal ini disebabkan karena kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling sering menyerang pria dan berada pada urutan pertama dari sederetan jenis kanker mematikan. Tingkat kematian akibat kanker paru-paru dapat diminimalisir apabila gejala dan sel-sel kanker dapat dideteksi secara dini. Salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi kanker paru-paru adalah melalui pencitraan atau lebih dikenal dengan X-ray (foto rontgen) ataupun dengan cara Computed Tomography (CT) scan. Penelitian ini menggunakan citra hasil CT scan untuk mengenali salah satu karakteristik lesi yaitu Ground Glass Opacity (GGO) yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat keganasan dari suatu lesi. Tahap awal yang dilakukan adalah melakukan cropping citra secara manual oleh radiolog kemudian melakukan ekstraksi fitur menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrice (GLCM) dan tahap selanjutnya adalah klasifikasi dengan metode Naïve Bayes. Untuk meningkatkan hasil klasifikasi, fitur yang paling signifikan dicari dengan cara seleksi fitur menggunakan GainRatioEvaluation. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode seleksi fitur yang digunakan mampu menemukan fitur yang paling signifikan. Tingkat akurasi meningkat dari 83,33% menjadi 91,67%, sensitivitas dari 82,35% menjadi 94,11% dan spesifisitas dari 84,21% menjadi 89,47%. Kata Kunci : Computed Tomography, ekstraksi fitur, klasifikasi, seleksi fitur

    IMPLEMENTATION OF MULTILAYER PERCEPTRON FOR STUDENT FAILURE PREDICTION

    Get PDF
    University is one of the educational institutions and can be established by the government or the individual. At this time, Indonesia has hundreds of universities spread throughout the region. As an educational institution, university of course must be able to educate its students and issue quality graduates with the academically and non-academically qualified. In its implementation, there are many problems that should be resolved as well as possible, such as when there are students who intentionally stop or disappear before completing their education or are even unable to complete their education and issued by institution (dropout).Based on these problems, this research makes a model for predicting students who have the potential to fail or dropout during their studies using one of the data mining methods namely Multilayer Perceptron by referring to personal and academic data. The results obtained from this research are 86.9% an accuracy rate with the 54.7% sensitivity, and 95.4% specificity. This research is expected to be used to determine the need strategies to minimize the number of students who stop or dropout

    Implementasi Algoritma Convolutional Neural Network untuk Klasifikasi Jenis Keris

    Get PDF
    UNESCO telah menetapkan keris Indonesia sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity. Keris memiliki bilah yang terdiri dari pamor, dhapur, dan Tangguh yang merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk dari bilah keris. Dhapur keris ada yang berbentuk lurus dan lengkok (Luk dalam bahasa jawa). Yang berbentuk luk, jumlahnya bermacam-macam, mulai dari luk 3 (tiga) sampai luk 29 (dua puluh Sembilan). Jenis keris berdasarkan dapur yang diakui secara baku sekitar 150 jenis. Namun, bentuk dhapur keris tidak mudah dikenali secara langsung. Selain karena jenisnya yang banyak, bentuk dhapur ini terkadang memiliki karakteristik yang mirip meskipun jenisnya berbeda. Hal ini menyebabkan tidak semua orang dapat mengenali keris dengan mudah. Penelitian ini akan mengimplementasikan metode deep learning dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang dapat melakukan tugas klasifikasi secara langsung pada citra, untuk membangun sebuah model untuk klasifikasi jenis keris berdasarkan dhapur. Data yang digunakan adalah citra keris jawa yang diambil secara manual dan maupun dari buku. Data citra terdiri dari 67 citra keris yang terdiri dari dua kelas yaitu 19 keris Parung Sari dan 48 keris Tilam Upih. Akurasi proses training sebesar 75% dan nilai validasi sebesar 66,67%.UNESCO telah menetapkan Keris Indonesia sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity. Keris memiliki bilah yang terdiri dari Pamor, Dhapur, dan Tangguh yang merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk dari bilah Keris. Dhapur Keris ada yang berbentuk lurus dan lengkok (Luk dalam bahasa jawa). Yang berbentuk luk, jumlahnya bermacam-macam, mulai dari luk 3 (tiga) sampai luk 29 (dua puluh Sembilan). Karena jenisnya yang banyak (sekitar 150 jenis yang diakui), bentuk Dhapur ini terkadang memiliki karakteristik yang mirip dan sulit dibedakan meskipun jenisnya berbeda. Untuk mengenali Dhapur Keris, perlu melakukan pengamatan pada Tabel ricikan Dhapur yang tentu saja sangat banyak dan harus memahami setiap detail Ricikan dengan benar. Hal ini menyebabkan tidak semua orang dapat mengenali Keris dengan mudah. Penelitian ini bertujuan membangun model pengenalan jenis Keris berdasarkan Dhapur dengan menggunakan citra Keris, sehingga tidak perlu mengamati Tabel Ricikan Dhapur. Metode Deep learning dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) diimplementasikan untuk membangun model untuk klasifikasi jenis Keris berdasarkan Dhapur. Data Keris diambil secara manual dan maupun dari buku. Data citra terdiri dari 46 citra Keris yang terdiri dari dua kelas yaitu 10 Keris Parung Sari dan 36 Keris Tilam Upih. Validasi menggunakan 13 citra Tilam Upih dan 12 citra Parung Sari. Akurasi proses training sebesar 78,26% dan nilai validasi sebesar 52%. Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu adanya peningkatan baik dalam teknik pengolahan maupun jumlah data.   Abstract   UNESCO designated Indonesian Keris as a Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity. Keris has blades consisting of Pamor, Dhapur, and Tangguh, which are terms used to name the shape of the Keris blade. There are straight and curved shape of Dhapur Keris (Luk in Javanese). The number of luk is varied, ranging from luk 3 (three) to luk 29 (twenty-nine). Because of its many types (around 150 recognized types), this form of Dhapur Keris sometimes has similar characteristics and is difficult to differentiate even though it is a different type. To recognize Dhapur Keris, it needs to observe Dhapur Ricikan table which of course consist of many types and must understand every detail of the ricikan correctly. This means that not everyone can recognize Keris easily. This research aims to build a model for recognizing Keris types based on Dhapur by using Keris images, so there is no need to observe the Dhapur Ricikan table. The Deep learning method with the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm was implemented to build a model for classifying Keris types based on Dhapur. Keris data was taken manually and also from books. The image data consists of 46 Keris images consisting of two classes, namely 10 Parung Sari Keris and 36 Upih Tilam Keris. Validation used 13 images of Tilam Upih and 12 images of Parung Sari. The accuracy of the training process was 78.26% and the validation value was 52%. This shows that there is still a need to improve both processing techniques and the amount of data

    KLASIFIKASI VARIETAS KOPI BERDASARKAN GREEN BEAN COFFEE MENGGUNAKAN METODE MACHINE LEARNING

    No full text
    Kopi memiliki jenis yang terdiri dari kopi robusta dan kopi arabika. Kopi arabika memiliki beragam varietas berdasarkan daerah asal atau dikenal dengan nama single origin. Petani dan coffee expert membedakan varietas kopi arabika melalui bentuk dan karakter dari green bean atau kopi mentah. Perbedaan ciri ini meliputi perbedaan warna, bentuk, atau tekstur. Setiap varietas kopi memiliki harga yang berbeda-beda tergantung dari jenis varietasnya. Walaupun demikian, tidak semua petani, dan pemilik coffee shop mampu mengenali varietas kopi dengan hanya melihat green bean. Sehingga, bisa terjadi kesalahan dalam mengenali varietas kopi jika pemilik coffee shop tidak mengetahui pengetahuan tentang kopi. Hal ini bisa disolusikan dengan pemodelan yang dapat mengidentifikasi varietas kopi arabika agar dapat digunakan sebagai second opinion untuk mengindentifikasi varietas kopi arabika. Salah satu metode yang digunakan adalah metode pencitraan. Penelitian ini dimulai pada tahap pra-proses yaitu cropping citra, tahapan selanjutnya adalah melakukan proses klasifikasi menggunakan metode Machine Learning. Metode ini dapat melakukan ekstraksi fitur secara otomatis sehingga tahap pengenalan varietas kopi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan diharapkan mampu memberikan tingkat akurasi yang tinggi

    Peer Review: Strategi Komunikasi Stakeholders dengan Pendekatan Data Alumni Menggunakan Data Mining

    Get PDF
    Peranan alumni bagi sebuah perguruan tinggi sangat besar. Para alumni dinilai menjadi representasi penyelenggaraan pendidikan di kampus masing – masing. Keluaran (output) mahasiswa yang berkualitas akan menjadi kebanggaan bagi institusi. Melihat potensi tersebut, maka penggalian data alumni akan sangat bermanfaat bagi institusi, terutama untuk memetakan pihak – pihak yang memiliki kepentingan dengan data alumni dan menyusun strategi komunikasi yang tepat untuk masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan teknik clustering dengan memanfaatkan metode K-means, dimana metode ini telah banyak digunakan untuk menyelesaikan berbagai kasus dan dianggap sangat efektif dan efisien. Data alumni yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data alumni yang lulus pada tahun 2018 – 2019 yang berisi IPK, lama studi, jurusan dan asal daerah. Dari hasil penelitian ini, dapat dilihat keterkaitan antara IPK dan lama studi, IPK dan jurusan, serta keterkaitan antara IPK dan asal daerah. Melalui data alumni, dapat disimpulkan bahwa stakeholder primer yang memiliki kepentingan terhadap data tersebut adalah pihak manajemen, pengguna lulusan dan pemerintah. Sedangkan stakeholder sekunder yang memiliki pengaruh tidak langsung adalah media, mahasiswa, orang tua/ wali dan kompetitor

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore