1,720,958 research outputs found
Determinant Stress Kerja pada Pelayanan Kesehatan: Analisis Lingkungan Kerja dan Beban Kerja (Studi Literature Review)
Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap determinan stres kerja pada pelayanan kesehatan dengan fokus pada lingkungan kerja dan beban kerja. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, penelitian ini mengumpulkan dan mengevaluasi temuan-temuan sebelumnya untuk menyelidiki dampak lingkungan kerja dan beban kerja terhadap tingkat stres kerja di kalangan tenaga kesehatan. Analisis ini memberikan wawasan mendalam tentang faktor-faktor yang mendorong stres kerja dalam konteks pelayanan kesehatan, termasuk aspek fisik dan psikososial lingkungan kerja, serta tingkat beban kerja yang dihadapi oleh para profesional kesehatan. Temuan dari literatur memperkuat pemahaman tentang bagaimana variabel-variabel ini saling terkait dan dapat saling memengaruhi dalam menciptakan kondisi stres kerja yang kompleks. Penelitian ini juga memberikan sumbangan konseptual dengan mengidentifikasi pola umum yang muncul dari literatur, menyoroti gap pengetahuan yang masih ada, dan menawarkan arah untuk penelitian masa depan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan landasan bagi pengembangan strategi dan intervensi yang dapat mengurangi tingkat stres kerja di kalangan tenaga kesehatan, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan pada gilirannya, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
 
MANAGEMENT OF ANESTHESIA ON PATIENTS WHO WALK IN SESAROUS SECTION WITH ARTERITICAL TAKAYASU DISEASE
Penyakit Takayasu Arteritis (TA) adalah suatu penyakit inflamasi kronis, progresif, dan idiopatik yang menyebabkan penyempitan, penyumbatan, dan aneurisma pada arteri sistemik dan arteri paru-paru, yang terutama menyerang aorta dan cabang-cabangnya. Selama kehamilan, pada pasien ini harus diberikan perhatian khusus, sehubungan dengan segala komplikasi yang dapat terjadi. Kasus merupakan seorang wanita 32 tahun hamil 38 minggu dengan penyakit TA dengan perubahan pada beberapa cabang aorta sejak tiga belas tahun yang lalu. Selama kehamilan ini tidak ada keluhan, saat ini masuk kerumah sakit dengan kehamilan 37-38 minggu. Telah dilakukan seksio sesar dengan regional anestesi dan epidural kontinyu. Lokal anestesi diberikan dengan titrasi dengan harapan didapatkan blockade sensorik secara bertahap. Setelah tindakan pasien diobservasi di ruang pemulihan dengan hemodinaik stabil lalu dipindahkan ke ruangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa komplikasi dapat mempengaruhi kehamilan pada pasien dengan TA. Pada pasien TA, evaluasi harus dilakukan secara hati-hati, di mana pengobatan komplikasi TA dan perencanaan anestesi merupakan hal yang mendasar. Pemeliharaan perfusi merupakan perhatian utama pada pasien dan blok neuraxial dapat digunakan tanpa merugikan ibu dan janin. Pada pasien dengan komplikasi TA yang masih terkompensasi, pemantauan selama tindakan adalah sama seperti yang secara rutin digunakan. Anestesi epidural kontinyu dengan pemberian titrasi dapat menjaga stabilitas hemodinamik dan memungkinkan pemantauan perfusi serebral melalui tingkat kesadaran. Untuk menghindari hipoperfusi pasca operasi atau komplikasi hipertensi pasien harus dipantau ketat selama 24 jam.Takayasu Arteritis Disease (TA) is a chronic inflammatory, progressive, and idiopathic disease causes narrowing, obstruction and aneurysms in systemic arterial and pulmonary artery, which mainly attacks the aorta and its branches. During pregnancy, these patients should be given special attention, in connection with any complications that may occur. Case is a woman 32 years 38 weeks pregnant with TA disease with changes in several branches of the aorta since thirteen years ago. During pregnancy there are no complaints, and now she went to the hospital with 37-38 weeks gestation. Caesarean section has been done with regional anesthesia - epidural. Local anesthesia is administered by titration with the hope of sensory blockade obtained gradually. After procedure patient had observation in the recovery room and hemodynamic was stable then moved to ward. Conclusion of the case is some complications can affect pregnancy in patients with TA. In pre anesthetic evaluation should be done carefully, treatment of complications and anesthetic planning are essential. Maintenance of perfusion is a major concern for patients and neuraxial blocks can be used without harming the mother and fetus. In patients with complications of TA was still compensated, monitoring during the procedure the same as routinely used. Provision of continuous epidural anesthesia with titration to maintain hemodynamic stability and allows monitoring of cerebral perfusion through the levels of consciousness. To avoid hypoperfusion or postoperative complications of hypertensive patients should be monitored closely for 24 hours
Proloterapi pada Postherpetic Neuralgia (PHN) Prolotherapy For Postherpetic Neuralgia (PHN)
Post Herpetic Neuralgia (PHN) adalah sindrom nyeri neuropatik yang persisten setelah penyembuhan ruam herpes zoster, yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien12. Proloterapi, sebagai bagian dari kedokteran regeneratif, bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sel dan produksi kolagen melalui injeksi dekstrosa subkutan3. Tujuan laporan kasus ini membahas tatalaksana PHN dengan proloterapi. Hasil menunjukkan bahwa proloterapi dengan dekstrosa konsentrasi rendah dapat menjadi pilihan terapi alternatif untuk mengurangi gejala PHN dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
 
PENGARUH KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP TEKANAN DARAH
Program Keluarga Berencana (KB) dilaksanakan dengan metode kontrasepsi, yaitu metode kontrasepsi jangka panjang dan non metode kontrasepsi jangka panjang. Sebagian besar peserta program KB menggunakan non metode kontrasepsi jangka panjang hormonal. Kontrasepsi hormonal sering dihubungkan dengan risiko penyakit kardiovaskular, salah satunya adalah hipertensi. Banyak studi telah membuktikan korelasi signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan tekanan darah. Namun, masih banyak wanita yang tidak mengetahui korelasi tersebut dan masih terus menggunakannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kontrasepsi hormonal terhadap tekanan darah. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang, dengan metode total sampling di Kecamatan Sidomulyo, Pekanbaru dengan besar sampel 183. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan (p value: 0,000) dengan korelasi lemah (r: 0,253; r:0,347) dan adanya pengaruh signifikan (p value< 0,05) kontrasepsi hormonal terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik. Kontrasepsi hormonal dapat memberi dampak metabolik dan kardiovaskular terkait kandungan estrogen-progestin. Dampak metabolik berupa penurunan Low Density Lipoprotein (LDL) dan peningkatan High Density Lipoprotein (HDL). Dampak kardiovaskular dapat berupa dampak hipertensif dan tromboembolisme. Dampak hipertensif dikaitkan dengan efek estrogen terhadap peningkatan produksi angiotensinogen, sedangkan dampak tromboembolisme dihubungkan dengan penemuan lesi trombus oklusif pada tunika intima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kontrasepsi hormonal berhubungan dan berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah.Program Keluarga Berencana (KB) dilaksanakan dengan metode kontrasepsi, yaitu metode kontrasepsi jangka panjang dan non metode kontrasepsi jangka panjang. Sebagian besar peserta program KB menggunakan non metode kontrasepsi jangka panjang hormonal. Kontrasepsi hormonal sering dihubungkan dengan risiko penyakit kardiovaskular, salah satunya adalah hipertensi. Banyak studi telah membuktikan korelasi signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan peningkatan tekanan darah. Namun, masih banyak wanita yang tidak mengetahui korelasi tersebut dan masih terus menggunakannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kontrasepsi hormonal terhadap tekanan darah. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang, dengan metode total sampling di Kecamatan Sidomulyo, Pekanbaru dengan besar sampel 183. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan (p value: 0,000) dengan korelasi lemah (r: 0,253; r:0,347) dan adanya pengaruh signifikan (p value< 0,05) kontrasepsi hormonal terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik. Kontrasepsi hormonal dapat memberi dampak metabolik dan kardiovaskular terkait kandungan estrogen-progestin. Dampak metabolik berupa penurunan Low Density Lipoprotein (LDL) dan peningkatan High Density Lipoprotein (HDL). Dampak kardiovaskular dapat berupa dampak hipertensif dan tromboembolisme. Dampak hipertensif dikaitkan dengan efek estrogen terhadap peningkatan produksi angiotensinogen, sedangkan dampak tromboembolisme dihubungkan dengan penemuan lesi trombus oklusif pada tunika intima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kontrasepsi hormonal berhubungan dan berpengaruh signifikan terhadap tekanan dara
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
