104 research outputs found

    IMPLEMENTASI MOBILE APPLICATION ACCOUNTING AKUNTANSIKU PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KONVEKSI MONOTYPE VESTURE CAMPURDARAT TULUNGAGUNG GUNA PENGELOLAAN LAPORAN KEUANGAN

    No full text
    Skripsi dengan judul “Implementasi Mobile Application Accounting Akuntansiku pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah konveksi Monotype Vesture Campurdarat Tulungagung guna Pengelolaan Laporan Keuangan” ini ditulis oleh Dicky Satria Yulianto, NIM. 126403202145, pembimbing Ahmad Budiman, M.S.I. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan tekonologi informasi yang saat ini memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan perekonomian. Munculnya aplikasi pembukuan keuangan yang dapat diakses melalui smartphone/mobile, yang dinilai akan memberikan kemudahan kepada pelaku usaha dalam pencacatan transaksi dan pengelolaan laporan keuangan. Salah satu aplikasi tersebut adalah aplikasi “Akuntansiku”. Aplikasi “Akuntansiku” merupakan aplikasi pencatatan akuntansi berbasis android yang juga dapat di akses melalui website. Diharapkan penggunaan aplikasi ini dapat membantu UMKM konveksi Monotype Vesture dalam pengelolaan laporan keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mendiskripsikan bagaimana proses implementasi Mobile Application Accounting pada UMKM konveksi Monotype Vesture dalam meningkatkan penyusunan laporan keuangan dari usaha yang sedang dijalankan, 2). Mendiskripsikan bagaimana hasil dari implementasi Mobile Application Accounting pada UMKM konveksi Monotype Vesture dalam meningkatkan penyusunan laporan keuangan dari usaha yang sedang dijalankan, 3). Mendiskripsikan apa saja kendala dan solusi yang terjadi selama proses implementasi Mobile Application Accounting pada UMKM konveksi Monotype Vesture dalam meningkatkan penyusunan laporan keuangan dari usaha yang sedang dijalankan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder melalui observasi dan diskusi secara langsung kepada pelaku UMKM serta melalui studi dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah 1). Proses implementasi Mobile Application Accounting dengan menerapkan aplikasi “Akuntansiku” sangat membantu UMKM konveksi Monotype Vesture karena telah membantu proses pengelolaan keuangan menjadi lebih cepat, efisien, dan efektif, 2). Hasil dari implementasi Mobile Application Accounting pada UMKM konveksi Monotype Vesture yaitu membantu pengguna dalam proses pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan dan membantu dalam membuat keputusan, 3). Kendala dari implementasi Mobile Application Accounting pada UMKM konveksi Monotype Vesture yaitu dalam penggunaan aplikasi “Akuntansiku” dihadapkan dengan kesalahan input transaksi karena faktor human eror dan kesalahan akibat kelelahan saat proses input transaksi. Solusi yang diberikan dengan melakukan pendampingan secara langsung hingga pemilik dan karyawan terbiasa dalam menerapkan aplikasi “Akuntansiku” serta membantu proses pengecekan kembali data yang telah di input. Kata kunci: Mobile Application Accounting, UMKM, Pengelolaan Laporan Keuangan, “Akuntansiku”

    Analisis Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri Pupuk Organik Kusuma Bioplus (Studi Kasus Di Agroindustri Pt. Kusuma Satria Agrobio Tani Perkasa, Kota Batu, Jawa Timur)

    No full text
    Agroindustri merupakan salah satu bagian yang memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Produk dari sektor agroindustri tidak lepas dari peran para petani dan ketersediaan sarana produksi pertanian merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas lahan. Salah satu sarana produksi pertanian tersebut adalah pupuk. Dalam hal ini terdapat berbagai macam jenis pupuk yang ada dipasaran. Petani mengalami kesulitan dalam memilih jenis pupuk yang tepat dan sesuai dalam peningkatan produktivitas lahannya. Menurut Kementerian Perindustrian (2013), kebutuhan pupuk organik di Indonesia pada tahun 2011 adalah sebanyak 12,394 juta ton. Pabrik pupuk BUMN pada tahun yang sama diproyeksikan hanya memproduksi pupuk organik sebanyak 2,601 juta ton. Kekurangan pupuk organik sebanyak 9,793 juta ton diserahkan kepada masyarakat dan kalangan pengusaha swasta untuk bisa memenuhinya. Jumlah kebutuhan pupuk organik akan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga di tahun 2015 jumlah kebutuhannya diperkirakan menjadi 13,4 juta ton. Padahal kemampuan produksi pupuk organik dari pabrik BUMN di tahun 2015 tersebut diperkirakan hanya mencapai jumlah 4,69 juta ton. PT. Kusuma Satria Agrobio Tani Perkasa merupakan produsen pupuk organik di Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Permasalahan pada agroindustri ini adalah meningkatnya permintaan pupuk organik saat ini, sehingga berakibat jumlah usaha pupuk organik di wilayah Jawa Timur semakin banyak kemudian dapat menimbulkan persaingan pasar. Produk pupuk organik lain yang merupakan pesaing dari agroindustri pupuk organik kusuma bioplus adalah pupuk organik yang diproduksi oleh agroindustri kecil sampai besar maupun milik pemerintah yang berskala nasional. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang pengembangan PT. Kusuma Satria Agrobio Tani Perkasa sebagai Agroindustri pupuk organik kusuma bioplus. Tujuan selanjutnya adalah Merumuskan strategi yang tepat sebagai upaya untuk pengembangan usaha sehubungan dengan adanya faktor kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang serta penjelasan deskriptif dengan 4 perspektif dalam balanced scorecard. Penelitian ini dilakukan di PT. Kusuma Satria Agrobio Tani Perkasa, Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa PT. Kusuma Satria Agrobio Tani Perkasa merupakan produsen pupuk organik kusuma bioplus yang bergerak dalam bidang produksi, penjualan, penyaluran atau distribusi pupuk organik kusuma bioplus kepada petani. Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok responden utama dan responden pendukung. Responden utama adalah responden yang berasal dari pihak perusahaan sebanyak 2 orang yaitu pemilik PT. Kusuma Satria Agrobio Tani ii Perkasa dan pekerja dibagian produksi. Responden ditetepkan sebanyak 30 orang, dengan asumsi bahwa populasi bersifat homogen dan jumlah tersebut sudah cukup memadai untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Identifikasi lingkungan internal menghasilkan sembilan faktor kekuatan dan enam faktor kelemahan. Berdasarkan IFE dapat dilihat bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan perusahaan memberikan skor tertinggi adalah ketersediaan modal tercukupi dan biaya produksi rendah dengan bobot skor rata-rata sebesar 0,32. Sedangkan kelemahan dengan skor tertinggi perusahaan adalah mesin pengayak sering mengalami kendala dan kualitas produk belum terjaga dengan baik secara berkelanjutan dengan skor rata-rata 0,18. Total skor matrks IFE adalah sebesar 2,176. Hasil identifikasi lingkungan eksternal menghasilkan enam faktor peluang dan lima faktor ancaman. Berdasarkan EFE dapat dilihat bahwa faktor eksternal yang memberikan skor peluang tertinggi perusahaan adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian organik dengan skor 0,56. Sedangkan ancaman dengan skor tertinggi perusahaan adalah produk mudah ditiru oleh pesaing dengan skor 0,33. Total skor matriks EFE adalah 2,37. Hasil matriks IE dengan nilai IFE sebesar 2,176 dan nilai EFE sebesar 2,37 menempatkan perusahaan pada sel V yaitu growth konsentrasi melalui integrasi horizontal, dijelaskan bahwa perusahaan didesain untuk mencapai pertumbuhan, pertumbuhan dalam aset penjualan, asset, profit dan kombinasi dari ketiganya. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, diperoleh delapan alternatif strategi pengembangan usahanya. Adapaun urutan prioritas strategi tiga terbaik berdasarkan hasil QSPM adalah (1) Melakukan pengembangan dan perluasan pasar (TAS = 6,226). (2) Memanfaatkan teknologi untuk menjaga kualitas produk dan kegiatan promosi (TAS = 6,198). (3) Meningkatkan jumlah produksi untuk memanfaatkan peluang yang ada (TAS = 5,679)

    Monitoring Nutrition and Temperature In IoT Based Hydroponic Plants With Solar Feeding

    No full text
    52 HalamanTanaman Hidroponik adalah salah satu metode bertanam tanpa menggunakan media tanah, di mana nutrisi yang diberikan melalui air yang kaya akan zat-zat yang diperlukan oleh tanaman. Namun, pemelhiaraan yang tepat terhadap nutrisi dan suhu pada system hidroponik sangat penting dalam proses pertumbuhan yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini tentunya bertujuan untuk mengembangkan sebuah system monitoring yang dapat melakukan pemantauan kondisi nutrisi dan suhu pada tanaman hidroponik secara real-time dengan menggunakan teknologi IoT dan penyaluran tenaga surya. Sistem ini menggunakan beberapa jenis sensor untuk melakukan pengukuran parameter penting di dalam system hidroponiknya, yaitu sensor DHT11 yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara, sensor pH air yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman air serta sensor nutrisi untuk mengukur kadar nutrisi dalam larutan nutrisi

    MODEL PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN HIDUP PABRIK KULIT PT. USAHA LOKA (Studi di Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Malang)

    No full text
    Dicky Adi Prasetya, Dr. Istislam, S.H., M.Hum, Lutfi Efendi, S.H, M.Hum Fakultas Hukum Universitas [email protected]   Abstrak Penelitian ini dititikberatkan pada permasalahan yang dilatarbelakangi oleh pencemaran sungai Badek di kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang oleh pabrik kulit PT. USAHA LOKA. Oleh karenanya penulis merumuskan model penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo selama ini telah dilakukan dan faktor-faktor apa saja yang menghambat penyelesaian sengketa lingkungan hidup antara pabrik kulit PT. USAHA LOKA dengan masyarakat Ciptomulyo. Penelitian skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris dengan metode pendekatan Yuridis Sosiologis. Lokasi penelitian yakni di Kelurahan Ciptomulyo. Kata Kunci: Penyelesaian Sengketa, Lingkungan Hidup. Abstract The research placed on problems that affected by the pollution of the river Badek Ciptomulyo Sub-district in kelurahan Breadfruit Malang by skin factory of PT. USAHA LOKA. Therefore the author to formulate a model of the environmental dispute resolution between the skin factory of PT. USAHA LOKA with the community Ciptomulyo as long as this has been done and what are the factors that inhibit the settlement of environmental disputes between the skin factory of PT. USAHA LOKA with community Ciptomulyo. This thesis research using an empirical juridical method with the Juridical Sociological approach method. The location of the research, which is in the village of Ciptomulyo. Keywords: Dispute Resolution, Environment. Â

    Determinants of Farmer Participation in Farm Insurance in Kembaran District

    No full text
    Pertanian merupakan sektor yang penuh dengan ketidakpastian dan resiko yang tinggi. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan hal itu ialah dengan program asuransi pertanian. Asuransi pertanian menjamin lahan petani dari ancaman kegagalan panen yang mungkin terjadi. Desa Karangsari Kecamatan Kembaran merupakan salah satu wilayah yang aktif dalam program asuransi pertanian. Meski begitu, keikutsertaan asuransi pertanian di Desa Karangsari tidak menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah usia, pendidikan, keaktifan petani dalam kelompok, pengalaman bertani, luas lahan, dan status kepemilikan lahan mempengaruhi partisipasi petani dalam asuransi pertanian. Penelitian ini menggunakan data primer dengan sistem wawancara berdasarkan kuisioner. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan Taro Yamane karena telah diidentifikasi jumlah populasi dalam penelitian ini. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logistik untuk mengetahui apakah usia,pendidikan, keaktifan petani dalam kelompok, pengalaman bertani, luas lahan,dan status kepemilikan lahan mempengaruhi partisipasi petani dalam asuransi pertanian. Hasil dari penelitian ini yaitu, (1) usia, pendidikan, dan pengalaman bertani tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani dalam asuransi pertanian,(2) keaktifan petani dalam kelompok, luas lahan, dan status kepemilikan lahan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani dalam asuransi pertanian. Implikasi dari penelitian ini yaitu, (1) karena keaktifan dalam kelompok tani memiliki pengaruh positif signifikan maka dapat dijadikan masukan bagi instansi/instansi terkait dalam mengembangkan program pertanian, salah satunya asuransi pertanian melalui pendekatan pada kelompok tani melalui sosialisasi kelompok tani, (2) banyaknya asuransi pertanian diikuti oleh pemilik lahan dan petani dengan lahan budidaya besar. Seharusnya menjadi masukkan pentingnya sosialisasi dari instansi/instansi terkait bagi petani kecil untuk dapat berkembang dengan mengikuti program pertanian, salah satunya asuransi pertanian

    Ginnasio: Home furniture to support physical exercise

    No full text
    This graduation project is a demonstration of the potentialities of a theory-based approach to design for mood regulation, which is based on the belief that design can influence mood by enabling and stimulating people to engage in effective mood-regulating activities.For this project, the western home bathroom was chosen as a context of research, due to the personal interest of the author in the relaxing properties of bathing, and bathing related activities such as the Finnish sauna, and the Turkish steam bath.The goal of the project was kept very broad in the beginning and gradually narrowed down during the analysis phase. A significant contribution to the creation of a well-defined design goal was given by the realization that, while relaxing practices are usually well accommodated in the domestic environment, little attention is paid to activities that influence people’s mood towards a high energy state such as exercising. Eventually, the project’s objective became to design a piece of furniture, in which physical exercise-supporting features coexist with more relax-oriented attributes. This product would aim to make high energy state inducing activities an integral part of the everyday domestic routine.Three concepts were generated by following an incremental process in which insights from one idea served as a starting point for the next. The third and last concept was then developed using a broad variety of techniques such as sketching, collage making, digital visualization, prototyping, and testing.The final result is a piece of furniture to exercise and to relax on, which form stands somewhere in between a bench and a chaise longue. Its name is Ginnasio, a reference to the building that, in Ancient Greece, functioned as a training facility, but also as a place to relax, socialize and engage in philosophical discussion

    IMPLEMENTASI METODE MULTINOMIAL NAIVE BAYES DALAM KLASIFIKASI JUDUL BERITA CLICKBAIT

    No full text
    This study aims to classify news titles into clickbait and non-clickbait using the Multinomial Naive Bayes method. The data used comes from the CLICK-ID dataset: A Novel Dataset for Indonesian Clickbait Headlines. The research process involves the stages of data collection, preprocessing, feature extraction, model training, model evaluation, and result analysis. The test results show that the Multinomial Naive Bayes algorithm is able to produce a consistent accuracy rate of around 78%. Through optimization using Grid Search, there is no improvement in accuracy. Although there was no increase in accuracy, there was an improvement in the recall value for the non-clickbait class from 76% to 80%. The best parameter found was alpha of 0.15. Thus, the Multinomial Naive Bayes Algorithm can be effectively used in addressing the problem of clickbait headline classification, with the potential to contribute to clickbait prevention efforts in the future

    Strategi Pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon Kabupaten Cirebon

    No full text
    Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keragaman destinasi wisata yang tersebar di berbagai daerah. Keragaman destinasi wisata tersebut merepresentasikan ciri dan karakteristik masing-masing daerah. Sektor pariwisata masih menjadi sektor yang diandalkan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah khususnya di pedesaan. Melalui program pembangunan desa wisata yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, desa wisata diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan dan nilai ekonomi bagi masyarakat disekitar. Salah satu desa wisata yang ada di Indonesia dengan ciri khas dan karakteristik yang unik berada di Kabupaten Cirebon yakni Desa Wisata Gegesik Kulon. Desa Wisata Gegesik Kulon merupakan desa wisata kebudayaan dan kesenian yang menawarkan pengalaman berwisata sekaligus edukasi pelestarian budaya. Desa Wisata Gegesik Kulon terkenal akan kebudayaan dan kesenian dari masyarakatnya yang bermatapencaharian sebagai seniman. Selain itu, atraksi-atraksi kesenian dan kebudayaan digelar secara rutin untuk memeriahkan Desa Wisata Gegesik Kulon. Dengan potensinya tersebut, Desa Wisata Gegesik Kulon meraih gelar desa wisata terbaik di Indonesia pada ajang penganugrahan desa wisata Indonesia. Ironinya, dengan segudang prestasi dan potensi yang ada tidak sejalan dengan kondisi perekonomian di daerah tersebut. Tingkat kemiskinan tertinggi di Kabupaten Cirebon berada di daerah Gegesik. Selain tidak optimalnya pengembangan desa wisata yang ada, dukungan stakeholder masih lemah dalam mengembangkan Desa Wisata Gegesik Kulon. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengetahui stakeholder yang terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon, hubungan antar stakeholder, konsep Desa Wisata Gegesik Kulon dan strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method). Populasi dalam penelitian ini ditentukan dengan non probability sampling dan responden dipilih dengan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan konsep Quadruple Helix berupa akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif kualitatif, Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives and Recommendations (MACTOR), dan Analytical Network Process (ANP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder yang terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Cirebon, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon, Akademisi Kabupaten Cirebon (Universitas Muhammadiyah Cirebon), Kecamatan Gegesik, Kuwu Gegesik Kulon, Kelompok Sanggar Kesenian Desa Wisata Gegesik Kulon, Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Gegesik Kulon, Pedagang di Areal Desa Wisata Gegesik Kulon, dan Wisatawan Desa Wisata Gegesik Kulon. Aktor utama dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon yang memiliki pengaruh paling tinggi yakni Kuwu Gegesik Kulon, Kelompok Sadar Wisata Gegesik Kulon, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, dan Akademisi di Kabupaten Cirebon, sedangkan stakeholder yang memiliki pengaruh paling rendah yakni pedagang di areal Gegesik Kulon. Selain itu, stakeholder dengan tingkat ketergantungan tinggi terhadap stakeholder lain yakni Kuwu Gegesik Kulon, sedangkan stakeholder dengan tingkat ketergantungan yang terendah terhadap stakeholder lain yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon. Stakeholder dengan daya saing tertinggi yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon disusul Kuwu Gegesik Kulon, dan Akademisi di Cirebon. Hubungan konvergensi terkuat stakeholder yakni Kelompok Sadar Wisata Gegesik Kulon, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gegesik Kulon, dan Kuwu Gegesik Kulon. Stakeholder tersebut menjadi actor utama pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon, sedangkan actor – actor lain menjadi daya dukung dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon. Selain itu, tidak ada hubungan divergensi antar stakeholder yang menunjukkan semua stakeholder memiliki hubungan sejalan, searah, dan tujuan yang sama dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon. Desa Wisata Gegesik Kulon menawarkan pariwisata daerah yang dikemas dengan pelestarian kebudayaan dan kesenian Gegesik Kulon. Salah satu unsur utama dalam Desa Wisata Gegesik Kulon adalah budaya dan tradisi lokal yang kental hingga saat ini. Aktivitas – aktivitas budaya dan tradisional menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengenal dan merasakan pengalaman baru mempelajari kebudayaan masyarakat setempat. Selain itu, tumbuh berbagai sanggar – sanggar kelompok kesenian seperti sanggar lukis kaca, sanggar tatah sungging wayang kulit, sanggar kegiatan kendang, sanggar tari topeng, dan lainnya. Desa Wisata Gegesik Kulon sebagai wisata minat khusus dan akan bertransformasi menjadi desa wisata mandiri tentu membutuhkan daya dukung yang kuat dan integrasi dari berbagai stakeholder yang mengoptimalkan peran dan kontribusinya dalam Desa Wisata Gegesik Kulon. Prioritas aspek pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon yakni aspek kelembagaan, prioritas permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon yakni integritas yang belum kuat antar stakeholder, Adapun prioritas solusi yang dilakukan dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon yakni mengikuti berbagai event – event kebudayaan di Cirebon maupun diluar Cirebon. Berdasarkan aspek, permasalahan, dan solusi yang dilakukan diperoleh strategi – strategi pengembangan yakni mengintegrasikan peran antar stakeholder dalam pengembangan Desa Wisata Gegesik Kulon, mengoptimalkan peran teknologi digital sebagai sarana pengembangan promosi dan event Desa Wisata Gegesik Kulon, mengadakan pekan kesenian dan paket wisata budaya untuk Desa Wisata Gegesik Kulon, meningkatkan kreativitas dan inovasi hasil karya kesenian sehingga dapat mengikuti perkembangan jaman, dan membentuk kelembagaan / organisasi kesenian yang professional dan mewadahi aspirasi – aspirasi pekerja seni

    Aplikasi e-learning untuk jurusan teknik komputer dan jaringan di SMKN 1 Cimahi

    No full text
    SMKN 1 Cimahi memiliki fasilitas dan sarana pendidikan yang cukup lengkap yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Terdapat kendala dalam proses belajar mengajar di sekolah tersebut, terutama guru yang berhalangan hadir yang disebabkan oleh guru yang bersangkutan memiliki tugas di luar sekolah ataupun ada kegiatan dinas di lapangan. Kondisi ini membuat guru terpaksa menjelaskan dua materi dalam satu pertemuan pada pertemuan berikutnya. Kendala utama dalam proses belajar mengajar di sekolah tersebut adalah kurangnya waktu dan tempat komunikasi antar guru dan siswa apabila masih ada hal yang belum dipahami. Transparansi nilai kurang disosialisasikan atau bahkan tidak ada sama sekali. Siswa hanya bisa melihat nilai akhir mata pelajaran di akhir semester. Siswa harus mengetahui nilai akhir untuk mendapatkan nilai yang diharapkan supaya siswa giat belajar dan mendapatkan prestasi di sekolah.Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka munculah inovasi baru dalam pembelajaran berbasis komputer berjaringan internet. E-learning merupakan suatu media pembelajaran yang menggunakan metode instruksional yang disampaikan melalui media komputer, internet, intranet atau jaringan komputer dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk teks, gambar, animasi atau video. E-Learning dimaksudkan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan belajar. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat meningkatkan kualitas aktifitas dan kemandirian siswa, peningkatan kualitas pembelajaran serta kualitas komunikasi antar guru dengan siswa. Oleh karena itu, diperlukan sarana/medium distance learning khususnya yang berbasis internet. Dengan sarana pembelajaran jarak jauh ini dapat memungkinkan terjadinya proses pendidikan tanpa melalui tatap muka langsung.Pengujian yang digunakan untuk menguji aplikasi ini yaitu menggunakan metode pengujian black box dan beta. Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi ini dapat membantu membantu guru dalam menyampaikan materi ketika berhalangan hadir, membantu menyediakan sarana komunikasi antara guru dan siswa dan membantu memberikan transparansi nilai akhir mata pelajaran kepada siswa
    corecore