1,721,029 research outputs found

    Solidaritas petani pada masyarakat transisi: Studi pada petani di masyarakat Kampung Cicarita Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat

    Full text link
    Petani selalu identik dengan gotong royong, kebersamaan, peduli, dan semua itu merupakan bagian dari solidaritas sosial. Begitupun yang terjadi pada masyarakat Cicarita yang berprofesi sebagai petani, walaupun tantangan besar sedang meraka hadapi. Seiring dengan banyaknya para investor lokal maupun asing yang masuk ke Kecamatan Parongpong khususnya Desa Ciwaruga Kampung Cicarita yang memmbeli lahan pertanian milik masyakat sehingga para petani kesulitan bertani. Di balik semua tantangan itu, para petani melakukan barbagai cara agar bisa tetap bertani, ada yang menyewa lahan, ada yang menumpang di lahan para investor yang belum dibangun. Tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui dan memahami bagaimana wujud solidaritas masyarakat petani yang berada pada wilayah berkarakteristik transisi, yakni yang bertempat di Kp. Cicarita Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Dalam teori yang diungkapkan Emile Durkheim (1858-1917), Durkheim menyatakan bahwa solidaritas sosial merupakan suatu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. Sedangkan menurut Robbert M. Z Lawang (1985: 262), Solidaritas yaitu kesatuan, persahabatan, saling percaya yang muncul dari tanggung jawab dan kepentingan bersama diantara para anggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data primer di peroleh dari lapangan, baik dari hasil observasi maupun wawancara dari informan yang di ambil dari pihak-pihak yang terkait, yaitu para petani dan warga masyarakat setempat. Adapun sumber data sekunder di ambil dari buku-buku, majalah, surat kabar dan lain-lain yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa di Kampung Cicarita RW 16 Desa Ciwaruga Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat, keadaan sosial masyarakat secara menyeluruh terjalin rasa kekeluargaan dan sikap saling membutuhkan, pada masyarakat Kampung Cicarita, sikap tak acuh hanya akan merugikan diri sendiri, oleh karena itu sekalipun beragam profesi dan stata sosial, sebagian besar masyarakat Kampung Cicarita memegang teguh sikap solidaritas terhadap sesama, baik di wilayah Kampung Cicarita, maupun dengan kampung lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa solidaritas masyarakat petani di kampung cicarita sudah dan masih terjalin rapi, tinggal menumbuhkan sikap solidaritas pada setiap lapisan masyarakat lainnya, sehingga akan tercipta kerukunan bermasyarakat yang berkesinambungan

    Tradisi Ijazah kajian hadis di Pesantren Ma’hadul ‘Ilmi Asy Syar’ie Sarang: studi metode periwayatan hadis

    Full text link
    Dalam tradisi pesantren dikenal sistem pemberian ijazah atau sanad yang berbentuk pencantuman nama dalam suatu daftar rantai transmisi (Chains of Transmission) pengetahuan yang dikeluarkan oleh gurunya terhadap muridnya yang telah menyelesaikan pelajarannya dengan baik tentang suatu buku tertentu sehingga si murid tersebut dianggap menguasai dan bisa mengajarkannya kepada orang lain. Ijazah kajian Hadis ini pernah dialami pada kajian kitab Shahihain di Pesantren MIS (Ma'hadul 'Ilmi Asy Syar'ie) Sarang yang terletak di kawasan pesisir utara sebelah timur kabupaten Rembang Jawa Tengah. Ketika selesai pembacaan kitab Hadis (khatam), maka pada waktu yang ditentukan, Kyai mem­ berikan serta membacakan sanad yaitu catatan berisi silsilah guru-guruya sampai pada pengarang kitab (Mushannif) dan metode (thariqah) penerimaan Hadis­ Hadis dalam kitab tersebut. Kemudian Kyai meng-ijazah-kannya dengan per­ kataan, "ajaztukum hiidza al-kitab kama ajazani bihi Syaikhr'. Sementara para santri menerima ijazah itu dengan ucapan "qabiltu". Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1) Apa metode kajian Hadis yang diterapkan di Pesantren MIS? 2) Bagaimana implementasi ijazah dalam kajian Hadis di Pesantren MIS? 3) Bagaimana perspektif keilmuan dalam periwayatan Hadis? Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian yang bersifat lapangan field research) dengan model kualitatif ini menggunakan metode deskriptif dan eksplanatori, dengan maksud untuk mendapatkan data tentang aspek-aspek yang melatarbelakangi penggunaan metode tertentu dan implementasi metode ijazah dalam kajian Hadis dengan merujuk serta menelusuri secara langsung pada Pengasuh Pesantren MIS dan tulisan Sanad Pengasuh Pesantren MIS sebagai praktisi tradisi ijazah. Kemudian menganalisis data tersebut untuk mengembang­ kan teori-teori periwayatan Hadis. Sesuai dengan masalah tersebut, data primer adalah data yang berasal dari ucapan ataupun perilaku dari informan yang mempunyai kaitan dengan tradisi ijazah kajian Hadis di Pesantren MIS Sarang. Sedangkan data sekunder berasal dari beberapa kitab 'Ulum al-Hadits, dan beberapa buku tentang pesantren yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Kajian Hadis di Pesantren MIS Sarang menerapkan metode kolaboratif sama'an wa ijazatan. Ijazah dalam kajian Hadis di Pesantren MIS Sarang diberikan secara langsung oleh Kyai setelah khatamnya kitab Hadis yang telah diajarkan sebelum pemberian ijazah agar para santri yang menerima ijazah tersebut mengerti akan materi yang diijazahkan dan memperkuat pengajaran kitab Hadis secara sama'. Dari perspektif keilmuan dalam periwayatan Hadis, berdasarkan proporsi metode kolaboratif lainnya, maka metode kolaboratif sama'an wa ijazatan yang diterapkan di Pesantren MIS Sarang lebih kuat daripada metode sama' murni, lebih-lebih daripada metode ijazah murni. Karena adanya kolaborasi dua metode itu sama sekali tidak mengurangi reliabilitas talaqqi antara guru dan murid dalam pengajaran dengan metode sama' , justru kolaborasi tersebut bisa saling me­ lengkapi serta memperkuat antara metode sama' dan metode ijazah

    KONSEP PENDIDIKAN JIWA DALAM PERSPEKTIF AL-QUSYAIRI

    Full text link
    Current globalization era conveys a big wave of materialistic and anti spiritual and to evict even to replace spiritual values. The appear of spiritual problem that afflicts modern human starting from disappearence divine vision. In writing this thesis, the writers conduct library research with qualitative approach. And discusses the concept of soul education (Tarbiyah al-Nafs) of ‘Abd al-Karim Al-Qusyairi. He was a great moslem priest, expert in jurisprudence, science of kalam, science of ushul, nahwu, mufassir and a great writer

    Radio Republik Indonesia Bandung 97,6 FM dalam Meningkatkan Syi’ar Islam 2005–2012

    Full text link
    Pada saat ini keberadaan Radio Repblik Indonesia (RRI) sebagai salah satu media syi’ar Islam mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan syi’ar Islam,kemudian Radio Republik Indonesia sejak awal sudah berkiprah dalam menyajikan siaran keagamaan dalam upaya meningkatkan syi’ar Islam bagi pendengarnya. Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa syi’ar Islam melalui Radio dinilai cukup efektif untuk mengkomunikasikan ajaran Islam sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman sekarang ini. Dengan tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan Agama Islam, bagi para pendengarnya. Dan untuk meningkatkan pengetahuan Agama Islam, seseorang tergantung pada rangsangan, dan dorongan serta tanggapan.Tanggapan pada suatu acara siaran keagamaan yang dikemas secara menarik, tidak mustahil akan menumbuhkan minat seseorang untuk lebih meningkatkan pengetahuan mereka terhadap ajaran Islam. Bertolak dari latar belakang tersebut, maka perumusan masalahnya yaitu bagaimana sejarah berdirinya Radio Republik Indonesia Bandung 97,6 FM, (RRI) danbagaimanaperanan Radio Republik Indonsia Bandung Bandung 97,6 FM,dalam meningkatkan syi’ar Islam 2005-2012. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatip dan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data :Observasi, Wawancara, Angket. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : Metode Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Kesimpulan dari penelitian ini, membuktikan bahwa sejarah berdirinya Radio Republik Indonesia Bandung 97,6 FM, padaTanggal 11 september 1945 maka pada hari itu juga di sebut sebagai hari lahirnya Radio Republik Indonesia, dalam keputusan itu pula semua pegawai Radio dengan sukarela memilih menjadi PNS.Kemudian Radio RRI juga dinilai cukup berperan dalam meningkatkansyi’ar Islam terhadap ajaran Agama Islam khususnya bagi pendengar RRI Bandung dan umumnya masyarakat di Kota Bandung, terbukti dengan adanya acara keagamaan seperti: Kuliah Subuh, Konsultasi Religi, Taman Al-Qur’an, Titihan Illahi, Inspirasi hari ini. Kenyataan tersebut merupakan pengaruh positif bagi pendengar Radio Republik Indonesiadari Tahun 2005-201

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    KAJIAN FAKTOR DEMOGRAFI TERHADAP KEPUASAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

    Full text link
    The National Health Insurance (JKN), an Indonesian health care system, has been organized by BPJS Kesehatan using health care assurance mechanism. JKN system gave its service in collaboration with the existing health facilities throughout Indonesia. Primary health facilities named Puskesmas and Klinik Pratama, were playing role as the gate keeper of JKN system in order to provide basic health services optimally. The JKN participants’ satisfaction could be used as the indicator for measuring the success rate of the JKN system. The patient demographics was being one of several factor affecting the JKN participants’ satisfaction. This study aimed to examine the relationship between patient demographics and JKN participants’ satisfaction in Puskesmas and Klinik Pratama located in Sleman, Bantul and Yogyakarta city. This research performed the descriptive analytic using cross sectional survey design. The patients’s demographics examined in this study were patients’ age, patients’ gender, patients’ education, patients’ employment, patients’ income, and membership status. The data taken quantitatively using questionnaires and equipped with qualitative data from interviewing the patients to obtain all the possible findings in the field. Sampling techniques for primary health facilities was performed by random sampling with total sample of 55 health facilities and purposive sampling with a total sample of 150 respondents. Data were analyzed using Chi-Square method to obtain the relationship between patient demographics and JKN participants’ satisfaction. The results showed that patient’s employment, patient’s income, and membership status were significantly related to the JKN participants’ satisfaction in Puskesmas and Klinik Pratama

    Pharmacy Practice in Indonesia

    No full text
    corecore