168 research outputs found
Values embedded in the Berasan tradition of Rejang ethnic wedding customs of Bengkulu
This study seeks to thoroughly investigate the Berasan tradition within the Rejang ethnic group in Lebong Regency, Bengkulu Province, Indonesia. This study elucidates the ideals inherent in the Berasan heritage within the Rejang ethnic wedding customs of Bengkulu. This research employed qualitative approach with a descriptive methodology.The research instruments used in this study were observation sheets, in-depth interviews, as well as documentation.This study focused on the Rejang ethnic minority in Lebong Regency, Bengkulu Province, Indonesia. The informants utilized in this study comprised (1) the Customary Chief, (2) the Syara' Chief or Village Imam, (3) the Kutai Chief or Spokesperson for the prospective bride and groom, and (4) the Local Community Store. This study employed a triangulation data gathering technique utilizing research tools such as field observation, in-depth interviews, and documentary material. The data analysis method employed was inductive data analysis. The findings indicate that the rice tradition encompasses social and religious values, including (1) Mutual Cooperation, (2) Family, (3) Shared Responsibility, (4) Honesty and Openness, (5) Ethics and Politeness, (6) Respect for Ancestors, and (7) Good Intentions and Sincerity. This study concluded that the Berasan tradition constitutes a cultural heritage enriched with functional, symbolic, and pedagogical elements that are vital to conserve. The values embedded within it were found to serve as a meaningful reference for shaping social ethics in contemporary society
NANDAI PADA ETNIK SERAWAI DI KABUPATEN SELUMA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA LAMA
ABSTRAK
Abenda Mareta. A1A018084. 2022. Nandai Pada Etnik Serawai Di
Kabupaten Seluma Sebagai Sumber Pembelajaran Apresiasi Sastra Lama.
Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Universitas Bengkulu. Dosen
Pembimbing Dra. Emi Agustina , M.Hum. dan Pembimbing Pendamping
Prof. Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum.
Penelitian Ini bertujuan (1) Untuk inventarisasi atau mengumpulan nandai
pada etnik Serawai di Kabupaten Seluma sehingga dapat menjadi sumber
pembelajaran apresiasi sastra lama. (2) Menemukan dan menjelaskan nilai moral
yang terkandung dalam nandai pada etnik Serawai di Kabupaten Seluma. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan teknik (1) Observasi (2) Teknik cacat (3)
Perekaman (4) Dokumentasi. Teknik Analisis Data (1) melakukan terjemahan (2)
menemukan dan menjelaskan Nilai moral (3) kesimpulan. Hasil Penelitian (1).
sampai saat ini nandai masih ditemukan di 5 Ke camatan di kabupaten Seluma
meskipun tidak lagi di ceritakan lagi secara produktif dikarekan sulit menemukan
narasumber yang masih bisa bernandai ditambah sudah banyak yang terkendala
kesehatan dan meninggal. Nandai yang ditemukan adalah nandai ghenai yang
berjenis legenda dan dongeng. (2) Terdapat pesan dan nilai moral yang dapat
diambil di dalam nandai pada etnik serawai seperti nilai moral individual (jujur,
sabar, disiplin, dan tanggung jawab) dan nilai moral sosial (penghargaan setiap
manusia, penghargaan terhadap perempuan, penghargaan terhadap pendapat orang
lain,setia, sopan, dan tepat janji). (3) Nandai dapat digunakan sebagai sumber
pembelajaran apresiasi sastra lama di kabupaten Seluma pada jenjang Sekolah
Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Umum karena memiliki dua
bahasa (bahasa Serawai dan bahasa Indonesia) dan glosarium.
Katakunci:Nandai Etnik Serawai,Nilai Pembelajaran,Sumber Pembelajara
MAKNA RITUS KAYIK NARI PADA MASYARAKAT PASEMAH DI KECAMATAN KEDURANG KABUPATEN BENGKULU SELATAN
ABSTRAK
Yossi Afitasari, 2022. Makna Ritus Kayik Nari pada Masyarakat Pasemah di
Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Prof. Dr. Sarwit Sarwono,
M.Hum. Pembimbing Pendamping Drs. Amrizal, M. Hum.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prosesi ritus kayik nari pada
masyarakat Pasemah di kecamatan Kedurang kabupaten Bengkulu Selatan serta mengetahui
makna dan fungsi ritus kayik nari pada masyarakat Pasemah di kecamatan Kedurang
kabupaten Bengkulu Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif
dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneliitian ini
adalah : (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Perekaman dan (4) Dokumentasi. Hasil penelitian
ini membahas tentang sejarah asal usul ritus kayik nari, proses ritus kayik nari, serta makna
dan fungsi ritus kayik nari. Pemaknaan ritus kayik nari meliputi unsur-unsur yang terdapat
dalam kayik nari, yakni, prosesi, tempat dan waktu pelaksanaan, pelaku, dan peralatan yang
digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus kayik nari memiliki makna ungkapan
rasa syukur, makna pemberitahuan, dan makna pengharapan. Fungsi ritus kayik nari yaitu
sebagai sarana pendidikan, sebagai ucapan rasa syukur, pengawas norma masyarakat, sebagai
simbol atau lambang, sebagai pemertahanan budaya masyarakat Pasemah, berfungsi
mempererat kekerabatan antar sesama amsyarakar Pasemah, dan berfungsi sebagai hiburan.
Kata Kunci :Kualitatif Etnografi, Kayik Nari, Masyarakat Pasema
Kekayaan warisan budaya dalam naskah
Buku ini merupakan bunga rampai dari hasil kajian peneliti
terhadap tiga beberapa naskah kuno yang mencerminakan
kehidupan dan budaya masyarakat Nusantara, khususnya Melayu.
Para penulis dengan apik mampu dan telah berhasil memberikan
kajian yang sangat komprehensif baik dari sisi struktur karya itu
sendiri maupun dalam mengungkap nilai-nilai dan pesan-pesan
moral yang terkandung dalam karya-karya tersebut.
Kajian pertama berjudul, “Syair Ikan Terubuk Pada Masyarakat
Bengkalis: Kajian Tentang Bentuk, Isi dan Nilai Budaya” oleh
Refisrul yang melakukan kajian mendalam terhadap naskah legenda
masyarakat Bengkalis yang terekam dalam naskah “Syair Ikan
Terubuk”. Legenda Ikan Terubuk ini adalah di antara cerita rakyat
yang sangat popular khususnya di tengah masyarakat Bengkalis dan
juga dunia Melayu. Hal itu terbukti dari banyaknya versi teks Syair
Ikan Terubuk yang ditemukan di beberapa scriptorium naskah yang
membuktikan bahwa penulisan dan penyalinan teks ini sejak masa
lalu telah berlangsung secara masif.
Penelitian kedua berjudul “Pengobatan Tradisional: Deskripsi
dan Transleterasi Naskah-Naskah Ulu Bengkulu” oleh Sarwit
Sarwono dan Hasanadi, yang bertujuan menghadirkan edisi teks
dari naskah-naskah Ulu Koleksi Museum Negeri Bengkulu sekaligus
melakukan kontekstual terhadap isi dan kandungannya.
Penelitian berikutnya berjudul, “Naskah Gempa: Pengobatan
Tradisional dan Pertukangan dari Limo Puluh Kota, Propinsi
Sumatera Barat” yang ditulis Zusneli Zubir. Penelitian ini bertujuan
menjelaskan sejarah awal perkembangan dan penyebaran tiga
naskah yang cukup populer di masyarakat Lima Pulo Kota yaitu
naskah takwil gempa, pengobatan dan pertukangan.
Buku ini sangat bagus dikonsumsi oleh pengiat naskah kuno dan pengiat budaya lainnya. semoga bermanfaat
“ANALISIS STRUKTUR DAN DIKSI DALAM SASTRA LISAN REJUNG SUKU SERAWAI
ABSTRAK
Ade Surtika Anggraini, 2022. Analisis Struktur dan Diksi dalam Sastra Lisan Rejung
Suku Serawai. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing
Utama Dra. Yayah Chanafiah, M.Hum., Pembimbing Pendamping Prof. Dr. Drs. Sarwit
Sarwono, M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sastra lisan rejung pada masyarakat Suku
Serawai serta mengetahui struktur dan diksi sastra lisan rejung pada masyarakat Suku Serawai.
Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam peneliitian ini adalah :(1) Observasi, (2) Wawancara,
(3) Dokumentasi. Hasil penelitian ini membahas tentang gambaran umum masyarakat Suku
Serawai, sejarah sastra lisan rejung, deskripsi sastra lisan, rejung Suku Serawai, catatan mengenai
sastra lisa rejung Suku Serawai, aktivitas pertunjukan sastra lisan rejung Suku Serawai, topik
dalam sastra lisan rejung Suku Serawai, struktur dalam sastra lisan rejung Suku Serawai, serta
diksi dalam sastra lisan rejung Suku Serawai. Struktur sastra lisan rejung meliputi struktur bait,
struktur baris, struktur rima (sajak), sampiran dan isi. Diksi sastra lisan rejung meliputi
menggunakan kata benda, kata sifat dan kata kerja berupa kata yang berhubungan dengan wilayah,
kata yang berhubungan dengan hewan, dan kata yang berhubungan dengan tumbuhan sebagai
perumpamaan atau makna kias dan makna asosiatif.
Kata kunci :struktur rejung, diksi rejung, Suku Serawai, deskriptif kualitati
MAKNA TRADISI SEDEKAH SERABI PADA ETNIK LINTANG DI KABUPATEN EMPAT LAWANG
ABSTRAK
Dina Okta Rina, 2022. Makna Tradisi Sedekah Serabi Pada Etnik Lintang di
Kabupaten Empat Lawang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dra. Emi Agustina,
M. Hum. Pembimbing Pendamping Prof. Dr. Sarwit Sarwono, M. Hum.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan Tradisi
Sedekah Serabi pada Suku Lintang di Kabupaten Empat Lawang. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif etnografi. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) observasi, (2)
wawancara, (3) catatan lapangan dan (4) dokumentasi. Hasil penelitian, ada 2
tujuan melaksanakan sedekah serabi yaitu untuk membuat dan membayar nazar,
dan 4 jenis serabi yaitu serabi 44, serabi baghi (serabi kupik), serabi baru (kidak),
dan serabi biasa. Dari aspek makna, hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam
sedekah serabi terdapat makna sosial dan makna religi. Makna sosial ditunjukkan
dengan gotong royong antar warga sekitar dari awal hingga akhir acara, seperti
proses memasak yang dibantu oleh kerabat terdekat. Makna religius ditunjukkan
dengan doa-doa dalam sedekah serabi dan keyakinan untuk melaksanakan
sedekah ketika mereka telah membuat nazar.
Kata kunci: Makna, Tradisi, Sedekah, Serabi, Kualitatif Etnografi
ANALISIS TEKS DAN KONTEKS NOVEL EDENSOR KARYA ANDREA HIRATA
Analisis Teks dan Konteks dalam Novel Edensor Karya Andrea Hirata.Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing utama Drs. Amrizal, M. Hum dan pembimbing pendamping Drs. Sarwit Sarwono, M. Hum Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagaimana teks dan konteks yang ada dalam novel Edensor karya Andrea Hirata.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah identifikasi. Analisis data yang dilakukan dengancara (1) memahami novel Edensor serta mencatat kalimat-kalimat yang menyatakan teks dan konteks, (2) memilih kalimat-kalimatdari isi novel Edensor sehingga dapat di buat menjadi sinopsis, (3) mengetahui apa isi dari novel yang sudah kita baca yang berhubungan dengan sosial dalam konteks situasi, (4) menganalisis gambaran perjuangan Ikal dan Arai di Eropa berdasarkan situasi sosial dan budaya yang ada dalam sehingga terlihat teks dan konteks yang ada di dalam novel Edensor, (5) membuat kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh pada teks dan konteks novel Edensor karya Andrea Hirata. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan, memiliki suatu teks tertulis menceritakan perjuangan Ikal dan Arai dalam menempuh pendidikan luar negeri.Ditinjau dari teks Edensor ini memulai kisahnya, saat pertama kali Ikal bertemu dengan Weh sampai Ikal mendapat beasiswa dan berada di tanah Edensor.Selain memilki teks juga mempunyai konteks.Dilihat dari segi konteks, teks Edensor ini dilihat konteks situasi di konteks budaya.Konteks situasi dilihat dari sikap keindividual, kondisi, orang Barat yang mempunyai semangat yang tinggi dan demokratis.Sedangkan konteks budayadi lihat mulai dari kebiasaan, kondisi, dan adat istiadat. Kat
MITOS DALAM CERITA ELUH BERRU TINAMBUNAN DI DESA ULU MERAH KECAMATAN SITELLU TALI URANG JULU (STTU JULU) KABUPATEN PAKPAK BHARAT SUMATERA UTARA
ABSTRAK
Dela Sari Ginting. A1A018025. 2022. Mitos Dalam Cerita Eluh berru
Tinambunan di Desa Ulu Merah Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu
Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Prof. Dr. Sarwit Sarwono,
M.Hum. Pembimbing Pendamping Fina Hiasa, M.A.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui dan mendokumentasi cerita
Eluh Berru Tinambunan, (2) Menjelaskan unsur mitos dalam cerita rakyat Eluh
Berru Tinambunan, (3) Mengungkap fungsi cerita Eluh Berru Tinambunan bagi
masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode Deskriptif
Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik (1) Perekaman, (2)
Pemotretan, (3) Pengamatan, (4) Pencatatan, (5) Wawancara. Teknik analisis data
terdiri dari: (1) Transkrip Cerita, (2) Menerjemahkan, (Mendeskripsikan), (4)
Kesimpulan. Hasil penelitian ini ialah (1) cerita Eluh berru Tinambunan. (2)
Unsur mitos yang ditemukan dalam Eluh berru Tinambunan yaitu: (a) Eluh berru
Tinambunan Mengandung Kekuatan Gaib, (b) Eluh berru Tinambunan
memberikan jaminan kehidupan, (c) Eluh berru Tinambunan Memberi Tuah dan
ditemukan mitos dalam Eluh berru Tinambunan yaitu: Dilarang menginjak atau
mengotori Eluh berru Tinambunan. (3) fungsi cerita Eluh berru Tinambunan bagi
masyarakat yaitu: (a) Media untuk generasi sekarang mengetahui asal-usul nenek
moyang, (b) Mengetahui situs atau peninggalan bersejarah, (c) Meminta jodoh, (d)
Sarana berdoa, (e) Menyembuhkan penyakit, (f) Sarana hiburan dan (g) Dapat
dijadikan sebagai pelajaran hidup.
Kata Kunci: Mitos, Eluh berru Tinambunan, Masyarakat Ulu Mera
TRADISI BEGADISAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL BUJANG DAN GADIS PADA MASYARAKAT PADANG GUCI KABUPATEN KAUR
Fitra Youpika. 2013. Tradisi Begadisan Sebagai Media Komunikasi Sosial Bujang dan Gadis pada Masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Drs. Sarwit Sarwono, M.Hum. Pembimbing Pendamping Drs. Agus Joko Purwadi, M.Pd.
Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan proses begadisan yang masih dilakukan oleh masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur saat sekarang. (2) Untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan dalam tradisi begadisan. (3) Untuk mendeskripsikan komunikasi yang ada dalam tradisi begadisan yang masih dilakukan oleh masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan proses, aspek kebahasaan dan komunikasi dalam tradisi begadisan sebagai media komunikasi sosial bujang dan gadis pada masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara, dan merekam. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) Mencatat atau memindahkan (2) Mengklasifikasikan (3) Menginterpretasi dan menjelaskan (4) Menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap kunjungan begadisan pada masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur terdiri dari tiga bagian, seperti (1) Tahap awal (Negur Gadis), (2) Tahap inti begadisan (Nyayap Gadis), dan (3) Tahap Akhir (Pamitan). Aspek kebahasaan dalam tradisi begadisan terdapat perubahan penggunaan kata sapaan aku, kamu, dan kami. Struktur kalimat yang digunakan ada yang memakai subjek dan ada yang tanpa subjek. Kata yang digunakan dalam proses begadisan dilihat dan disesuaikan dengan konteks si pembicara dengan lawan bicara. Komunikasi dalam begadisan merupakan interaksi semua orang yang terlibat dalam begadisan yang melibatkan pengirim pesan, pesan, isyarat, media, pengartian, dan penerima pesan. Kelancaran komunikasi dalam begadisan sangat ditentukan dengan topik pembicaraan. Topik pembicaraan dalam proses begadisan muncul berbagai macam sesuai dengan tahapan begadisan, situasi, kondisi, dan suasana tertentu
KREASI TARI GANDAI DI KECAMATAN MARGA SAKTI SEBELAT KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU
ABSTRAK
Tafsili. 2018. Kreasi Tari Gandai di Kecamatan Marga Sakti Sebelat Kabupaten
Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia. Jurusan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dr. Sarwit Sarwono,
M.Hum. dan Pembimbing Pendamping Drs. Agus Joko Purwadi, M. Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kreasi tari gandai yang terdapat di
masyarakat Pekal Bengkulu Utara. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Tari Bukit
Sanggul Pinang Belapis Marga Sakti Sebelat yang terdapat di Kecamatan Marga
Sakti Sebelat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
etnografi dengan sampel beberapa pementasan tari gandai dahulu dan tari gandai
sekarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) wawancara,
(2) perekaman, dan (3) pencatatan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa
adanya (1) nama tari gandai, (2) gerakan tari, (3) pakain tari,(4) alat musik tari,
(5) tempo musik, (6) alat pendukung, (7) penari. Penelitian ini menunjukan
adanya asal-usul kesenian tari gandai, kesenian tari gandai terdahulu, dan
perbedaan beberapa aspek dan aturan dalam pertunjukan tari gandai yang terdapat
di Sanggar Tari Putri Tujuh Bukit Sanggul Pinang Belapis Marga Sakti Sebelat.
Kata kunci: Analisis, Kualitatif Etnografi, Tari Ganda
- …
