1,720,982 research outputs found

    Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Novel Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea Karya Asma Nadia.

    Full text link
    ABSTRAK Sarkiah. 2019. Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Novel Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea Karya Asma Nadia. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: (I) H. Surawardi M.Ag (II) Muhammad Adli Nurul Ihsan, M.Pd.I Novel Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea adalah novel yang ditulis oleh Asma Nadia. Novel ini terdapat nilai-nilai penting yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari bagi pembacanya. Novel dengan ketebalan 376 halaman ini menceritakan tentang seorang gadis pinggir rel kereta yang penuh dengan mimpi-mimpinya. Gadis itu bernama Rania Timur Samudera, seorang penulis dan jilbab traveler yang berkunjung ke 60 negara, 310 kota dan berbagai landmark di dunia. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah nilai-nilai pendidikan akhlak apa saja yang terkandung dalam novel Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Novel Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea karya Asma Nadia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan mengambil novel Jilbab Traveler sebagai sumber primer dan referensi lain yang relevan sebagai sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan survei bahan kepustakaan dan study literature. Pengolahan data dilakukan dengan editing, klasifikasi dan interpretasi. Untuk menganalisis data penulis menggunakan analisis isi (content analysis). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menemukan beberapa nilai pendidikan akhlak yang tertuang dalam novel Jilbab Traveler yaitu: Nilai pendidikan Akhlak kepada Allah meliputi: taat kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sabar dan syukur, dan rela terhadap takdir Allah. Nilai penddidikan Akhlak kepada diri sendiri meliputi: kerja keras, qana’ah, Tanggung jawab, syaja’ah, tawadhu, ikhlas, dan memelihara kesucian diri. Nilai Pendidikan Akhlak kepada keluarga meliputi: berbakti kepada orang tua dan kasih sayang. Nilai pendidikan Akhlak kepada masyarakat meliputi: husnuzhan, tolong-menolong, toleransi beragama, dan menepati janji

    Efektivitas Strategi Modeling Partisipan terhadap Peningkatan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Siswa MTs Raudhatusysyubban Kabupaten Banjar

    Full text link
    Sarkiah. 2016. Efektivitas Strategi Modeling Partisipan terhadap Peningkatan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Siswa MTs Raudhatusysyubban Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Kependidikan Islam, Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Helma Nuraini, S. Psi, M. Pd Kata kunci: Strategi modeling partisipan, kemampuan mengemukakan pendapat. Proses pembelajaran yang efektif ditandai dengan aktifnya siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pada proses pembelajaran siswa diharapkan untuk berpikir kritis terhadap informasi yang diterima. Dengan demikian, siswa harus memiliki kemampuan mengemukakan pendapat yang baik agar pemikiran dan pendapatnya dapat diterima. Berdasarkan realitas yang ditemui, ada banyak siswa yang kurang mampu untuk mengungkapkan pendapatnya dengan baik. Bimbingan dan Konseling menawarkan berbagai strategi untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa. Pada permasalahan yang diuraikan di atas, penulis mencoba menggunakan strategi modeling partisipan untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, apakah strategi modeling partisipan efektif untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat sisiwa. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan strategi modeling partisipan terhadap peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa MTs Raudhatusysyubban Kab. Banjar. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan menggunakan one group pre-test and post-test design. Subyek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIIIC MTs Raudhatusysyubban Kab. Banjar, yang memiliki kemampuan mengemukakan pendapat sangat rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Jenis angket yang digunakan adalah dengan skala likert. Analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan uji tanda (sign test). Setelah diadakan analisis dengan menggunakan uji tanda, dapat diketahui bahwa ρ = 0,031 lebih kecil dari α sebesar 5% = 0,05. Artinya setelah penerapan strategi modeling partisipan, siswa mengalami peningkatan kemampuan mengungkapkan pendapat dari kategori sangat rendah menjadi kategori sedang. Dengan demikian, strategi modeling partisipan efektif untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI PERMAINAN PLAYDOUGH DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH AMANAH LUTANG KABUPATEN MAJENE

    Full text link
    SARKIAH. 2013. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Playdough di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Amanah Lutang Kabupaten Majene. Skripsi. Dibimbing oleh Drs. Nahrawi, M.Si dan Syamsuardi, S.Pd M.Pd. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menelaah apakah kemampuan motorik halus anak akan meningkat melalui permainan playdough di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Amanah Lutang Kabupaten Majene. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui permainan playdough di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Amanah Lutang Kabupaten Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom action research). Setting penelitian dilaksanakan di Aisyiyah Amanah Lutang Kabupaten Majene. Taman Kanak-Kanak ini beralamat di Jl. Puang Monda Komp. Perumahan Lutang Kelurahan Tande Kecamatan Tande Timur Kabupaten Majene Propinsi Sulawesi Barat dengan subyek penelitiannya yaitu 20 orang anak kelas A. Rancangan tindakan yang diberikan berupa penerapan permainan playdough dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak di taman kanak-kanak yang dilaksanakan selama 2 siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, dimana masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengambilan data melalui observasi dan analisis datanya diolah secara kualitatif. Hasil observasi siklus I menunjukkan indikator kemampuan menggulung playdough saat membentuk, kemampuan meremas playdough saat bermain, kemampuan menarik-narik playdough saat membentuk, kemampuan membentuk playdough dengan berbagai ukuran dan kemampuan membentuk playdough dengan berbagai bentuk berada pada kategori masih memerlukan bimbingan yang intensif dari guru. Kemudian hasil observasi siklus II menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui permainan playdough ditemukan bahwa sebagian besar anak didik sudah memiliki hasil sangat baik, beberapa anak didik memiliki hasil baik dan sudah tidak ada lagi anak didik yang masuk kategori kurang. Hal ini berarti bahwa penerapan permainan playdough dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Amanah Lutang Kabupaten Majene telah berhasil

    Kajian terhadap impak dan kepentingan konsep minimalis dalam rekaan set teater Asylum (2013) / Siti Soleha Sarkiah

    No full text
    Konsep minimalis seringkali menjadi pilihan aktivis-aktivis teater indie untuk digarapkan menjadi stail pementasan teater mereka. Konsep ini bukan sahaja merangkumi gaya pengarahan dan juga lakonan dalam pementasan tersebut, tetapi ia juga boleh diaplikasikan dalam artistic pentas dari aspek set dan props, pencahayaan, kesan bunyi dan juga kostum dan solekan. Sungguh pun begitu, konsep ini jarang dapat dikesan dari segi bentukan, rekaan dan kewujudannya dalam pembinaan set sesebuah teater. Melalui kajian ini, pendedahan terhadap impak dan kepentingan konsep minimalis dapat dirungkai berdasarkan penyelidikan menerusi rekaan set Teater Asylum (2013). Penggunaan teori bentu kan dan juga teori rekaan menjadi asas untuk mencapai objektif dalam kajian ini. Kajian ini dapat memberi kesedaran kepada umum bahawa minimalis tidak hanya hadir dalam persembahan teater sahaja, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam rekaan set sebagai salah satu aspek terpenting dalam sinografi. Selain itu, penyelidikan ini dapat membantu para aktivis teater indie dan juga kepada amatur sebagai permulaan untuk mengembangkan bakat mereka dalam bidang ini di samping dapat menyampaikan hasil karya mereka kepada umum tanpa memerlukan kos atau dana yang tingg

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore