1,720,962 research outputs found

    Kajian Efektifitas Polisi Tidur (Road Hump) Dalam Mereduksi Kecepatan Lalu Lintas Jalan T. Amir Hamzah Dan Jalan Pembangunan

    No full text
    Salah satu rekayasa lalu lintas yang berfungsi sebagai alat pengendali kecepatan lalu lintas adalah polisi tidur (road humps). Polisi tidur atau jendulan melintang (road humps)adalahpeninggian melintang permukaan jalan yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan kendaraan.Fasilitas polisi tidur dikenal dengan berbagai jenis, diantaranya Speed Bump, Speed Hump, dan Speed Tables (Flat Top Speed Hump).Dalam penelitian ini, dianalisis efektifitas pemasangan polisi tidur (road humps) dalam mengurangi kecepatan lalu lintas. Lokasi penelitian adalah pada ruas Jl. T. Amir Hamzah dan Jl. Pembangunan. Pada kedua ruas jalan tersebut terbagi beberapa titik lokasi penelitian untuk membedakan data kecepatan pada lokasi terdapat fasilitas polisi tidur dengan yang tidak terdapat fasilitas polisi tidur. Metode penelitian ini meggunakan metode survei kecepatan setempat yaitu dengan mengukur kecepatan kendaraan roda empat (mobil penumpang) dan roda dua (sepeda motor) sebelum dan setelah melewati polisi tidur (road humps). Dari hasil pengujian di atas diperoleh hasil kecepatan kendaraan yang berkurang pada masing-masing lokasi penelitian. Pada lokasi Jl. T. Amir Hamzah kecepatan ratarata berkurang sampai 12,613 km/jam (dari 28,326 km/jam menjadi 15,713 km/jam). Hal tersebut menunjukkan hasil yang tidak efektif karena kecepatan rata-rata berkurang menjadi 15,713 km/jam. Dinyatakan efektif apabila kecepatan rata-rata berkurang menjadi ≤ 8 km/jam

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Pengaruh Jenis (Tawas Dan Pac) Dan Dosis Koagulan Pada Tahap Pre-Treatment Terhadap Efektivitas Kinerja Upflow Anaerob Sludge Blanket

    Get PDF
    Air limbah domestik sendiri dibedakan menjadi dua yaitu grey water dan black water. Grey water adalah air limbah non kakus seperti air limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari seperti mandi dan mencuci sedangkan untuk air limbah kakus disebut black water (Anonim, 2015). Salah satu cara pengolahan limbah yang dapat diterapkan untuk mengolah limbah domestik adalah dengan metode biologi salah satunya dengan Upflow Anaerob Sludge Blanket. UASB dikembangkan oleh Lettingan dan rekan pada sekitar 1970-an, pada proses pengolahan limbah cair dengan sistem ini aliran air limbah masuk dan mengalir ke atas dari bagian bawah reaktor dan akan melalui granule-granule sludge yang terbentuk hingga mencapai effluent, gas yang terbentuk dipisahkan melalui instalasi gas-solid-liquid seperator Kondisi maksimum untuk reduksi paramter dan pembentukan gas metan adalah dengan kondisi operasi pH 5,2, TSS 1340 mg/L atau 15% dari COD, OLR 45kg COD/m3 dan HRT selama 6 jam. (Agustian, 2006). Salah satu sarat yang harus dimiliki limbah cair sebelum dapat diolah dengan baik dengan UASB adalah kandungan TSS sebesar 1340 mg/L atau 15% dari COD, untuk memenuhi kondisi tersebut dapat dilakukan dengan menambahkan koagulan pada limbah cair. Koagulan secara umum adalah suatu bahan kimia penggumpal yang ditambahkan pada limbah cair agar terjadi proses destabilisasi partikel-partikel koloidal di limbah cair sehingga pembentukan flok dapat muncul. Jenis koagulan yang sangat umum digunakan adalah Tawas dan PAC. Dan dosis koagulan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 1%, 2%, dan 4%. vi vii Tujuan utama penambahan koagulan pada penelitian ini adalah untuk meningkatkan effisiensi dari penggunaan metode UASB dalam pengolahan limbah cair domestik. Parameter yang digunakan sebagai indikator effisiensi metode UASB dalam penelitian ini adalah COD, BOD, dan total lemak yang terkandung dalam Limbah cair Domestik. Hasil yang ditunjukkan setelah dilakukan pengolahan limbah ciar domestik dengan metode UASB menunjukkan bahwa pada parameter COD effisiensi penurunannya terpengaruh oleh penambahan koagulan dengan menunjukkan effisiensi yang lebih baik. Parameter BOD hasil pengukurannya menunjukkan bahwa effisiensi penurunannya terpengaruh oleh penambahan koagulan dengan menunjukkan effisiensi yang lebih baik, sedangkan pada Parameter Lemak hasil pengukurannya menunjukkan bahwa penambahan koagulan tidak terlalu berpengaruh pada effisiensi kinerja UASB

    ANALISIS YURIDIS KEPEMILIKAN BENDA PUSAKA JENIS SENJATA TAJAM DALAM PERPEKTIF UNDANG-UNDANG DARURAT NOMOR 12 TAHUN 1951

    Get PDF
    Konsep hukum pidana yang mengatur baik secara formil maupun materiil memberikan gambaran tentang pengaturan terhadap kepemilikan senjata tajam. Dimana hal ini yang secara eksplisit dirumuskan didalam ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang darurat no.12 tahun 1951 Bunyi kedua pasal tersebut berpotensi melahirkan penafsiran-penafsiran hukum, karena didalam rumusan kedua pasal tersebut tidak pernah dijelaskan secara jelas tentang apa yang dimaksud dengan senjata tajam. Bunyi kedua pasal tersebut berpotensi melahirkan penafsiran-penafsiran hukum, karena didalam rumusan kedua pasal tersebut tidak pernah dijelaskan secara jelas tentang apa yang dimaksud dengan senjata tajam. Kemudian apabila dikaitkan dengan ketentuan pasal 18B ayat (2) dan ketentuan pasal 28I ayat (3) maka perlu juga dijadikan perhatian terhadap pengaturan hukum yang berkaitan dengan masyarakat adat dan hukum adat. Konstitusi telah menjamin bahwa masyarakat adat dan hukum adat secara pasti dan jelas mendapat perlindungan hukum, hal ini terkait juga dengan peraturan peraturan yang dibuat oleh masyarakat hukum adat. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan serta menganalisa (1) pengaturan larangan menguasai senjata tajam dalam perpektif undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 serta, (2) analisis yuridis terhadap senjata tajam yang bisa dikategorikan sebagai benda pusaka dalam perpektif undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 Penelitian ini merupakan pendekatan yuridis normatif, dengan jenis penelitian yang bersifat pendekatan perundang-undangan (statue approach). sumber bahan hukum yang digunakan yaitu sumber primer, sekunder, maupun tersier. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan studi pustaka, serta dari internet. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalis dengan metode yuridis kualitatif secara otentik, historis dan sistematis menggunakan teori penegakan hukum dan teori kepastian hukum. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Larangan menguasai, menyimpan dan menyembunyikan senjata tajam termasuk merupakan sebuah perbuatan yang dipandang sebagai kejahatan dan dapat dikenai sanksi hukuman yang mana sanksinya di atur dalam Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 pasal 1 ayat (2) yaitu berupa hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun, Dan (2) aturan mengenai senjata tajam jenis pusaka masih tidak diatur dalam Undang-undang darurat no.12 tahun 1951 dikarenakan pasal tersebut tidak secara eksplisit membahas mengenai pengkategorian senjata tajam yang termasuk dalam benda pusaka. Kata kunci: Kepemilikan, Senjata Tajam, Benda Pusaka, Undang-Undang Darura

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore