34 research outputs found
Interactive Learning dalam Pembelajaran Speaking di Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan guna mengetahui efektivitas dari penerapan interactive learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Inggris di kelas V Sekolah Dasar Negeri Cileunyi 02 kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Cileunyi 02 Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, lembar penilaian proses, dan rekaman poto. Data diperoleh, dianalisis, dan direfleksi dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif. Dapat ditarik kesimpulan dalam penerapan pembelajaran interactive learning di kelas V Sekolah Dasar Negeri Cileunyi 02 telah berhasil menciptakan suasana belajar yang dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus menciptakan suasana belajar menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Berdasarkan hasil penelitian siklus I, II, dan III. Pada siklus I kemampuan siswa masih rendah, siswa masih malu-malu, takut, dan ragu-ragu dalam memperagakan dialog sederhana secara berpasangan didepan kelas. Nilai rata-rata untuk siklus I adalah 46.97. Pada siklus II kemampuan siswa mulai mengalami peningkatan, terlihat dari hasil nilai rata-rata pada siklus II adalah 65.15. Pada siklus III kemampuan siswa dalam pembelajaran speaking menggunakan interactive learning dengan teknik role playing semakin meningkat, terlihat dari hasil nilai rata-rata pada siklus III adalah 85.23. Hal ini menunjukan bahwa interactive learning dengan menggunakan teknik role playing dapat meningkatkan proses serta hasil belajar siswa dalam pembelajaran speaking
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI
The purpose in this study is to learn the influence of learning method and critical thinking toward ability in writing argumentation. This study was conducted on 4thgrade students of SDN Sukapura 3 Cirebon in 2015 by taking 32 samples. Data is acquired using two-way varian analysis test (ANAVA) utilizing treatment by level 2x2 design. The result study showed that: (1) the writing argumentation skill student’s problem based learning method is higher than that of using recitation method, (2) there is no interaction correlation between students’ learning methods and their critical thinking, proven by their writing argumentation skill, (3) the writing argumentation skill students with higher critical thinking using problem based learning method is higher than using recitation method, (4) the writing argumentation skill students with lower critical thinking using problem based learning is higher than using recitation method. The results of this study illustrates that using problem based learning method by considering the their critical thinking can increase toward ability in writing argumentation.

Keyword: Learning method, think critical, ability writes argument

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Sukapura 3 Cirebon pada tahun 2015 dengan 32 sampel. Pengambilan data diperoleh melalui tes analisis Varian (ANAVA) dua jalur dengan desain treatmeant by level2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil menulis argumentasi siswa yang menggunakan metode problem based learning lebih baik dari pada siswa yang menggunakan metode resitasi. (2) Tidak terdapat pengaruh interaksi anatara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. (3) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis tinggi dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi, (4) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis rendah dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode problem based learning dengan mempertimbangkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis argumentasi.
Kata kunci: Metode pembelajaran, berpikir kritis, kemampuan menulis argumentasi</jats:p
Pengaruh Metode Pembelajaran Dan Berpikir Kritis Terhadap Kemampuan Menulis Argumentasi
The purpose in this study is to learn the influence of learning method and critical thinking toward ability in writing argumentation. This study was conducted on 4thgrade students of SDN Sukapura 3 Cirebon in 2015 by taking 32 samples. Data is acquired using two-way varian analysis test (ANAVA) utilizing treatment by level 2x2 design. The result study showed that: (1) the writing argumentation skill student's problem based learning method is higher than that of using recitation method, (2) there is no interaction correlation between students' learning methods and their critical thinking, proven by their writing argumentation skill, (3) the writing argumentation skill students with higher critical thinking using problem based learning method is higher than using recitation method, (4) the writing argumentation skill students with lower critical thinking using problem based learning is higher than using recitation method. The results of this study illustrates that using problem based learning method by considering the their critical thinking can increase toward ability in writing argumentation.
Keyword: Learning method, think critical, ability writes argument
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Sukapura 3 Cirebon pada tahun 2015 dengan 32 sampel. Pengambilan data diperoleh melalui tes analisis Varian (ANAVA) dua jalur dengan desain treatmeant by level2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil menulis argumentasi siswa yang menggunakan metode problem based learning lebih baik dari pada siswa yang menggunakan metode resitasi. (2) Tidak terdapat pengaruh interaksi anatara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis argumentasi. (3) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis tinggi dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi, (4) Hasil menulis argumentasi siswa yang berpikir kritis rendah dan belajar dengan metode problem based learning lebih baik dari pada metode resitasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode problem based learning dengan mempertimbangkan kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis argumentasi.
Kata kunci: Metode pembelajaran, berpikir kritis, kemampuan menulis argumentas
Urgensi Pendidikan STEM Terhadap Literasi Sains Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar: The Urgency of STEM Education on Science Literacy for Prospective Elementary School Teacher Students
Education has a very central role in building quality human resources in order to survive and live life in a global era full of competition, so we need a pattern of science learning that is oriented to the paradigm of technology-based learning. Science, Technology, Engineering, And Mathematics learning is one of learning that is able to develop the competencies of students to solve problems faced in everyday life through the use of technology. Since the role of teachers in education is very important, preservice teachers of primay school must have a deep knowledge of science. In other words, preservice teachers of primay school must have good scientific literacy. scientific literacy is one of the important aspects that must be mastered by preservice teachers of primay school, because it influences the learning process in elementary school. scientific literacy is very important to solve various problems related to ethics, morals and global issues due to rapid changes in the fields of science and technology
PEMBELAJARAN SAINS DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Era revolusi industri 4.0 membawa konsekuensi terhadap pendidikan sains untuk mampu mempersiapkan individu yang memiliki kompetensi mumpuni dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan mengaplikasikan kemajuan teknologi pada kegiatan pembelajaran. Kajian ini memberikan gambaran terhadap peranan pembelajaran sains di era revolusi industri 4.0. Hasil kajian menunjukan bahwa sains berkaitan erat dengan teknologi, selanjutnya bahwa sains memiliki peranan yang sangat besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, baik secara soft skill maupun hard skill. Sains memiliki peranan dalam mendorong peserta didik untuk mampu mengaplikasikan pemahamannya akan sains dalam menghasilkan suatu karya teknologi yang bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia, hal tersebut mengingat karena teknogi merupakan aplikasi dari sains. Melalui sains peserta didik berlatih mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, logis, dan kritis selanjutnya melalui sains peserta didik juga dilatih untuk melakukan penemuan dan rekayasa dengan menerapkan berbagai langkah kerja ilmiah..Kata Kunci: Pembelajaran sains, revolusi industry 4.
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament
INSTRUMEN PENILAIAN BERPIKIR KREATIF PADA PENDIDIKAN ABAD 21
Berpikir kreatif sangat diperlukan siswa pada pendidikan abad 21. Tantangan pada abad 21 ditandai dengan tantangan yang semakin rumit dan kompleks dimana diperlukan kemampuan berpikir kreatif. Melalui berpikir kreatif siswa dapat menghasilkan sesuatu ide atau gagasan baru dalam menyelesaikan permasalahan terutama yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dapat dilakukan melalui pembiasaan dalam proses pembelajaran sehingga mencapai tujuan pendidikan. Ada lima tahapan dalam proses berpikir kreatif yaitu: 1) tahap persiapan, 2) tahap konsentrasi, 3) tahap pengetahuan, 4) tahap pemecahan, dan 4) tahap verifikasi. Guru dalam mengimplementasi proses pembelajaran agar siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif diperlukan langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian adalah sebagai berikut: 1) menentukan standar, 2) menentukan konstruk, 3) menentukan tugas autentik yang akan dan harus dilakukan siswa, 4) mengembangkan kriteria penilaian, dan 5) membuat rubrik penilaian. Instrumen penilaian berpikir kreatif dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam melakukan penilaian berpikir kreatif sehingga penilaian bersifat objektif tidak subjektif
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Masalah dari penelitian ini adalah masih kurangnya pengimplementasian keberagaman kebudayaan di Indonesia pada suatu bidang studi di sekolah terutamanya dengan nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementaskan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal yang bisa diintegrasikan dengan bidang studi di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang akan memberikan gambaran beberapa kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah aktual dengan langkah-langkah mengumpulkan data, menyusun dan mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan menginterpretasikanya. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan studi pustaka (library research) dimana peneliti mengumpulkan data dengan cara membaca, mempelajari, dan menganalisis jurnal-jurnal, buku, artikel dari peleniti sebelumnya. Dari penelitian ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai budaya lokal serta mampu mengintegrasikannya kepada semua bidang studi dalam kurikulum sekolah
MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI BERBANTUAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA DI KELAS V SEKOLAH DASAR
This study aims to determine the effectiveness of the use of multiliteration learning models assisted by big book media in improving the reading comprehension skills of students in grade V of elementary school. This research is an experimental study with the research design used in this study, namely Pretest Posttest Control Group Design. The data analysis technique in this study was the T-test. The results showed that based on the results of the different test with independent samples test, it was known that the Sig (2- tailed) value was 0.00 less than 0.05 thus it could be concluded that there were differences which are signed between the average reading comprehension of students in the experimental class with the group of students in the control class. The average score in the experimental class was 63.39, with a maximum value of 89.66 and a minimum value of 31.03. Meanwhile, the average score in the control class was
39.71 with a maximum value of 68.57 and a minimum value of 38.10. In general, it can be concluded that in improving reading comprehension skills in grade V elementary schools can be using multiliteration learning models assisted by big book media.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran multiliterasi berbantuan media big book dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pretest Posttest Control Group Design. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Berdasarkan hasil uji beda dengan indepedent samples test, diketahui nilai Sig.(2- tailed) sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan atara rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa pada kelas eksperimen dengan kelompok siswa di kelas kontrol. Skor rata- rata pada kelas eksperimen adalah 63,39, dengan nilai maksimum 89,66 dan nilai minimum adalah 31,03. Sementara itu, skor rata-rata pada kelas kontrol adalah 39,71 dengan nilai maksimum 68,57 dan nilai minimum 38,10. Secara umum dapat disimpulkan bahwa dalam
meningkatkan kemampuan membaca pemahaman di kelas V Sekolah Dasar dapat dengan menggunakan model pembelajaran multiliterasi berbantuan media big book
