1,720,969 research outputs found

    IMPACT OF GOVERNMENT PUBLIC EXPENDITURE ON POVERTY LEVEL IN SOUTH SULAWESI PROVINCE

    Full text link
    Poverty is always a problem in the development of a country, especially in the economic field. Poverty from the economic side has an impact on the decline in people\u27s purchasing power, while in the social aspect, poverty is seen as a problem when social stratification in society creates a dividing line where the upper class does not want to interact with the lower class society and vice versa. This study aims to determine the impact of government public spending on education and health functions on the level of poverty. The scope of the research covers 24 districts/cities in South Sulawesi Province from 2015-2019. The type of research used is quantitative, using secondary data. The data collection method was carried out through online searches on the official websites of DJPK and BPS. The data analysis technique used is path analysis. The results show that education spending directly has a positive impact on poverty levels, and health spending has a negative impact on poverty levels. Meanwhile, education spending indirectly has a negative impact on poverty levels through Gross Regional Domestic Product, and health spending has a positive impact on poverty levels through Gross Regional Domestic Product

    PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENINGTKAN PRODUKSI USAHATANI PADI (STUDI KASUS KELOMPOK TANI DI DESA KANIE KECAMATAN MARITENGNGAE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelompok tani dalam peningkatan produksi usahatani padi dan menganalisis kebutuhan petani dalam peningkatan produksi usahatani padi. Penelitian ini  dilaksanakan pada bulan Januari 2024 sampai Maret 2024. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kanie Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa Desa Kanie merupakan mayoritas sebagai petani padi dan salahsatu daerah sentra produksi produksi padi di Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan juga data sekunder serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan pencatatan atau dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu (1) Skala Likert, (2) memakai hasil wawancara (indepth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kelompok tani di Desa Kanie Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang termasuk dalam kategori sangat berperan dengan skor 2.388 atau 88,4%. Adapun indikator kelompok tani sebagai kelas belajar memiliki skor 815 atau 90,5% dengan kategori sangat berperan, indikator kelompok tani sebagai media kerjasama memiliki skor 795 atau 88,3% dengan kategori sangat berperan, dan indikator kelompok tani sebagai unit produksi memiliki skor 778 atau 86,4 dengan kategori sangat berperan. Kebutuhan petani dalam peningkatkan produksi usahatani padi yaitu ketersediaan sarana produksi pertanian, akses permodalan, penggunaan benih bermutu, pengendalian hama dan penyakit, penerapan pertanian berkelanjutan, dan penggunaan teknologi pertanian

    Determinan Kemiskinan di Kabupaten Pangkajene Kepulauan Tahun 2012-2021

    Full text link
    The purpose of this study is to examine the effect of HDI, Economic Growth and Unemployment on Poverty in Pangkajene Islands Regency. The type of data to be analyzed in this research is secondary data in the form of time series data, namely entity data with time/period dimensions which in this study uses the 2012-2021 period. The analytical method used is a multiple linear statistical test modelor Ordinary Least Square (OLS). Through the SPSS Amos 26 software application. The results show that HDI has a negative and significant effect on Poverty, Economic Growth has no significant effect on Poverty, Unemployment has no significant effect on poverty

    GOING DIGITAL, EARNING MORE: THE IMPACT OF DIGITIZATION ON MSMEs REVENUE

    Full text link
    Micro, Small, And Medium Enterprises (MSMEs) have proven to be economic contributors that create many new jobs and increase household incomes. Although various efforts have been made to develop MSMEs, many MSMEs still have difficulty accessing business financing, lack managerial skills, have marketing constraints, and have poor administrative and financial systems, thus limiting their ability to develop their businesses and increase income. This study aims to determine the influence of digitalization on the income of MSMEs actors. This study uses a quantitative approach using ordinal logistic regression method. The results show that the variables of service digitization, administrative digitalization, and product distribution digitalization do not significantly affect MSMEs income. Meanwhile, the variables of financial digitalization and marketing digitalization have a significant effect on MSMEs income. The results of the opportunity estimation show that MSMEs actors who use financial digitalization and marketing digitalization in their businesses have high-income opportunities as well as lower and less stagnant income opportunities compared to MSMEs actors who have not used financial digitalization and marketing digitalization in their companies. Policy recommendations include expanding access to digital financial tools, providing marketing training, and improving internet infrastructure to support MSMEs income growth through digitalization

    Analisis Potensi Ekonomi Sektoral Kabupaten Kolaka Timur

    Full text link
    East Kolaka Regency is one of the regencies in Southeast Sulawesi Province which was only formed in 2013, the development efforts that have been carried out are inseparable from the development problems that are still being faced including problems of economic growth and income inequality. This can be seen from economic growth which tends to decline and the Gini ratio index which has not shown a consistent decline over the past few years. This study aims to determine which economic sectors are categorized as economic sectors that have high, medium, and low potential in East Kolaka Regency. The type of research used is descriptive quantitative. The type of data used is secondary data in the form of GRDP data for East Kolaka Regency during 2014-2021. Data collection techniques were carried out through online searches on the official website of the Central Statistics Agency for East Kolaka Regency and Southeast Sulawesi Province. The data analysis techniques used to determine sectoral economic potential in East Kolaka Regency consist of three, namely: location coefficient analysis (Location Quotient), production growth rate, and the contribution of the economic sector to GRDP formation. The results showed that the economic sectors that have medium potential in East Kolaka district are agriculture, forestry and fisheries, mining and quarrying, construction, and wholesale and retail trade, car and motorcycle repair. While the rest are in the medium potential category

    Pemanfaatan Digitalisasi Untuk Meningkatkan Pendapatan Pelaku Usaha Mikro (UMK) Perempuan Di Lorong Wisata Kota Makassar

    Full text link
    This study aims to find out how the use of digitization is carried out by female MSE actors in the tourist alley, and to find out how it impacts income. This study uses a quantitative descriptive and explanative quantitative approach. The analytical method uses ordinal logistic regression. The results showed that the marketing digitization and product distribution digitalization variables had no significant effect on changes in income. Meanwhile, the financial digitization variable has a significant effect on changes in income. Female MSEs in the tourist aisle who have not used financial digitization have decreased income opportunities by 0.126, stagnant income opportunities by 0.495, and income opportunities increased by 0.378. Meanwhile, female MSEs who have used financial digitalization have decreased income opportunities by 0.027, stagnant income opportunities by 0.212, and income opportunities increased by 0.761. This means that female MSE actors in the tourist aisle who have used digitalization of finance have smaller and stagnant income opportunities and have greater opportunities for increased income compared to female MSE actors who have not used financial digitalization

    PERAN KELOMPOK TANI DAN STRATEGI DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PADI DI DESA SEREANG KECAMATAN MARITENGNGAE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam peningkatan produksi tanaman padi, hambatan yang dialami kelompok tani dalam peningkatan produksi tanaman padi dan, strategi yang dapat diterapkan dalam upaya peningkatan produksi tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Desember 2022 sampai Februari 2023 di Desa Sereang Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan juga data sekunder serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan pencatatan atau dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu (1) Skala Likert, (2) memakai hasil wawancara (indepth interview), (3) menggunakan analisis ISM (Interpretive Structural Modelling).Hasil penelitian menunjukkan peran kelompok tani dalam peningkatan produksi tanaman padi termasuk dalam kategori baik, dengan rata-rata sebesar 73,61%. Hambatan yang dialami kelompok tani dalam peningkatan produksi yaitu kelangkaan pupuk, curah hujan tinggi, hama, harga gabah. Strategi yang dilakukan dalam upaya peningkatan produksi terdapat 8 yang berperan penting (1) Ketersediaan kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan) dengan harga yang lebih terjangkau, (2) Peningkatan teknik budidaya tanaman, (3) Penggunaan benih bermutu, (4) Peningkatan peran penyuluh pertanian, (5) Peningkatan penerapan teknologi budidaya, (6) Pengelolaan hama penyakit tanaman, (7) Pembinaan kelembagaan kelompok tani dan, (8) Infarstruktur pertanian. Oleh karena itu diharapkan instransi atau lembaga terkait untuk menyediakan saprotan sebagai upaya untuk peningkatan produksi tanaman padi

    Strategi Pengembangan dan Peningkatan Produksi Sektor Basis pada Tanaman Hortikultura di Kabupaten Sidenreng Rappang

    Full text link
    Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki potensi pertanian lain selain tanaman pangan yang memerlukan upaya optimalisasi untuk meningkatkan produksi pertanian pada sektor hortikultura. Komoditas hortikultura yang sedang dikembangkan di Kabupaten Sidenreng Rappang yaitu cabai besar, sawi, tomat, kacang panjang, terung, mentimun, kangkung, bayam dan cabai rawit. Penentuan komoditas sektor basis khususnya di sektor hortikultura belum dilakukan secara mendalam sehingga belum diketahui komoditi yang menjadi basis untuk difokuskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor basis tanaman hortikultura serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi sektor basis tersebut di Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2024 di Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode analisis data yang digunakan ada dua yaitu analisis Location Quotient (LQ) dan analisis Interpretive Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas hortikultura yang menjadi sektor basis yaitu cabai rawit dan kacang panjang. Komoditas yang menjadi fokus pada strategi pengembangan adalah cabai rawit karena memiliki nilai LQ lebih besar dari pada komoditi kacang panjang meskipun sama-sama berada pada sektor basis yaitu 2,87 dan 2,76. Strategi pengembangan dan peningkatan produksi komoditas cabai rawit berdasarkan hasil analisis ISM  menghasilkan rekomendasi praktis yang sesuai dengan kondisi lokal yaitu pendidikan dan pelatihan penyuluh pertanian, pembinaan kelompok tani, pelatihan petani, dan penggunaan benih bermutu. Penelitian memberikan solusi spesifik pengembangan ekonomi di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi geografis, sumber daya, dan permintaan lokal serta internasional

    Mangrove Estimasi Stok Karbon Pada Tegakan Mangrove Di Desa Sukamandi Kabupaten Belitung Timur

    No full text
    Sukamandi is a village located in East Belitung Regency which has a mangrove ecosystem area of 351.33 ha. Mangrove ecosystems play an important role in carbon sequestration as one of the blue carbon concepts. This study aims to analyze the type and density of mangroves and to analyze the value of aboveground biomass and the value of carbon stock in mangrove stands in Sukamandi Village, East Belitung Regency. This research was conducted in January-February 2023 in the Mangrove Forest of Sukamandi Village, East Belitung. Analysis of the value of biomass and carbon stock was carried out based on SNI 7724 of 2011. The results of the research that had been carried out were 5 mangrove tribes consisting of 10 species with the highest density of mangrove vegetation types at station III, which was 4,841 ind/ha and the lowest at station IV, namely 1,943 ind/ha with Very Dense criteria. The average value of standing mangrove biomass is 509.34 tons/ha, the average value of carbon stock in mangrove stands is 239.39 tons/ha. Keywords: Mangrove Stand, Biomass, Carbon Stock, Sukamandi VillageSukamandi merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Belitung Timur yang memiliki luas ekosistem mangrove sebesar 351,33 ha. Ekosistem mangrove berperan penting terhadap penyerapan karbon sebagai salah satu konsep blue carbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kerpatan mangrove serta menganalisis nilai aboveground biomass serta nilai stok karbon pada tegakan mangrove Desa Sukamandi, Kabupaten Belitung Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2023 di Hutan Mangrove Desa Sukamandi, Belitung Timur. Analisis nilai biomassa dan stok karbon dilakukan beradasarkan SNI 7724 tahun 2011. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 5 suku mangrove yang terdiri dari 10 spesies dengan kerapatan vegetasi jenis mangrove tertinggi pada stasiun III yaitu sebesar 4.841 ind/ha dan terendah pada stqasiun IV yaitu sebesar 1.943 ind/ha dengan kriteria Sangat Padat. Nilai rerata biomassa tegakan mangrove sebesar 509,34 ton/ha nilai rerata stok karbon tegakan mangrove sebesar 239,39 ton/ha. Kata Kunci : Tegakan Mangrove, Biomassa, Stok Karbon, Desa Sukamand
    corecore