1,720,990 research outputs found
KEMAMPUAN PENILIK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOK DITINJAU DARI KEPUTUSAN MENPAN NO.15/KEP/MENPAN/3/2002
The decentralization policy stipulated in the Constitution of Number 22 of 1999 gives impact to many aspects of government management including in education. This research investigates the assessor’s competence in implementing their main tasks based on the decree of Number 15/KEP/MENPAN/3/2002 and the obstacles in implementing the decree. The research conducted in East Java covering four districts used qualitative approach and the data were collected by interview and document study. The result of this research concludes that the assessor’s competence has not completely met the requirements stated in the Minister’s decree. Local government has given support in implementing the Minister’s decree. However, the problems faced include the lack of assessors’ competences, unclear criteria for professional assessor’s formation based on work load, and the inability of the assessors to count their working credits
Students' Creative Thinking Ability in Solving Mathematics Problems Based On Gender
This qualitative research aims to describe students' creative thinking ability in solving math
problems in terms of gender. The instruments used are tests and interviews. The research subject
is distinguished by gender selected based on the daily score and the final test score. It consists of
four students: one male and one female student with high achievement, one male and one female
with low achievement. Based on the result of observation on the four selected subjects, it was
obtained that (1) male and female high-achievement students get the same score in solving math
problems. In addition, indicators of creative ability, which can be seen from the answer sheets in
solving these problems and interviews, are the same in the creative category (2) for low
achievement students, males and females earn different scores; however, indicators of creative are
classified in not creative category ability. Based on the results above, it can be concluded that in
this study, gender does not affect students' creative thinking skills in solving math problem
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Kewarganegaraan dengan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
Penelitian ini mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dan menyelidiki efektivitas implementasi pembelajaran matematika berbasis kewarganegaraan dengan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di kelas VII SMP. Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini memungkinkan siswa melihat isu-isu dalam konteks sosial dan mengaitkannya dengan matematika. Penelitian ini melibatkan satu guru partisipan dan siswa kelas 7 semester 1. Masalah penelitian yang diinvestigasi dalam penelitian ini adalah: Apakah implementasi pendekatan PMRI yang berbasis kewarganegaraan efektif dalam pembelajaran matematika di kelas VII SMP?; Dalam penelitian ini, action research dan mixed methods sebagai metodologi. Hasil yang diperoleh dari implementasi PMRI yang berbasis kewarganegaraan yakni dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang berdampak pada peningkatan prestasi matematika siswa. Hasil tes kemampuan menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata siswa adalah 65.24 dengan persentase ketuntasan sebesar 64% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 78.6 dengan persentase ketuntasan sebesar 88%. Selain itu, Dengan merancang bahan-bahan yang menghubungkan pendidikan matematika dengan pendidikan kewarganegaraan, berdasarkan atas dasar interdisipliner, penelitian ini memberikan contoh penting baru tentang pengalihan peran matematika. Dalam studi ini, pendidikan matematika dialokasikan perannya dalam usaha membangun masyarakat demokratis
HUBUNGAN KEMAMPUAN PENALARAN DALAM MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan penalaran dalam matematika dan mativasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi mempunyai hubungan dengan prestasi belajar matematika? Populasi penelitian adalah semua peserta didik kelas I SMU Swasta Kata Makassar. Metade pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified cluster random sampling. Sekolah terpilih sebagai sampel adalah SMU Frater Makassar dan SMU Amana Gappa Makassar. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika, tes kemampuan penalaran dalam matematika dan angket motivasi berprestasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan memakai analisis deskriptif dan analisis korelasi. Kesimpulan yang diperoleh adalah (1) kemampuan penalaran dalam matematika mempunyaihubungan positif dengan prestasi belajar matematika, (2) motivasi berprestasi mempunyai hubungan positif dengan prestasi belajar matematika, dan (3) kemampuan penalaran dalam matematika dan motivasi berprestasi secara bersama-sama mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar matematika, dengan koefisien determinasi sebesar 41%. </jats:p
ANALISIS KESIAPAN SISWA DALAM MENGHADAPI ASESMEN NASIONAL (ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM)
Salah satu kebijakan dari program Merdeka Belajar adalah meniadakan Ujian Nasional (UN) dan penilaian digantikan dengan Asesmen Nasional (AN) meliputi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei karakter, serta Survei lingkungan belajar. AKM digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif meliputi literasi membaca dan literasi numerasi. Hingga saat ini penelitian terkait numerasi masih sangat kurang. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan test melalui penyebaran angket, tes literasi numerasi, dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kemampuan literasi numerasi berbasis AKM siswa kelas VIII SMP Tunas Harapan Malaka masih berada pada kategori sangat rendah. Data hasil angket mengenai pemahaman mengenai istilah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menyatakan bahwa 33.3% paham (7 responden), 23.8% tidak paham (5 responden), dan 42.9% ragu (9 responden). Selain itu, Guru belum mempersiapkan secara maksimal pembelajaran mengarah ke persiapan asesmen Kompetensi Minimum
Konsep Instrumen Penelitian Pendidikan
Instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Suatu instrumen dikatakan baik bila valid dan reliabel, baik validitas isi, konstruk, validitas empirik, reliabilitas konsistensi tanggapan, maupun reliabilitas konsistensi gabungan butir. Validitas internal skor butir dikotomi dan skor butir butir politomi berturut-turut digunakan KR-20 dan koefisien Alpha. Interpretasi terhadap koefisien reliabilitas merupakan interpretasi relati dalam artian bahwa tidak ada batasan mutlak yang menunjukkan berapa angka koefisien minimal yang harus dicapai agar suatu pengukuran dapat disebut reliabel. Namun dapat memberikan informasi tentang hubungan varians skor teramati dengan varians skor sejati kelomok individu. Tujuan mengestimasi reliabilitas tidak lain adalah untuk menentukan seberapa besar variabilitas yang terjadi akibat adanya kesalahan pengukuran dan seberapa besar variabilitas skor tes sebenarnya
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI TINGKAT EFIKASI DIRI DI KELAS VII SMP NEGERI 20 MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan tingkat efikasi diri siswa di kelas VII SMP Negeri 20 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan angket efikasi diri, tes tertulis dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini adalah 4 orang siswa kelas VII yang terdiri atas 2 orang subjek dengan tingkat efikasi diri tinggi dan 2 orang subjek dengan tingkat efikasi diri rendah. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan tahapan
Newman Error Analysis dari siswa dengan efikasi diri tinggi adalah kesalahan membaca,kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi masalah dan kesalahan penulisan
jawaban akhir. Sedangkan, kesalahan dari siswa dengan efikasi diri rendah adalah kesalahan membaca, kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi masalah, kesalahan
keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir
Analisis Soal Ujian Sekolah Mata Pelajaran IPS Di SD Negeri Se-Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Tahun Pelajaran 2017/2018
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas Soal Ujian Sekolah Mata Pelajaran IPS di SD Negeri Se-Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Tahun
Pelajaran 2017/2018 ditinjau secara teoretik dan empirik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah lembar jawaban peserta tes sebanyak 381 lembar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis secara teoretis dan analisis empiris. Hasil penelitian menunjukkan secara teoretik disimpulkan bahwa (i) dari segi validitas muka
aspek ketepatan butir mengukur indikator dan aspek kejelasan bahasa menunjukkan instrumen layak untuk digunakan sedangkan aspek komponen kegrafikaan menunjukkan tidak layak untuk digunakan, (ii) valid secara isi, (iii) tidak memenuhi unsur validitas
logik. Secara empirik disimpulkan bahwa (i) tingkat kesukaran sebagian besar berada pada kategori sedang, (ii) daya pembeda sebagian besar berada pada kategori baik, (iii)
efektivitas pengecoh sebagian besar telah berfungsi, (iv) validitas kriteria internal
sebagian besar butir valid, (v) memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,74.
Kata kunci: Analisis teoretik dan empirik, teori tes klasik
Perceptions of Students Using E-Learning Application in Learning Science
the purpose of this research is to know the implementation of learning using e-learning. This study uses descriptive qualitative research with a phenomenological approach and literature review as reference material. Data collection tools used in this research are observation, interviews, and documentation. This research study focuses on class 2019 students who carry out learning using e-learning applications. Data collected from students were then analyzed using reduction data, presentation data, and verification data. The results of this study are then poured into writing after checking the validity of the data so that the data can be trusted. Triangulation is one of the data validity techniques used in this study. So that the results obtained are that students' perceptions of learning using e-learning are different, namely: students and lecturers do not fully understand the implementation of e-learning; facilities provided by campuses do not support e-learning based learning, such as WiFi and internet quota subsidies; lack of interaction between lecturers and students, and some lecturers have not fully implemented e-learning
IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 SEKOLAH DASAR NEGERI 4 MALIMONGAN KOTA PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru tentang penilaian autentik, perencanaan, pelaksanaan dan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan penilaian autentik di SD Negeri 4 Malimongan Kota Palopo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 4 Malimongan Kota Palopo. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yaitu : (i) guru mengetahui adanya penilaian autentik dalam Kurikulum 2013 tetapi belum memahami secara luas dan mendalam, (ii) pada aspek perencanaan telah memenuhi sebagian besar indikator. Hal ini ditandai dengan kesiapan guru membuat rubrik dan instrumen penilaian untuk setiap teknik yang akan dipakai dalam melaksanakan penilaian autentik, (iii) guru telah melaksanakan penilaian autentik secara menyeluruh tetapi guru belum menggunakan teknik penilaian autentik yang bervariasi, dan (iv) faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik adalah adanya motivasi, adanya buku guru, kesiapan siswa dalam pembelajaran, pemahaman dan penguasaan guru. Faktor penghambat adalah, keterbatasan waktu dalam menilai, terlalu banyak perangkat pembelajaran yang harus disusun, kurangnya pemahaman guru, dan jumlah peserta didik dalam satu kelas yang melebihi jumlah maksimal.
Kata Kunci: Penilaian autentik, Deskriptif kualitatif, Kurikulum 201
- …
