1,720,999 research outputs found
ANTECEDENT CUSTOMER ENGAGEMENT DAN CONCEQUENCE TERHADAP BUSINESS PERFORMANCE (SUATU KAJIAN TEORITIS PADA BISNIS JASA)
This paper discusses the concept of the development of consumer engagement, in the era of globalization will increasingly play a role, because the pressure from competitors requires companies to invest more time and resources to strengthen marketing. Marketing theory past few decades has shifted along with the emergence of virtual marketing. ExploitÂing social media caused by the development of information technology also accelerates the change. Customer behavior also changes with the new media, the offender business also must change to be more creatively capture opportunities. Creativity needs to be done to increase consumer engagement is a very important thing to do, so that producers and consumers relationship is maintained. This concept is an approach to building a portfolio of customers and connect with customers across manufacturers. The article also looks more closely related to the ability of the process of marketing, customer engagement and comÂmercialization. Another approach of this concept is to improve customer satisfaction and loyalty, which leads to a commitment to spread the word of mouth is positive. Involvement revival will significantly improve the company's performance.Keywords: customer base, engagement, business performanc
The influence of e-service quality, e-trust, on e-loyalty QRIS BCA with mediation by e-satisfaction (Study on QRIS BCA users in Jakarta)
Purpose: This study aims to test the effect of E-Service Quality and E-Trust on BCA QRIS E-Loyalty Mediated by E-Satisfaction (Study of BCA QRIS Users in Jakarta).
Research methodology: The number of samples in this study was 113, with a sampling technique using purposive sampling. This type of research is classified as quantitative research, which uses primary data. The analysis method used was the Structural Equation Model (SEM) with the SmartPLS 4.0 program. The population in the study was active BCA QRIS users domiciled in Jakarta. The data collection method was through a Google form questionnaire and the measurement scale refers to the 1-5 Likert scale.
Results: The results of this study indicate that: (1) E-Service Quality does have a positive but not significant influence on E-Loyalty, (2) E-Trust does not have a positive and significant influence on E-Loyalty, (3) E-Service Quality does have a positive but not significant influence on E-Satisfaction, (4) E-Trust has a positive and significant influence on E-Satisfaction, (5) E-Satisfaction has a positive and significant influence on E-Loyalty, (6) E-Service Quality does not have an influence on E-Loyalty through E-Satisfaction, and (7) E-trust has an influence on E-Loyalty through E-satisfaction
PEN PENGEMBANGAN KAMPUNG HORTIKULTURA BERKELANJUTAN BERBASIS SMART FARMING DI KWT UMMI SEKAR DESA KARANGNANGKA, KECAMATAN MREBET, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH (Tanggap KWT Ummi Sekar Terhadap Demonstrasi Plot dan Alih Teknologi Hidroponik)
Increasing horticultural consumption is developed by establishing horticultural villages in home gardens based on urban farming and smart farming to increase productivity, quality and continuity. Hydroponic technology with the correct SOP can guarantee the quality and productivity of horticulture. The application of water utilization automation technology based on renewable energy (solar cells) is expected to increase the production capacity of urban farming horticulture and increase the production quality and efficiency of shallot production in national production centers so that they can compete in facing the national and MEA markets. Gapoktan Tani Makmur, especially KWT Ummi Sekar Karangangka Village, Mrebet, Purbalingga does not yet know the knowledge and skills of hydroponic technology with the application of solar cells as energy for water system automation and increasing added value through diversifying horticultural products in horticultural villages.
This activity will be carried out for 6 months every year for 3 years in the national shallot production center area which is 21 km from the UNSOED campus. The activity is aimed at applying solar cell renewable energy technology in the automation system for horticultural crop irrigation based on urban farming and smart farming systems. Training, plot demonstrations and intensive mentoring are carried out at each year's activities to increase motivation, knowledge and skills in agribusiness management based on urban farming, automation and local resources, solar cells and post-harvest handling and processing of horticultural products.
Demonstration of hydroponic plots and technology transfer can increase motivation for hydroponic agribusiness. 73.21 percent agreed and 26.79 percent strongly agreed. Knowledge of hydroponic buildings and installations (net house, NFT, UV plastic, net mesh size, technical life) increased 27.77 percent to 66.07 percent. Understanding of UV plastic, NFT and net size only reached 64.24 percent, 28.58 percent, 22.22 percent. Knowledge of hydroponic implementation (AB mix is absolute and different between types of plants, ease of obtaining types of vegetable plants) increased from 38.89 percent to 73.93 percent. Knowledge of different AB mixes between plants was only discovered by 43.86 percent. The activity forms a technology incubation in the form of a sustainable horticultural village for the Tani Makmur Gapoktan or other group members in the Mrebet District area, Purbalingga.
Peningkatan konsumsi hortikultura dikembangkan dengan pembentukan kampung horitkultura di lahan pekarangan berbasis urban farming dan smart farming untuk dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan kontinyuitas. Teknologi hidroponik dengan SOP yang benar dapat menjamin kualitas dan produktivitas hortikultura. Penerapan teknologi otomatisasi pemanfaatan air berbasis energi terbarukan (sel surya) diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi hortikultura urban farming dan peningkatan kualitas produksi serta efisiensi produksi bawang merah di sentra produksi nasional sehingga dapat bersaing dalam menghadapi pasar nasional dan MEA. Gapoktan Tani Makmur , khususnya KWT Ummi sekar Desa Karangangka, Mrebet, Purbalingga belum mengetahui pengetahuan dan keterampilan teknologi hidoponik dengan penerapan sel surya sebagai energi otomatisasi sistem pengairan serta peningkatan nilai tambah melalui diversifikasi produk hortikultura pada kampung hortikultura .
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 6 bulan tiap tahun selama 3 tahun di wilayah sentra produksi bawang merah nasional yang berjarak 21 km dari kampus UNSOED. Kegiatan ditujukan untuk penerapan teknologi energi terbarukan sel surya dalam sistem otomatisasi irigasi tanaman hortikultura berbasis system urban farming dan smart farming. Pelatihan, demonstrasi plot dan pendampingan intensif dilaksanakan pada kegiatan tiap tahun untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan pengelolaan agribisnis berbasis urban farming, otomatisasi dan sumberdaya lokal , sel surya dan penanganan pasca panen serta pengolahan hasil hortikultura .
Demontrasi plot hidroponik dan alih teknologi dapat meningkatkan motivasi agribisnis hidoponik 73,21 persen setuju dan 26,79 persen sangat setuju. Pengetahuan bangunan dan instalasi hidroponik (rumah jaring, NFT, plastik UV, ukuran mesh jaring, umur teknis) meningkatkan 27,77 persen menjadi 66,07 persen. Pemahaman tentang plastik UV, NFT dan ukuran jaring hanya mencapai 64,24 persen, 28,58 persen, 22,22 persen. Pengetahuan pelaksanaan hidroponik (AB mix mutlak dan berbeda antar jenis tanaman, kemudahan mendapatkan jenis tanaman sayuran) meningkat dari 38,89 persen menjadi 73,93 persen. Pengetahuan AB mix berbeda antar tanaman baru diketahui oleh 43,86 persen. Kegiatan membentuk inkubasi teknologi berupa kampung hortikultura berkelanjutan bagi gapoktan Tani Makmur atau anggota kelompok lain di wilayah Kecamatan Mrebet, Purbalingga
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Dan Kunjungan Ulang Pasien (Studi Second Order Pada Poliklinik Laktasi Rsia Kemang Medical Care
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan dan kunjungan ulang pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien ibu hamil dengan usia kehamilan >28 minggu dan ibu menyusui di Poliklinik Laktasi RSIA KMC. Sampel diambil menggunakan metode consecutive sampling dengan jumlah 105 responden yang dihitung menggunakan metode minimum sample size. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan di analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dimensi tangibles (bukti fisik), empathy (kepedulian), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), dan assurance (jaminan) berpengaruh terhadap kualitas layanan sebagai konstruk second order dengan nilai p-value masing-masing variabel 0,000 (signifikan <0,05) dimana variabel Daya Tanggap merupakan variabel paling berpengaruh; 2) Kualitas layanan terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai t-statistik 41,192 dan p-value 0,000; 3) Kualitas layanan terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kunjungan ulang dengan nilai t-statistik 10,855 dan p-value 0,000.
 
Indeks Respon Mahasiswa (Student Response Index) Terhadap Kualitas Kerelasian (Relationship Quality) pada Mahasiswa Aktif Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi di Salah Satu PTS Jakarta Barat
Pengaruh Kepuasan Konsumen dan Kinerja Produk Terhadap Loyalitas Konsumen Sepeda Motor Honda
Tanggapan Konsumen Tentang Kesadaran dan Kesetiaan Merek Lensa Kontak Warna X2 pada PT Alergan Inti Indonesia
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Varietas Lumbu Hijau Terhadap Jenis Pupuk Kandang dan Pupuk Nitrogen
Produksi bawang putih di Indonesia masih belum mampu memenuhi konsumsi masyarakat dan 99 persen dipenuhi dari impor, yang dapat dipenuhi melalui perluasan lahan dan peningkatkan hasil melalui pemanfaatan sumberdaya lokal yaitu penggunaan jenis pupuk kandang dan jenis pupuk nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk 1) mendapatkan jenis pupuk kandang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih, 2) mendapatkan jenis pupuk nitrogen yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih, 3) mendapatkan kombinasi jenis pupuk kandang dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Karangsari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap pada bulan Januari sampai Mei 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap faktorial 3 x 4. Faktor jenis pupuk kandang yang terdiri dari pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, dan pupuk kandang kambing. Faktor jenis pupuk nitrogen yang terdiri dari tanpa nitrogen, pupuk urea, pupuk KNO3, dan kombinasi pupuk urea dan ZA. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot umbi segar, bobot umbi kering, jumlah siung per umbi, hasil umbi segar, dan hasil umbi kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjut dengan Duncans Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pupuk kandang kambing mampu memberikan nilai kehijauan daun tertinggi sebesar 42,08 unit. Jenis pupuk kandang ayam menghasilkan umbi segar dan hasil umbi kering 0,69 t/ha dan 0,283 t/ha atau 115 % dan 108, 9 %. Pupuk kandang sapi memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar 0,65 t/ha dan 0,258 t/ha. Pupuk kandang kambing menghasilkan umbi segar dan hasil umbi kering 0,6 t/ha dan 0,28 t/ha setara dengan 107,69 % dan 105,5%. Pupuk kombinasi urea dan ZA meningkatkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 37,36 cm/tan., bobot tanaman segar sebesar 4,24 g/tan., bobot umbi segar sebesar 1,86 g/tan., dan hasil umbi segar sebesar 0,79 t/ha dibandingkan tanpa nitrogen 0,58 t/ha dan 0,25 t/ha. Pupuk urea memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar 0,62 t/ha dan 0,27 t/ha setara 106,89 % dan 108 %. Pupuk KNO3 menghasilkan umbi segar dan umbi kering sebesar 0,6 t/h dan 0,23 t/ha (103 % dan 108 %). Pupuk kombinasi urea dan ZA menghasilkan umbi segar dan umbi kering 0,79 t/h dan 0,35 t/ha (136 % dan 140 %). Pupuk kandang kambing dan pupuk KNO3 dengan dosis 30 t/ha dan 200 kg/ha mampu meningkatkan bobot tanaman segar tertinggi sebesar 5,13 g/tan. Pupuk kandang kambing dan pupuk KNO3 menghasilkan umbi segar dan umbi kering 0,73 t/ha dan 0,44 t/ha 137,73 % dan 209,5 %
- …
