Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
Not a member yet
    1395 research outputs found

    Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing (Studi Empiris Perusahaan yang Terdaftar di BEI)

    Full text link
    Income smoothing is used to analyze earnings management patterns in order to maintain the consistency of company profts from period to period. This action was taken in response to the perception of fnancial statement users that proft is a metric for determining whether a company is good or bad. This study aims to determine the factors that influence income smoothing with empirical studies on manufacturing companies from 2019 to 2021. The number of sample companies used in this study was 231 samples after being selected using the purposive sampling method. Logistic regression analysis was tested using EViews 12 software as a research method. The results of this study explain that frm size has a negative effect and frm age has a positive influence on income smoothing practices, while institutional ownership and proftability have no effect on income smoothing practices. Keywords: company age, company size, earnings management, income smoothing, institutional ownership, proftabilit

    Overview of Carpal Tunnel Syndrome Events at Tarakan Hospital in 2019-2021

    No full text
    Excessive activity on the hands or wrists will be very risky for experiencing one of the diseases, namely carpal tunnel syndrome. According to the American Academy of Family Physicians, the incidence of carpal tunnel syndrome is 329 cases per thousand people per year. Another study says the incidence of carpal tunnel syndrome in the United States is about 150 cases per thousand people per year. While the incidence of carpal tunnel syndrome in Indonesia itself is not known with certainty. This study aims to determine the distribution of age, gender, and occupation on the incidence of carpal tunnel syndrome at the Tarakan Regional General Hospital in 2019-2021. The research method is a descriptive method with a cross sectional approach, data is taken from the medical records of Tarakan Hospital in 2019-2021 with a diagnosis of carpal tunnel syndrome which is enforced based on NCS - EMG examinations until the minimum number of samples is met. The results showed that age (46-55 years), women, and occupations of administrative staff ranked first and it could be concluded that they had a higher risk of developing carpal tunnel syndrome.Excessive activity on the hands or wrists will be very risky for experiencing one of the diseases, namely carpal tunnel syndrome. According to the American Academy of Family Physicians, the incidence of carpal tunnel syndrome is 329 cases per thousand people per year. Another study says the incidence of carpal tunnel syndrome in the United States is about 150 cases per thousand people per year. While the incidence of carpal tunnel syndrome in Indonesia itself is not known with certainty. This study aims to determine the distribution of age, gender, and occupation on the incidence of carpal tunnel syndrome at the Tarakan Regional General Hospital in 2019-2021. The research method is a descriptive method with a cross sectional approach, data is taken from the medical records of Tarakan Hospital in 2019-2021 with a diagnosis of carpal tunnel syndrome which is enforced based on NCS - EMG examinations until the minimum number of samples is met. The results showed that age (46-55 years), women, and occupations of administrative staff ranked first and it could be concluded that they had a higher risk of developing carpal tunnel syndrome

    Tinea Corporis Therapy

    Full text link
    Tinea corporis is one of the skin diseases caused by dermatophyte fungi and is a fairly common disease caused by Trichophyton species. Tinea corporis mainly occurs in tropical countries or regions such as Southeast Asia and North America. Patients with tinea corporis usually have high activities and actively sweat. Tinea corporis has typical symptoms, i.e. the presence of patches of erythematous plaque that are circumscribed, round or oval shapes, and common predilection in the body trunk. Therapy of tinea corporis disease can use topical antifungals such as clotrimazole, ketoconazole, miconazole, naphthyline, and terbinafine. In cases of systemic infection, oral antifungals such as terbinafine, itraconazole, fluconazole, and griseofulvin can be drugs of choice. Appropriate treatment of tinea corporis gives a good prognosis and prevents resistance and recurrence

    Perkembangan Terkini Proses Penuaan Kulit

    Full text link
    Penuaan kulit merupakan fenomena biologis yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Mekanisme yang mendasari penuaan kulit selalu berkembang sehingga penting untuk mengetahui mekanisme molekular terbaru, serta perubahan yang terjadi akibat penuaan agar klinisi dapat menentukan tata laksana yang tepat untuk mencegah dan mengobati penuaan kulit. Terdapat dua faktor yang berperan dalam terjadinya penuaan kulit, yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah genetik, metabolisme sel, dan perubahan hormonal. Selain itu, terdapat faktor ekstrinsik seperti radiasi ultraviolet, inframerah, dan karsinogen lingkungan yang turut berperan pada penuaan kulit. Pemendekan telomer, stres oksidatif, disfungsi mitokondria, radiasi ultraviolet dan inframerah, peranan polusi udara dan rokok, peranan aryl hydrocarbon receptor (AhR), kerusakan deoxyribo nucleic acid (DNA), cellular senescence, perubahan hormon, pengaruh mikrobiota, vitamin D, akumulasi advanced glycation end products (AGEs), serta inflammaging memegang peranan penting dalam proses penuaan. Proses penuaan tersebut menyebabkan penurunan fungsi dan kapasitas kulit secara progresif yang berpuncak pada gangguan fungsi kulit dan kerentanan terhadap penyakit. Penuaan kulit merupakan fenomena biologis yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Mekanisme yang mendasari penuaan kulit selalu berkembang sehingga penting untuk mengetahui mekanisme molekular terbaru, serta perubahan yang terjadi akibat penuaan agar klinisi dapat menentukan tata laksana yang tepat untuk mencegah dan mengobati penuaan kulit. Terdapat dua faktor yang berperan dalam terjadinya penuaan kulit, yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah genetik, metabolisme sel, dan perubahan hormonal. Selain itu, terdapat faktor ekstrinsik seperti radiasi ultraviolet, inframerah, dan karsinogen lingkungan yang turut berperan pada penuaan kulit. Pemendekan telomer, stres oksidatif, disfungsi mitokondria, radiasi ultraviolet dan inframerah, peranan polusi udara dan rokok, peranan aryl hydrocarbon receptor (AhR), kerusakan deoxyribo nucleic acid (DNA), cellular senescence, perubahan hormon, pengaruh mikrobiota, vitamin D, akumulasi advanced glycation end products (AGEs), serta inflammaging memegang peranan penting dalam proses penuaan. Proses penuaan tersebut menyebabkan penurunan fungsi dan kapasitas kulit secara progresif yang berpuncak pada gangguan fungsi kulit dan kerentanan terhadap penyakit.

    Gambaran Tingkat Pengetahuan Mengenai Anastesi Spinal Operasi Sectio Caesaria pada Wanita Hamil di Klinik Ibu dan Anak

    Full text link
    In Indonesia in 2019 there were 4,039,000 deliveries and 921,000 of them used cesarean delivery or around 22.8% of the total number of deliveries. The high prevalence of Sectio caserea contributes to increasing the problems caused by spinal anesthesia. Various complications that can be caused by spinal anesthesia, this requires knowledge of spinal anesthesia so that the mother is not traumatized by undergoing SC surgery. Good knowledge is needed to support postoperative healing behavior. The purpose of this study was to determine the level of insight regarding spinal anesthesia for sectio caesaria surgery in pregnant women at Clinic Maternal & Children. The research method used was quantitative descriptive, with perposive sampling technique of 96 respondents. Methods of data collection using a questionnaire and analyzed descriptively using SPSS. The results showed that the level of knowledge about spinal anesthesia for caesarean section in women at Clinic Maternal & Children was known that most of the respondents had a good level of knowledge as much as 60,4%, sufficient category as much as 30.2% and less category as much as 9,4%.  Di Indonesia pada tahun 2019 terdapat 4.039.000 persalinan dan 921.000 diantaranya menggunakan persalinan SC atau sekitar 22.8% dari seluruh angka persalinan. Tingginya prevalensi persanianan Sectio caserea berkontribusi dalam meningkatkan permasalahan yang ditimbulkan oleh anastesi spinal. Berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat anastesi spinal, hal ini memerlukan pengetahuan mengenai anastesi spinal sehingga ibu tidak trauma menjalani oprasi SC. Pengetahuan yang baik dibutuhkan untuk menunjang perilaku penyembuhan pasca operasi Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bayangan perihal tingkat wawasan mengenai anestesi spinal operasi sectio caesaria pada wanita hamil di Klinik Maternal & Children. Metode penelitian digunakan adalah deskriptif kuantitaf, dengan teknik sampling perposive sampling sebanyak 96 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan mengenai anestesi spinal operasi caesaria pada wanita di Klinik Maternal & Children diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik yaitu sebanyak 60,4%, kategori cukup sebanyak 30,2% dan kategori kurang sebanyak 9,4%

    Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Capital Intensity terhadap Tarif Pajak Efektif

    Full text link
    This research is a quantitative research which aims to fnd out how the influence of manajerial ownership and capital intensity on effective tax rate in coal mining sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2016-2020. This study uses secondary data and data analysis used panel data regression. The simultaneous test results show the results all of independent variable have a signifcant effect on effective tax rate. The results of panel data regression annalysis show that partially manajerial ownership have not effect on effective tax rate and for variables of capital intensity have a negative and signifcant effect on tax aggressiveness. Keywords: manajerial ownership, capital intensit

    Hambatan Penerapan Telenursing Bagi Perawatan Paliatif Pasien Kanker dalam Keluarga

    Full text link
    Telenursing merupakan metode perawatan jarak jauh yang menggunakan teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam pendekatan kepada keluarga dan pasien selama pandemi Covid-19, agar pasien dan keluarga terhindar dari infeksi Covid-19. Namun pada pelaksanannya ada beberapa hambatan yang dialami keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang hambatan metode telenursing yang dilakukan keluarga dalam menjalani program pelayanan paliatif pasien kanker. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan model pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data digunakan dengan tehnik wawancara mendalam terhadap enam partisipan. Pengambilan data dilakukan dengan snowball sampling. Teknik analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menemukan hambatan penggunaan telenursing dalam perawatan paliatif. Beberapa tema yang ditemukan adalah: (1) tidak dapat menggunakan aplikasi online, (2) kurang dapat memahami apa yang disampaikan tenaga Kesehatan, dan (3) tidak memiliki telepon genggam. Hambatan tersebut disebabkan karena keluarga lebih menyukai metode tatap muka dan ada juga yang mengatakan kalau datang langsung itu lebih dahulu diberikan pelayanan. Selain itu kemampuan berkomunikasi pasien dan keluarga juga kurang, sehingga tidak dapat memahami apa yang dijelaskan tenaga kesehatan. Simpulan dari penelitian ini adalah Keluarga dan pasien harus meningkatkan penguasaan aplikasi online dan kemampuan memahami informasi yang dijelaskan tenaga kesehatan secara online

    Dilema Etik Dokter Membuka Rahasia Medis Pasien Menular Seksual ke Pasangan

    Full text link
    Sexually transmitted diseases could be transmitted through unprotected vaginal, anal, and oral sex. Infectious diseases can cause various symptoms and even cause death in humans. One of the duties of a doctor is to prevent the spread of a disease, but in this scenario the doctor has to reveal the patient's identity to others. Various opinions and stigmas that arise in Indonesian society have made it more difficult for sexually transmitted diseases patients to reveal their condition even to their closest family. This increases the dilemma faced by doctors. Based on various aspects ranging from human rights, the right-to life, bioethics by adhering to the prima facie principle, as well as the convention law, the medical secrets of infectious disease patients must be disclosed to the family for togetherness' sake.Penyakit menular seksual adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seks vaginal, anal, dan oral tanpa kondom. Penyakit menular seksual dapat mengakibatkan berbagai macam gejala bahkan hingga menyebabkan kematian pada manusia. Salah satu tugas seorang dokter adalah mencegah penyebaran penyakit semakin luas, tetapi dalam hal ini berarti harus membuka rahasia pasien kepada orang lain. Berbagai opini dan stigma timbul di masyarakat Indonesia dan menyebabkan pasien semakin enggan untuk memberitahukan penyakit menular seksual bahkan kepada keluarga terdekatnya. Hal ini memperbesar dilema yang dihadapi oleh dokter. Berdasarkan pertimbangan berbagai aspek mulai dari hak manusiawi, hak hidup, bioetika dengan menganut prinsip prima facie, serta undang-undang karantina, rahasia medis pasien penyakit menular seksual harus dibuka kepada keluarga demi kebaikan bersama

    Pengaruh Spirulina platensis terhadap Aktivitas Katalase Hepar Tikus (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Parasetamol Dosis Tinggi

    Full text link
    Drug-Induced Liver Injury (DILI), seringkali disebabkan oleh akumulasi metabolit reaktif yang dihasilkan obat seperti parasetamol, N-acetyl-p-benzoqui-none imine (NAPQI) sehingga memicu terjadinya stres oskidatif, yaitu kondisi dimana perbandingan jumlah radikal bebas yang lebih tinggi daripada jumlah antioksidan. Ekstrak Spirulina platensis (S. platensis) yang kaya antioksidan berpotensi menangkal radikal bebas. Peneliti terdahulu  menunjukkan S. platensis 360 mg/KgBB dapat menurunkan malondialdehida sebagai indikator kadar radikal bebas.  Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan uji aktivitas katalase untuk mengetahui peran S. platensis 360 mg/KgBB sebagai indikator kadar antioksidan pada kondisi stres oksidatif. Penelitian dilakukan dengan randomized posttest only control group design. Sampel sebanyak 30 ekor tikus Rattus norvegicus jantan, dibagi menjadi 3 kelompok: (K-) kelompok yang tidak mendapat perlakuan; (K+) kelompok yang diinduksi parasetamol; (Kp) kelompok yang diinduksi parasetamol dan diberi ekstrak S. platensis 360 mg/KgBB. Pada akhir penelitian, seluruh kelompok dilakukan perhitungan aktivitas katalase jaringan hepar. Hasil uji One Way Anova menunjukkan adanya peningkatan aktivitas katalase yang signifikan (p = 0,041), terutama antara kelompok K- dengan kelompok K+ (p = 0,032) dan antara kelompok Kp dengan kelompok K+ (p = 0,025). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak S. platensis terbukti memberikan pengaruh antioksidan terhadap peningkatan aktivitas katalase jaringan hepar tikus yang diinduksi parasetamol dosis tinggi

    PENYEBAB DAN TATALAKSANA DALAM MENGATASI KELOID

    Full text link
    Pathological wound healing and pathological scar formation lead to functional and aesthetic losses. Keloids are excessive scars that grow beyond the boundaries of the original wound which is a fibroproliferative disorder. Keloids are difficult to treat because of the recurring nature of keloids and imperfect treatment of keloids can make keloids worse. Based on this description, this literature review was created by the author to explain the causes and treatments for keloid. The research articles reviewed are in the form of analytical reviews through the PubMed database. A total of 20 research articles were selected according to the purpose of writing this literature review. The main cause of keloids is trauma, injury or infection of the skin. Monotherapy for keloids isn’t recommended because of the higher recurrence rate compared to combination therapy. Several modalities for the treatment of keloids are surgical procedures, radiotherapy, antitumor/anticancer, calcium electroporation, corticosteroids, intermittent magnetic pressure, silicone gel, laser, Plasma Skin Regeneration, and cryotherapy. Excision is a modality that provides instant reduction in keloid size, but due to the high recurrence, other therapies must be given as combination therapy, namely corticosteroid injections or radiotherapy, which can reduce the recurrence rate after excision.Latar belakang. Penyembuhan luka yang patologis dan pembentukan bekas luka patologis menimbulkan kerugian fungsional dan estetika. Keloid adalah bekas luka berlebihan yang tumbuh melewati batas luka aslinya yang merupakan kelainan fibroproliferatif. Keloid sulit untuk diobati karena sifat keloid yang rekuren dan terapi terhadap keloid yang masih belum sempurna dapat menyebabkan keloid semakin parah. Berdasarkan uraian diatas, studi literatur ini dibuat oleh penulis untuk menjelaskan tentang penyebab dan penanganan terhadap keloid. Metode. Artikel penelitian yang ditinjau berupa analytical review melalui data basePubMed. Hasil. Sebanyak 20 artikel penelitian terpilih yang sesuai dengan tujuan penulisan tinjauan pustaka ini. Kesimpulan.Penyebab utama keloid adalah trauma, cedera ataupun infeksi pada kulit. Monoterapi untuk keloid tidak disarankan karena tingkat kekambuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan terapi kombinasi. Beberapa modalitas untuk pengobatan keloid adalah prosedur bedah, radioterapi, antitumor/antikanker, elektroporasi kalsium, kortikosteroid, tekanan magnetik intermitten, gel silikon, laser, Plasma Skin Regeration, dan penggunaan cryotherapy. Eksisi merupakan modalitas terapi yang memberikan pengurangan ukuran keloid secara instan, namun karena rekurensinya tinggi maka harus diberikan terapi lain sebagai terapi kombinasi, yaitu injeksi kortikosteroid ataupun radioterapi yang dapat mengurangi tingkat kekambuhan pasca eksisi

    1,003

    full texts

    1,395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kristen Krida Wacana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇