1,721,000 research outputs found
MODEL TRANSMISI SCHISTOSOMIASIS JAPONICA PADA SAPI DENGAN TREATMENT PADA HOST DAN VEKTOR ONCOMELANIA HUPENSIS
Schistosomiasis japonica adalah penyakit zoonotik yang disebabkan oleh cacing schistosoma japonicum yang menginfeksi manusia dan hewan reservoir. Sapi merupakan salah satu hewan reservoir yang bertanggung jawab terhadap transmisi penyakit ini ke manusia. Oleh karena itu, model transmisi Schistosomiasis japonica pada sapi dengan treatment pada sapi dan vektor Oncomelania hupensis (keong) dibahas pada penelitian ini. Sistem dinamik dengan enam kompartemen dikonstruksi disini. Kompartemen tersebut terdiri dari empat kompartemen sapi (sapi susceptible, exposed, infected dan treated dan dua kompartemen untuk keong (keong suceptible dan infected). Sapi yang terinfeksi yang di treatment akan dimasukan ke kompartemen treated. Analisis dinamik seperti eksistensi dari kondisi endemik, basic reproductive ratio, analisis kestabilan dan simulasi numerik dikaji disini. Basic reproductive ratio diperoleh dari spektral radius Next Generation Matrix (NGM) dari model. Dari hasil simulasi numerik dengan data yang dipilih menunjukan bahwa untuk menanggulangi Schistosomiasis japonica dengan treatment pada sapi dan keong bisa mereduksi jumlah populasi sapi terinfeksi secara signifika
PEMANFAATAN CANGKANG BUAH KARET SEBAGAI ALTERNATIF CARBURIZER PADA PROSES PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH ST.37
Abstrak
Pack carburizing adalah proses menambahkan karbon ke permukaan benda dengan menggunakan media padat. Umumnya menggunakan serbuk besi sebagai sumber karbon aktif yang harganya relatif mahal. Pada penelitian ini benda uji menggunakan baja karbon rendah St. 37 dengan dimensi 50 mm x 30 mm x 12 mm. Pack carburizing menggunakan alternatif karbon aktif yang berasal dari arang cangkang buah karet dan serbuk besi 98 % karbon yang dilakukan pada temperatur 9500 C dengan holding time 60 menit. Case hardening dilakukan pada temperatur 9000 C, holding time 120 menit dan menggunakan air sebagai media pendingin quenching. Pengujian kekerasan menggunakan alat Equotip2 Hardness Tester. Data hasil pengujian kekerasan, karbon aktif yang berasal dari arang cangkang buah karet terjadi peningkatan kekerasan dari 134 HV menjadi 362,39 HV sedangkan dari serbuk besi peningkatan kekerasan dari 134 HV menjadi 499,78 HV. Berdasarkan perhitungan perbandingan linier dengan mengacu pada pada karbon aktif dari serbuk besi 98 % karbon maka, diperkirakan kadar karbon aktif yang tedapat pada arang cangkang buah karet adalah 62,44 %. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa arang cangkang buah karet dapat digunakan sebagai carburizer pada proses pack carburizing
ANALISA KECEPATAN DAN PERCEPATAN POROS EKSENTRIK MESIN PENUMBUK BERAS ARUK
Mesin penumbuk beras aruk merupakan alat bantu dalam pembuatan beras aruk sebagai bahan pangan alternatif. Mesin digerakkan oleh motor listrik dengan putaran 1400 rpm dan kemudian dihubungkan dengan reducer dengan rasio 1:20 dan elemen transmisi pulley dan belt dan selanjutnya menggunakan poros eksentrik untuk merubah gerak putar menjadi gerak translasi untuk menggerakkan batang penumbuk.Metode penelitian dengan mengolah data putaran, menganalisa kecepatan dan percepatan poros eksentrik berdasarkan kinematika dengan metoda trigonometri untuk mendapatkan kecepatan dan percepatan yang terjadi pada batang penumbuk. Dari hasil analisa didapatkan bahwa panjang lintasan yang ditempuh batang penumbuk sejauh 200 mm dengan gerakan turun naik.Kecepatan maksimum yang terjadi pada batang penumbuk sebesar 3,90 m/s terjadi pada saat poros eksentrik berputar pada sudut (α) 71,91°dan 288,09° dengan percepatan yang terjadi sebesar 0 m/s2. Sedangkan percepatan maksimum pada batang penumbuk sebesar 372,01 m/s2pada saat poros eksentrik berputar pada sudut (α) 0° dengan kecepatan yang terjadi sebesar 0 m/s. Percepatan yang tinggi pada saat posisi batang penumbuk menuju alas penumbuk akan menghasilkan gaya yang semakin besar yang diberikan oleh batang penumbuk ke adonan beras aruk
PEMANFAATAN MESIN PENCETAK PELET SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN PRODUKSI PETERNAKAN AYAM MASYARAKAT DESA BENCAH KABUPATEN BANGKA SELATAN
Raising chickens is one way to improve the standard of living, especially for people living in rural areas. Raising chickens is no longer a difficult activity, but if it is not accompanied by science and technology, the increase in chicken farm production will be very slow. Through community service program conducted at this time, is to support the activities of the village community chicken farm Bencah South Bangka district by utilizing a chicken feed processor in the form of pellet printing machine. Chicken pellet making machine is given to two groups of partners in the village who already have a conventional chicken farm. Assistance on how to use the machine is done so that partners can increase the productivity of chicken livestock that are being cultivated. Beternak ayam merupakan salah satu cara untuk meningkatkan taraf hidup, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah desa. Beternak ayam bukan lagi kegiatan yang sulit, namun jika tidak dibarengi dengan ilmu dan teknologi, maka peningkatan produksi peternakan ayam akan menjadi sangat lamban. Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan saat ini, adalah menunjang kegiatan peternakan ayam masyarakat Desa Bencah Kabupaten Bangka Selatan dengan memanfaatkan pengolah pakan ayam berupa mesin pencetak pelet. Mesin pencetak pelet ayam diberikan kepada dua kelompok mitra di desa tersebut yang memang telah memiliki peternakan ayam konvensional. Pendampingan cara penggunaan mesin dilakukan agar mitra dapat meningkatkan produktifitas ternak ayam yang sedang digeluti. (Indonesia)
Raising chickens is one way to improve the standard of living, especially for people living in rural areas. Raising chickens is no longer a difficult activity, but if it is not accompanied by science and technology, the increase in chicken farm production will be very slow. Through community service program conducted at this time, is to support the activities of the village community chicken farm Bencah South Bangka district by utilizing a chicken feed processor in the form of pellet printing machine. Chicken pellet making machine is given to two groups of partners in the village who already have a conventional chicken farm. Assistance on how to use the machine is done so that partners can increase the productivity of chicken livestock that are being cultivated. (English
Utilization Of Organic Waste For Briquette Making As Alternative Energy For Community Needs In Kulur Ilir Village, Central Bangka District
Kulur Ilir merupakan satu desa yangberlokasi di Kecamatan Lubuk BesarKabupaten Bangka Tengah yangmayoritas penduduk sebanyak 63 %berprofesi sebagai petani karet, sawitdan lada. Besarnya angka pertanianyang berkembang di Desa Kulur Ilirjuga menjadi potensi yang sangatmenarik untuk dikembangkannyainovasi baru yaitu pembuatan energialternatif briket menggunakan limbahpertanian tersebut karena sebagainbesar limbah organik yang dihasilkanbelum termanfaatkan. Briketdikembangkan menjadi salah satusolusi untuk mengurangipermasalahan ketergantunganmasyarakat terhadap kayu bakar, gaselpiji dan minyak tanah yangketersediaannya seakin meipis dantidak dapat diperbaharui. AdanyaKKN-Tematik UBB di Desa Kulur Ilirmengenai briket sebagai energialternatif diharapkan dapatmemberikan manfaat kepadamasyarakat seperti : masyarakat DesaKulur Ilir dapat memproduksi briketdengan bahan baku yang ada di desasecara kontinu baik untuk memenuhikebutuhan pribadi maupun untukdipasarkan, meningkatkan tarapperekonomian masyarakat melaluiusaha briket, masyarakat tidaktergantung lagi pada gas elpiji dankayu bakar yang ketersediaannya tidakmenentu karena bisa menggunakanenergi alternatif yaitu briket. Sertamenumbuhkan jiwa kewirausahaanbagi siapa saja yang terlibatKulur Ilir is a village located in Lubuk Besar District, Central Bangka Regency, where the majority of the population, 63%, work as rubber, palm oil and pepper farmers. The large number of agriculture that develops in Kulur Ilir Village is also a very interesting potential for developing new innovations, namely making alternative energy briquettes using agricultural waste because most of the organic waste produced has not been utilized. Briquettes were developed to be one of the solutions to reduce the problem of community dependence on firewood, LPG gas and kerosene whose availability is getting thinner and cannot be renewed. The existence of the Universitas Bangka Belitung KKN-Tematik in Kulur Ilir Village regarding briquettes as alternative energy is expected to provide benefits to the community such as: the Kulur Ilir Village community can produce briquettes with raw materials in the village continuously both to meet personal needs and to be marketed, improve the economic level of the community through the briquette business, the community is no longer dependent on LPG gas and firewood whose availability is uncertain because they can use alternative energy, namely briquettes. as well as fostering an entrepreneurial spirit for anyone who wants to be an entrepreneur. As well as fostering an entrepreneurial spirit for anyone involved
PENGARUH MATERIAL BEARING TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR MOBIL HEMAT ENERGI TARSIUS GV-1
Penelitian ini difokuskan pada fungsi bearing dan poros roda pada kendaraan bermotor. Bearing adalah salah satu komponen kendaraan yang tidak boleh luput dari perhatian. Jika diabaikan, besi bulat kecil ini tidak befungsi maksimal, putaran roda menjadi berat karena gaya gesek yang terhambat. Komponen ini juga didesain minim friksi, sehingga ketika roda berputar bisa terjaga stabil. Ujungnya adalah level keborosan suatu kendaraan bisa lebih irit atau sebaliknya boros. Penelitian diaplikasikan pada mobil hemat energi Tarsius GV-1 milik mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung. Bearing yang digunakan adalah bearing seri 6000 dengan bahan keramik dan baja. Dimensi bearing adalah inner (ID) 10mm, outer (OD) 26mm dan lebar (B) 8mm. Diameter poros adalah 10mm (clearence precision running fit), 9,95mm (clearenc easy running fit) dan 9,90mm (clearance loose running fit). Pengujian jarak tempuh mobil dilakukan di Pantai Koala lintas timur Kabupaten Bangka. Panjang lintasan pengujian adalah sepanjang 2,2 km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk bearing keramik memberikan daya gelinding yang lebih panjang sehingga jarak tempuh semakin jauh. Hal ini bisa dilihat dari jumlah bahan bakar yang dihabiskan dalam satu kali pengujian. Hasil terbaik diperoleh pada bearing diameter 9mm bahan keramik dengan toleransi sangat longgar dimana bahan bakar yang diperlukan untuk melintasi jarak tempuh 2,2 km adalah 14,33 ml sehingga konsumsi bahan bakar mencapai 154,19 km/liter
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
RANCANG BANGUN MESIN PANCING CUMI-CUMI OTOMATIS
Cumi-cumi (Loligo sp.) merupakan penghuni demersal pada daerah pantai. Cumi-cumi tertarik pada cahaya oleh karena itu sering ditangkap dengan menggunakan bantuan cahaya. Proses penangkapan cumi-cumi biasanya menggunakan pancing. Jenis pancing cumi-cumi ada tiga yaitu tradisional, mekanik, dan otomatis. Di daerah Pangkalpinang masih menggunakan cara tradisional. Dalam satu malam nelayan hanya mampu menangkap cumi-cumi 1 kg sampai 5 kg jika tidak pada musimnya dan 5 kg sampai 50 kg persatu orang nelayan dalam satu malam jika pada saat musim cumi-cumi. Penggunaan pancing cumi-cumi otomatis yang sudah digunakan di negara Jepang kurang cocok diterapkan di wilayah Pangkalpinang karena biaya yang relatif mahal. Oleh karena itu peneliti berencana merancang mesin pancing cumi-cumi otomatis yang cocok untuk digunakan pada perairan Pangkalpinang menggunakan metode french dengan sistem kerja penggulung tali pancing bergerak secara rotasi menarik atau mengulur tali pancing pada proses penangkapan cumi-cumi. Mesin pancing ini menggunakan motor listrik 710 Watt dengan 800 rpm untuk dilakukan pengujian pada variabel kapasitas dan hasil tangkapan. Pengujian dilakukan pada malam hari dengan kondisi bukan pada masa musim cumi-cumi. Hasil pengujian mesin didapatkan kapasitas 1.3 kg/jam dan penangkapan secara manual didapatkan 1.67 kg/jam. Perbedaan hasil tangkapan dikarenakan beberapa faktor yaitu pada roda penggulung yang jaraknya terlalu dekat, terlalu rendahnya batang plastik pengarah serta putaran roda penggulung yang terlalu tinggi dan tidak konstan.Cumi-cumi (Loligo sp.) merupakan penghuni demersal pada daerah pantai. Cumi-cumi tertarik pada cahaya oleh karena itu sering ditangkap dengan menggunakan bantuan cahaya. Proses penangkapan cumi-cumi biasanya menggunakan pancing. Jenis pancing cumi-cumi ada tiga yaitu tradisional, mekanik, dan otomatis. Di daerah Pangkalpinang masih menggunakan cara tradisional. Dalam satu malam nelayan hanya mampu menangkap cumi-cumi 1 kg sampai 5 kg jika tidak pada musimnya dan 5 kg sampai 50 kg persatu orang nelayan dalam satu malam jika pada saat musim cumi-cumi. Penggunaan pancing cumi-cumi otomatis yang sudah digunakan di negara Jepang kurang cocok diterapkan di wilayah Pangkalpinang karena biaya yang relatif mahal. Oleh karena itu peneliti berencana merancang mesin pancing cumi-cumi otomatis yang cocok untuk digunakan pada perairan Pangkalpinang menggunakan metode french dengan sistem kerja penggulung tali pancing bergerak secara rotasi menarik atau mengulur tali pancing pada proses penangkapan cumi-cumi. Mesin pancing ini menggunakan motor listrik 710 Watt dengan 800 rpm untuk dilakukan pengujian pada variabel kapasitas dan hasil tangkapan. Pengujian dilakukan pada malam hari dengan kondisi bukan pada masa musim cumi-cumi. Hasil pengujian mesin didapatkan kapasitas 1.3 kg/jam dan penangkapan secara manual didapatkan 1.67 kg/jam. Perbedaan hasil tangkapan dikarenakan beberapa faktor yaitu pada roda penggulung yang jaraknya terlalu dekat, terlalu rendahnya batang plastik pengarah serta putaran roda penggulung yang terlalu tinggi dan tidak konstan
Improving Drinking Water Quality Using Simple Filtering Based On Snail Gonggong Shell Waste In Kulur Ilir Village, Central Bangka Regency
Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat desa Kulur Ilir adalah kurang tersedianya sumber air yang memenuhi baku mutu air minum terutama derajat keasaman air (pH) yang rendah yaitu berkisar antara 3,9– 5,6. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat diharapkan dapat membuat dan menggunakan alat penyaringan air sederhana skala rumah tangga untuk memperoleh sumber air yang memenuhi baku mutu air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Metode yang digunakan adalah membuat penyaringan sederhana menggunakan bahan-bahan yang tersedia di desa Kulur Ilir, antara lain : serbuk arang, batu kerikil, pasir pantai, ijuk/sabut kelapa, limbah cangkang siput gonggong yang terdapat di pesisir pantai desa Kulur Ilir. Cangkang siput gonggong dapat meningkatkan pH air karena mengandung kalsium karbonat yang tinggi. Selain itu menggunakan wadah penampungan air sumur dari drum 520 liter. Program ini membuat masyarakat desa Kulur Ilir memperoleh pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi air minum yang baik untuk kesehatan. Selain itu, masyarakat mengetahui cara pembuatan alat penyaringansederhana. Berdasarkan hasil pengukuran pH air (7-8) dan fisik air (tidak berwarna, tidak berasa dan berbau) sesudah dilakukan penyaringan maka penyaringan sederhana berbasis cangkang siput gonggong dapat meningkatkan kualitas air minum masyarakat yang bersumber dari air sumur. Peninjauan (survey) kembali ke masyarakat diperoleh bahwa masyarakat mengaplikasikan kegiatan yang telah dilakukan.Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat desa Kulur Ilir adalah kurang tersedianya sumber air yang memenuhi baku mutu air minum terutama derajat keasaman air (pH) yang rendah yaitu berkisar antara 3,9– 5,6. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat diharapkan dapat membuat dan menggunakan alat penyaringan air sederhana skala rumah tangga untuk memperoleh sumber air yang memenuhi baku mutu air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Metode yang digunakan adalah membuat penyaringan sederhana menggunakan bahan-bahan yang tersedia di desa Kulur Ilir, antara lain : serbuk arang, batu kerikil, pasir pantai, ijuk/sabut kelapa, limbah cangkang siput gonggong yang terdapat di pesisir pantai desa Kulur Ilir. Cangkang siput gonggong dapat meningkatkan pH air karena mengandung kalsium karbonat yang tinggi. Selain itu menggunakan wadah penampungan air sumur dari drum 520 liter. Program ini membuat masyarakat desa Kulur Ilir memperoleh pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi air minum yang baik untuk kesehatan. Selain itu, masyarakat mengetahui cara pembuatan alat penyaringansederhana. Berdasarkan hasil pengukuran pH air (7-8) dan fisik air (tidak berwarna, tidak berasa dan berbau) sesudah dilakukan penyaringan maka penyaringan sederhana berbasis cangkang siput gonggong dapat meningkatkan kualitas air minum masyarakat yang bersumber dari air sumur. Peninjauan (survey) kembali ke masyarakat diperoleh bahwa masyarakat mengaplikasikan kegiatan yang telah dilakukan
- …
