250 research outputs found
Petrology and Geochemical Comparation of Pumice and Scoria Rocks of Slamet Volcano, Central Java
Slamet Volcano is one of Indonesia Quaternary Stratovolcanoes in Central Java Province. Slamet volcano is divided into two parts, Old Slamet in the western part and Young Slamet. The author examined a comparation data of pyroclastic rock of Slamet Volcano, the pyroclastic rocks are pumice from Old Slamet, the scoria fall, and scoria cones are from Young Slamet. They have different geochemical and petrology features, pumice rock has higher SiO2 from 60 to 64 wt.%, scoria fall has SiO2 49.81 to 50.56 wt. %, and scoria cone has SiO2 49.26 wt. %. Petrographic observation showed that pumice is vesicular and contains of phenocryst pyroxene, plagioclase and biotite, scoria fall, and scoria cones have similar petrographic characteristic they have phenocryst of plagioclase, olivine, and pyroxene with hyalopilitic texture. The contrast of major element combined with petrographic features suggest that pyroclastic rock in Slamet Volcano formed by different magma and the magma has differentiation process of Slamet magma is generally caused by magma mixing.</jats:p
Festival Gunung Slamet sebagai Interreligious Engagement di Desa Serang Kabupaten Purbalingga
Tulisan ini menjelaskan tentang Festival Gunung Slamet sebagai interreligious engagement yang dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas antarumat beragama di kaki Gunung Slamet. Festival ini merupakan tradisi rutin satu tahun sekali pada bulan Suro yang dilakukan oleh masyarakat Desa Serang di Kabupaten Purbalingga. Dalam Festival Gunung Slamet inilah terjadi perjumpaan dan kerja sama antaranggota masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Festival Gunung Slamet terus dilestarikan di tengah masyarakat yang semakin modern sebagai upaya melestarikan budaya, mengembangkan pariwisata, dan meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus untuk memperkuat solidaritas antarumat beragama di daerah setempat. Tulisan ini bertujuan untuk melihat keterlibatan antarumat beragama dalam Festival Gunung Slamet yang dapat memperkuat solidaritas di masyarakat dengan menggunakan kajian teori interreligious engagement dan teori solidaritas sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi realis. Teknik pengumpulan data dalam tulisan ini adalah teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Kemudian teori interreligious engagement dan solidaritas sosial digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh, sehingga memperoleh kesimpulan. Dari studi yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa interreligious engagement dalam Festival Gunung Slamet menyadarkan masyarakat Desa Serang tentang adanya suatu ikatan yang menyatukan mereka sebagai satu keluarga besar masyarakat Desa Serang berdasarkan memori kolektif masa lalu berupa ikatan sedulur (saudara). Hal inilah yang menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam rangkaian acara Festival Gunung Slamet. Dengan demikian, keterlibatan antarumat beragama yang dilakukan dalam melaksanakan berbagai rangkaian acara Festival Gunung Slamet menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat di Desa Serang.This article explains about the Mount Slamet Festival as an interreligious engagement that can be a means of strengthening solidarity between religious communities at the foot of Mount Slamet. This festival is a routine tradition carried out once a year in the month of Suro by the people of Serang Village in Purbalingga Regency. In the Mount Slamet Festival, there is a meeting and cooperation between community members from various religious backgrounds. The Mount Slamet Festival continues to be preserved in the midst of an increasingly modern society as an effort to preserve culture, develop tourism, and improve the community's economy, as well as to strengthen solidarity between religious communities in the local area. This article aims to see the interreligious engagement in the Mount Slamet Festival which can strengthen solidarity in society by using the study of interreligious engagement theory and social solidarity theory. The method used in this study is a qualitative method with a realist ethnographic approach. Data collection techniques in this article are interview techniques, observation, and literature studies. Then the theory of interreligious engagement and social solidarity is used to analyze the data obtained, to obtain conclusions. From the study conducted, the author concludes that interreligious engagement in the Mount Slamet Festival makes the people of Serang Village aware of the existence of a bond that unites them as one big family of the Serang Village community based on collective memories of the past in the form of sedulur (brotherhood) ties. This is what drives the community to be involved in various social activities both in daily life and in the series of events of the Mount Slamet Festival. Thus, the involvement of interfaith communities carried out in implementing various series of events of the Mount Slamet Festival becomes a means to strengthen social solidarity in the Serang Village community
STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DEPOSITO PADA PT. BANK BUKOPIN CABANG SLAMET RIYADI SURAKARTA
ABSTRACT MARKETING STRATEGY IN IMPROVING THE NUMBER OF DEPOSITS IN PT. BANK BUKOPIN BRANCH SLAMET RIYADI SURAKARTA In this era of globalization competition in the field of banking is very tight. Lots of products are offered to customers of a bank with a program program with a view to profit. One of them is deposit products. This product almost all banks have with different interest rates. It needs a strategy to get many customers from this product. Writing This Final Project is to know the marketing strategy applied by PT. Bukopin Bank Branch Slamet Riyadi Surakarta to get a lot of deposit customers and know the most effective strategy in increasing the number of deposit customers are also constraints that often faced in implementing these strategies. In this Final Project research using research methods through direct interviews to certain sections of the PT. Bank Bukopin Branch Slamet Riyadi Surakarta, the collection of data in the form of primary and secondary data and using library methods through books relating to this Final Project. This is done to obtain valid results as well as a real analysis of marketing strategies implemented by PT. Bank Bukopin Branch Slamet Riyadi Surakarta. From the results of this research PT. Bukopin Bank Branch Slamet Riyadi Surakarta has done many marketing strategies to increase the number of customers. One of them is by implementing a program called ' Total Marketing ' in which all employees from the branch leadership to the lowest employees to introduce the bank products to the masyarat. But there are also many obstacles in implementing the strategy that is in terms of marketing environment and external environment of the company. As for suggestions from the author to increase the number of deposit customers PT. Bank Bukopin Branch Slamet Riyadi Surakarta is the bank must maximize the quality of human resources and technology is more advanced, and communication promotion to the community should be improved. Keywords: Deposit, Marketing Strategy, Total Marketin
Penentuan jadwal waktu salat di objek wisata gunung Jawa Tengah : studi pemikiran Slamet Hambali tentang koreksi ketinggian tempat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya jadwal salat di objek wisata gunung Jawa Tengah. Berdasarkan pra-riset yang dilakukan Penulis diketahui bahwa penentuan waktu salat oleh pendaki Muslim di daerah gunung hanyalah berpatokan pada jadwal yang digunakan sehari-hari ketika tidak mendaki, ataupun dari suara azan yang didengar dari mesjid sekitar. Penentuan waktu salat yang demikian tentu tidak sepenuhnya tepat. Terlebih pada waktu salat yang dipengaruhi oleh ketinggian tempat, yaitu waktu salat Subuh, Maghrib, dan Isya. Ditambah lagi tidak sedikit pendaki muslim dari berbagai daerah yang datang untuk mendaki. Mengingat salat adalah kewajiban yang waktunya bersifat lokal, maka peru adanya suatu panduan ataupun pedoman jadwal salat yang bisa digunakan untuk daerah dengan ketinggian ekstrim, seperti pada objek wisata gunung ini.
Slamet Hambali merupakan salah satu tokoh dan ulama falak yang memiliki pandangan bahwa koreksi ketinggian tempat diperlukan dalam menghasilkan jadwal salat yang lebih presisi, maka dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk mengetahui bagaimana penentuan waktu salat di objek wisata gunung Jawa Tengah berdasarkan pemikiran Slamet Hambali dan melihat urgensitas dari pemikiran beliau yang terkait dengan koreksi ketinggian tempat dengan cara mengkomparasi. Adapun objek wisata gunung yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gunung-gunung yang populer di kalangan pendaki. Dalam hal ini Penulis membatasi pada 12 gunung saja.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka menggunakan pendekatan ilmu falak dan astronomi. Adapun sumber primer dalam penelitian ini ialah didapatkan dari wawancara langsung dengan Slamet Hambali dan Buku Ilmu Falak I karya beliau. Pada pra-riset, wawancara juga dilakukan dengan beberapa komunitas pendaki untuk mengetahui bagaimana realita dalam penentuan waktu salat di wilayah gunung. adapun data sekunder yang digunakan ialah data-data geografis dan topografis dari gunung yang diaksud, serta data-data matahari. data geografis dan topografis didapat dari software Google Earth dan Peta Rupa Bumi dari Badan Informasi Geospasial. Sementara untuk data-data matahari penulis diambil dari Ephemeris Jean Meus. Data-data yang ada kemudian diolah secara deskriptif matematis dan komparatif menggunakan bantuan software Visual BasicMicrosoft Excel.
Penentuan waktu salat di objek gunung Jawa Tengah berdasarkan pemikiran Slamet Hambali adalah dengan berpatokan kepada ufuk yang terlihat. Caranya ialah dengan mengurangi ketinggian gunung dengan krtinggian daerah datar yang terlihat dari gunung tersebut. Setelah dilakukan perhitungan dan pengolahan data, maka didapatkan hasil bahwa terdapat variasi waktu salat pada masing-masing objek wisata gunung Jawa Tengah, dimana setiap bertambahnya ketinggian 300 mdpl akan mengakibatkan perbedaan waktu salat satu menit. Kemudian setelah dilakukan komparasi dan pendekatan nilai ih}tiya>t} (+ 2 menit), disimpulkan bahwa koreksi ketinggian tempat sangat urgent dalam penentuan waktu salat di objek wisata gunung Jawa Tengah, karena nilai ih}tiya>t} oleh Kemenag belum mampu mengover waktu salat di semua variasi ketinggian gunung Jawa Tengah.
Kata kunci: Koreksi ketinggian tempat Slamet Hambali, jadwal waktu salat, urgensi
ABSTRACT:
This research was motivated by the absence of a prayer schedule at the Central Java mountain tourist attraction. Based on pre-research conducted by the author, it is known that determining prayer times by Muslim climbers in mountain areas is only based on the daily schedule used when not climbing, or from the sound of the call to prayer heard from nearby mosques. Determining prayer times like this is certainly not completely accurate. Moreover, prayer times are influenced by altitude, namely the times of Fajr, Maghrib and Isha prayers. Plus, quite a few Muslim climbers from various regions come to climb. Considering that prayer is an obligation whose timing is local, there is a need for a guide or prayer schedule guideline that can be used for areas with extreme heights, such as this mountain tourist attraction.
Slamet Hambali is one of the figures and falak scholars who has the view that height correction is needed to produce a more precise prayer schedule, so in this research the author intends to find out how prayer times are determined at Central Java mountain tourist attractions based on Slamet Hamabli's thoughts and looking at urgency. From his thoughts related to height correction by means of comparison. The mountain tourist attractions referred to in this research are mountains that are popular among climbers. In this case the author limits it to only 12 mountains.
This research is a type of library research using astronomy and astronomy approaches. The primary sources in this research were obtained from direct interviews with Slamet Hambali and his book Ilmu Falak I. In pre-research, interviews were also conducted with several climbing communities to find out the reality of determining prayer times in mountain areas. The secondary data used is geographic and topographic data from the mountain in question, as well as solar data. Geographic and topographic data were obtained from Google Earth software and Earth Maps from the Geospatial Information Agency. Meanwhile, the author's solar data was taken from Jean Meus's Ephemeris. The existing data was then processed descriptively mathematically and comparatively using Visual Basic Microsoft Excel software.
Based on Slamet Hambali's thoughts, determining prayer times on mountain objects in Central Java is based on the visible horizon. The method is to reduce the height of the mountain by the height of the flat area visible from the mountain. After carrying out calculations and data processing, the results were obtained that there were variations in prayer times at each mountain tourist attraction in Central Java, where every increase in height of 300 meters above sea level would result in a difference in prayer times of one minute. Then, after a comparison and approach to the ihtiyat value (+ 2 minutes), it was concluded that height correction was very urgent in determining prayer times at Central Java mountain tourist attractions, because the ihtiyat value by the Ministry of Religion had not been able to cover it. prayer times at all variations in mountain heights in Central Java.
Keywords: Slamet Hambali altitude correction, prayer time schedule, urgenc
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KEMBANG MUMPO KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS
Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan
kesehatan di puskesmas, yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang
tepat serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik dan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Kembang Mumpo, Kecamatan Semidang Alas Maras.
Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan membagikan
kuesioner kepada 95 pasien yang menerima pelayanan kefarmasian. Penilaian
menggunakan skala Likert mulai dari sangat puas hingga tidak puas. Dari hasil
penelitian data bahwa sebagian besar responden berusia 26–45 tahun (49,47%),
berjenis kelamin perempuan (60,00%), berpendidikan SMA (68,42%), dan bekerja
sebagai petani (66,32%). Hasil penelitian Tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan kefarmasian dengan nilai kepuasan sebagai berikut: kehandalan
(41,05%), ketanggapan (58,95%), jaminan (45,26%), empati (47,37%), dan bukti
fisik (48,42%).
Kata Kunci: Kepuasan pasien, pelayanan kefarmasian, puskesmas, kualitas
layanan, Kembang Mumpo
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU
Kejang demam atau febrile convulsion ialah bangkitan kejang yang terjadi pada
kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38˚C) yang disebabkan oleh proses
ekstrakranium. Kejadian kejang demam menjadi salah satu penyebab terbanyak
orang tua membawa anaknya ke pelayanan gawat darurat untuk mendapatkan
penanganan yang tepat. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah
orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pencegahan kejang
demam pada anak sangat tergantung pada peran orang tua khususnya ibu. Hasil
penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa 80% orang tua mempunyai
fobia demam. Demam pada anak akan membuat orang tua bingung karena anak
cenderung rewel dan tidak bisa tidur. Tujuan dari penelitian ini untuk
mendeskripsikan gambaran pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam
pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif.
Responden berjumlah 32 orang sesuai dengan kreteria inklusi. Instrument
penelitian ini berupa lembar kuesioner yang dibagikan secara langsung. Teknik
pengumpulan data menggunakan teknik accidental sampling, yang mana dalam
pengambilan sampel responden dapat ditemui secara acak ketika bertemu dengan
peneliti tetapi dipilih responden mana yang memenuhi karakteristik dari peneliti.
Hasil penelitian ini sebagian besar responden termasuk dalam kategori tingkat
pengetahuan Baik (53,1%).
Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu, Penanganan, Kejang Demam, Balita
GAMBARAN PEMBERIAN POLA MAKAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AISYIYAH 1 KOTA BENGKULU
Latar belakang : Anak usia pra sekolah merupakan anak yang berusia antara 3-6
tahun. Usia pra sekolah disebut juga masa emas (golden age) karena pada usia ini
pertumbuhan dan perkembangan anak berkembang sangat cepat di setiap aspek
perkembangannya. Indonesia sendiri merupakan negara berkembang yang masih
menghadapi masalah kekurangan gizi yang cukup besar. Kualitas masa depan
bangsa sangat dipengaruhi oleh status gizi pada saat ini terutama pada anak usia
prasekolah. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Populasi penelitian ini berjumlah 35 orang dengan 35 responden dengan
menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data penelitian ini
menggunakan kuisioner. Analisa Data : Analisa Data yang digunakan yaitu
Analisa Univariat, dalam penelitian ini untuk menganalisis Gambaran pemberian
pola makan pada anak usia prasekolah di TK. Hasil : Pemberian pola makan, baik
(54,3%), kurang (45,7%). Kesimpulan : Pemberian pola makan pada anak usia
prasekolah di TK Aisyiyah 1 Kota Bengkulu lebih dari sebagian baik.
Kata Kunci : Anak usia prasekolah, pola maka
UJI SENSITIVITAS DAUN SIRIH MERAH (Piper ornatum) DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP JAMUR Candida albica
Daun sirih merah mengandung polifenol yang memiliki sifat antioksidan
dan bermanfaat untuk mengatasi keputihan. Daun sirih hijau (Piper betle L.)
mempunyai berbagai macam manfaat untuk kesehatan diantaranya yaitu sebagai
obat kumur dan untuk pengobatan, selain itu juga daun sirih hijau bisa digunakan
sebagai antiseptik untuk tangan yang dapat membunuh bakteri dan virus.
Candida albicans merupakan anggota flora normal selaput mukosa saluran
pernafasan, saluran pencernaan, dan genitalia wanita. Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk mengetahui perbandingan sensitivitas infusa daun sirih merah (Piper
ornatum) dan daun sirih merah hijau (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan
jamur Candida albicans. Pada penelitian menggunakan metode difusi cakram
(Diffusion Method). Cakram kertas diletakkan diatas media PDA (Potato Dextrose
Agar) yang mengandung Candida albicans, kemudian ditetesi kontrol positif
ketokonazole, kontrol negatif aquadest dan infusa daun sirih merah (Piper
ornatum) dan sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan
100% lalu diinkubasi pada suhu 37ºc selama 24 jam. Hasil rata-rata diameter
zona hambat setelah dilakukan 3 kali pengulangan yaitu untuk sirih merah
konsentrasi 25% 10,3 mm, 50% 7,6 mm, 75% 7,9 mm dan 100% 7,9, sedangkan
sirih hijau konsentrasi 25% 10,1 mm, 50% 7,3 mm, 75% 7,6 mm dan 100% 6,8
mm. Dari perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa sirih merah memiliki
aktivitas anti fungi lebih baik dari sirih hijau karena rata-rata zona hambat yang
dihasilkan sirih merah lebih besar dari pada sirih hijau.
Kata Kunci: Candida albicans, Difusi Cakram, Sirih Hijau (Piper betle L.), Sirih
Merah (Piper ornatum)
PENGARUH PEMANASAN TERHADAP HASIL SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PUDING MERAH Graptophyllum Pictum (L) Griffith DENGAN METODE INFUDASIDAN MASERASI
Tanaman daun puding merah atau sering juga disebut dengan daun
puding hitam Graptophyllum Pictum (L) Griffith merupakan tanaman obat
yang sering dijadikan tanaman hias dipekarangan rumah dan merupakan salah
satu tanaman yang berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Masyarakat Indonesia memanfaatkan tanaman ini sebagai obat ambeien/wasir,
sembelit, peluruh kencing, pelancar haid, obat bisul, dan beberapa kondisi
seperti anti-jamur, anti-inflamasi dan anti-plak. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak maserasi
dengan suhu kamar 15-25◦C dan infudasi dengan suhu 90◦C ekstrak daun
puding hitam Graptophyllum Pictum (L) Griffith dengan menggunakan pelarut
aquadest. Skrining fitokimia dilakukan reagen reaksi warna alkaloid, flavonoid,
tanin, saponin, steroid, terpenoid. Berdasarkan hasil uji skrining fitokima
ekstrak daun pudding merah Graptophyllum Pictum (L) Griffith dengan
metode maserasi dapat disimpulkan mengandung metabolit sekunder yaitu
positif alkaloid (wagner dan dragendrof), flavonoid, saponin, dan terpenoid,
sedangkan pada metode infudasi diperoleh metabolit sekunder positif steroid,
tanin, dan terpenoid. Untuk metode ekstaksi pemanasan berpengaruh terhadap
kandungan kimia dalam tanaman dapat terurai dengan adanya pemanasan.
Kata Kunci: Puding Merah, Ekstraksi, Maserasi,infudas
STUDI ETNOFARMAKOLOGI TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN OLEH PENYEHAT TRADISIONAL UNTUK MENGATASI DEMAM DI KECAMATAN TALO KABUPATEN SELUMA
Penyehat Tradisional adalah setiap orang yang secara empiris memberikan
pelayanan kesehatan tradisional yang pengetahuan dan keterampilannya diperoleh
melalui pengalaman atau pendidikan informal yang diturunkan dari generasi ke
generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi etnofarmakologi
tanaman obat yang digunakan oleh penyehat tradisional untuk mengatasi demam
di Kecamatan Talo Kabupaten Seluma. Jenis penelitian ini adalah penelitian
deskriptif yang menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penyehat tradisional atau dukun kampung yang mengetahui
cara pengobatan tradisional demam dengan bahan alam. Populasi dalam penelitian
ini sebanyak 10 penyehat tradisional. Teknik pengambilan sampel dengan total
sampling. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil
wawancara yang telah diberikan oleh responden. Analisis data menggunakan studi
literatur aktivitas farmakologi tumbuhan obat yang digunakan untuk mengatasi
demam.Terdapat 8 jenis spesies tanaman yang digunakan oleh masyarakat untuk
mengatasi demam Di Kecamatan Talo Kabupaten Seluma diantaranya :
Rambutan (Nephelium lappaceum), Kapuk Randu (Ceiba pentandra), Sirsak
(Annona muricata), Sungkai (Peronema canescens), Sedingin (Kalanchoe
pinnata), Kelor (Moringa oleifera), Sambiloto (Andrographis paniculata),
Brotowali (Tinospora cordifolia). Bagian tanaman yang digunakan oleh penyehat
tradisional adalah daun persen sitasi sebanyak 93,3%. Cara pengolahan yang
digunakan oleh penyehat tradisional ada 3 cara yaitu : direbus, ditumbuk, dan
diremas. Cara pengolahan tanaman obat paling banyak dengan cara diremas dan
ditumbuk dengan persen sitasi 46,6%.
Kata kunci : Tanaman Obat, Penyehat Tradisional, Dema
- …
